Search Articles & Publications

Showing 1134 articles found for "Saran"

Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan SDGS Pendidikan Desa Berkualitas Melalui Smart Desa Literasi Air Genting

Syofra, Anil Hakim, Ahmad, Naimah, Oktari, Tri, Azhari, Nadila
Abstract: This village is famous as Kampung Pancasila Village. However, the problem in this village is the low level of awareness about how important education is in the future. This is because parents have busy activities all day… long and when they get home they are tired, causing them to pay less attention to their children, so they sometimes ask their children to work together to earn additional income for the family. So to solve this problem, the PPK ORMAWA UNA service team provides knowledge and information services on non-formal learning based on community needs in the form of books and non-books in literacy corners, equipped with information technology devices, providing information services from sources. access to information to the public related to 6 basic literacies. The methods used in community service activities are conducting initial surveys, identifying regional potential and problems, analyzing community needs, forming programs with the community, determining target audiences, formulating indicators of program success, implementing programs, socializing and publishing them to the community, providing library materials and corners. literacy and providing non-formal education service facilities. The results of this activity resulted in 9 literacy corners in Air Genting Village which developed non-formal learning based on community needs and the operation of literacy corners with different programs and management. Keywords: reading corner, literacy, Air Genting   Abstrak: Desa ini terkenal dengan Desa Kampung Pancasila. Namun yang menjadi permasalahan di Desa ini adalah rendahnya tingkat kesadaran tentang betapa pentingnya pendidikan di masa depan. Hal ini disebabkan karena padatnya aktivitas orang tua sehari penuh dan setiba di rumah sudah kelelahan membuat kurangnya perhatian terhadap anaknya sehingga terkadang meminta anaknya untuk bekerja bersama mencari penghasilan tambahan keluarga. Maka untuk  menyelesaikan permasalahan tersebut, Tim pengabdi PPK Ormawa UNA menyediakan layanan pengetahuan serta informasi pada pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat berbentuk buku ataupun non- buku yang ada di pojok- pojok literasi, yang dilengkapi dengan perangkat  teknologi informasi, menyediakan layanan informasi dari sumber akses informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan 6 literasi dasar. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan survei awal, mengidentifikasi potensi daerah dan masalah, menganalisis kebutuhan masyarakat, pembentukan program bersama masyarakat, menetapkan khalayak sasaran, merumuskan indikator keberhasilan program, melaksanakan program, mensosialisasikan dan mempublikasi kepada masyarakat, menyediakan bahan pustaka dan pojok literasi dan mengadakan perlengkapan fasilitas layanan pendidikan non-formal. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan 9 pojok literasi di Desa Air Genting yang mengembangkan pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat serta beroperasinya pojok-pojok literasi dengan program dan kepengurusan yang berbeda-beda. Kata Kunci: Pojok Baca, Literasi, Air Genting

Penyuluhan Dan Pelatihan Pengolahan Makanan Sehat Berbasis Kelor Dalam Rangka Penanganan Stunting Desa Maskuning

Ningsih, Indah Yulia, Suryaningsih, Ika Barokah, Hidayat, Mochammad Amrun
Abstract: Stunting is a health problem currently the government's primary concern because it affects the quality of human resources. One of the areas that is still being targeted for handling stunting is Maskuning Wetan Village, Pujer… ujer District, Bondowoso Regency, East Java, with 14.36% of stunting cases. Diet, including the food type, is important in managing stunting. Most mothers in this area have lack knowledge in healthy food processing. Therefore, in this service program, several steps to handle stunting related to healthy food processing were carried out through counselling and training activities. The main ingredient used is the Moringa plant, which is known in many countries to overcome malnutrition because it is rich in nutrients, obtained easily, and affordable. The activity program is hoped to support the government's efforts in reducing the prevalence of stunting in Maskuning Wetan Village.            Keywords: healthy food; moringa; stunting    Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama pemerintah hingga saat ini karena berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu daerah yang masih menjadi sasaran penanganan stunting adalah Desa Maskuning Wetan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dengan kasus stunting sebanyak 14,36%. Pola makan termasuk jenis makanan berperan penting dalam penanganan stunting. Sebagian besar ibu di daerah tersebut masih banyak yang belum mengetahui cara pengolahan makanan sehat. Oleh karena itu, pada program pengabdian ini dilakukan beberapa langkah penanganan stunting terkait pengolahan makanan sehat berupa kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Bahan utama yang digunakan adalah tanaman kelor yang telah dikenal di berbagai negara untuk mengatasi malnutrisi karena kaya akan kandungan nutrisi, mudah diperoleh, dan terjangkau. Dengan adanya program kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Desa Maskuning Wetan. Kata kunci: kelor; makanan sehat; stunting

Pelatihan Pemanfaatan Basis Data Aplikasi Buku Tamu Bagi Perangkat Desa Cipta Karya

Yuliana, Yuliana, Mira, Mira, Charley, Charley
Abstract: Ciptakarya Village has an official village website as an information center and means of publishing all the potential that exists in the Village. Continuing the ongoing dedication to website development, data is then needed… ded to develop a Database System on the web profile of the Cipta Karya village. This service activity aims to empower village officials through introduction and assistance in introducing the importance of Database management in the Guestbook application. In carrying out this service activity, the methods applied are 1) Socialization of activities, 2 Presentation of material by recognizing the basic benefits of data, 3) Training and assistance in using the guest book application, 4) Evaluation. The result of this service activity is a guest book application for the creative work village in managing data on visitors who visit the village office. Keywords: database; guest book; village apparatus    Abstrak: Desa Ciptakarya memiliki website resmi desa sebagai pusat informasi dan sarana publikasi semua potensi yang ada di Desa. Melanjutkan pengabdian yang berjalan pada pengembangan website, maka selanjutnya dibutuhkan data dalam melakukan pengembangan  Sistem Basis Data  pada web profile desa cipta karya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperdayakan perangkat desa melalui pengenalan dan pendampingan dalam mengenal pentingnya pengelolaan Basis Data dalam aplikasi Buku Tamu. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini metode yang diterapkan adalah 1) Sosialisasi kegiatan, 2)Pemaparan materi dengan mengenal manfaat basis data 3)Pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi buku tamu, 4) Evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah aplikasi buku tamu untuk desa cipta karya dalam mengelola data pengunjung yang berkunjung di kantor desa. Kata kunci: basis data; buku tamu; perangkat desa

Penggunaan Teknologi E-Commerce Dan Pelatihan Fotografi Untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Kelompok Mama Romi

Tamtelahitu, Trientje Marlein, Sirait, Jimmy Purwata Mangasi, Tomasila, Golda
Abstract: The narrow marketing reach of organic vegetable products produced by the Mama Romi group is a problem in itself for the Mama Romi group because the vegetables they obtain are traditionally traded to the surrounding community… nity and local traders who come to the location. It is known that the Mama Romi group is still limited in terms of digital marketing knowledge and product photography training, and also limited knowledge and skills in the field of ICT, namely the use of web-based e-commerce applications and WhatsApp e-commerce as a direct communication medium with potential buyers. The method for implementing Community Service activities through the Community Partnership Program (PKM) is carried out in 4 stages, namely (1) Preparation Stage; (2) Implementation Stage; (3) Evaluation; (4) Sustainability Program. This PKM activity can help independent partners in the process of developing ICT-based product promotions to the wider community, thereby creating new benefits that have an impact on increasing income. Keywords: organic vegetables; web e-commerce; whatsapp e-commerce

Revolusi Digital : Pemanfaatan Teknologi AI Dalam Display Produk UMKM Olahan Hasil Laut

Nalendra, Muhammad Adi Sukma, Caniago, Deosa Putra, Hernando, Luki, Husna, Assaidatul, Sapitri, Ria, Kremer, Hendri, Harahap, Widiya Lestari, Nurcholiq, Rini
Abstract: The application of AI technology that is currently developing is very helpful in supporting the progress of MSMEs in various fields. By utilizing AI technology, it can help MSMEs who are having problems with product design… gn and online marketing. This PkM aims to support the development of marine processed MSMEs in the Islands. The Pkm forum will provide knowledge and skills to MSMEs members for producing attractive and effective visual content and utilizing AI technology in marketing strategies. In this community service, the methods used are socialization by delivering equipment, practising using AI technology and discussions. In this way, it is hoped that MSMEs can increase its competitiveness and market share for processed seafood products, as well as support the Batam City government program in developing the MSMEs sector. Through this service, it is hoped that marine processed MSMEs in the Riau Islands can optimize their business potential by utilizing AI technology and visual communication in marketing. This activity will provide knowledge about the quality of promotional messages and attractive visual product presentations, so that MSMEs can produce marketing content that is effective in attracting attention and influencing the target audience. By increasing knowledge and skills in digital marketing, it is hoped that MSMEs can compete globally in developing the MSMEs sector and increasing exports of processed seafood products in the Riau Islands region, especially in Batam City. Keywords: AI; UMKM; Marketing   Abstrak: Penerapan teknologi AI yang berkembang saat ini sangat membantu dalam mendukung kemajuan UMKM diberbagai bidang. Dengan memanfaatkan Teknologi AI dapat membantu UMKM yang terkendala dengan desain produk dan pemasaran secara online. PkM ini bertujuan untuk mendukung pengembangan UMKM olahan laut di Kepulauan. Dalam Pkm yang diselenggarakan akan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota UMKM dalam menghasilkan konten visual yang menarik dan efektif serta memanfaatkan teknologi AI dalam strategi pemasaran. Dalam Pengabdian masyarakat ini metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan penyampaian materi, praktek menggunakan teknologi AI dan diskusi. Dengan demikian, diharapkan UMKM dapat meningkatkan daya saing dan pangsa pasar produk olahan laut, serta mendukung program pemerintah Kota Batam dalam mengembangkan sektor UMKM. Melalui pengabdian ini, diharapkan UMKM olahan laut di Kepulauan Riau dapat mengoptimalkan potensi bisnis mereka dengan memanfaatkan teknologi AI dan komunikasi visual dalam pemasaran. Kegiatan ini akan memberikan pembekalan pengetahuan tentang kualitas pesan promosi dan penyajian produk visual yang menarik, sehingga UMKM dapat menghasilkan konten pemasaran yang efektif dalam menarik perhatian dan mempengaruhi target audiens. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran digital, diharapkan UMKM dapat bersaing secara global dalam mengembangkan sektor UMKM serta meningkatkan ekspor produk olahan laut di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam. Kata kunci: AI; UMKM; Pemasaran

Peningkatan Kapasitas Produksi Bumbu Bali “Nepaon” Suka Wirang Desa Buki

Suniantara, I Ketut Putu, Suwardika, Gede, Sopandi, Agus Tatang, Masakazu, Kadek, Wijaya, I Gusti Ngurah Satria
Abstract: The Balinese spice "NePaon" is produced by the Suka Wirang group which is in Bukit Tibulaka Village. The main problems faced by partners are (1) in the production sector, production capacity is less than optimal and packaging… aging leaks, causing labels to become damaged. (2) in the marketing sector, there are limitations to marketing carried out conventionally. The final problem (3) is in the legal sector, where the partner product does not yet have a production permit as a legality and security aspect in expanding marketing. The solution to the problem provided is by offering donations for production equipment and some training. The method of implementing the service is by adopting the PALS (participatory learning system) method. The results of the service obtained are an increase in production capacity in the last two months, increased knowledge of partners in packaging with new designs. Partners already have social media as digital marketing. Partners have knowledge in certification and electronic transactions. Partner responses to the implementation of activities with results were 31% satisfactory and 69% very satisfactory. Meanwhile, in training, partner responses were 37.5% satisfactory and 62.5% very satisfactory.          Keywords: Balinese spices; PALS; production training; increased production    Abstrak: Bumbu Bali “NePaon” di produksi oleh kelompok Suka Wirang yang terletak di Desa Bukit Tibulaka. Permasalahan utama yang dihadapi mitra yaitu (1) bidang produksi, kapasitas produksi kurang maksimal dan pengemasan mengalami kebocoran sehingga menyebabkan label menjadi rusak. (2) bidang pemasaran, adanya keterbatasan pemasaran yang dilakukan secara konvesional. Permasalahan terakhir (3) bidang hukum, dimana produk mitra belum memiliki izin produksi sebagai aspek legalitas dan standar keamanan dalam memperluas pemasaran. Pemecahan masalah yang diberikan yaitu dengan menawarkan sumbangan alat – alat produksi dan beberapa pelatihan. Metode pelakasanaan pengabdian dengan mengadopsi metode PALS (participatory learning system). Hasil pengabdian diperoleh yaitu adanya peningkatan kapasitas produksi dalam dua bulan terakhir, meningkatnya pengetahuan mitra dalam melakukan pengemasan dengan desain yang baru. Mitra sudah memiliki media sosial sebagai pemasaran digital marketing. Mitra memiliki pengatahuan dalam sertifikasi dan transaksi elektronik. Respon mitra terhadap pelaksanaan kegiatan dengan hasil 31% memuaskan dan 69% sangat memuaskan. Sedangkan pada pelatihan, respon mitra 37,5% memuaskan dan 62,5% sangat memuaskan. Kata kunci: bumbu bali; PALS; pelatihan produksi; peningkatan produksi

Digitalisasi Penjualan Produk Keripik Selasih Dalam Menciptakan Smart UMKM

Marpaung, Nasrun, Yesputra, Rolly, Kurniawan, Edi, Dalimunthe, Roni, Chan, Zulfira Elisa
Abstract: The COVID-19 pandemic has had a significant impact on many business sectors throughout the world, both large businesses and MSMEs. Mr. Selamat owns the Asahan Selasih Chips business, a souvenir business in the city of Kisaran… saran that sells various types of processed chips, such as sweet potatoes, bananas, and other tubers. This company relies on direct sales from its production house and retailing at kiosks, minimarkets, and supermarkets in Kisaran, Asahan Regency. Also, they have to face the impact of the pandemic by surviving and trying to continue producing their products. One of the causes of declining sales during the post-COVID-19 pandemic is the need for promotional media to expand the market. Just expecting regular customers significantly influences declining sales because the economic turnover of the people in Asahan Regency is limited due to the impact of COVID-19. Apart from that, digital business competition is also a challenge for the Kisaran souvenir chips business. Using observation methods and providing direct training to partner locations, implementing a website and e-catalog is essential for the Selasih Chips business in facing business challenges after the COVID-19 pandemic. Technology can help companies to improve operational efficiency, increase customer trust, and expand their markets in this digital era. Implementing a website and e-catalog can also help Pak Selamat expand its customer reach.             Keywords: website; e-catalog; umkm   Abstrak: Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar bagi banyak sektor bisnis di seluruh dunia, baik bisnis besar maupun UMKM. Bapak Selamat adalah pemilik usaha Keripik Selasih Asahan yaitu usaha oleh-oleh kota Kisaran contohnya yang menjual berbagai jenis olahan keripik seperti ubi, pisang, dan umbi-umbian lainnya, usaha yang mengandalkan penjualan langsung dari rumah produksinya dan mengecer ke kios-kios maupun minimarket dan supermarket yang ada di kota Kisaran Kabupaten Asahan, juga harus menghadapi dampak pandemi dengan bertahan dan berusaha untuk tetap memproduksi produknya. Salah satu penyebab menurunnya penjualan dimasa pasca pandemi COVID-19 dipengaruhi kurangnya media promosi untuk memperluas pasar. Hanya dengan mengharapkan pelanggan tetap, menjadi pengaruh besar terhadap menurunnya penjualan disebabkan perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Asahan menjadi terbatas akibat dampak COVID-19. Selain itu persaingan bisnis secara digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi usaha keripik oleh-oleh Kisaran. Dengan metode observasi dan memberikan pelatihan langsung ke lokasi mitra maka penerapan website dan e-katalog merupakan langkah penting bagi usaha Keripik Selasih dalam menghadapi tantangan bisnis pasca pandemi COVID-19. Dalam era digital ini, teknologi dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan memperluas pasar mereka. Penerapan website dan e-katalog juga dapat membantu Pak Selamat untuk memperluas jangkauan pelanggan mereka. Kata kunci: website; e-katalog; umkm

Optimalisasi Pemasaran Media Sosial Tiktok Dan Pelatihan Tiktok Shop Di Desa Bernung Pesawaran

Sari, Aida, Ramelan, Mudji Rachmat, Nabila, Nuzul Inas, Marvinita, Risda
Abstract: Emping is a sort of dish prepared from melinjo fruit, which is highly common in Indonesia due to its distinct flavor and ease of production. In Bernung Village, Pesawaran Regency, it is also a home industry. The potential… l for the emping snack business in Bernung Village is quite large, but this is not matched by the community's knowledge and skills in mastering technology and using the right information technology, particularly digital marketing, which truly helps home industries expand their marketing reach and increase their sales results. The strategy employs a participative approach through training partners. In order to optimize marketing, the stages of this program are based on field conditions in the emping melinjo house business in Bernung village, specifically in Taman Rejo hamlet. Material supply, mentoring, and development are among the steps. The educational results from the post-test results obtained that 70% of participants were able to answer questions correctly, were able to demonstrate operational applications using social media, and participants were already practicing the use of digital content on social media were said to be successful, as seen in the enthusiasm and motivation of the participating business actors to continue marketing online.             Keywords: emping melinjo; home industry; social media; tiktok content

Meningkatkan Pendapatan Melalui Peningkatan Kualitas Produk Dan Pemasaran Di UMKM Ari Tempe

Abdilah, Dicky, Siregar, Emiel Salim, Siregar, Aris, Suhermanto, Suhermanto, Rusli, Rusli, Syapiq, Mirza, Sryantika, Novi, Sitorus, Yuni Syarah, Sari, Erdina Dwita
Abstract: Competition in today's business world is getting tighter, causing increasing competition for business people in today's very open market era. Activities and businesses carried out must be able to have a high selling value… e and have creativity to attract the attention of consumers. UMKM ARI TEMPE is one of the MSMEs located in Serdang Village, Meranti District, Asahan Regency that produces food. The problem faced by these MSMEs is that the production process is still very minimal, and the way of marketing products still uses a house-to-house system. The problem solving provided from this service program is to offer training and mentoring to increase production, providing assistance with tools and goods that can maximize production, and marketing training. The method of implementing this service activity is through Community Education, the core activities are training, and mentoring and evaluation. Implementation of training activities and production assistance to increase revenue through improving production quality and marketing. It can be concluded that there is a transfer of knowledge, especially on how to improve the quality of production and marketing with test results that show improvement. Through this training, it is expected to have a positive impact, especially improving performance in Ari Tempe MSMEs so that they can increase income from the products produced and increase customer satisfaction.             Keywords: increased; production; quality; marketing; tempeh     Abstrak: Persaingan di dunia bisnis saat ini semakin ketat, sehingga menyebabkan semakin meningkatnya persaingan para pelaku usaha di era pasar yang sangat terbuka saat ini. Kegiatan dan usaha yang dilakukan harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kreativitas untuk menarik perhatian konsumen. UMKM ARI TEMPE adalah salah satu UMKM yang berada di Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan yang memproduksi bidang pangan. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ini adalah proses produksi yang masih sangat minim sekali, dan cara pemasaran produk masih memgunakan sistem rumah ke rumah. Pemecahan masalah yang diberikan dari program pengabdian ini adalah menawarkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan produksi, pemberian bantuan alat dan barang yang dapat memaksimalkan produksi, dan pelatihan pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melalui Pendidikan Masyarakat, kegiatan inti berupa pelatihan, dan pendampingan serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan produksi untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatakn kualitas produksi dan pemasaran. Dapat disimpulkan bahwa terjadi transfer pengetahuan khususnya tentang cara meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran dengan hasil tes yang menunjukkan peningkatan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya memperbaiki kinerja di UMKM Ari Tempe sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari produk yang dihasilkan serta meningkatkan kepuasan pelanggan.

Peningkatan Penghasilan Usaha Umkm Rempeyek Desa Serdang Dalam Penjualan Berdasarkan Legalitas Hukum Dan Berbasis Sosial Media

Harmayani, Harmayani, Siregar, Aris, Siregar, Emiel Salim, Andriani, Dian Ayu, Hsb, Hendi Setiawan, Rusli, Rusli, Nasution, Lindi Amara, Khairani, Liza, Mayzura, Mayzura, Siregar, M Reno Ramadhana
Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Peyek is a small-scale business that focuses on production and sales, peyek traditional Indonesian snacks that all people can consume, rempeyek business is a potentially profitable… able business idea supported by simple products and small capital made from materials such as flour, peanuts, or salted fish grouse. Peyek MSME businesses can be run by individuals or small groups with limited resources. This business can be run from home or a small pro-duction site with the aim of meeting local or regional market demand. It is important to maintain product quality, promote products productively and keep up with the times so that they can adapt to market developments so that the business can be sus-tainable. Given the importance of PIRT permits and halal certificates in marketing a product, we were given the opportunity to serve in Serdang village regarding PIRT permits and halal certificates. With the intention of wanting to help MSMEs in Ser-dang Village.             Keywords:micro, small and medium enterprises (msmes); pirt permits; halal certificates     Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) Peyek merupakan bisnis skala kecil yang berfokus pada produksi dan penjualan, peyek makanan ringan tradisional indonesia yang semua kalangan dapat mengkonsumsi, usaha rempeyek merupakan ide bisnis yang berpotensi menguntungkan dengan di dukung oleh produk yang sederhana dan modal kecil yang terbuat dari bahan seperti tepung, kacang tanah, atau ikan asin belibis. Usaha UMKM peyek dapat dijalankan oleh individu atau kelompok kecil dengan sumber daya terbatas. Bisnis ini dapat dijalankan dari rumah atau tempat produksi kecil dengan tujuan memenuhi permintaan pasar lokal atau regional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan UMKM, memperbaiki legalitas usaha, menggunakan media social untuk pemasaran, meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang produk local, pemberdayaan social ekonomi dan mendorong inovasi produk serta edukasi berkelanjutan. Mengingat pentingnya izin PIRT dan sertifikat halal dalam pemasaran sebuah produk kami diberi kesempatan mengabdi di desa Serdang mengenai izin PIRT dan sertifikat halal. Dengan maksud ingin membantu UMKM yang ada di Desa Serdang.   Kata kunci:usaha mikro kecil dan menengah ( umkm ); izin pirt; sertifikat halal