Abstract:Abstract: The realization of credit proposed by customers is one of the essential factors for a bank. Moreover, especially during the Covid-19 pandemic, credit realization shows the business conditions of prospective borrowers,…
rowers, whether they are in good condition or not. So, it is crucial to predict how many new debtors will achieve. In this article, forecasting the number of new debtors uses the Simple Moving Average and Double Exponential Smoothing methods based on actual data on the number of new debtors per month for 2019-2021. Furthermore, the performance of the two methods is compared by comparing the Mean Absolute Deviation and Mean Square Error values. The comparison results conclude that the Simple Moving Average method is better than the Double Exponential Smoothing for predicting the number of new debtors.
Keywords: double exponential smoothing; mean absolute deviation; mean square error; simple moving average; forecasting.
Abstrak: Realisasi kredit yang diajukan oleh nasabah adalah salah satu faktor yang penting di dunia perbankan. Terlebih disaat adanya pandemi Covid-19, realisasi kredit memperlihatkan kondisi usaha para calon debitur, apakah dalam keadaan baik atau tidak. Sehingga penting untuk memprediksi berapa capaian jumlah debitur baru. Dalam artikel ini dilakukan peramalan jumlah debitur baru dengan metode Simple Moving Average dan Double Exponential Smoothing berdasarkan data aktual jumlah debitur baru per bulan tahun 2019-2021. Selanjutnya, dilakukan perbandingan performa kedua metode tersebut dengan cara membandingkan nilai dari Mean Absolute Deviation dan Mean Square Error. Hasil perbandingan yang diperoleh mengarah pada sebuah kesimpulan, yaitu metode Simple Moving Average lebih baik daripada Double Exponential Smoothing untuk meramalkan jumlah debitur baru
Kata kunci: double exponential smoothing; mean absolute deviation; mean square error; simple moving average; peramalan.
Abstract:Abstract: Non-performing loan (NPL) is a risk that credit unions must face and to avoid that, prospective debtors need to be surveyed. With previous loan data, support vector machine and naïve bayes can be used as classification…
ssification methods to give a decision about NPL. We use a data set with 61 data and process the data with orange 3.30 application to see the difference between SVM using linear (SVM-L), polynomial (SVM-P), RBF (SVM-R) and sigmoid (SVM-S) kernel with naïve bayes. We use a cross validation technique with various folds to measure the classification results and a convusion matrix to measure the data training classification results. Naïve bayes scores the highest in terms of accuracy and SVM-R scores the highest in terms of F1, precision and recall. SVM-P scores the lowest in terms of accuracy, F1, precision and recall. Naïve bayes scores the highest in terms of proportion of predicted for true negative class and proportion of actual for true positive class. SVM-S scores the highest in terms of proportion of predicted for true positive class and proportion of actual for true negative class. SVM-P scores the lowest in both proportion of predicted and proportion of actual.
Keywords: classification; naïve bayes; non-performing loan; support vector machine
Abstrak: Kredit macet merupakan resiko yang sering dialami koperasi simpan pinjam, sehingga perlu dilakukan survei terhadap calon debitur agar kredit menjadi sehat. Dengan menggunakan data pemberian kredit sebelumnya, support vector machine dan naïve bayes digunakan sebagai metode klasifikasi untuk memberikan keputusan macet atau tidaknya kredit anggota koperasi Mutiara Sejahtera. Data set yang berjumlah 61 data diolah menggunakan aplikasi Orange 3.30 dan dilihat perbandingan antara metode SVM dengan kernel linear, polynomial, RBF dan sigomoid dengan metode naïve bayes. Cross validation dengan jumlah fold bervariasi digunakan sebagai nilai ukur klasifikasi dan convusion matrix digunakan sebagai nilai ukur klasifikasi data training. Hasil yang diperoleh adalah naïve bayes memiliki nilai accuracy tertinggi dan SVM kernel RBF memiliki nilai F1, precision dan recall tertinggi. SVM kernel polynomial memiliki nilai terendah untuk accuracy, F1, precision dan recall. Naïve bayes memiliki nilai tertinggi untuk proportion of predicted (PoP) kelas true negative dan proportion of actual (PoA) kelas true positive. SVM kernel sigmoid memiliki nilai tertinggi untuk PoP kelas true positive dan PoA kelas true negative. SVM kernel polynomial memiliki nilai terendah baik untuk PoP maupun PoA true negative dan kelas true positive.
Kata kunci: klasifikasi; kredit macet; naive bayes; SVM
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen. Profitabilitas diukur dengan menggunakan Return On Assets (ROA), leverage…
age diwakili oleh Debt to Equity Ratio (DER), likuiditas dihitung melalui Current Ratio (CR), dan ukuran perusahaan berdasarkan skala total aset. Dalam penelitian ini, kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder, seperti laporan tahunan perusahaan dan dokumen sekuritas. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini menghasilkan 110 data sampel yang diperoleh dari 22 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017-2021. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) dan leverage (DER) berpengaruh terhadap kebijakan dividen, sedangkan likuiditas (CR) dan ukuran perusahaan (Size) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen.
Abstract:Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan PT Alam Sutera Realty Tbk melalui pengukuran…
n rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas selama periode 2021 hingga 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, kemampuan memenuhi seluruh kewajiban, dan kemampuan dalam menghasilkan laba. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang tidak optimal, dengan quick ratio dan cash ratio yang selalu di bawah rata-rata industri. Selanjutnya, solvabilitas perusahaan tergolong tinggi, di mana Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan ketergantungan besar pada utang dibandingkan modal sendiri. Di sisi lain, meskipun ada kelemahan dalam likuiditas dan solvabilitas, PT Alam Sutera Realty Tbk menunjukkan profitabilitas yang kuat dengan Gross Profit Margin (GPM) yang tetap di atas rata-rata industri selama tiga tahun berturut-turut. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menjalankan operasinya secara efisien dan tetap menghasilkan laba, meskipun menghadapi tantangan dalam aspek likuiditas dan solvabilitas. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pemangku kepentingan dalam menilai kesehatan finansial dan prospek pertumbuhan PT Alam Sutera Realty Tbk.
Abstract:This research aims to investigate the impact of transfer pricing, thin capitalization, and capital intensity on tax avoidance within the consumer goods industry. The study focuses on how these key financial strategies are…
e employed by companies to reduce their tax liabilities while navigating complex global tax environments. Transfer pricing allows companies to shift profits across jurisdictions by manipulating the prices of intra-company transactions, while thin capitalization—the practice of using excessive debt relative to equity—enables companies to maximize interest deductions and lower taxable income. Capital intensity, defined as the ratio of capital assets to sales, also plays a crucial role, as firms with significant physical assets can benefit from tax deductions through depreciation, further reducing taxable obligations. The sample used in this study was selected using purposive sampling, resulting in 23 companies that have complete financial reports and meet the specified criteria. By analyzing financial data and company reports, this research provides insights into sector-specific tax strategies and discusses the ethical implications, sustainability, and regulatory challenges associated with these practices in the consumer goods sector. The analysis shows that transfer pricing negatively and significantly affects tax avoidance, indicating that more aggressive transfer pricing practices may actually reduce tax avoidance activities. In contrast, thin capitalization and capital intensity do not show a significant impact on tax avoidance.
Abstract:Penelitian ini memilki tujuan yaitu untuk melakukan pengujian apakah rasio profitabilitas (return on invesment), rasio likuiditas (current ratio) dan rasio leverage (debt to equity ratio) memiliki engaruh terhadap keputusan…
san investasi pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di bursa efek indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial bahwa ratio profitabilitas, (return on invesment) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Rasio likuiditas (current ratio) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Leverage (debt to equity ratio) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan investasi. Secara simultan bahwa ratio profitabilitas (return on invesment), likuiditas (current ratio) dan leverage (debt to equity ratio) memiliki pengaruh terhadap keputusan investasi pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2018-2022.
Abstract:Disparitas yang tinggi pada harga saham Perusahaan Food and Beverage yang menunjukan adanya ketidakpastian dan resiko yang tinggi sehingga membuka potensi kerugian yang akan dihadapi investor. Fluktuasi harga saham tentunya…
nya tidak luput dari faktor yang terjadi secara global serta faktor internal entitas usaha. Faktor internal atau kerap kali disebut dengan faktor fundamental ialah faktor yang menyangkut kapasitas entitas usaha dalam mengelola sumber daya yang tersedia Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh return on asset, debt to equity ratio, current ratio terhadap harga saham melalui ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari masing-masing laporan keuangan perusahaan yang dijadikan bahan analisis statistic guna mengetahui hubungan variabel secara terstruktur mengenai return on asset, debt to equity ratio, current ratio, ukuran perusahaan dan harga saham. Populasi penelitian ini sebesar 30 perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di BEI 2020-2024 dengan menggunakan pemilihan sampel purposive sampling sehingga didapati 18 perusahaan selama 5 tahun dengan total 90 observasi. Pengujian pada penelitian ini menggunakan SEM PLS atau structured equation model partial linear square yang dijalankan menggunakan software statistika SMART-PLS 4. Hasil penelitian menunjukan bahwa return on asset, debt to equity ratio, current ratio dan ukuran perusahaan terbukti memberikan pengaruh positif terhadap harga saham. Pengujian moderasi menunjukan bahwa ukuran perusahaan mampu memperkuat pengaruh yang diberikan return on asset, debt to equity ratio terhadap harga saham. Sedangkan pengaruh current ratio terhadap harga saham tidak mampu dimoderasi oleh ukuran perusahaan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan pada PT XYZ melalui analisis rasio keuangan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan,…
jualan, aset dan ekuitasnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dianalisis merupakan laporan keuangan perusahaan dari tahun 2022 hingga 2024, yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan karyawan perusahaan. Rasio keuangan yang digunakan dalam analisis ini meliputi Current Ratio, Cash Ratio, Debt to Equity Ratio, Debt to Assets Ratio, Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Net Profit Margin (NPM), dan Gross Profit Margin (GPM). Hasil temuan menunjukan bahwa kinerja keuangan PT XYZ secara keseluruhan tetap stabil dan sehat. Rata-rata ROE sebesar 24,16% dan ROA sebesar 19,40% dikategorikan sangat baik, mencerminkan profitabilitas yang kuat dan pemanfaatan aset yang efektif. Selain itu, NPM sebesar 22,45% dan GPM sebesar 94,19% menunjukan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan margin keuntungan yang tinggi, yang menjadi indikator utama atas keunggulan kompetitif dan efisiensi operasional perusahaan.
Abstract:This study explores the impact of asset structure and sales growth on capital structure, emphasizing the moderating influence of profitability. As firms navigate the complexities of financing decisions, understanding how…
these variables interact is crucial for optimizing capital structure. The findings reveal that asset structure and sales growth significantly affect capital structure, with profitability playing a critical role in moderating these relationships. Firms with substantial tangible assets are better positioned to leverage debt financing, while those demonstrating strong sales growth are viewed favorably by investors and creditors. However, the extent to which sales growth influences capital structure is contingent upon profitability; high profitability enables firms to capitalize on growth opportunities, whereas low profitability may inhibit their capacity to leverage growth potential. Empirical research supports these conclusions, indicating that asset structure, sales growth, and profitability significantly shape capital structure decisions across various industries. Ultimately, this study provides valuable insights for financial managers, highlighting the importance of balancing growth aspirations with profitability to achieve effective capital structure management. This, in turn, can lead to sustained competitive advantage, a state where a firm outperforms its competitors over a prolonged period in a dynamic economic environment.
Abstract:Hutang luar negeri merupakan instrumen fiskal strategis yang diadopsi pemerintah Indonesia guna mengakomodasi defisit anggaran serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional. Kendati demikian, akumulasi hutang yang…
ang terus tereskalasi memicu diskursus mengenai potensi timbulnya fenomena debt overhang, di mana beban kewajiban yang melampaui kapasitas produktif justru bertransformasi menjadi disinsentif bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah dampak sistematis hutang luar negeri terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus melakukan pengujian empiris terhadap relevansi teori debt overhang dalam konjungtur ekonomi nasional. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengutilisasi analisis data sekunder yang bersumber dari otoritas moneter serta lembaga statistik resmi. Berbeda dengan evaluasi sistem administrasi seperti SIHALAL yang menitikberatkan pada efektivitas prosedural, studi ini berfokus pada analisis variabel makroekonomi fundamental, yakni Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio hutang. Selaras dengan paradigma inovasi administrasi publik, pengelolaan hutang yang transparan, akuntabel, dan presisi merupakan manifestasi dari efektivitas pelayanan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta resiliensi fiskal. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memetakan ambang batas (threshold) optimal hutang luar negeri agar tetap berfungsi sebagai katalis pembangunan tanpa mengorbankan keberlanjutan ekonomi jangka panjang, sekaligus menjadi rujukan strategis bagi otoritas terkait dalam merumuskan kebijakan pembiayaan negara yang lebih mandiri, kredibel, dan berkeadilan.