Abstract:Penerapan code blue system bertujuan untuk mengurangi angka kematian serta meningkatkan angka kembalinya sirkulasi spontan yang memerlukan pengenalan awal dari kasus henti jantung. Dalam hal ini, pengetahuan akan code blue…
ue system dan bantuan hidup dasar. Keahlian seorang perawat bergantung pada tingkat pengetahuan dan keterampilan sebagai salah satu responden (tim code blue lokal). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu berjumlah 48 orang, teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian dari 48 responden mendapatkan sebanyak 19 responden (39,6%) mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dan pelaksanaan code blue yang dilakukan dengan kurang baik sebanyak 14 responden (73,7%). Hasil analisis data secara statistik menggunakan uji chi-square memperlihatkan hasil 0 cells (,0%) dengan expected count >5 dan nilai p value = 0,001 < 0,05. Simpulannya adalah tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system pada kategori cukup. Saran bagi RSUD Anutapura Palu agar dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi untuk pihak rumah sakit mengenai pelaksanaan code blue dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Anutapura Palu.
Abstract:Asfiksia neonaturum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami gagal napas secara spontan dan teratur segera pasca kelahiran, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang…
ang dari tubuhnya. Umumnya akan mengalami asfiksia setelah lahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUD Kabelota. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 38 perawat yang terdiri dari ruangan perinatologi, IGD umum, dan ruang kamar oprasi RSUD Kabelota. Total Sampel 38 perawat, Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah Total Sampling. Hasil penelitian Pengetahuan perawat sebagian besar pengetahuan Baik berjumlah 30 orang (78,9%), Sikap sesuai sebagian besar berjumlah 32 orang (84,2%). Hasil uji statistik Chi square diperoleh nilai p=0,000 (<p=0,05) yang berarti ada hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUD Kabelota. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUD Kabelota. Saran Perawat dapat menambah wawasan mengenai pengetahuan dan sikap tentang penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia, serta meningkatkan tindakan perawatan penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia. Peningkatan pengetahuan bisa dengan cara pembuktian pemberian tindakahan perawatan Asfiksia
Abstract:Perilaku caring merupakan sikap perawat yang masih dikeluhkan pasien terhadap pelayanan perawat yang kurang memperhatikan pasien, contohnya untuk penanganan infus macet, perawat kurang tanggap dalam menangani keluhan penyakit…
yakit yang pasien rasakan, perawat yang kurang ramah dalam melayani pasien, perawat kurang perhatian dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan pasien, sehigga pasien masih belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien rawat inap seroja dan flamboyan di RSUD Undata, total sampel sebanyak 55 orang dengan teknik Porposive sampling. Hasil Penelitian Perilaku caring sebagian besar baik berjumlah 38 responden (69,1%) dan perilaku caring kurang berjumlah 17 responden (30,9%). Kepuasan pasien sebagian besar puas berjumlah 36 responden (65,5%) dan kepuasan pasien tidak puas berjumlah 19 responden (34,5%). Hasil uji chi- square adanya korelasi positif antara perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata dengan nilai p: 0,000 (<0,05). Kesimpulan Ada Hubungan perilaku caring perawat tehadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata. Studi ini menunjukan bahwa perawat terlatih harus menjaga perilaku peduli mereka, terutama dalam komunikasi dan perawat yang harus lebih tanggap dalam menangani keluhan pasien, perawat yang harus lebih ramah di depan pasien, perawat yang harus tersenyum setiap menyapa pasien, perawat yang harus siap mendengarkan tiap keluhan pasien, agar pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat.
Abstract:Intalasi Gawat Darurat merupakan pintu utama bagi pasien yang masuk ke rumah sakit dengan berbagai macam kondisi pasien, dan dalam keadaan yang sama ada keluarga yang datang bersamaan dengan pasien masuk, dan keluarga pasien…
sien tersebut membuat perawat merasa lelah dan kebingungan untuk menghadapinya, serta terbatasnya kemampuan perawat dalam melakukan sebuah intervensi khusus yang memiliki resiko berat di unit gawat darurat. Selain itu, banyaknya kunjungan keluarga dan kerabat pasien dapat membuat unit gawat darurat menjadi penuh dan hal ini dapat meningkatkan stres kerja karena beban kerja yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan lelah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi sebanyak 19 orang perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan 16 responden (84,2%) memiliki beban kerja berat, dan untuk frekuensi stres kerja perawat dari 19 responden didapatkan 15 responden (78,9%) mengalami stres berat. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi dengan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi. Saran perawat pelaksana diharapkan untuk tetap mempertahankan kondisi tidak stres yang disebabkan oleh beban kerja yang berat, sehingga diperlukan pelatihan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi dalam mengurangi beban kerja setiap perawat.
Abstract:Hasil observasi awal pada 2 perawat IGD RSUD Madani Palu dalam pelaksanaan primary survey menunjukkan satu perawat tidak meletakkan telapak tangan pada titik kompresi, tidak menindihkan telapak tangan yang lain di atasnya,…
a, kedua perawat memberikan tekanan pada dada pasien dengan posisi lengan tidak lurus, satu perawat lainnya melakukan penekanan dada dan bantuan pernafasan dengan siklus: 30 kali tekan dada dan 1 kali nafas buatan (1 siklus). Tujuan penelitian ini yaitu dianalisisnya hubungan pengetahuan dan sikap perawat tentang BLS dalam pelaksanaan primary survey pada pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Madani Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik meggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 31 orang. Sampel berjumlah 31 sampel, dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji fisher’s exact test, dengan variabel independen pengetahuan dan sikap, variabel dependen pelaksanaan primary survey. Sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang BLS yaitu 22 orang (71%), sikap yang baik tentang BLS yaitu 21 orang (67,7%). Sebagian besar terampil dalam pelaksanaan primary survey yaitu 23 orang (74,2%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey (p-value = 0,000), ada hubungan antara sikap tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey (p-value = 0,000). Simpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey di RSUD Madani Palu. Disarankan perawat memperhatikan waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan implementasi keperawatan terapeutik selama pasien menjalani perawatan sehingga tercipta lingkungan yang kondusif untuk saling mendukung dalam pelaksanaan primary survey yang lebih baik di IGD RSUD Madani.
Abstract:Halusinasi merupakan ketidakmampuan seseorang yang membuat menjadi sulit untuk membedakan keadaan nyata dan tidak nyata secara akurat. Halusinasi pendengaran adalah gangguan stimulus dimanah seseorang mendengar suara berbicara,…
bicara, mengejek, tertawa, mengancam bahkan menyuruh untuk melakukan sesuatu yang berbahaya seperti bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian merupakan rancangan penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan pendekatan One Group pre-test dan post-test. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 17 orang dengan tahnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa bivariat terdapat kedua variabel dengan Uji-t berpasangan (t dependen) didapatkan hasil nilai p=0,001 <alpha (0,005). Penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Terapi aktivitas kelompok orientasi realita memberikan hasil yang lebih besar terhadap perubahan pasien, meningkatkan perilaku adaptif serta mengurangi perilaku maladaptif
Abstract:Model Praktek Keperawatan Profesional merupakan suatu sistem dengan struktur, proses, dan nilai-nilai profesional yang sangat menekankan pada mutu kinerja tenaga keperawatan, permasalahan terkait dengan pelaksanaan model…
praktek keperawatan profesional adalah terbatasnya jumlah perawat dan fasilitas sarana pendukung, kompetensi perawat yang belum terstandar, belum optimalnya fungsi manajemen pelayanan keperawatan, Rumah sakit menggunakan model praktik keperawatan profesional untuk melaksanakan proses sistem asuhan keperawatan di bangsal guna untuk meningkatkan dan mewujudkan mutu pelayanan keperawatan, mutu pelayanan keperawatan yang optimal untuk mencapai derajat kesehatan dan kesejahteraan, mencerminkan perasaan seorang perawat terhadap kepuasan akan pekerjaanya,Pasien dan perawat sama-sama puas sebagai akibat dari perawatan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Penerapan Model Praktek Keperawatan Profesional Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Tora Belo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua perawat yang bekerja di ruang Cemara 1 dan Cemara 2 Rumah Sakit Tora Belo yang berjumlah 33 perawat. Dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner model praktik keperawatan profesional dan kepuasan kerja perawat. Hasil penelitian dari 33 responden menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,001 (p<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan penerapan model praktik keperawatan profesional terhadap kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Tora Belo. Saran bagi Rumah Sakit Tora Belo agar dapat lebih meningkatkan penerapan model praktik keperawatan profesional dalam melakukan asuhan keperawatan dan agar dapat memberikan pelayanan keperawatan yang baik dan optimal kepada pasien.
Abstract:Gangguan kognitif merupakan salah satu dampak buruk bagi lansia. Fisioterapi berperan penting dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia yaitu dengan cara promotive, preventif, kuratif, dan rehabilitative. Tujuan : Untuk…
ntuk mengetahui efektifitas senam otak (brain gym) terhadap peningkatan daya ingat lansia di Desa Sukanagara Cikupa. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design, yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok dengan diberi perlakuan dan posttest setelah dilakukan perlakuan. Sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 40 responden Hasil Penelitian : Nilai mean sebelum dilakukan intervensi senam otak adalah 12,77 dimana lebih kecil dari pada nilai mean sesudah intervensi senam otak yaitu 22,05 dan standar deviasi sebelum dilakukan intervensi senam otak adalah 3,548 dan sesudah dilakukan intervensi senam otak yaitu 2,561. Hasil uji statistik menunjukan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test bahwa dapat diketahui nilai Z -5,525, dengan nilai signifikansi P-Value dari data tersebut adalah 0,000 (P<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Kesimpulan : berdasarkan hasil analisis terdapat efektifitas antara tingkat daya ingat sebelum dan sesudah dilakukan intervensi senam otak.
Abstract:Latar Belakang: Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) adalah perilaku cemas atau ketakutan yang berlebihan disebabkan oleh seseorang saat jauh dari smartphone, kehilangan koneksi internet atau kehabisan daya baterai. Penderita…
rita nomophobia menghabiskan waktunya hanya untuk bermain media sosial, sehingga penderita nomophobia tidak memiliki waktu untuk belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan perilaku nomophobia terhadap prestasi belajar remaja di SMAN 2 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Strafed Random Sampling dengan total sampel sebanyak 302 siswa. Hasil: Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,001 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara perilaku nomophobia terhadap prestasi belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,185 yang menunjukkan keeratan variable lemah dengan hubungan kedua variable positif searah.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kesehatan kinerja keuangan pada PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang yang dapat dilihat dari laporan keuangan. Kondisi keuangan perusahaan yang terdapat di laporan keuangan…
an dievaluasi dengan menggunakan suatu analisis yaitu dengan rasio keuangan. Rasio keuangan diukur dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini jika ditinjau dari tujuan dan sifatnya adalah deskriptif. Hasil penelitian perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang jika dilihat dari tingkat rasio likuiditas periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 pada kinerja keuangan diketahui dalam kondisi baik. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tingkat rasio solvabilitas PT Pupuk Sriwidjaja Palembang pada periode tahun 2018 sampai tahun 2022 diketahui dalam kondisi baik. Hal ini menunjukkan bahwa PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mampu menggunakan persentase total aktiva dan modal yang ada untuk membayar hutang perusahaan. Tingkat rasio aktivitas menunjukkan nilai yang bervariasi, akan tetapi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang masih efektif dalam penggunaan aset perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan. Tingkat rasio profitabilitas PT Pupuk Sriwidjaja Palembang periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 pada kinerja keuangan diketahui dalam kondisi baik. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu memperoleh laba dengan menggunakan aset atau modal perusahaan.