Abstract:Salah satu upaya yang dilakukan dalam menurunkan masalah status gizi balita adalah meningkatkan partisipasi ibu dalam kunjungan ke posyandu. Studi pendahuluan mengatakan bahwa ibu yang tidak aktif ke posyandu tidak dapat…
mendeteksi dini bila terjadi gangguan gizi, ibu pun mengalami kekurangan informasi dalam menunjang kesehatan status gizi balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita dan terdaftar sebagai peserta posyandu di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah yang berjumlah 73 ibu, teknik dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah 42 ibu. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Kesimpulannya adalah ada hubungan antara tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di posyandu bogenvil puskesmas tinggede kec. Marawola kab. Sigi sulawesi tengah. Saran bagi masyarakat secara khusus ibu yang memiliki balita untuk memberikan perhatian penuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita di masa golden age dengan membawa balita ke posyandu agar status gizinya dapat terpantau dengan baik.
Abstract:Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga kerajaan besar berkuasa, yakni kerajaan Turki Utsmani, Safawi dan Mughal (India). Namun, setelah mencapai titik zenit pada masa Sultan Sulaiman Al Qanuni (1520-1566…
66 M), Kerajaan Turki Usmani mulai bergerak turun, melemah, dan mundur menuju titik nadir sampai menemui detik-detik kehancurannya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran kerajaan Turki Usmani baik bersifat militer maupun non-militer. Akibat hal tersebut telah membawa Implikasi terhadap prospek Islam di wilayah tersebut. Tulisan ini betujuan untuk mengetahui dan mengkaji fenomena kemunduran dan kehancuran kerajaan Turki Usmani, mengetahui faktor penyebab kemunduran kerajaan Turki Usmani dan untuk mengetahui implikasinya terhadap prospek Islam. Metode yang digunakan oleh penulis dalam artikel ini adalah metode penelitian sejarah. Metode sejarah yang diguakan dalam artikel ini terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan penulisan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kemunduran dan kehancuran kerajaan Turki Usmani yaitu melemahnya sistem birokrasi dan kekuatan militer Turki Usmani, kehancuran perekonomian kerajaan dan munculnya kekuatan baru di daratan Eropa serta serangan balik terhadap Turki Usmani. Selanjutnya implikasi terhadap prospek Islam yaitu terjadinya disintegrasi politik dalam dunia islam dan bangkitnya nasionalisme dalam dunia Islam.
Abstract:Program Puskesmas Lambunu 2 yaitu mengadakan Posyandu memantau pertumbuhan balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian KMS, pemberian vitamin A, Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak, pendidikan…
gizi ibu dan balita, minum tablet tambah darah bersama untuk mengatasi anemia pada remaja putri, penyuluhan pada kelas ibu hamil. Program yang sudah dijalankan oleh Puskesmas Lambunu 2 sudah berjalan dengan baik sesuai aturan yang ada, hanya saja yang menjadi penghambat dalam program ini yaitu orang tua yang kurang paham mengenai program tersebut, masih sedikitnya orang tua yang mau meluangkan waktunya untuk program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini balita stunting di Puskesmas Lambunu berjumlah 37 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Analisis data menggunakan Uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian pola asuh orang tua sebagian besar cukup berjumlah 26 orang (70,3%), kejadian stunting sebagian besar pendek berjumlah 34 orang (91,9%), pengetahuan sebagian besar cukup berjumlah 30 orang (81,1%). Pengetahuan diperoleh p-value 0,005 dan pola asuh diperoleh p-value 0,021. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat ada hubungan antara pengetahuan dan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Saran bagi Puskesmas Lambunu 2 diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai stunting.
Abstract:Penerapan code blue system bertujuan untuk mengurangi angka kematian serta meningkatkan angka kembalinya sirkulasi spontan yang memerlukan pengenalan awal dari kasus henti jantung. Dalam hal ini, pengetahuan akan code blue…
ue system dan bantuan hidup dasar. Keahlian seorang perawat bergantung pada tingkat pengetahuan dan keterampilan sebagai salah satu responden (tim code blue lokal). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu berjumlah 48 orang, teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian dari 48 responden mendapatkan sebanyak 19 responden (39,6%) mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dan pelaksanaan code blue yang dilakukan dengan kurang baik sebanyak 14 responden (73,7%). Hasil analisis data secara statistik menggunakan uji chi-square memperlihatkan hasil 0 cells (,0%) dengan expected count >5 dan nilai p value = 0,001 < 0,05. Simpulannya adalah tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system pada kategori cukup. Saran bagi RSUD Anutapura Palu agar dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi untuk pihak rumah sakit mengenai pelaksanaan code blue dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Anutapura Palu.
Abstract:Masalah gizi pada balita di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo pada tahun 2022 mengalami peningkatan dimana ada 43 masalah gizi balita yang terdiri dari 23 kasus gizi kurang, 17 kasus stunting dan 3 kasus gizi buruk. Sedangkan…
ngkan tahun 2021 masalah gizi hanya sebanyak 37 kasus terdiri dari 21 kasus gizi kurang, 15 kasus stunting dan 1 kasus gizi buruk. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan pengetahuan orang tua dan dukungan keluarga dengan status gizi balita di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode deskripsi analitik dan meggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah semua orang tua yang balitanya yang dirawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Sampel berjumlah 43 sampel, dengan teknik purposive sampling. Variabel independen yang di teliti adalah pengetahuan dan dukungan keluarga, dan variabel dependen yang di teliti status gizi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup dan kurang tentang kebutuhan gizi pada balita yaitu masing-masing 18 orang 41,9%. Sebagian besar memiliki dukungan keluarga yang baik yaitu 28 orang 65,1%. Sebagian besar memiliki balita dengan gizi baik yaitu 31 orang 72,1%. Hasil uji gamma menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,002) dan dukungan keluarga (p-value = 0,000) dengan status gizi balita. Simpulan ini adalah terdapat hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan status gizi balita yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Saran yaitu kepada pihak Rumah Sakit agar perawat memberikan edukasi kepada orang tua balita terkait kebutuhan gizi pada balita dan hal-hal yang berhubungan dengan gizi balita agar dapat menambah pemahaman orang tua sehingga dapat melakukan upaya pencegahan gizi kurang atau gizi lebih pada balita.
Abstract:Remaja merupakan tahap perkembangan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang dibentuk tidak hanya oleh suatu peristiwa, sejak usia 10-11 tahun. Masa remaja dibagi menjadi tiga periode menurut pembagian usianya, fase awal…
(usia 11-14 tahun), fase tengah (usia 15-17 tahun), dan fase terakhir (usia 18-20 tahun). Hubungan tekanan orang tua dan anak-anak dua kepercayaan antara hubungan orang tua yang baik memainkan peran penting dan perkembangan individu sebaliknya. Salah satu penyebab stres utamanya bagi remaja terkait dengan tekanan yang dialami siswa dari orang tua dan ekspektasi akademik yang tinggi. Tujuan penelitian : untuk mengetahui adanya hubungan antara Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres di SMP NEGERI 2 RAJEG. Metode Penelitian : ini menggunakan metode penelitian Kuantitati non-eksperimental desain penelitian cross-section dengan sampel 109 siswa kelas VIII SMP NEGERI 2 RAJEG Metode pengambilan sample dilakukan dengan Teknik sample random sampling dalam pengambilan sample dalam penelitian dengan menggunakan uji chis-square. Hasil penelitian : ini menunjukkan adanya hubungan Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres dimana nilai P= 0,000 dan menunjukkan adanya hubungan Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres. Kesimpulan : maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres di SMP NEGERI 2 RAJEG. Bahwa semakin adanya tekanan maka semakin tinggi tingkat stres yang dialami. Saran : Diharapkan meluangkan waktu sebulan sekali atau dua bulan sekali mengadakan kelas parenting dimana orang tua dan siswa dikumpulkan bersama guru bimbingan konseling untuk terkait hal-hal yang sifatnya hubungan orang tua dan anak. Serta dapat membicarakan solusi untuk mengurangi dan menghindarkan tekanan orang tua dengan tingkat stres
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji guru sejarah sebagai profesi yang akan membentuk peradaban dan sumber daya manusia yang maju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan dua pendekatan…
katan yaitu studi kasus dan studi literatur. Data ini saya dapat dari hasil observasi di sekolah menengah atas, beberapa buku maupun jurnal terbitan tahun 2000 hingga 2022 dan juga melihat beberapa berita di media online. Guru sejarah memiliki peran penting dalam pembentukan peradaban dan pengembangan sumber daya manusia yang maju. Melalui pengajaran sejarah, guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan tentang masa lalu, tetapi juga membentuk pemahaman kritis terhadap dinamika sosial, politik, dan budaya. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana guru sejarah berkontribusi dalam menciptakan generasi yang memiliki kesadaran historis, kemampuan berpikir analitis, dan sikap toleran. Selain itu, artikel ini membahas tantangan yang dihadapi oleh guru sejarah di era globalisasi dan digitalisasi, serta strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan menekankan pentingnya profesi guru sejarah, artikel ini menyoroti peran strategis mereka dalam membentuk peradaban yang berkelanjutan dan mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berwawasan luas untuk menghadapi tantangan masa depan
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dalam mengembangkan kompetensi guru sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data yang diperoleh dari banyak sumber ilmiah, salah satu…
sumber yang diperoleh yaitu dari buku tahun 2014-2020, sedangkan untuk jurnal dari tahun 2019-2024. Perkembangan kompetensi guru sejarah menjadi peran penting dalam meningkatkan suatu kualitas pendidikan dan hasil belajar para siswa. Di era Globaliasi, guru sejarah harus sudah memiliki kemampuan yang lebih luas lagi dan lebih dalam untuk mengajar materi sejarah yang kompleks dan dinamis. Kompetensi guru sejarah ada empat yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan juga kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik meliputi kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, serta juga menggunakan teknologi dalam peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi kepribadian meliputi kemampuan guru untuk menjadi contoh teladan bagi siswa, dan juga memiliki integrasi, dan juga memiliki kemampuan dalam mengelola kelas yang efektif. Kompetensi sosial yaitu melibatkan kemampuan guru untuk memperlakukan para siswa secara adil dan juta tidak membedakan dalam jenis kelamin atau dalam suku dan ras. Kompetensi profesional yaitu meliabatkan para guru-guru untuk memiliki kemampuan dalam mengajar materi sejarah secara mendalam kepada para siswa dan juga bisa memiliki variasi metode dalam mengajar. Jadi, dalam pengembangan kompetensi guru sejarah, peran guru sebagai otoritas, pembimbing, dan juga menjadi stimulus kreativitas sangatlah penting.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses implementasi dan nilai-nilai dalam tradisi Sihali Aek, menelusuri faktor-faktor penghambat dalam implementasi tradisi Sihali Aek di era modernisasi, dan menganalisis strategi…
trategi adaptasi masyarakat Desa Tipang dalam menjaga keberlanjutan tradisi Sihali Aek di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Tipang. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 11 informan yang terdiri dari Raja Napitu, anggota Sihali Aek, masyarakat setempat, generasi muda dan Kepala POKDARWIS serta dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sihali Aek merupakan sistem pengelolaan irigasi tradisional yang berusia lebih dari 200 tahun yang diimplementasikan melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu Pertemuan Bolon Raja Napitu, Ritual Mangallang Indahan Siporhis, Marsirimpa Sihali Aek, dan diakhiri dengan kegiatan Manabar. Nilai-nilai yang terkandung meliputi nilai marsirimpa (kerja sama timbal balik), nilai keadilan, nilai keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, serta nilai kepemimpinan. Faktor penghambat utama adalah pergeseran praktik ritual akibat sinkretisme agama, diversifikasi ekonomi, dan kesenjangan generasi dalam pemahaman dan minat terhadap tradisi Sihali Aek. Strategi adaptasi meliputi penafsiran ulang makna dengan menghubungkannya dengan isu-isu lingkungan kontemporer, sinkretisme agama melalui penggantian ritual animisme dengan doa-doa Kristen, integrasi dengan sektor pariwisata sebagai daya tarik budaya dan paket wisata, serta pembentukan jaringan kolaboratif dengan pemerintah dan lembaga pendidikan.
Abstract:Indonesia sedang mengalami era globalisasi yang ditandai dengan masuknya budaya asing yaitu westernisasi akibat dari kemajuan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran mahasiswa dalam menyikapi…
yikapi masuknya budaya asing di era globalisasi. Penelitian ini dilakukan di lingkungan mahasiswa sekitar Bandung. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif biasanya digunakan untuk menganalisis lebih dalam terhadap suatu perilaku atau fenomena sosial. Data diperoleh dari survei penelitian mengenai pendapat masyarakat terhadap pengaruh budaya luar. Hasil penelitian menunjukkan westernisasi tidak selalu berkonotasi negatif, terlebih di dalam dunia pendidikan. Justru mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam menyikapi budaya barat di era globalisasi ini. Selama budaya asing tidak bertentangan dengan nilai nilai norma, budaya asing dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, bahkan dapat membuka peluang untuk memperkaya budaya lokal