Abstract:Dalam sebuah perusahaan, terdapat berbagai instrumen yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan, seperti bahan baku, tenaga kerja, teknologi, dan modal. Keberhasilan dalam pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan…
dasan intelektual, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Mengelola emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengendalikan perasaan atau respon emosionalnya secara efektif dan sehat. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pentingnya kecerdasan emosional dan memberikan keterampilan dasar dalam mengenali serta mengelola emosi di tempat kerja. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pemahaman dan kepuasan peserta terhadap materi serta pembawaan yang baik dari narasumber.
Abstract:Program Accarita merupakan inisiatif intervensi psikososial yang dirancang untuk memberikan ruang berbagi bagi warga binaan di Lapas Takalar Kelas IIB Takalar. Program ini bertujuan untuk menyediakan dukungan emosional dan…
an mendorong proses refleksi diri melalui pendekatan yang santai namun terstruktur. Kegiatan dilakukan dalam lima tahap: building rapport, sesi berbagi, sesi refleksi, sesi eksplorasi, dan sesi afirmasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta merasa lebih lega, diterima, dan mampu mengelola tekanan emosional setelah mengikuti sesi Accarita. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat identitas positif serta menumbuhkan harapan hidup yang lebih baik. Dengan demikian, Accarita berpotensi menjadi program pendampingan psikososial yang berkelanjutan dalam sistem pemasyarakatan.
Abstract:Komunikasi interpersonal memainkan peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, terbuka, dan produktif, khususnya dalam instansi pemerintahan yang dituntut mencapai visi dan misi institusional secara…
ara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas permainan Silent Voice sebagai bentuk intervensi psikologis dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pegawai UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, sebanyak 20 pegawai menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Intervensi terdiri atas serangkaian aktivitas penulisan pengalaman emosional secara anonim, pemberian tanggapan empatik, serta diskusi reflektif yang memfasilitasi keterbukaan, empati, dan sikap positif antarpegawai. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan skor komunikasi interpersonal secara signifikan (p = 0,000), dari rata-rata pretest sebesar 34,70 menjadi 55,00 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan Silent Voice efektif dalam menumbuhkan kualitas komunikasi interpersonal, memperkuat hubungan antarpegawai, serta mendukung terciptanya budaya kerja yang suportif.
Abstract:Program Desa Ukhuwah Berdaya (DUB) adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, psikologis, dan spiritual warga Desa Patanyamang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Program…
ram ini melibatkan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan, seperti pelatihan dukungan psikologis awal untuk guru, pelatihan mendongeng untuk guru TK/SD, serta lomba-lomba Islami untuk anak-anak dan ibu-ibu. Melalui pendekatan yang integratif, DUB berfokus pada pemberdayaan individu dan penguatan solidaritas sosial dalam komunitas. Pelatihan Dukungan Psikologis Awal bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada siswa, sementara pelatihan mendongeng bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih menarik dan edukatif. Evaluasi kegiatan menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan warga dalam aktivitas kolektif serta terbangunnya rasa kebersamaan antaranggota komunitas. Guru-guru mulai mengimplementasikan teknik mendongeng dalam pembelajaran dan memberikan dukungan emosional yang lebih empatik kepada siswa. Selain itu, kegiatan lomba Islami berhasil menggalang partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong. Program ini juga memperlihatkan peran penting mahasiswa magang dalam menjembatani komunikasi dan kolaborasi antara institusi, organisasi, dan warga desa. Secara keseluruhan, program DUB berperan dalam menciptakan komunitas yang lebih harmonis, peduli, dan berdaya, serta menyediakan model pemberdayaan sosial yang berkelanjutan berbasis pada pendidikan dan pembinaan karakter.
Abstract:Psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan emosi pada siswa SMPIT Darul Fikri Makassar melalui psikoedukasi berbasis media vosual berupa poster double x-banner. Latar belakang kegiatan…
giatan ini adalah banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengendalikan emosi, sebagaimana teridentifikasi melalui observasi dan Daftar Ceklis Masalah (DCM) di sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, dan post-test kepada 90 siswa kelas 7, 8, dan 9. Materi yang diberikan mencakup pengertian emosi, faktor yang memengaruhi emosi, jenis-jenis emosi, ciri-ciri ketidakstabilan emosi, serta teknik pengelolaan emosi. Hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 26,70 dan post-test sebesar 44,54 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster efektif dalam meningkatkan literasi emosional siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan regulasi emosi yang penting untuk mendukung perkembangan psikologis dan prestasi akademik di masa remaja.
Abstract:Psychological First Aid (PFA) Merupakan pendekatan yang dirancang untuk memberikan dukungan psikologis kepada individu yang mengalami stres akibat bencana atau situasi krisis. Penyuluhan PFA yang dilakukan kepada anggota…
Palang Merah Remaja (PMR) di Desa Tameroddo Utara bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam memberikan dukungan emosional kepada teman, keluarga maupun diri mereka sendiri. Penyuluhan ini diikuti oleh 80 anak PMR yang menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan setelah menerima materi. Metode pelaksanaan meliputi observasi, penyampaian materi, dan evaluasi pemahaman melalui diskusi interaktif dan kuis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dalam kategori "baik" dan "sangat baik". Artikel ini juga menyertakan analisis data dan bagan kemajuan peserta.
Abstract:Program psikoedukasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam mengelola kontrol diri, menghadapi stigma masyarakat, dan mengembangkan pengelolaan emosi menjelang…
kebebasan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test yang melibatkan 25 responden laki-laki dari Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dan difokuskan pada peningkatan kemampuan pengendalian diri melalui psikoedukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Pada aspek kontrol diri, pemahaman peserta meningkat dari 72% menjadi 88%, sedangkan pemahaman tentang stigma masyarakat meningkat dari 36% menjadi 92%. Kemampuan menenangkan diri yang awalnya dimiliki oleh 20% peserta meningkat menjadi 72%, dan kesadaran akan pentingnya dukungan sosial meningkat hingga 96%. Program ini terbukti efektif dalam mendukung WBP mengembangkan kemampuan emosional dan sosial mereka, sehingga dapat mempermudah reintegrasi ke masyarakat dan mengurangi dampak negatif dari stigma sosial. Temuan ini menunjukkan pentingnya psikoedukasi sebagai solusi praktis dalam mendukung rehabilitasi psikologis dan sosial bagi warga binaan menjelang kebebasan mereka.
Abstract:Abstract: In the world of education, a learning medium is needed, especially in an era that is all technological, it is hoped that students from TK Kemala Bhayangkari 08 Kisaran have a learning medium that is easier to understand…
nderstand and can be applied, for example by applying English learning using Android-based media, The system is designed using Adobe Flash CS6 and Action Script 3.0 Android Air Pugin for Adoobe Flash CS6 as a tool for making scripts on Android which aree displayed in the form of language and attractive images and sounds, so that children can easily learn basic English and better understand with the presence of images and sound. This application should be able to develop both emotional and spiritual intelligence of children and increase children’s insight in speaking English which was previously through independent learning or with other assistance for learning with Android-based English education, including images and sounds.
Keywords: Android, Learning Media, Picture Dictionary
Abstrak: Dalam dunia Pendidikan sangat dibutuhkan sebuah media belajar, apalagi di zaman yang sudah serba teknologi maka diharapkan murid dari TK Kemala Bhayangkari 08 Kisaran memiliki suatu media belajar yang lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan, adapun contohnya dengan mengaplikasi kan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan media berbasis Android, sistem yang dirancang menggunakan Adobe Flash CS6 dan Action Script 3.0 Android Air Pugin for Adobe Flash CS6 sebagai bahan bantu pembuatan script pada Android yang ditampilkan dalam bentuk bahasa serta gambar yang menarik dan suara, agar anak lebih mudah dalam mempelajari bahasa Inggris dasar serta lebih memahami dengan adanya gambar dan suara. Aplikasi ini harusnya dapat mengembangkan kecerdasan baik emosional dan spiritual anak dan menambah wawasan anak dalam mengucapkan bahasa Inggris, yang tadinya dengan cara belajar mandiri atau dengan pendampingan lain untuk pembelajaran dengan edukasi bahasa Inggris yang berbasis Android disertakan gambar dan suara.
Kata Kunci : Android, Kamus Bergambar, Media Pembelajaran
Abstract:Abstract: Bullying in Malaysian secondary schools is a serious issue with the prevalence of cases continuing to increase and adversely affecting the mental health of adolescents. At SAM Tengku Ampuan Jemaah Selangor, Malaysia…
aysia it was found that more than 30% of stu-dents still consider bullying to be a normal social dynamic. This service aims to raise awareness of the dangers of bullying, equip school residents with social-emotional skills, and create a safe and inclusive school environment. The method used in the PkM-International Partnership uses a holistic approach that combines anti-bullying education and psychosocial reinforcement for four days for 219 students. The implementation strategy includes interactive workshops, case discussions, role-play simulations, and educational poster creation. The results of the service showed a significant increase in participants' understanding with an increase in the average score from 2.99 to 3.74 (25.10%). The real impact of this activity is the strengthening of anti-bullying literacy and the formation of a more responsive internal school mechanism to build a school cul-ture that is free of violence and compassion.
Keywords: bullying; awareness; school environment; holistic approach; students
Abstrak: Perundungan di sekolah menengah Malaysia merupakan isu serius dengan prevalensi kasus yang terus meningkat dan berdampak buruk pada kesehatan mental remaja. Di SAM Tengku Ampuan Jemaah Selangor, Malaysia ditemukan bahwa lebih dari 30% siswa masih menganggap perundungan sebagai dinamika sosial yang wajar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan, membekali warga sekolah dengan keterampilan sosial-emosional, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Metode yang digunakan dalam PkM-Kemitraan Internasional ini menggunakan pendekatan holistik yang memadukan edukasi anti-bullying dan penguatan psikososial selama empat hari terhadap 219 peserta didik. Strategi pelaksanaan mencakup workshop interaktif, diskusi kasus, simulasi role-play, dan pembuatan poster edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta dengan kenaikan skor rata-rata dari 2,99 menjadi 3,74 (25,10%). Dampak nyata dari kegiatan ini adalah penguatan literasi anti-bullying serta terbentuknya mekanisme internal sekolah yang lebih responsif guna membangun budaya sekolah yang bebas kekerasan dan penuh kasih sayang.
Kata kunci: bullying; kesadaran; lingkungan sekolah; pendekatan holistik; peserta didik
Abstract:Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through…
gh a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results.
Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women
Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal.
Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri