Abstract:Stunting is a condition characterized by a child being too small compared to children of the same age. Simply put, stunting refers to the failure of a child's growth. The cause may be due to malnutrition during the growing…
ng period of the pregnant woman and child. Supplementary nutrition (PMT) is needed to address malnutrition that occurs in the age group of malnourished infants. It plays an important role in both the health, growth and development of the child. For this reason, the KKN team of Universitas Persatuan Guru 1945 NTT conducted community service in Manulai 2 Village, Kupang City, East Nusa Tenggara Province by conducting a counseling program on the prevention of stunting and additional food for mothers and children using the Community Education method, namely counseling which aims to increase understanding and awareness about the prevention of stunting and additional food for mothers and children. Counseling on the prevention of stunting and additional food for mothers and children has been successfully implemented. This activity increases community awareness about the importance of balanced nutrition to prevent stunting, with this increased knowledge, mothers can implement a healthier diet for their children. Increased knowledge and awareness of the community is expected to reduce stunt-ing rates in the region.
Keywords: supplementary food; stunting prevention
Abstrak: Stunting (kerdil) Ini adalah kondisi yang ditandai dengan ukuran anak yang terlalu kecil dibandingkan dengan anak pada usia yang sama. Sederhananya, stunting mengacu pada kegagalan pertumbuhan anak. Penyebabnya mungkin karena kekurangan gizi pada masa pertumbuhan ibu hamil dan anak. Pemberian nutrisi tambahan (PMT) diperlukan untuk mengatasi gizi buruk yang terjadi pada kelompok usia bayi gizi buruk. Ini memainkan peran penting baik dalam kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itu, tim KKN Universitas Persatuan Guru 1945 NTT melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Manulai 2 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan melakukan program Penyuluhan tentang pencegahan stunting dan makanan tambahan bagi ibu dan anak dengan menggunakan metode Pendidikan Masyarakat yaitu Penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran tentang pencegahan stunting dan makanan tambahan bagi ibu dan anak. Penyuluhan tentang pencegahan stunting dan makanan tambahan bagi ibu dan anak telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting, dengan meningkatnya pengetahuan ini, ibu-ibu dapat menerapkan pola makan yang lebih sehat untuk anak-anak mereka. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mengurangi angka stunting di wilayah tersebut.
Kata kunci: makanan tambahan; pencegahan stunting
Abstract:The KKN program as a model of Community Service can be directed at efforts to build community capacity to be more advanced, independent and highly competitive. In accordance with the potential of Bumi Asih Village, Palas…
South Lampung District, KKN is intervened through Entrepreneurship Training for Management and Members of Karang Taruna. The training will motivate Karang Taruna members to continue to innovate and adapt to market conditions, dare to try new products, maximize services and expand markets to face competition and create new, more creative markets. Karang Taruna as a youth organization has a strategic role in developing villages. Karang Taruna Bumi Asih Village is committed to improving youth welfare through Entrepreneurship training to provide various skills and knowledge to spur innovative and inspiring creativity. The method applied is the ABCD (Assets Base Community Development) Pattern with stages; Discovery, Dreams, Design, and Destiny. With the ABCD pattern, youth organizations are directed to be able to recognize and identify social problems that occur, understand, formulate and implement appropriate resolution techniques. With training, Karang Taruna administrators and members will have a strong organizational foundation, be visionary, and have integrity in directing a better life in society. Karang Taruna's real actions can direct the lives of the younger generation in a way that can reduce the unemployment rate in Bumi Asih Village.
Keywords: entrepreneurship; karang taruna, and youth independence.
Abstrak: Program KKN sebagai model Pengabdian kepaad Masyarakat, dapat diarahkan pada upaya membangun kapasitas masyarakat agar lebih maju, mandiri dan berdayasaing tinggi. Sesuai potensi Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Lampung Selatan, KKN diintervensikan melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Pengurus dan Anggota Karang Taruna. Pelatihan akan memotivasi anggota Karang Taruna untuk terus melakukan inovasi dan penyesuaian dengan kondisi pasar, berani mencoba produk baru, memaksimalkan layanan dan memperluas pasar guna menghadapi persaingan serta menciptakan pasar baru yang lebih kreatif. Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun Desa. Karang Taruna Desa Bumi Asih berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pemuda melalui pelatihan Kewirausahaan guna membekali berbagai keterampilan dan pengetahuan guna memacu kreatifitas yang inovatif dan inspiratif. Metode yang diterapkan adalah Pola ABCD (Assets Base Community Development) dengan tahapan; Discovery, Dreams, Design, dan Destiny. Dengan pola ABCD, karang taruna diarahkan agar mampu menemukenali serta mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi, memahami, merumuskan dan mengimplementasikan teknik penyelesaiannya secara tepat. Dengan Pelatihan, pengurus dan anggota Karang Taruna akan memiliki dasar organisasi yang kuat, visioner, dan memiliki integritas dalam mengarahkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Aksi nyata Karang Taruna dapat mengarahkan kehidupan generasi muda secara sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Desa Bumi Asih.
Kata Kunci: kewirausahaan; karang taruna, dan kemandirian pemuda.
Abstract:Karang Village, which is one of the villages in Semanding Subdistrict, has diversity in the livelihoods of its people. Likewise, the community-owned businesses have not yet shown a characteristic in Karang Village, which…
has an area of 156,002 Ha. Therefore, the service proposal team chose one type of business to be developed, namely pottery. There are quite a lot of pottery craftsmen in Karang Village, however, their economic conditions are far from prosperous. Seeing how complex the problems faced by partners are, it is necessary to prioritize the problems that will be overcome through this service activity, namely pottery diversification training and marketing promotion strategy training. The method goes through several stages, namely socializing the importance of diversifying pottery products. Partners can work directly to produce products other than pottery, finishing the product, and the pottery marketing stage. The results of this service are that the Karang Village community who participated in the training were able to make pottery in various forms, such as piggy banks, flower vases, ashtrays, and so on. As for marketing, these pottery products are marketed through social media.
Keywords: training; pottery; marketing
Abstrak: Kelurahan Karang yang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semanding memiliki keberagaman dalam mata pencaharian masyarakatnya. Begitu juga dengan usaha-usaha yang dimiliki masyarakatnya, belum menunjukkan suatu ciri khas di Kelurahan Karang yang memiliki luas wilayah 156.002 Ha. Oleh karena itu, tim pengusul pengabdian memilih salah satu jenis usaha yang ingin dikembangkan, yaitu gerabah. Pengrajin gerabah di Kelurahan Karang lumayan banyak, namun, kondisi ekonomi mereka sangatlah jauh dari kata sejahtera. Melihat betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi mitra, maka perlu prioritas terhadap permasalahan yang akan diatasi melalui kegiatan pengabdian ini, yaitu pelatihan diversifikasi gerabah dan pelatihan strategi promosi pemasaran. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya diversifikasi produk gerabah, kemudian mitra diberi kesempatan untuk berkarya secara langsung menghasilkan produk selain gendok, finishing produk tersebut, dan tahap pemasaran gerabah. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Karang yang mengikuti pelatihan mampu membuat gerabah dalam bentuk bermacam-macam, seperti celengan, vas bunga, asbak, dan lain sebagainya. Sedangkan masalah pemasaran, produk-produk gerabah ini dipasarkan melalui media sosial.
Kata kunci: pelatihan; gerabah; pemasaran
Abstract:The lack of ability to operate advanced mapping technology such as drones creates limitations for village communities in Pemali District, resulting in low community participation and contribution in the planning and management…
gement process of village areas. In fact, active community participation is very important to ensure that every development program is in accordance with local needs and conditions to achieve regional development planning as stated in the 2020-2024 RPJMN. For this reason, it is necessary to use drone technology to provide solutions by providing fast and accurate spatial data, as well as improving the technical skills of village communities in mapping and managing areas. Through drone training, it is hoped that village communities can be more independent and actively participate in development planning, as well as opening up new opportunities in the field of technology that can improve their welfare and quality of life. Meanwhile, the method used in community service is in accordance with POAC or Planning, Organizing, Actuating, Controlling. From all the activities and evaluations that have been carried out, the results and conclusions obtained are that training and outreach on the use of drones through community service is considered effective and useful in developing community capabilities and increasing insight into the Pemali sub-district.
Keywords: community service; drone; pemali district
Abstrak: Kurangnya kemampuan untuk mengoperasikan teknologi pemetaan canggih seperti drone membuat Keterbatasan Masyarakat desa di Kecamatan Pemali ini menyebabkan rendahnya partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengelolaan wilayah desa. Padahal, partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi local untuk mencapai perencanaan pembangunan kawasan seperti yang tertera pada RPJMN 2020-2024. Untuk itu perlu peran penggunaan teknologi drone dapat memberikan solusi dengan menyediakan data spasial yang cepat dan akurat, serta meningkatkan keterampilan teknis masyarakat desa dalam pemetaan dan pengelolaan wilayah. Melalui pelatihan drone, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mandiri dan berpartisipasi aktif dalam perencanaan pembangunan, serta membuka peluang baru dalam bidang teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Adapun, untuk metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini sendiri sesuai dengan POAC atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Dari keseluruhan kegiatan dan evaluasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa pelatihan serta sosialisasi penggunaan drone melalui pengabdian masayarakat ini diniai efektif dan bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan masyarakat dan menambah wawasan pada kecamatan pemali.
Kata kunci: drone; pengabdian masyarakat; pemali
Abstract:The sustainable livelihood assistance program in Rembitan Village aims to improve community welfare based on local wisdom. The activity stages include initial identification of socio-economic and environmental conditions…
of the village, preparation of activity plans based on community participation, as well as implementation of training and workshops. After the training, intensive mentoring is provided to help people apply new skills in their daily practice. The results achieved include increasing community capacity in sustainable agricultural techniques, developing better quality handicraft and traditional food products, as well as diversifying family income sources. Program evaluation shows a positive response from the community to training and mentoring activities, with indications of an increase in the local economy and awareness of the importance of sustainable natural resource management. This service activity not only succeeded in improving the economic welfare of the Rembitan Village community, but also strengthened local capacity in facing the challenges of sustainable development in the future.
Keywords: sustainable livelihoods; local wisdom; well-being; economy
Abstrak: Program pendampingan sustainable livelihood di Desa Rembitan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tahapan awal kegiatan meliputi identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan Desa, penyusunan rencana kegiatan berbasis partisipasi masyarakat, serta implementasi pelatihan dan workshop. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan intensif untuk membantu masyarakat menerapkan keterampilan baru dalam praktiknya sehari-hari. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam teknik pertanian berkelanjutan, pengembangan produk kerajinan tangan dan makanan tradisional dengan kualitas yang lebih baik, serta diversifikasi sumber pendapatan keluarga. Evaluasi program menunjukkan respons yang positif dari masyarakat terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan, dengan indikasi peningkatan ekonomi lokal dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Rembitan, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan dimasa mendatang.
Kata kunci: sustainable livelihood; kearifan lokal; kesejahteraan; ekonomi
Abstract:Officers' readiness to prevent the spread of COVID-19 through document exchange is a problem in the community. This article discusses how the social engineering of COVID-19 cluster officers and Salawu Health Center officers…
ers in Tasikmalaya Regency in receiving and implementing document sterilization cabinet technology to suppress the transmission of the COVID-19 virus through document exchange. The use of ozone and UVC as sterilization media is beneficial but can negatively impact humans in the long term. Therefore education is needed for partners to avoid these negative impacts. This service activity method is partner situation analysis, pre-test, partner education, post-test, and conclusion. The result of this service is that partners have received document sterilization cabinets and UVC as room sterilizers. The results of measuring partner knowledge before and after participating in webinar activities using pre-test and post-test instruments, showed an increase in knowledge, skills and awareness by partners regarding the use of UVC and Ozone on average 83% from the initial condition of not understanding to understanding and skill.
Keywords: covid-19; ozone; uvc; health community center
Abstrak: Kesiapan petugas dalam mencegah penyebaran COVID-19 melalui pertukaran dokumen menjadi masalah di masyarakat. Artikel ini membahas tentang bagaimana rekayasa sosial pada petugas Gugus COVID-19 dan petugas Puskesmas Salawu di Kabupaten Tasikmalaya dalam penerima dan implementasi teknologi lemari sterilisasi dokumen guna menekan penularan virus COVID-19 melalui pertukaran dokumen. Penggunaan ozon dan UVC sebagai media sterilisasi sangat efektif, tetapi dapat menghasilkan dampak negatif dalam jangka Panjang, oleh karena itu diperlukan edukasi kepada mitra agar terhindar dari dampak negatif tersebut. Metode pada kegiatan pengabdian ini adalah analisis situasi mitra, Pre-test, edukasi mitra, post-test dan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah mitra telah menerima lemari sterilisasi dokumen dan UVC sebagai sterilisasi ruangan. Hasil pengukuran terhadap pengetahuan mitra sebelum dan setelah mengikuti kegiatan webinar menggunakan instrumen pre-test dan post-test, menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kewaspadaan oleh mitra terkait penggunaan UVC dan Ozon rata-rata 83% dari kondisi awal tidak memahami menjadi paham dan terampil.
Kata kunci: covid-19; ozone; uvc; puskesmas
Abstract:Madrasah Aliyah (MA) students. The method used in training is through lectures, discussions, assignments, questions and answers. The presenter delivers psychoeducation about careers to open up insight into the benefits and…
nd importance of careers for students, self-awareness to increase self-awareness, Johari window to increase knowledge about oneself, set the goals using the SMART method, reveal one's potential through SWOT analysis, and personality analysis through the RIASEC test to determine the suitability of personality with the desired career. Measurements were carried out twice. The first measurement (pre-test) is carried out before implementing the program to determine the initial conditions for student career decision-making. The second measurement (post-test) is carried out after students receive career training. Next, the results of the pre-test and post-test data were statistically analyzed using a paired-sample t-test using SPSS 23.0 for Windows. The results of the PKM activities carried out show that career planning training is able to increase the career maturity of MA students. Students' understanding of themselves will help them determine their career plans in accordance with their interests and talents.
Keyword : career maturity; career training; students
Abstract:Plastic waste can cause pollution. Plastic pollution can contaminate land, waterways and oceans. This condition is also a problem in one of the Pulosari villages located in the South Surabaya area. Lack of knowledge and…
awareness to sort waste makes this village a problem to be solved in the Community Partnership Program conducted in this village. The implementation of the community partnership program is carried out using training methods to increase partners' knowledge and mentoring methods to improve skills in inorganic waste segregation. The result of implementing the Community Partnership Program is community knowledge and understanding of the importance of waste segregation. Another result is the increase in partners' skills in sorting inorganic waste so that it has economic value which in the end is able to provide additional family income and PKK cash sourced from selling the results of inorganic waste sorting.
Keywords: great Surabaya cadre; waste sorting; inorganic waste
Abstrak: Sampah plastik dapat menimbulkan polusi. Polusi plastik dapat mencemari tanah, saluran air dan lautan. Kondisi ini juga menjadi permasalahan di salah satu kampung Pulosari yang terletak di wilayah Surabaya Selatan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk melakukan pemilahan sampah, membuat kampung tersebut merupakan permasalahan yang akan diselesaikan dalam Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan di kampung ini. Pelaksanaan program kemitraan masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan mitra dan metode pendampingan untuk meningkatkan ketrampilan dalam pemilahan sampah anorganik. Hasil dari pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat adalah pengetahuan dan pemahaman ma-syarakat akan pentingnya pemilahan sampah. Hasil yang lainnya adalah meningkatnya ketrampilan mitra dalam memilah sampah an-organik sehingga bernilai ekonomis yang pada akhirnya mampu memberikan tambahan pendapatan keluarga dan kas PKK yang bersumber dari penjualan hasil pemilahan sampah anorganik
Kata kunci: kader surabaya hebat; pemilahan sampah; sampah anorganik
Abstract:Emping is a sort of dish prepared from melinjo fruit, which is highly common in Indonesia due to its distinct flavor and ease of production. In Bernung Village, Pesawaran Regency, it is also a home industry. The potential…
l for the emping snack business in Bernung Village is quite large, but this is not matched by the community's knowledge and skills in mastering technology and using the right information technology, particularly digital marketing, which truly helps home industries expand their marketing reach and increase their sales results. The strategy employs a participative approach through training partners. In order to optimize marketing, the stages of this program are based on field conditions in the emping melinjo house business in Bernung village, specifically in Taman Rejo hamlet. Material supply, mentoring, and development are among the steps. The educational results from the post-test results obtained that 70% of participants were able to answer questions correctly, were able to demonstrate operational applications using social media, and participants were already practicing the use of digital content on social media were said to be successful, as seen in the enthusiasm and motivation of the participating business actors to continue marketing online.
Keywords: emping melinjo; home industry; social media; tiktok content
Abstract:The magnitude of the role of MSMEs as the backbone of the national economy is evidenced from data from the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises for 2022 that the number of MSMEs in South Sulawesi has…
experienced a significant increase and in 2022 it will reach 268,299 units. However, this condition contrasts with Mr. Rahman Robin's MSMEs Mie Basah Manga Tiga, which does not provide optimal results, and sales sometimes experience a decline. The purpose of this service is to develop the Mangga Tiga wet noodle business through digital utilization. One of the government's newest programs in supporting MSME growth is "Ministry of Finance One Supports MSMEs Growing through Digitalization and Globalization Towards Advanced Indonesia". Based on this program, we consider it important to increase the wet noodle business through digitization. The method used is the provision of materials as well as training and assistance regarding the preparation of financial reports, digital marketing and packaging innovation. The results of the activity show that partners are able to compile simple financial reports, partners are able to carry out digital marketing through several online applications, and the new packaging of mangga tiga wet noodles is equipped with a product label which already contains a business license and halal certificate.
Keywords: MSMEs; Wet noodle; Digitization
Abstrak: Besarnya peranan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional dibuktikan dari data Kemenkop UKM tahun 2022 bahwa jumlah UMKM di Sulawesi Selatan mengalamai peningkatan yang signifikan dan di tahun 2022 mencapai 268.299 unit. Namun kondisi demikian kontras dengan pelaku UMKM Mie Basah Manga Tiga milik Bapak Rahman Robin yang tidak memberikan hasil yang optimal bahkan penjualan terkadang mengalami penurunan. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan usaha mie basah Mangga Tiga melalui pemanfaatan digital. Salah satu program terbaru pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM adalah “Kemenkeu Satu Mendukung UMKM Tumbuh melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Indonesia Majuâ€. Berdasar dari program tersebut kami menganggap penting meningkatkan usaha mie basah melalui digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pemberian materi serta pelatihan dan pendampingan mengenai penyusunan laporan keuangan, pemasaran digital dan inovasi packaging. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra sudah mampu menyusun laporan keuangan sederhana, mitra mampu melakukan pemasaran digital melalui beberapa aplikasi online, serta kemasan baru dari mie basah mangga tiga sudah dilengkapi label produk yang di dalamnya sudah terdapat izin usaha dan sertifikat halal.
Kata kunci: UMKM; Mie Basah; Digitalisasi