Abstract:Chronic Kidney Disease (CKD) menimbulkan gangguan fisik dan psikologis, termasuk kelelahan, nyeri, dan keterbatasan aktivitas akibat terapi hemodialisa seumur hidup. Kondisi ini memicu kecemasan dan gangguan tidur melalui…
i keluhan seperti gatal, nyeri otot, dan sering buang air kecil pada malam hari. Berdasarkan data dari SKI 2023 kasus gagal ginjal kronis sebanyak 638.178 kasus di Indonesia dan di wilayah Sumatera Barat sebesar 0,23%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Metode Penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Populasi penelitian sebanyak 100 pasien. Data dikumpulkan selama 6 hari yaitu tanggal 16-21 April 2025 menggunakan metode total sampling sebanyak 100 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui hasil kurang dari separuh sebesar 42 (42,0%) responden termasuk dalam kecemasan kategori sedang, lebih dari separuh 61 (61,0%) responden termasuk dalam kualitas tidur kategori buruk. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur dengan p-value-0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap aspek psikologis pasien dan melakukan intervensi nonfarmakologis seperti terapi spiritual untuk membantu menenangkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pasien menjadi lebih baik.
Abstract:Penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kota Padang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, hanya 73% cakupan tempat pengolahan makanan yang memenuhi…
emenuhi syarat hygiene sanitasi di Kota Padang. Berdasarkan data Puskesmas Padang Pasir, pada Kelurahan Padang Pasir tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat hygiene sanitasi hanya 66,67%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan dari 13 s/d 19 Juni 2025 pada 21 rumah makan di Kelurahan Padang Pasir. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penjamah makanan di kelurahan Padang Pasir dan sampel sebanyak 52 penjamah makanan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan lembar observasi dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,2% perilaku penjamah makanan kurang baik, 42,3% mempunyai tingkat pengetahuan rendah, 48,1% mempunyai sikap negatif, dan 40,4% memiliki pengawasan sanitasi yang kurang baik. Berdasarkan uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0,006) dan pengawasan (p=0,031) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan. Serta tidak ada hubungan antara sikap (p=0,501) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan tahun 2025.Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan pengawasan dengan perilaku penjamah makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada seluruh penjamah makanan tentang penerapan hygiene sanitasi makanan yang baik.
Abstract:Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis. Penyakit ini umumnya menyerang pada paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh yang lain seperti kelenjar, selaput otak, kulit,…
ulit, tulang, dan persendian. Sumatera Barat tahun 2024 mencatat kasus tuberkulosis paru sebanyak 8.277 kasus dan Puskesmas Andalas menjadi kasus tuberkulosis paru tertinggi yaitu 126 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Andalas tahun 2025. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif desain cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Andalas Kota Padang dari bulan Maret sampai Agustus 2025 dan pengambilan data dilakukan dari tanggal 7-25 Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru sebanyak 33 orang, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian lebih dari separuh (63.6%) tidak patuh minum obat, lebih dari separuh (57.6%) dukungan keluarga tidak mendukung dan lebih dari separuh (60.6%) peran petugas kesehatan kurang baik. Ada hubungan dukungan keluarga (0,0013) dan peran petugas kesehatan (0,040) dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Andalas tahun 2025. Hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru. Saran, Melalui kepala Puskesmas dan penanggung jawab program tuberkulosis paru diharapkan dapat meningkat upaya penyuluhan mengenai kepatuhan minum obat. Penyuluhan sebaiknya dilakukan secara berkala melalui kegiatan edukasi kesehatan,serta diperkuat dengan media informasi seperti leaflet dan poster yang ditempel dipuskesmas,sehingga pasien lebih memahami pentingnya minum obat secara teratur.
Abstract:Perilaku perawatan kaki yang kurang baik pada pasien diabetes melitus sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti, selalu memberikan pelembap pada sela jari kaki, menggunakan sendal jepit, berjalan tanpa alas kaki.…
i. Hal ini terjadi karena rendahnya efikasi diri. Rendahnya efikasi diri dapat dipengaruhi oleh penurunan kemampuan fisik,seperti penglihatan dan mobilitas, serta adanya penyakit (komorbiditas), membuat pasien kurang yakin untuk melakukan perawatan kaki secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Sampel sebanyak 75 responden diambil secara purposive sampling dari total 286 pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing. Pengumpulan data dilakukan pada 16 Mei-05 Juni 2025 menggunakan kuesioner efikasi diri dan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi- Square.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % memiliki perilaku perawatan kaki yang kurang baik dan 52% responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Diharapkan kepada pihak puskesmas dapat memberikan edukasi efikasi yang terjadwal, sehingga angka komplikasi seperti ulkus diabetikum dan amputasi dapat diminimalisir, serta kualitas hidup pasien diabetes melitus.
Abstract:Pemilahan sampah yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kesehatan dan lingkungan. Dalam hal ini perlu dilakukan edukasi pada anak tentang pemilahan sampah untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak tentang pemilahan…
emilahan sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025.Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre test-post test. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2025 dan pengumpulan data pada bulan Mei 2025. Analisis data secara univariat dan bivariat, Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre test-post test, Edukasi diberikan dengan metode ceramah dan menampilkan vidio tentang pemilahan sampah, dengan menggunakan uji wilcoxon.Rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 16,57 dan sesudah edukasi sebesar 18,97. Nilai rata-rata skor sikap sebelum edukasi dan sesudah sebesar 24,00. Terdapat perbedaan pengetahuan (p-value=0.000). dan sikap (p-value=0.007) anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025. Disarankan kepada pengurus panti kerjasama dengan puskesmas setempat untuk melakukan edukasi tentang pemilahan sampah dan mengupayakan pengelolaan sampah menjadi barang bernilai ekonomis
Abstract:Cakupan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Sumatera Barat tahun 2023 sebesar 41,2% masih belum mencapai target 95% berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang. Puskesmas Padang Pasir mempunyai cakupan terendah…
pemberian imunisasi tetanus toksoid sebesar 42,57% di Kota Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Padang Pasir pada bulan Maret – Agustus 2025. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 14 – 29 Juli 2025. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang berjumlah 59 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total population. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,8% ibu hamil yang tidak patuh 60,5% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang 72,1% ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan suami. 51,2% ibu hamil yang tidak mendapatkan peran petugas kesehatan. Dalam imunisasi tetanus toksoid terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,041), dukungan suami (p value = 0,005), peran petugas kesehatan (p value = 0,020) dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid. Berdasrakan hasil pengetahuan, dukungan suami, peran petugas kesehatan berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Padang Pasir dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan yang terjadwal dan media edukasi yang menarik serta mudah dipahami. Hal yang perlu ditingkatkan dengan cara memberikan informasi yang akurat, pelayanan yang ramah, dan memanfaatkan setiap kunjungan ibu hamil sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi dan memotivasi pelaksanaan imunisasi.
Abstract:Jumlah glukosa dalam darah disebut kadar gula darah. Akivitas fisik, kategori, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan stres adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Stress mengubah produksi hormon kortisol,…
l, yang melawan efek insulin sehingga meningkatkan glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien Diabetes Melitus Tipe II tanpa komplikasi yang berkunjung dan memeriksakan diri di UPT Puskesmas Kota Managaisaki dari bulan Mei sampai April berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji analisis dengan uji spearman rank. Hasil penelitian univariat menunjukkan dari 43 responden, sebagian besar mengalami stress sedang (53,5%) dan Sebagian besar hiperglikemik (67,4%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan ada hubungan yang kuat antara tingkat stress terhadap kadar gula darah (p-value = 0,000) dengan nilai korelasi 0,557. Ada hubungan yang kuat antara tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien dengan Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli.Saran: bagi UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli agar dapat melakukan penyuluhan kepada pasien tentang pentingnya menjaga pola hidup.
Abstract:Berdasarkan laporan terbaru dari BPJS hingga 30 Juni 2024, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 273,5 juta jiwa atau 96,8% dari total penduduk Indonesia. Pada tahun 2023 peserta JKN Provinsi Sumatera Barat, pada awal Januari…
anuari jumlah peserta sebanyak 704.535 orang. Sedangkan pada Desember berjumlah 736.835 orang. Berdasarkan data kunjungan peserta JKN per Puskesmas tahun 2024 terbanyak adalah Puskesmas Lubuk Buaya dengan jumlah kunjungan 63.500 dan terendah adalah Puskesmas Air Tawar dengan jumlah kunjungan 15. 91 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien BPJS di Puskesmas Air Tawar tahun 2025.5. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Agustus 2025. Populasi adalah pasien BPJS yang terdaftar di Puskesmas Air Tawar, dengan jumlah populasi sebanyak 6.244 orang. Dengan sampel 86 orang menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,8% pasien memiliki tingkat pengetahuan rendah, 53,5% sikap positif pada pasien, dan 54,7% fasilitas kesehatan cukup. Adanya hubungan signifikan antara Pengetahuan pasien mengenai program BPJS (p-value = 0.014). Sikap pasien dengan pemanfaatan layanan kesehatan (p-value = 0.021). Selain itu, adanya hubungan signifikan antara fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan layanan (p-value = 0.000).Terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap pasien, dan fasilitas kesehatan berhubungan signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien BPJS di Puskesmas Air Tawar. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemanfaatan layanan, perlu dilakukan edukasi kepada pasien serta dapat meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang ada untuk mendukung kenyamanan dan kebutuhan pasien BPJS.
Abstract:Pengelolaan limbah cair rumah makan yang tidak benar bisa memicu dampak bagi kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menyebutkan bahwa rumah makan yang belum memenuhi syarat tempat pengelolaan pangan sebanyak…
yak 31,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan limbah cair rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Agustus tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang. Populasi penelitian yaitu pengelola rumah makan yang berjumlah 37 rumah makan, dimana sampel diambil menggunakan total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa 43,2% pengelola rumah makan melakukan pengelolaan limbah cair kurang baik, 48,6% pengelola memiliki sikap negatif, 32,4% pengelola memiliki tingkat pengetahuan rendah dan 48,6% pengelola memiliki sarana dan prasarana tidak memenuhi syarat. Terdapat hubungan antara sikap (p =0,049) dan tingkat pengetahuan (p=0,048) dengan pengelolaan limbah cair. Namun,tidak terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan pengelolaan limbah cair (p= 0,101). Sikap dan tingkat pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dan bermakna dengan pengelolaan limbah cair rumah makan. Diperlukan peningkatan edukasi dan informasi berupa pengetahuan dan dampak negatif tentang pengelolaan limbah cair rumah makan kepada pengelola rumah makan.
Abstract:Pengelolaan limbah medis di RSUP. Dr. M.Djamil Padang Tahun 2023 sebanyak 297,14 ton limbah medis padat dengan jumlah limbah medis padat di Ruang IGD sebanyak 13650,72 kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja…
ja faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan limbah medis padat oleh petugas kesehatan di Ruang IGD RSUP.Dr.M.Djamil Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus tahun 2025 di ruang IDG RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Populasi penelitian yaitu tenaga kesehatan di Ruang IGD yang berjumlah 71 orang, dimana sampel diambil menggunakan total populasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,1% tenaga kesehatan melakukan pengelolaan limbah medis padat yang tidak memenuhi syarat, sebanyak 53,5% tenaga kesehatan memiliki sikap yang kurang baik, sebanyak 54,9% tenaga kesehatan memiliki pengetahuan yang rendah dan sebanyak 59,2% tenaga kesehatan memiliki masa kerja yang baru (≤5 tahun). Terdapat hubungan antara sikap (p-value 0 = 0,000), pengetahuan (p-value = 0,003), masa kerja (p-value = 0,000) dengan pengelolaan limbah media padat pada tenaga kesehatan. Pengelolaan limbah medis padat yang dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu sikap, pengetahuan, dan masa kerja. Diharapkan bagi tenaga kesehatan agar memperhatikan aturan sehingga bisa dapat memenuhi syarat dalam pengelolaan limbah medis padat melalui edukasi tentang pengelolaan limbah medis padat sesuai SOP.