Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, they continue to face challenges in management and digital marketing. Keripik Balado Uni Yen, a local…
cal MSME engaged in the traditional Minangkabau snack industry, experiences obstacles in expanding its market due to limited product innovation and reliance on conventional methods of promotion and sales. This condition has led to stagnant sales performance and low managerial efficiency, indicating the need for strategic efforts to enhance business capacity. This community service program aims to strengthen the competitiveness of the MSME through the development of product packaging integrated with a QR code and a point of sale system based on a website and digital cashier machine, while also promoting digital marketing adoption. The program was implemented using a participatory approach involving training, technical assistance, and continuous monitoring and evaluation of technology implementation. Digital marketing through social media proved effective in expanding market reach and increasing sales by up to 40%. Overall, the program demonstrates that integrating innovative packaging, digital systems, and online marketing serves as an effective strategy to enhance the competitiveness and sustainability of local MSMEs.
Keywords: digital marketing; innovation QR code packaging; point of sales; MSMEs
Abstrak: UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek manajemen dan pemasaran digital. UMKM Keripik Balado Uni Yen merupakan UMKM lokal yang bergerak di industri makanan olahan khas Minang, menghadapi tantangan dalam memperluas pasar akibat keterbatasan inovasi produk serta masih mengandalkan metode konvensional dalam promosi dan penjualan. Kondisi ini berdampak pada stagnasi penjualan dan rendahnya efisiensi manajerial, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pengembangan kemasan produk yang dilengkapi kode QR dan terintegrasi dengan sistem point of sale berbasis website dan mesin kasir digital, serta mendorong digitalisasi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi implementasi teknologi. Pemasaran digital melalui media sosial juga terbukti efektif memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan hingga 40%. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi kemasan, sistem digital, dan pemasaran daring merupakan strategi efektif untuk memperkuat daya saing dan kemandirian UMKM lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci: digitalisasi pemasaran; kemasan inovatif QR Code; point of sales; UMKM
Abstract:Abstract: This community service program was carried out by Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) with the aim of strengthening digital skills and English proficiency among high school/vocational school graduates in…
order to improve their job readiness. The activity took place at Balai RW 08, Kalideres, and West Jakarta. This program was motivated by the condition of high school/vocational graduates in RW 08, most of whom come from lower-middle-income families and are therefore more inclined to enter the workforce directly rather than pursue higher education. Thus, training is needed to enhance practical skills relevant to industry requirements.The training focused on three main aspects, developing a professional curriculum vitae (CV), strategies for facing job interviews in both Indonesian and English, and practicing digital skills through the use of Canva for CV creation. Participants were actively engaged through interactive sessions, simulations, and collaborative exercises. The results of the program indicated increased awareness, confidence, and skills among participants in preparing themselves to enter the workforce. The conclusion of this program is that integrating digital literacy and English proficiency in community-based training can enhance the competitiveness of high school/vocational school graduates and make a tangible contribution to supporting their readiness for the job market.
Keywords: english proficiency, job readiness, digital skills, community service, vocational education
Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan tujuan memperkuat keterampilan digital dan kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMA/SMK untuk meningkatkan kesiapan kerja. Kegiatan ini berlangsung di Balai RW 08, Kalideres, Jakarta Barat. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lulusan SMA/SMK di RW 08 yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, sehingga cenderung lebih memilih langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.Pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama: penyusunan curriculum vitae (CV) profesional, strategi menghadapi wawancara kerja dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta keterampilan digital melalui penggunaan Canva untuk pembuatan CV. Peserta terlibat secara aktif melalui sesi interaktif, simulasi, dan latihan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, kepercayaan diri, dan keterampilan peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kesimpulannya, integrasi literasi digital dan kemampuan bahasa Inggris dalam pelatihan berbasis masyarakat dapat meningkatkan daya saing lulusan SMA/SMK serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan mereka menghadapi pasar kerja.
Kata kunci: kemampuan bahasa Inggris, kesiapan kerja, keterampilan digital, pengabdian masyarakat, pendidikan vokasi
Abstract:Abstract: Developing tourism villages is a crucial strategy for strengthening local economies, reducing urbanization, and maintaining cultural and environmental sustainability. This concept is increasingly relevant in the…
e era of digital transformation, when tourism villages are required to adapt through technology-based smart tourism approaches, digital promotion, and information services. One area with significant potential is Lembar Selatan Village in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Surrounded by 70 hectares of mangrove forest, a coastline, marine life, and well-preserved local traditions, the village has the potential to be developed into a coastal ecotourism destination. The Lembar Selatan Ecotourism Awareness Group (Pokdarwis) has begun managing tourism based on conservation and environmental education. However, obstacles remain, such as low digital literacy, the lack of an online promotion and reservation system, and limited destination management training. These conditions impact market reach and low tourist visits. Therefore, Community Service (PKM) activities are designed to increase Pokdarwis capacity, strengthen tourism digitalization through websites and promotional media, and encourage local community empowerment. This program is expected to realize inclusive, participatory, and sustainable coastal ecotourism, as well as strengthen the competitiveness and branding of Lembar Selatan Tourism Village.
Keyword: stourism village; tourism digitalization; coastal ecotourism; tourism group (pokdarwis); tourism digitalization; smart tourism; website.
Abstrak: Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting untuk memperkuat ekonomi lokal, mengurangi urbanisasi, serta menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan. Konsep ini semakin relevan di era transformasi digital, ketika desa wisata dituntut beradaptasi melalui pendekatan smart tourism berbasis teknologi, promosi digital, dan layanan informasi. Salah satu wilayah yang memiliki potensi besar adalah Desa Lembar Selatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa ini dikelilingi hutan mangrove seluas 70 hektare, garis pantai, biota laut, serta tradisi lokal yang masih terjaga, sehingga potensial dikembangkan menjadi destinasi ekowisata pesisir. Tahapan Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui identifikasi kebutuhan Pokdarwis, pengembangan website sistem informasi wisata, penguatan ekowisata mangrove, pemasangan lampu tenaga surya, penyediaan fasilitas kebersihan, penempatan papan informasi berbasis QR, serta pelatihan penggunaan megaphone untuk mendukung pelayanan wisata serta pelatihan manajement wisata. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan kunjungan wisatawan. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dirancang guna meningkatkan kapasitas Pokdarwis, memperkuat digitalisasi pariwisata melalui website dan media promosi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini diharapkan mewujudkan ekowisata pesisir yang inklusif, partisipatif, berkelanjutan, serta memperkuat daya saing dan branding Desa Wisata Lembar Selatan.
Kata kunci: desa wisata; digitaisasi pariwisata; ekowisata pesisir; pokdarwis; digitalisasi pariwisata; smart tourism; website
Abstract:Abstract: This community service activity was motivated by the drying problems of emping melinjo in Perbaungan District, Serdang Bedagai Regency, which still relies on sunlight. This traditional method has many limitations…
ns as it depends on weather conditions, requires 2–3 days, and produces products that are less hygienic and inconsistent in quality. The purpose of this activity is to provide a solution through mentoring and training in the use of the electric emping melinjo dryer (KEPINGJO) so that partners are able to operate the equipment and increase production capacity. The implementation method includes several stages: preparation, technology socialization, training, trials, evaluation, and mentoring. The results show that the partners actively participated and were able to operate the equipment independently. The use of the electric dryer resulted in a reduction from 1 kg to 0.64 kg within 1 hour at a temperature of 55 °C, which is much faster than the traditional drying method that takes 2–3 days. In addition, the moisture content of emping melinjo, initially 29% in the wet condition, decreased to 9.5% after the drying process using the electric dryer. The final product is more hygienic, evenly dried, and has a longer shelf life. The application of the KEPINGJO electric dryer has proven to increase productivity, product quality, and household income while strengthening the role of universities in delivering appropriate technological innovations.
Keywords: dryer; melinjo; empowerment; training; food self-sufficiency
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengeringan emping melinjo di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, yang masih mengandalkan sinar matahari. Metode tersebut memiliki banyak keterbatasan karena bergantung pada cuaca, membutuhkan waktu 2–3 hari, serta menghasilkan produk yang kurang higienis dan tidak seragam. Tujuan kegiatan adalah memberikan solusi melalui pendampingan dan pelatihan penggunaan alat pengering elektrik emping melinjo (KEPINGJO) agar mitra mampu mengoperasikan dan meningkatkan kapasitas produksi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi teknologi, pelatihan, uji coba, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan mitra aktif berpartisipasi dan mampu menggunakan alat secara mandiri. Penggunaan alat pengering elektrik memperlihatkan penyusutan dari 1 kg menjadi 0,64 kg dalam waktu 1 jam pada suhu 55 °C, jauh lebih cepat dibanding metode tradisional 2–3 hari. Selain itu, kadar air emping melinjo yang semula sebesar 29% pada kondisi basah menurun menjadi 9,5% setelah proses pengeringan menggunakan alat pengering elektrik. Produk yang dihasilkan lebih higienis, kering merata, dan memiliki daya simpan lebih lama. Penerapan pengering elektrik KEPINGJO terbukti meningkatkan produktivitas, kualitas, serta pendapatan rumah tangga, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi tepat guna.
Kata kunci: alat pengering; melinjo; pemberdayaan; pelatihan; kemandirian pangan
Abstract:Abstract: Many traditional fishermen in Indonesia still experience a decreasing income during the rainy season due to bad weather conditions. This community service activity aims to improve the safety of fishermen through…
h the installation of lightning rods and education on bad weather conditions at sea. This activity was carried out in Segoro Tambak Village, Sedati District, Sidoarjo Regency, East Java. The participants in this activity are local fishermen who are members of the KUB Geronggong. The methods used in this activity include 1. Initial Survey; 2. Socialization; 3. Training Session; 4. Technology Application; and 5. Mentoring and Evaluation. The results of the pre-test and post-test showed that the fishermen's level of understanding increasing by 8%. Based on the questionnaire results, the majority of fishermen gave positive feedback of this activity. In terms of program assessment, 71.4% of participants stated that the material provided was very easy to understand, and 82.1% of participants considered the speakers' delivery to be very clear. The opportunity to ask questions was also considered sufficient by 64.3% of participants, while in terms of satisfaction, 85.7% of participants stated that they were very happy to participate in this activity. All participants (100%) stated that this activity increased their knowledge, improved their preparedness for bad weather, and encouraged the application of knowledge in their daily lives.
Keywords: bad weather; fishermen; lightning rods; mitigation
Abstrak: Masih banyak nelayan tradisional di Indonesia yang penghasilannya turun di musim penghujan karena kendala cuaca buruk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan nelayan melalui pemasangan alat penangkal petir dan edukasi cuaca buruk saat melaut. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Segoro Tambak, Kecataman Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Mitra dari kegiatan ini merupakan nelayan lokal yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Geronggong. Metode kegiatan meliputi 1.Survey Awal; 2.Sosialisasi; 3.Pelatihan; 4.Penerapan Teknologi; serta 5.Pendampingan dan Evaluasi. Dari hasil pre-test dan post-test didapati tingkat pemahaman nelayan meningkat sebesar 8%. Berdasarkan hasil kuesioner, mayoritas nelayan memberikan penilaian positif terhadap kegiatan ini. Pada aspek penilaian acara, sebanyak 71,4% peserta menyatakan materi yang diberikan sangat mudah dipahami, dan 82,1% peserta menilai penyampaian narasumber sangat jelas. Kesempatan bertanya juga dinilai sangat cukup oleh 64,3% peserta, sedangkan dari sisi kepuasan, 85,7% peserta menyatakan sangat senang mengikuti kegiatan ini. Seluruh peserta (100%) menyatakan kegiatan ini menambah pengetahuan, meningkatkan kesiapan menghadapi cuaca buruk, serta mendorong penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci: cuaca buruk; mitigasi; nelayan; penangkal petir
Abstract:Based on the results of initial observations, two main problems faced by the target community were found, namely the high volume of unmanaged kitchen waste and the lack of digital marketing knowledge in household businesses.…
ses. These problems were brought to be analyzed in order to determine the form of problem-solving. The results of the analysis of the observation of this activity were that the organizers provided training in managing organic waste from household activities and training related to digital marketing. This training was practiced directly and provided with adequate equipment as a form of facilitating the community's steps. The training also provided digital marketing material by credible speakers and continued with direct practice. This activity increased knowledge and skills, and the community became empowered to implement sustainable solutions that were beneficial for their households and the wider community. The importance of waste management is how the waste is processed into useful compost so that every daily cooking activity in residents' homes does not have an impact on waste accumulation. Meanwhile, the delivery of digital marketing materials provides references to applications and sites that can be used to expand the network of businesses run by residents. By integrating this strategy, residents can not only improve their living conditions but also make a positive contribution to the ecosystem in the community.
Keywords: waste management; digital marketing; UMKM
Abstrak: Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan dua permasalahan utama yang dihadapi masyarakat sasaran, yaitu tingginya volume sampah dapur yang tidak terkelola dan kurangnya pengetahuan pemasaran digital dalam usaha rumah tangga. Permasalahan ini dibawa untuk dianalisis guna mengetahui bentuk penyelesaian masalah. Hasil analisis dari observasi kegiatan ini adalah penyelenggara memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik dari kegiatan rumah tangga dan pelatihan terkait pemasaran digital. Pelatihan ini dipraktikkan secara langsung dan diberikan perlengkapan yang memadai sebagai bentuk kemudahan langkah masyarakat. Pelatihan juga disampaikan materi pemasaran digital oleh narasumber yang kredibel dan dilanjutkan dengan praktik langsung. Kegiatan ini menambah pengetahuan dan keterampilan serta masyarakat menjadi berdaya untuk menerapkan solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi rumah tangganya maupun masyarakat luas. Pentingnya pengelolaan sampah adalah bagaimana sampah tersebut diolah menjadi kompos yang bermanfaat sehingga setiap kegiatan memasak sehari-hari di rumah warga tidak berdampak pada penumpukan sampah. Sedangkan penyampaian materi pemasaran digital memberikan referensi aplikasi dan situs yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan usaha yang dijalankan warga. Dengan mengintegrasikan strategi ini, warga tidak hanya dapat meningkatkan kondisi kehidupan mereka tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem di masyarakat.
Kata kunci: pengelolaan sampah; digital marketing; UMKM
Abstract:Awareness of social media security is very important today, especially due to the increasing number of online security threats that can affect user privacy and data security. Moreover, the condition of rural communities…
is in dire need of knowledge to be wiser in using social media. This community service was carried out in Cempaka Village, Cempaka District, OKU Timur Regency, with the aim of increasing public understanding of cyber security. The methods used were education and socialization about cyber threats, the importance of maintaining password confidentiality, and personal data privacy. This activity involved the active participation of various levels of the Cempaka Village community. The results of this service showed a significant increase understanding of social media secutty awareness. People became more aware of the risks of crime on social media and had better knowledge of how to protect themselves.
Keywords: cempaka village; security awareness; social media; socialization
Abstrak: Kesadaran akan keamanan media sosial sangat penting saat ini, terutama karena meningkatnya ancaman keamanan daring yang dapat memengaruhi privasi dan keamanan data pengguna. Apalagi kondisi masyarakat desa yang sangat membutuhkan pengetahuan agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan siber. Metode yang digunakan adalah edukasi dan sosialisasi tentang ancaman siber, pentingnya menjaga kerahasiaan kata sandi, dan privasi data pribadi. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat Desa Cempaka. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai keamanan media sosial. Masyarakat menjadi lebih sadar akan risiko kejahatan di media sosial dan memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang cara melindungi diri mereka.
Kata kunci: desa cempaka; security awareness; sosial media; sosialisasi
Abstract:The low level of public awareness about the importance of waste management has caused waste in Mentari Village Housing, km 21, not to be managed properly. Making Liquid Organic Fertilizer (POC) is one solution to overcome…
e this problem. The process of making POC produces a liquid that can be used as organic fertilizer, while the solids produced can be used as a garden media. The focus of the community service activities carried out is the cultivation of TOGA plants and the use of household organic waste as fertilizer for TOGA plants. The implementation of this activity program consists of several stages of activity, namely observation of existing conditions, socialization of activities, training in making liquid organic fertilizer, mentoring and evaluation. With this activity, the Mentari Willage km 21 housing community is marked by a change in knowledge for the better regarding the cultivation of TOGA gardens and the importance of processing household waste into organic fertilizer which can contribute to sustainable agriculture.
Keywords: liquid organic fertilizer; organic waste; TOGA plants.
Abstrak: Masih rendahnya kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah menyebabkan sampah di Perumahan Mentari Village km 21 belum terkelola dengan baik. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Proses pembuatan POC menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pupuk organic, sedangkan padatan yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai media tanam. Fokus dari kegiatan pengadian masyarakat yang dilakukan adalah budidaya tanaman TOGA dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk tanaman TOGA. Pelaksanaan program kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yaitu observasi kondisi eksisting, sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan pupuk oraganik cair, pendampingan dan evaluasi. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat perumahan Mentari Willage km 21 yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan menjadi tebih baik terkait budidaya tamana TOGA dan pentingnya pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat berkontribusi dalam pertanian berkelanjutan.
Kata kunci: pupuk organik cair; sampah organik; tanaman TOGA
Abstract:Abstracts The Covid-19 pandemic that hit Indonesia is still leaving an impact on society. One of the sectors affected by the Covid-19 pandemic is the economic sector, especially at the Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
MKM) level. Based on these conditions and the spirit of togetherness, through this community service activity the author wants to make a positive contribution to a group of UMKMs so they can bounce back after Covid-19. One of the efforts the author wants to achieve in this activity is the creation of integrated marketing communications for UMKMs. By collaborating with the Unit Pengumpul Zakat (UPZ) from the Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), the author targeted 20 UMKMs spread across the Jakarta, Bogor and Karawang areas. The results of this activity show that after attending the training, UMKMs' understanding of the concept of effective marketing communication has increased so that they can be more optimal in developing their business in the future. Apart from that, through this activity a number of capital assistance was also provided for UMKMs.
Keywords: communication; HIPMI; marketing; training; UMKM
Abstrak: Pandemi covid 19 yang sempat menghunjam Indonesia masih meninggalkan dampak di masyarakat. Salah satu sektor yang terkena imbas dari pandemi covid 19 adalah sektor ekonomi khususnya pada level Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan berangkat dari kondisi tersebut dan adanya semangat kebersamaan maka melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini penulis ingin memberikan kontribusi positif pada sekelompok UMKM untuk bisa bangkit kembali pasca covid-19. Salah satu upaya yang ingin dicapai penulis dalam kegiatan ini adalah terciptanya komunikasi pemasaran terpadu bagi UMKM. Dengan menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), penulis menyasar 20 UMKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor dan Karawang. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, terlihat adanya peningkatkan pemahaman dari UMKM mengenai konsep komunikasi pemasaran yang efektif sehingga mereka dapat lebih optimal dalam mengembangkan usahanya di masa mendatang. Selain itu, melalui kegiatan ini juga diberikan sejumlah bantuan modal bagi UMKM.
Kata kunci: HIPMI; komunikasi; pelatihan; pemasaran; UMKM
Abstract:The Jabal Farm Millennial Taruna Tani Group is located in Kefamenanu City, focusing on freshwater fish farming and agriculture. The conventional fish farming system faces challenges in terms of monitoring pond conditions…
and efficient feeding. One of the main problems faced by the group is the difficulty in maintaining optimal water temperature and quality as well as manual feeding management. To overcome this problem, it is necessary to implement Internet of Things (IoT) technology integrated with an Android application. This technology allows monitoring of pond conditions such as water temperature and pH automatically, as well as periodic fish feeding settings. This community service aims to build IoT-based automatic monitoring tools and systems, as well as provide training and mentoring to members of the Jabal Farm Taruna Tani Group in using IoT technology for fish pond management. The implementation method in this activity uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach that emphasizes active community participation in all stages of the activity, from problem identification to evaluation and follow-up. With IoT technology, it is expected that fish pond management patterns will become more modern and efficient. This technology can help improve fish farming performance, reduce risks, and facilitate management, thus having a positive impact on the productivity and welfare of farmers.
Keywords: kelompok taruna tani jabal farm milenial; fish farming; internet of things (IoT)
Abstrak: Kelompok Taruna Tani Jabal Farm Milenial berada di Kota Kefamenanu, dengan fokus pada budidaya ikan air tawar dan pertanian. Sistem budidaya ikan yang masih konvensional menghadapi tantangan dalam hal pemantauan kondisi kolam dan pemberian pakan yang efisien. Salah satu masalah utama yang dihadapi kelompok ini adalah kesulitan dalam menjaga suhu dan kualitas air yang optimal serta pengelolaan pemberian pakan secara manual. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan implementasi teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Android. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi kolam seperti suhu dan pH air secara otomatis, serta pengaturan pemberian pakan ikan secara berkala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun alat dan sistem pemantauan otomatis berbasis IoT, serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Taruna Tani Jabal Farm dalam menggunakan teknologi IoT untuk manajemen kolam ikan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dan tindak lanjut. Dengan adanya teknologi IoT, diharapkan pola pengelolaan kolam ikan akan menjadi lebih modern dan efisien. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan performa budidaya ikan, mengurangi risiko, dan memudahkan manajemen, sehingga memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kata kunci: kelompok taruna tani jabal farm milenial; budidaya ikan; internet of things (IoT)