Search Articles & Publications

Showing 80 articles found for "Clean"

Pengembangan Kreativitas Melalui Pelatihan Buket Kawat Bulu Untuk Siswa Kelas 6 SD Negeri Sumurboto

Ghifarina Izza Hafida Milla, Muhammad Fadhil Wathani, Nova Hikayatul Asiroh, Irfan Maulana Ahmad, Puji Lestari
Abstract: Kreativitas berperan penting dalam memfasilitasi ekspresi diri dan memberikan kepuasan pribadi, terutama bagi anak-anak yang merupakan masa depan bangsa. Pengembangan kreativitas sejak usia dini sangatlah penting. Penelitian… tian ini fokus pada pelatihan pembuatan buket dari kawat bulu (pipe cleaner) di SD Negeri Sumurboto, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kreativitas siswa kelas 6. Metode pelatihan yang digunakan bersifat kualitatif, dengan pendekatan terstruktur dan terorganisir, dilakukan pada 25 Juli 2024. Pelatihan ini melibatkan 56 siswa yang dibagi menjadi 14 kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh anggota tim pengabdian. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik pembuatan buket bunga dari kawat bulu sebagai sarana peningkatan kreativitas. Alat dan bahan yang digunakan meliputi kertas cellophane, floral foam, tusuk sate, kawat bulu, selotip, pita, gunting, dan lem tembak. Proses pelatihan mencakup pembuatan pola bunga dari kawat bulu, perakitan dengan tusuk sate, wrapping dengan kertas cellophane, dan penyelesaian dengan pita. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi, kemampuan mereka dalam merancang dan menciptakan karya seni meningkat. Program ini tidak hanya mendorong kreativitas siswa tetapi juga menyediakan bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam peluang usaha di masa depan. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa dapat menyalurkan ide-ide kreatif mereka secara efektif dan memperoleh keterampilan baru yang berharga untuk perkembangan pribadi dan profesional mereka.

Penerapan Algoritma K-Nearest Neighbor (Knn) Untuk Klasifikasi Status Gizi Balita di Kecamatan Rumbai Timur

Marshanda, Marshanda, Nasution, Nurliana
Abstract: Abstract: This study aims to classify the nutritional status of toddlers based on anthropometric data using the K-Nearest Neighbor (KNN) algorithm. Data were obtained from 20 Integrated Health Posts (Posyandu) in Rumbai… Timur District, including Lembah Sari Village and Limbungan Village with a total of 1,000 toddler data. After cleaning and preprocessing, 782 data were obtained ready for use. The preprocessing stages include data cleaning and transformation, outlier removal, minority class handling, and data normalization. Next, data balancing was carried out using the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) to address class imbalance. The data was divided into 80% training data and 20% test data, then the K parameter was tested from 1 to 15 using 5-fold cross-validation. The results showed that the value of K = 1 provided the best performance with a macro recall of 0.8827 and an accuracy of 86.26%. These results indicate that the combination of the KNN algorithm with the SMOTE method and Min-Max normalization is effective in improving classification performance on imbalanced data and producing accurate and balanced predictions of toddler nutritional status between classes. Keywords: k-nearest neighbor; toddler nutritional status; SMOTE; min-max scaling; classification; anthropometric data Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan status gizi balita berdasarkan data antropometri menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN). Data diperoleh dari 20 Posyandu di Kecamatan Rumbai Timur, meliputi Kelurahan Lembah Sari dan Kelurahan Limbungan dengan total 1.000 data balita. Setelah melalui proses cleaning dan preprocessing, diperoleh 782 data yang siap digunakan. Tahapan pra-pemrosesan meliputi pembersihan dan transformasi data, penghapusan outlier, penanganan kelas minoritas, serta normalisasi data. Selanjutnya dilakukan penyeimbangan data menggunakan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas. Data dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji, kemudian dilakukan pengujian parameter K dari 1 hingga 15 menggunakan 5-fold cross-validation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai K = 1 memberikan performa terbaik dengan recall macro sebesar 0,8827 dan akurasi 86,26%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi algoritma KNN dengan metode SMOTE dan normalisasi Min-Max efektif dalam meningkatkan kinerja klasifikasi pada data tidak seimbang serta menghasilkan prediksi status gizi balita yang akurat dan seimbang antar kelas. Kata kunci: k-nearest neighbor; status gizi balita; SMOTE; min-max scaling; klasifikasi; data antropometri

TEKNIK PROFILE MATCHING GUNA MEREKRUT KANDIDAT KOMPETEN DI PERUMDA AIR MINUM TIRTA SILAUPIASA

Hutapea, Tiofani Br., Nurwati, Nurwati, Kifti, Wan Mariatul
Abstract: Abstract: PERUMDA Air Minum Tirta Silaupiasa is a Regionally-Owned Enterprise (BUMD) that provides clean water and drinking water services for the people of Asahan Regency, this company requires competent workers in the… field of Data Analyst to support the management and analysis of company data. However, the recruitment process which is still conventional often faces obstacles in selecting candidates who truly match the company's needs. To overcome this problem, this study proposes the implementation of a Decision Support System using the Profile Matching method to improve accuracy and is used to compare candidate profiles with established competency standards, allowing the system to provide rankings based on the level of suitability of candidates with the required criteria. The results of this study indicate that the use of Profile Matching-based DSS can help companies in selecting competent candidates in the field of data analyst more effectively and efficiently. There are 7 alternatives that will be selected using 6 criteria, the candidates who get the highest scores are in alternatives  and , namely Muhammad Maulana Rais and Aulia Kadri Pratiwi, S.A.P with a total score of 5.85. So that leaders can make decisions based on the results of calculations that have been obtained through the designed system. Keywords: PERUMDA air minum tirta silaupiasa; decision support systems; profile matching; candidate recruitment; data analyst.  Abstrak: PERUMDA Air Minum Tirta Silaupiasa merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menyediakan layanan air bersih dan air minum bagi masyarakat kabupaten asahan, perusahaan ini membutuhkan tenaga kerja yang kompeten di bidang Data Analyst untuk mendukung pengelolaan dan analisis data perusahaan. Namun, proses rekrutmen yang masih bersifat konvensional sering kali menghadapi kendala dalam menyeleksi kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini mengusulkan penerapan Sistem Pendukung Keputusan dengan menggunakan metode Profile Matching guna meningkatkan akurasi dan digunakan untuk membandingkan profil kandidat dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan, sehingga memungkinkan sistem memberikan peringkat berdasarkan tingkat kesesuaian kandidat dengan kriteria yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan SPK berbasis Profile Matching dapat membantu perusahaan dalam memilih kandidat yang kompeten di bidang data analyst secara lebih efektif dan efisien. Terdapat 7 alternatif yang akan di seleksi dengan menggunakan 6 kriteria, kandidat yang mendapatkan nilai terbesar ada pada alternatif  dan  yaitu Muhammad Maulana Rais dan Aulia kadri Pratiwi, S.A.P dengan nilai total 5,85. Sehingga pimpinan dapat mengambil keputusan berdasarkan hasil perhitungan yang sudah didapatkan melalui sistem yang dirancang. Kata kunci: PERUMDA air minum tirta silaupiasa; sistem pendukung keputusan; profile matching; rekrutmen kandidat; data analyst

ANALISIS SENTIMEN ULASAN E-COMMERCE SHOPEE DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES

angreyani, jeny, Pernando, Yonky
Abstract: Abstract: In this study, an analysis of the use of the Naive Bayes algorithm for sentiment analysis of reviews from Shopee app users on the Google Play Store was conducted, with classification divided into three categories:… es: positive, negative, and neutral. To improve data quality, a preprocessing process was carried out with stages of cleaning, case folding, normalization, stop word removal, stemming, and tokenizing. Next, the text is formatted using the TF-IDF method to facilitate classification. For this data, the Naive Bayes model is used, which has an accuracy rate of 87% in detecting sentiment. Positive and negative categories can be easily identified compared to neutral sentiments due to the smaller amount of neutral data. Overall, the Naive Bayes algorithm successfully analyzed user sentiments well. The research can be developed with other algorithm methods, such as SVM, K-NN, or Decision Tree, in order to compare the performance of various algorithms. Keywords: sentiment analysis; naive bayes; user reviews; e-commerce; shopee  Abstrak: Dalam penelitian ini dilakukan analisis penggunaan algoritma Naive Bayes untuk analisis sentimen review dari pengguna aplikasi Shopee di Google Play Store, klasifikasi dibagai menjadi 3 kategori yaitu positif, negatif, dan netral. Untuk meningkatkan kualitas data, dilakukam proses preprocessing dengan tahap cleanimg, case folding, normalisasi, stopword removal, stemming, dan tekonezing. Selanjutnya, teks diformat menggunakan metode TF-IDF untuk memudahkan klasifikasi. Untuk data ini, model Naive Bayes digunakan, yang memiliki tingkat akurasi 87% dalam mendeteksi sentimen. Kategori positif dan negatif dapat dengan mudah diidentifikasi dibadingkan sentiemen netral karena jumlah data netral yang lebih sedikit. Secara keseluruhan, algoritma Naive Bayes berhasil menganalisis perasaan pengguna dengan baik. Penelitian dapat dikembangkan dengan algoritma metode lain, seperti SVM, K-NN, atau Decision Tree, guna membandingkan kinerja berbagai algoritma. Kata kunci: analisis sentiment; naive bayes; ulasan pengguna; e-commerce; shopee

Kombinasi Metode AHP dan TOPSIS pada Penentuan Prioritas Proyek Air Bersih Di Kabupaten Asahan

Lestari, Maya, Yusda, Riki Andri, Latiffani, Chitra
Abstract: Abstract: Most of the area in Asahan Regency is a plantation and coastal area where some of the people work as farmers and fishermen. Coastal areas are still lagging behind because they are far from urban areas so that the… he government pays little attention to it, especially regarding clean water. Clean water in the area can be said to be unfit for use. So that people find it difficult to get clean water for drinking, washing and bathing. These problems can be solved by programs to improve clean water infrastructure and facilities, such as drilling wells and allocating river water, so that they can provide optimal services for clean water, which has a very strong relationship with the economic growth of a region and the socio-cultural life of the community. Determining the priority scale for clean water must look at various criteria so as to produce accurate and precise results. The criteria that are considered in determining the priority of clean water are: Water Condition, Population, Regional Economic Potential, Cost, Level of Interest. To determine the priority of clean water projects at the Public Works and Spatial Planning Office of Asahan Regency, a decision support system is needed that can assist in determining which villages have the right to be prioritized in the priority of clean water projects more effectively and efficiently.   Keywords: Clean water; AHP; TOPSIS; Asahan     Abstrak: Sebagian Besar Wilayah di Kabupaten Asahan merupakan wilayah perkebunan dan pesisir yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Di wilayah Pesisir masih tertinggal karena letaknya yang jauh dari perkotaan sehingga kurang diperhatikan oleh pemerintah, terutama mengenai air bersih. Air bersih di wilayah tersebut bisa di bilang tidak layak untuk digunakan. Sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih baik itu untuk diminum, menyuci dan mandi. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan program peningkatan prasarana dan sarana air bersih seperti membuat sumur bor dan pengalokasiam air sungai, agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap air bersih memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maupun sosial budaya kehidupan masyarakat. Penentuan skala prioritas air bersih tersebut harus melihat dari berbagai kriteria sehingga menghasilkan hasil yang akurat dan tepat. Adapun kriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan prioritas air bersih ialah: Kondisi Air, Jumlah Penduduk, Potensi Ekonomi Daerah, Biaya, Tingkat Kepentingan. Untuk penentuan proyek prioritas air bersih di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Asahan maka diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam menentukan desa mana yang berhak didahulukan dalam prioritas proyek air bersih dengan lebih efektif dan efisien.   Kata kunci: Air bersih; AHP; TOPSIS; Asahan

Peningkatan Kualitas Air Mata Untuk Mendukung Sekolah Adiwiyata di SMPN 1 Cangkringan

Putri, Yandhia Febrina, Adilasana, Rahmad Setya, Anggreani, Della, Puspita Dewi, Miftasyafani Winda, Ariyati, Dwi, Bhakty, Tania Edna
Abstract: Abstract: Clean water availability plays an important role in supporting sanitation, environmental health, and educational activities in schools. SMP Negeri 1 Cangkringan has a natural spring water source containing iron… (Fe) levels of 1–2 mg/L, exceeding the water quality standard stipulated in Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This community service program aimed to improve water quality through the implementation of a simple treatment system based on aeration, sedimentation, and filtration, while also supporting the Adiwiyata School Program. The implementation method applied a participatory approach involving teachers, students, and educational staff through several stages, including identification of water quality problems, initial water quality testing, design of aeration and filtration systems, installation of the water treatment unit, post-treatment water quality testing, as well as monitoring and evaluation of program sustainability. The filtration system utilized gravel, silica sand, activated carbon, and zeolite stone as filter media. Water quality testing was conducted before and after treatment to evaluate the effectiveness of Fe reduction. The results showed that the aeration and filtration system successfully reduced Fe concentrations from 1–2 mg/L to 0.5–1 mg/L with an efficiency of 50–75%, thereby meeting the hygiene and sanitation water quality standards. In addition, the program enhanced environmental awareness among school members through practice-based learning activities.             Keywords: aeration; community service; filtration; iron (Fe); spring water quality; sustainability education.   Abstrak: Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam mendukung sanitasi, kesehatan lingkungan, dan aktivitas pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Cangkringan, Yogyakarta memiliki sumber mata air alami dengan kandungan zat besi (Fe) sebesar 1–2 mg/L yang melebihi baku mutu berdasarkan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas air melalui penerapan sistem pengolahan sederhana berbasis aerasi, sedimentasi, dan filtrasi sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan tenaga kependidikan melalui tahapan identifikasi permasalahan kualitas air, pengujian awal kualitas air, perancangan sistem aerasi dan filtrasi, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian kualitas air pasca pengolahan, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Sistem filtrasi menggunakan media kerikil, pasir silika, arang aktif, dan batu zeolit. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar Fe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem aerasi dan filtrasi mampu menurunkan kadar Fe dari 1–2 mg/L menjadi 0,5–1 mg/L dengan efisiensi sebesar 50–75%, sehingga memenuhi baku mutu air higiene sanitasi. Program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah melalui pembelajaran berbasis praktik. Kata kunci: aerasi; filtrasi; pengabdian kepada masyarakat; peningkatan kualitas air; Sekolah Adiwiyata; zat besi (Fe).

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik Dan Biogas di desa Branjang

Dewi, Christine Natalia, Darmaningsih, Arzunia Chalistica, Raafi Saputra, Adien Ar, Indra Murti, Siswati, Jundan Handhayani, Firstya
Abstract: Abstract: The cattle farming community in Branjang Village, Semarang Regency, faces a primary issue of livestock waste accumulation that has not been optimally managed. This condition results in environmental pollution,… unpleasant odors, and increased dependency on chemical fertilizers and liquefied petroleum gas (LPG). The main constraints are limited knowledge, skills, and access to waste processing technology. This community service program aims to optimize the utilization of cattle waste as organic fertilizer and alternative energy through the implementation of the Sustainability Techno-Integrated Agrofarm model. The method employed involves a participatory approach through extension, training, consultation, and the application of the appropriate MetaCow technology as a household-scale biogas digester. Program success was evaluated using pre-test and post-test instruments, analyzed by n-gain and paired sample t-test to assess improvements in participants’ knowledge and skills. The results demonstrate a significant enhancement in the community’s ability to process waste into economically valuable organic fertilizer and biogas, while also strengthening the institutional capacity of Sanggar Tani as a center for sustainable agricultural technology learning. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in clean energy, sustainable production, and environmental preservation. Keywords: biogas; digester; livestock waste; organic fertilizer; sustainable agriculture   Abstrak: Masyarakat peternak sapi di Desa Branjang, Kabupaten Semarang menghadapi permasalahan utama yakni penumpukan limbah ternak yang belum dikelola secara optimal. Hal ini berdampak pada pencemaran lingkungan, munculnya bau tidak sedap, serta meningkatnya ketergantungan akan pupuk kimia serta gas elpiji. Kendala atama adalah karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap teknologi pengolahan limbah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai pupuk organik dan energi alternatif melalui penerapan model Sustainability Techno-Integrated Agrofarm. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, konsultasi, dan penerapan teknologi tepat guna MetaCow sebagai digester biogas rumah tangga, serta evaluasi keberhasilan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji n-gain dan paired sample t-test untuk menilai peningkatan tingkat pemahaman serta keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik dan biogas yang bernilai ekonomis serta memperkuat kelembagaan Sanggar Tani sebagai pusat pembelajaran teknologi pertanian berkelanjutan. Program ini berkontribusi pada tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya energi bersih, produksi berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan.  Kata kunci: biogas; digester; limbah ternak; pupuk organik; pertanian berkelanjutan

Implementation of Solar-Powered Water Pump and Monitoring System for Hydroponic Urban Farming

Marindra, Adi Mahmud Jaya, Santaki, Dwi Surya, Kurniawan, Deny, Maulana, Ferdian Ilham, Widjaksana, Raihan Adji, Amzari, Muhammad Irham, Saputra, Pandu Jati Bayu, Minggus, Chenny Azalia Eka Putri, Fauzan, Rafi
Abstract: Hydroponic farming is gaining popularity in urban areas due to its efficient resource usage and high, clean yields. However, systems like the Nutrient Film Technique (NFT) rely on electric pumps for continuous nutrient circulation,… irculation, making them vulnerable to extended power outages that can disrupt plant nutrition and lead to crop failure. The purpose of this activity is to address the issue of power outages that impacted the hydroponic gardens of the Women Farmers Group (KWT) Sepinggan Raya, Balikpapan, by implementing a solar-powered water pump and a water quality monitoring system. The program consisted of an initial survey, system development and installation, and training sessions on system operation and maintenance. Results indicate that the implementation of the solar pump and monitoring system improves hydroponic productivity while reducing operational costs previously dependent on the national electricity grid. Additionally, the project empowered the local women's group with renewable energy knowledge and modern farming technologies, promoting sustainable urban agriculture practices. Keywords: application of technologies; hydroponic; renewable energy; urban farming; water quality monitoring   Abstrak: Pertanian hidroponik semakin populer di area perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang karena efisiensi sumber daya dan hasil panen yang tinggi. Namun, sistem hidroponik seperti Nutrient Film Technique (NFT) sangat bergantung pada pompa listrik untuk sirkulasi air nutrisi secara berkelanjutan. Pemadaman listrik yang berkepanjangan dapat mengganggu suplai nutrisi dan berpotensi menyebabkan kegagalan panen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan padamnya listrik yang terjadi di kebun hidroponik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sepinggan Raya, Balikpapan dengan menerapkan pompa air tenaga surya dan sistem pemantauan kualitas air. Kegiatan meliputi survei awal, pengembangan dan instalasi sistem, serta pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan teknologi bagi para petani. Hasil menunjukkan bahwa sistem ini meningkatkan produktivitas kebun hidroponik dan mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik nasional (PLN). Selain itu, proyek ini memberdayakan kelompok tani dengan pengetahuan tentang energi terbarukan dan teknologi pertanian modern, mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan di lingkungan urban. Kata kunci: energi baru terbarukan; hidroponik; monitoring kualitas air; penerapan teknologi; urban farming

Analisis Pengaruh Sanitasi Lingkungan Terhadap Kesehatan Masyarakat di Desa Jaring Halus Kec. Secanggang Kab. Langkat

Khoirunnisa, Ulfa, Tanjung, Nadya Ulfa, Maulana, Arfan Zidni, Wijaya, Arini Aisyahfira, Dini, Rahma, Purba, Fadila Syahrani, Mauliyand, Sarda
Abstract: Jaring Halus Village experiences serious sanitation problems, including itching due to unclean water and an unhealthy environment. This research aims to identify major public health problems, design interventions to reduce… ce the prevalence of these diseases. The aspect used is quantitative with a participatory approach and is carried out as part of a form of community service program. This program not only aims to identify and resolve health problems, but also integrates research to support the sustainability of the interventions that have been designed by providing education regarding PHBS and providing KUJARAI herbal drinks. Data was collected through village consultations involving 924 family heads. Participants were selected purposively. Measurements were carried out using the USG (Urgency Seriousness Growth) method. Data were analyzed descriptively and statistically. Itching is the main health problem with the highest score (U=99, S=101, G=105; total 305). This program has succeeded in increasing public awareness of sanitation and personal hygiene. Community-based interventions such as simple water filtration and hygiene education have proven effective in reducing skin diseases in Jaring Halus Village. Future research needs to assess the sustainability of intervention programs to prevent the return of sanitation-related diseases.  Keywords: Behavior; Coast; Environment; Health; Sanitation.    Abstrak:  Desa Jaring Halus mengalami masalah sanitasi yang serius, termasuk penyakit gatal-gatal akibat air yang tidak bersih dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah utama kesehatan masyarakat,  merancang intervensi untuk mengurangi prevalensi penyakit tersebut. Aspek yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan partisipatif dan dilakukan sebagai bagian dari bentuk program pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan riset untuk mendukung bagaimana keberlanjutan dari intervensi yang sudah dirancang dengan melakukan penyuluhan mengenai PHBS dan memberikan minuman herbal KUJARAI. Data dikumpulkan melalui rembuk desa yang melibatkan 924 kepala keluarga. Partisipan dipilih secara purposive. Pengukuran dilakukan dengan metode USG (Urgency Seriousness Growth). Data dianalisis secara deskriptif dan statistik. Penyakit gatal-gatal menjadi masalah kesehatan utama dengan skor tertinggi (U=99, S=101, G=105; total 305). Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi dan kebersihan pribadi. Intervensi berbasis komunitas seperti penyaringan air sederhana dan penyuluhan kebersihan terbukti efektif dalam mengurangi penyakit kulit di Desa Jaring Halus. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji keberlanjutan program intervensi untuk mencegah kembalinya penyakit terkait sanitasi. Kata kunci: Kesehatan; Lingkungan; Perilaku; Pesisir Sanitasi.

Kolaborasi Multi Stakeholder Dalam Menjaga Destinasi Wisata Pantai Loang Baloq

Hidayat, Rahmad, Pratama, Inka Nusamuda
Abstract: The community service activities carried out are a multi-stakeholder collaborative effort in maintaining the cleanliness and sustainability of Loang Baloq Beach. The activity was carried out by involving various related… parties, including the Regional Government, PDPM Mataram City, tourism industry players, surrounding communities, and students as agents of change. Activities are carried out in several stages, including observing problems, preparing, implementing waste cleaning, and making recommendations and action plans. The result of this community service activity is the creation of a cleaner and healthier environment, as well as the formation of recommendations and action plans to improve waste management at Loang Baloq Beach and other tourist destinations in Mataram City. The concept of multi-stakeholder collaboration that is applied in this service activity can be an example for waste management activities and the management of other tourist destinations in Indonesia. In addition, this activity also provides valuable experience for students in carrying out community service activities and involving different stakeholders in achieving the same goals. It is hoped that this activity can have a wider impact on the environment and society in Mataram City, and can be used as a reference for similar activities in the future. Keywords: beach destinations; cleanliness; collaboration; garbage; tours Abstrak: Kegiatan pengabdian yang dilakukan merupakan upaya kolaborasi multi stakeholder dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Loang Baloq. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah, PDPM Kota Mataram, pelaku industri pariwisata, masyarakat sekitar, dan Mahasiswa sebagai agen perubahan. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap, antara lain observasi masalah, persiapan, pelaksanaan pembersihan sampah, serta pembuatan rekomendasi dan rencana aksi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta terbentuknya rekomendasi dan rencana aksi untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Pantai Loang Baloq dan destinasi wisata lainnya yang ada di Kota Mataram. Konsep kolaborasi multi stakeholder yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini dapat menjadi contoh bagi kegiatan pengelolaan sampah dan pengelolaan destinasi wisata lainnya di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan melibatkan stakeholder yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat di Kota Mataram, serta dapat dijadikan acuan bagi kegiatan serupa dimasa depan.   Kata kunci: destinasi pantai; kebersihan; kolaborasi; sampah; wisata