Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

Daur Ulang Sampah: Solusi Berkelanjutan untuk Mengurangi Polusi dan Memelihara Lingkungan

Aulia Ryza Aqilla
Abstract: Permasalahan sampah telah menjadi isu global yang semakin mengkhawatirkan, dengan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini mengeksplorasi daur ulang sampah sebagai solusi berkelanjutan untuk… uk mengurangi polusi dan memelihara lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menganalisis efektivitas daur ulang sampah melalui survei, wawancara, observasi lapangan, serta studi literatur dan publikasi ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daur ulang sampah memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi jumlah sampah di tempat pembuangan akhir, menghemat sumber daya alam, mengurangi emisi gas rumah kaca, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup ramah lingkungan. Namun, implementasi daur ulang sampah juga menghadapi tantangan seperti infrastruktur yang kurang memadai, minimnya kesadaran masyarakat, serta kurangnya insentif dan kebijakan pendukung dari pemerintah. Untuk keberhasilan program daur ulang sampah, dibutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, organisasi lingkungan, dan masyarakat luas.

Kebijakan Dan Strategi Nasional Penanganan Krisis Masalah Kesehatan Dalam Kondisi Tanggap Darurat

Ghizka Aulia Putri, Taufik Hilmi, Abdurrozzaq Hasibuan
Abstract: Kementerian Kesehatan telah menerapkan kebijakan dan strategi untuk meningkatkan upaya pencegahan, penanggulangan, dan kesiapsiagaan dalam penanganan krisis kesehatan. Salah satu masalah utama yang dihadapi setelah bencana… na adalah dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menetapkan prinsipprinsip pemulihan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 17 Tahun 2010. Peraturan tersebut mencakup prinsip-prinsip kesehatan mental, yang sangat penting dalam penanggulangan bencana. Fokus pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) termasuk meningkatkan sistem kesehatan masyarakat dan akses ke layanan kesehatan. Pembangunan sektor kesehatan untuk SDGs bergantung pada peran aktif semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, parlemen, dunia usaha, media massa, lembaga sosial kemasyarakatan, organisasi profesi dan akademisi, mitra pembangunan serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah bertujuan untuk memastikan bahwa semua warga negara memiliki akses ke layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. Ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas semua negara dalam sistem peringatan dini dan langkah-langkah pengurangan risiko. Karena pertanyaan ini secara khusus berkaitan dengan Indonesia, penting untuk dicatat bahwa ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi cara Indonesia menangani krisis kesehatan. Ini termasuk kepadatan penduduk, geografi (sebagai negara kepulauan), efek perubahan iklim seperti bencana alam atau wabah penyakit akibat perubahan lingkungan. Selain itu, stabilitas politik juga dapat berperan dalam seberapa efektif kebijakan diterapkan.

Analisis Tingkat Kesehatan Bank Syariah Indonesia Berdasarkan Faktor CAMEL Periode 2019-2022

Julia Citra Anggraini, Rini Puji Astuti, Anggita Legian Afriana, Rani Maulida Sari, Thalia Zhalzalbillah Damayanti
Abstract: Pentingnya kesadaran bank, khususnya Bank Syariah Indonesia dalam menjaga tingkat kesehatan keuangannya agar nasabah tetap memberikan kepercayaan kepada bank yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui… tingkat kesehatan Bank Syariah Indonesia dengan menggunakan veriabel CAMEL pada poriode pada tahun 2019-2022. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode CAMEL. Sumber data yang diperoleh peneliti tidak hanya data dasar yang diperoleh dari peneliti sebelumnya dalam artikel ilmiah, tetapi juga mencantumkan teori-teori yang membahas kali ini. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya tingkat kesehatan pada bank syariah indonesia pada periode 2019-2022 berada pada predikat sehat.

Studi Literatur: Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Perkebunan Sawit

Dwika Ardelya Pratiwi, Susilawati
Abstract: Menggunakan alat pelindung diri merupakan suatu kewajiban pekerja untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja. Tujuannya adalah menjaga keselamatan  pekerja dan  juga orang di sekitarnya. Selain itu, APD yang digunakan… digunakan harus nyaman dan efektif dalam memberikan perlindungan terhadap bahaya  yang  mungkin  terjadi. Pentingnya K3 dan penggunaan APD dalam meminimalisir  tingkat  kecelakaan  kerja, meminimalisir  risiko  dan  meningkatkan produktivitas kerja. Penerapan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja perkebunan sawit di pengaruhi oleh faktor-faktor perilaku pekerja. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pada pekerja perkebunan sawit. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang telah dipublikasikan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pada pekerja perkebunan sawit. Kriteria yang diambil yaitu jurnal terbitan 2018-2024. Terindeks Google Scholar jurnal nasional dan internasional. Hasil terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap Kesehatan Keselamatan Kerja pada pekerja Perkebunan Kelapa Sawit yaitu faktor sikap, pengetahuan, pengawasan, pelatihan, kondisi APD.  

Analisis Perlindungan Jaminan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Bagi Pekerja Anak Di Sektor Informal

Sa’diyah Khafifatunnisa, Devarra Qeentarizha Prayoga, Panji Sakti Rahmatullah
Abstract: Pekerja anak di sektor informal adalah anak-anak yang bekerja di tempat yang tidak memiliki struktur organisasi formal dan peraturan yang berlaku. Sektor informal memiliki banyak karakteristik, termasuk kegiatan usaha yang… ng tidak terorganisir, tidak ada pembagian tugas yang jelas, penggunaan teknologi yang sederhana, modal dan keterampilan yang rendah, dan biasanya berskala kecil dan padat karya. Selain itu, mereka rentan terhadap penyalahgunaan, perlakuan buruk, dan kurangnya perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja. Implementasi langkah-langkah keselamatan kerja yang tepat, seperti pelatihan keselamatan, pemakaian alat pelindung diri, serta pengawasan kondisi kerja, akan membantu mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja bagi pekerja anak. Perlindungan K3 bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja melalui upaya sistematis untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko. Kesadaran akan pentingnya perlindungan K3 sering kali masih rendah, baik di kalangan pekerja maupun pengusaha. Budaya kerja yang mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan juga membantu kendala dalam penerapan standar K3. Meningkatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja anak di sektor informal, pemerintah, pihak industri, LSM, dan masyarakat harus bekerja sama. Pemerintah harus memberlakukan kebijakan yang mendukung pelaksanaan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, dan industri harus berpartisipasi dengan menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat serta melakukan pengawasan secara teratur terhadap kondisi kerja pekerja anak. Industri juga dapat berpartisipasi dengan menyediakan tempat kerja yang ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yang menitik beratkan pada penelitian kepustakaan (library research) dengan analisis perundang-undangan, peraturan-peraturan, teori-teori hukum, dan konsep-konsep hukum yang berkaitan dengan perlindungan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja anak di sektor informal di Indonesia.

Analisis Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Bidang Proyek Konstruksi : Literatur Review

Yendika Mailina Sari Br Ginting, Susilawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek konstruksi berdasarkan studi literatur dari sepuluh jurnal ilmiah. Metode yang digunakan adalah analisis isi (content analysis)… nalysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti kebijakan dan regulasi K3, strategi implementasi, tantangan dan hambatan, penggunaan teknologi, serta dampak penerapan K3 terhadap keselamatan dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi K3, pelatihan dan edukasi pekerja, komitmen manajemen, serta adopsi teknologi modern adalah elemen kunci dalam penerapan K3 yang efektif. Hambatan seperti resistensi pekerja dan komunikasi yang buruk antara manajemen dan pekerja perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas program K3. Penerapan K3 yang baik berdampak positif terhadap keselamatan pekerja dan produktivitas proyek. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting bagi perusahaan konstruksi dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk penerapan K3 di masa depan.

Hubungan Health Literacy Ketepatan Triage Dengan Keberhasilan Penanganan Pasien Gawat Darurat Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Prikasih

Suzani Adina, Ummi Kalsum Nasution, Abdul Razzaq
Abstract: Pendahuluan : Pintu masuk utama bagi masyarakat yang mencari pelayanan darurat adalah rumah sakit. Ruang Gawat Darurat (UGD) merupakan bagian di dalam rumah sakit yang menangani triase pasien. Saat ini, sejumlah rumah sakit&#8230; kit menggunakan teknik Australian Triage Scale (ATS). Keakuratan pelayanan bergantung pada kemampuan triase perawat, karena mereka harus mampu menggunakan teknik berpikir kritis untuk mengambil keputusan yang cepat dan akurat mengenai perawatan pasien. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana literasi kesehatan, triase yang akurat, dan efektivitas perawatan pasien di unit gawat darurat RS Prikasih saling berkaitan. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain pendekatan korelasional cross-sectional sebagai metodologi penelitian. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel lengkap, populasi dan sampel penelitian berjumlah 36 perawat IGD yang bekerja di RS Prikasih. Dalam penelitian ini, observasi dijadikan sebagai metode utama pengumpulan data. Uji statistik chi-square digunakan dalam prosedur analisis data univariat dan bivariat. Temuan : Temuan penelitian ini menggambarkan literasi kesehatan, akurasi triase yang terutama adalah literasi rendah sebesar 72,2%, dan keberhasilan pengobatan pasien yang sebagian besar tidak berhasil sebesar 55,6%. Hal ini juga menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan, khususnya triase, dengan keberhasilan pengobatan pasien gawat darurat di RS Prikasih pada tahun 2023 (p < 0,05), yaitu 0,01. Ringkasnya, terdapat korelasi yang kuat antara literasi kesehatan

Tanggap Darurat K3 Terhadap Kebakaran Di Industri Migas : Literature Review

Zahwatul Hasanah Siregar, Abdurrozaq Hasibuan
Abstract: Industri minyak dan gas (migas) memiliki risiko kebakaran yang tinggi akibat proses kerja dan bahan yang mudah terbakar. Artikel ini meninjau literatur mengenai tanggap darurat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap&#8230; ap kebakaran di industri migas. Penelitian ini mengidentifikasi faktor risiko kebakaran dan mengevaluasi langkah-langkah tanggap darurat yang efektif. Berdasarkan analisis 10 jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024, ditemukan bahwa kurangnya pelatihan, sistem keamanan yang tidak memadai, dan perilaku kerja yang tidak aman menjadi penyebab utama kebakaran di industri migas. Temuan ini menunjukkan perlunya penerapan sistem tanggap darurat yang lebih baik untuk mengurangi risiko kebakaran dan dampaknya. Peningkatan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja, implementasi teknologi deteksi kebakaran, serta pelatihan rutin dan evaluasi berkala adalah langkah-langkah yang direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas tanggap darurat kebakaran di industri migas.

Implementasi Hak Pekerja Memperoleh Cuti Haid Dalam UU Ketenagakerjaan

Nimas Calista Anggita, Dinar Rizka Amelia Mustika, Alfian Respamuji, Aristya Nadya Azhari
Abstract: Implementasi hak pekerja untuk memperoleh cuti haid dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia merupakan isu penting yang perlu diperhatikan. Cuti haid adalah hak yang diberikan kepada pekerja wanita untuk istirahat&#8230; t selama masa menstruasi mereka. Dalam UU Ketenagakerjaan, terdapat ketentuan yang mengatur mengenai hak cuti haid bagi pekerja wanita. Namun penerapan hak ini seringkali masih menimbulkan permasalahan di lapangan, seperti diskriminasi gender dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya hak tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penegakan hak cuti haid bagi pekerja wanita agar dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada. Penerapan hak pekerja perempuan untuk mendapatkan cuti haid sesuai dengan Pasal 81 Undang-Undang Ketenagakerjaan merupakan isu penting dalam dunia ketenagakerjaan. Pasal tersebut memberikan perlindungan kepada pekerja perempuan agar dapat menjalani masa haidnya dengan tenang dan nyaman tanpa harus khawatir akan kehilangan pendapatan atau penempatan di tempat kerja. Hak ini memberikan kesempatan bagi pekerja perempuan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka selama masa menstruasi, yang pada pasangannya dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penerapan hak cuti haid ini juga sejalan dengan prinsip kesetaraan gender dan perlindungan terhadap hak asasi manusia, serta mencerminkan komitmen negara dalam memastikan kondisi kerja yang adil dan layak bagi seluruh pekerja.

Pelatihan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Kelompok Nelayan Dikawasan Pesisir

Zahrani Nabilah, Nabila Inne Azri, M.Syaufi Syukri Handoyo, Abdurozzaq Hasibuan
Abstract: Penduduk pesisir Desa Tengah-Tengah sangat bergantung pada laut. Meskipun sebagian masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, sebagian besarnya adalah nelayan. Nelayan di Desa Tengah-Tengah, Kabupaten Maluku Tengah,&#8230; , kerap mengalami kecelakaan saat bekerja di laut. Ada banyak kemungkinan akibat yang mungkin terjadi, antara lain kapal bocor, ada yang terluka saat menarik jaring, kelebihan muatan, dan tenggelam. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para nelayan dan menumbuhkan pemahaman di Desa Tengah-Tengah wilayah pesisir Kabupaten Maluku Tengah. Nelayan yang berasal dari Desa Tengah-Tengah Wilayah Pesisir menjadi mitra dalam operasi ini sebanyak 38 orang. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pelaksanaan kegiatan adalah: Pra-tes, pengajaran, pelatihan, dan evaluasi. Setelah penyebaran kuesioner, hasil akhir kegiatan dipastikan. Pengetahuan nelayan meningkat berkat pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja; sebelum diberikan penyuluhan, rata-rata skor pemahaman responden sebesar 45,2, namun setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 68,4. Nilailah saat Anda menjalani seluruh proses. Untuk melakukan hal ini, tiga orang dipilih secara acak dan diminta untuk mengulangi pemberian belat dan melakukan bantuan hidup dasar.