Abstract:Pelayanan Publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan Peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk…
ntuk (1) Menganalisis tingkat kualitas pelayanan. publik berdasarkan Penerapan indikator-indikator dan Prinsip-Prinsip Good Governance yang diberikan oleh pemerintah Kecamatan Tallo kota Makassar. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kualitas pelayanan. publik di Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, lnforman penelitian terdiri dari informan kunci yaitu sekertaris Kecamatan Tallo, sedangkan informan pendukung adalah kasubag pelayanan umum, petugas pelayanan kecamatan tiga orang dan masyarakat dengan jumlah total informan tujuh orang. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui Penyajian data, dan reduksi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelima indikator kualitas pelayanan, yaitu: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empaty menunjukkan bahwa pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar telah berjalan dengan baik. Demikian juga penerapan prinsip-prinsip Good Govemace berdasarkan asas transparansi, akuntabel, partisipatif, efektifitas dan efesiensi telah berhasil terimpelementasikan dengan baik. Namun demikian, terdapat beberapa indikator yang masih perlu perbaikan, diantaranya: dimensi bukti fisik (tangible), dimensi kehandalan (reliability), dan dimensi empati (empathy). Pada ketiga indikator tersebut masih perlu ditingkatkan lagi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, agar proses pelayanan dapat berjalan sesuai dengan standar pelayanan dan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) sehingga pengguna layanan akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan khususnya di Kecamatan Tallo Kata Makassar. Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, seperti Sumber Daya Manusia (SDM), koordinasi dengan pemerintah kelurahan, sarana dan prasarana, maka implementasi reformasi birokrasi pelayanan publik sepenuhnya belumlah maksimal untuk menciptakan suasana nyaman bagi pemohon pelayanan. Oleh karena itu, kepuasan yang diharapkan dari pelanggan belum terlaksana dengan baik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Akuntansi Lingkungan Terhadap Kinerja Lingkungan Pada CV Abadai Tiga Mandiri (AYUDES). Metode penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kuantitatif, dengan…
pengujian yang dilakukan adalah: Analisis Deskriptif atau Kuantitatif, Uji Instrumen (Validitas dan Reliabilitas), Uji Asumsi Klasik (Normalitas, Multikolineritas, Heterokedastisitas dan Autokorelasi), Uji Regresi Linier Berganda, Uji Hipotesis (Uji T), Uji Determinasi Koefisien. Data yang digunakan berasal dari pernyataan responden yang disebar melalui kuesioner gform dengan total 30 responden Karyawan Pada Pabrik Ayudes dan 31 butir pernyataan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Akuntasi lingkungan tidak memiliki pengaruh terhadap Kinerja Lingkungan yang dapat dilihat dari hasil uji anova memiliki nilai signifikasi 0,070 ≥ 0,05 dan uji determinasi yang menunjukan bahwa nilai R ( Koefisien Korelasi ) sebesar 0,357 atau sebesar 35,7%.
Abstract:Penanganan keluhan pelanggan menjadi aspek penting dalam meningkatkan mutu layanan di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM). Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas sistem pengaduan pelanggan di PUDAM, mengidentifikasi…
identifikasi berbagai kendala yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen perusahaan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: a) Keluhan pelanggan di PUDAM Cabang Muncar umumnya berkaitan dengan kerusakan atau mati total pada water meter, aliran air yang lemah, air yang kotor, serta kebocoran pipa baik di rumah pelanggan maupun di area jalan. b) Penanganan keluhan oleh PUDAM Cabang Muncar dinilai sangat efektif, terlihat dari kemudahan yang diberikan kepada pelanggan dalam menyampaikan pengaduan. c) Secara umum, proses penanganan keluhan meliputi beberapa tahapan, yaitu evaluasi terhadap keluhan pelanggan, pencatatan dalam surat pengaduan, penerusan laporan ke bagian teknisi dan distribusi, penerbitan surat tugas, serta pelaksanaan penanganan di lokasi secara optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Haleyora Power ULP Muaralabuh di Lingkungan PT PLN UP3 Solok. Penelitian ini berbentuk deskripsif kausatif…
dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Popolasi penelitian meliputi karyawan PT Haleyora Power di Lingkungan PT PLN UP3 Solok. Data populasi penelitian dan sampel sebanyak 74 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan program komputer SPSS four windows 25. Secara parsial variabel Beban Kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan variabel Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Secara simultan Beban Kerja dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja karyawan PT Haleyora Power di Lingkungan PT PLN UP3 Solok
Abstract:Latar belakang : Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak dapat melular namun menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia dengan persentase penderita dan kejadian gagal ginjal yang kian…
ian meningkat, prognosis yang buruk dan biaya pengobatan yang tinggi juga menjadi salah satu alasan kenapa penderita gagal ginjal kronik di dunia semakin meningkat Tujuan : penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi hubungan koping individu dengan tingkat kepatuhan pasien penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 74 pasien responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling atau total sampling dimana seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian, yaitu 74 sampel. Hasil : berdasarkan uji statistik chi-square adalah 0,001 < 0,05, maka dapat dinyatakan H0 ditolak artinya ada Hubungan Koping Individu dengan Tingkat Kepatuhan Menjalani Program Terapi Hemodialisis di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2024. Kesimpulan : hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Koping Indivdu dengan Tingkat Kepatuhan Menjalani Program Terapi Hemodialisis di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2024.
Abstract:Menjelang bebas masa tahanan, rasa cemas dapat muncul pada diri seorang narapidana. Kecemasan yang dialami oleh narapidana menjelang bebas tahanan dari rutan merupakan dampak yang timbul akibat ketakutan akan tidak diterima…
ima dirinya di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran kecemasan narapidana yang akan menyelesaikan masa tahanan dari Rutan Kelas IIB Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian studi deskriptif. Wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan alat pengumpulan data untuk penelitian ini. Penelitian dilakukan di Rutan Kelas IIB Kota Serang, dengan total tiga subjek narapidana yang akan segera bebas masa tahanan. Dari hasil penelitian, narapidana menunjukkan adanya rasa cemas yang menyelimuti kemudian berpengaruh para kondisi fisik serta sulit tidur dimalam hari. Pemberian motivasi serta kegiatan aktif yang dapat mengurangi rasa cemas merupakan upaya yang dilakukan oleh petugas rutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi pada usaha Telur Gulung Aje menggunakan metode full costing. Metode ini mencakup semua biaya produksi, termasuk biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung,…
ung,
dan overhead pabrik. Penelitian dilakukan dengan wawancara untuk mengumpulkan data terkait biaya produksi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi selama 30 hari adalah Rp. 19.612.000, dengan harga pokok
produksi per pcs sebesar Rp 1.089/pcs. Dengan menetapkan harga jual sebesar Rp. 1.089 per pcs, usaha ini
memperoleh persentase keuntungan sebesar 27,5%. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode full costing dalam
membantu UMKM menentukan harga jual yang tepat serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi pada usaha Ayam Geprek El-Ququi menggunakan metode full costing. Metode ini mencakup semua biaya produksi, termasuk biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung,…
angsung, dan overhead pabrik, baik variabel maupun tetap. Penelitian dilakukan dengan wawancara untuk mengumpulkan data terkait biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi selama 30 hari adalah Rp. 13.515.000, dengan harga pokok produksi per porsi sebesar Rp. 5.631,25. Dengan menetapkan harga jual sebesar Rp. 10.000 per porsi, usaha ini memperoleh persentase keuntungan sebesar 27,5%. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode full costing dalam membantu UMKM menentukan harga jual yang tepat serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Abstract:Rumah sakit merupakan salah satu tempat yang memiliki risiko kebakaran yang tinggi dimana terdapat potensi bahaya seperti distribusi Listrik,pemanas,adanya punting rokok dan bahan mudah terbakar. Kebakaran pernah terjadi…
di gedung A rumah sakit pada tahun 2019 dan pada awal tahun 2023 serta tidak ada korban jiwa hanya kerugian material. Kesiapsiagaan kebakaran sangat penting agar potensi kebakaran dapat dikurangi dan dampaknya dapat diminimalisasi. Kesiapsiagaan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara Pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan tim tanggap darurat dalam menghadapi kebakaran di rumah sakit X Jakarta pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanayak 90 orang, dengan teknik sampling yang digunakan teknik total sampling, yaitu keseluruhan anggota tim tanggap darurat dirumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel pengetahuan, jumlah proporsi tertinggi responden dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 51 (56,7%) dan untuk untuk variabel sikap jumlah proporsi tertinggi responden dengan sikap baik sebanyak 48 (53,3%), serta untuk variabel kesiapsiagaan, jumlah proporsi tertinggi responden dengan kesiapsiagaan baik dapat diketahui sebanyak 46 (51,1%)
Abstract:Hasil studi pendahuluan di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi pada bulan Mei kepada 10 pekerja bengkel, diketahui bahwa pekerja bengkel mengalami keluhan gangguan mata sebesar 60%. Penelitian bertujuan menganalisis…
is hubungan karakteristik responden dengan keluhan gangguan mata pada pekerja pengelasan di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional . Populasi penelitian ini adalah 67 pekerja pengelasan dengan jumlah sampel penelitian 57 pekerja yang tersebar di 44 bengkel informal. Teknik sampel yang digunakan total sampling . Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer dengan variabel penelitian adalah keluhan gangguan mata, usia, masa kerja. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2024. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat yaitu ditemukan bahwa proporsi tertinggi adalah adanya keluhan gangguan mata, usia ≥ 40 tahun, masa kerja ≥15 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia, masa kerja dengan keluhan gangguan mata. Kesimpulan penelitian ini didapat variabel usia dan masa kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan mata. Saran sebaiknya pekerja melakukan pemeriksaan terkait keluhan-keluhan gangguan mata yang dirasakan, pemilik bengkel las menyediakan kedok las dan APD lengkap, bekerja sama dengan puskesmas setempat bila terjadi masalah kesehatan pada pekerja las, puskesmas dapat memberikan edukasi kesehatan mata untuk pekerja bengkel las.