Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran desa di Kampung Kweel, Kabupaten Merauke. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kapasitas…
sitas SDM dalam memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip perencanaan serta pengelolaan anggaran secara efektif, yang berpotensi menghambat pencapaian pembangunan desa. Studi ini mengisi celah (gap) penelitian sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada aspek regulasi dan struktur kelembagaan tanpa mengeksplorasi kapasitas individu dalam proses anggaran desa.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen anggaran desa. Informan penelitian terdiri atas perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pendamping desa. Analisis data dilakukan melalui teknik triangulasi untuk memastikan validitas temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM di Kampung Kweel menghadapi sejumlah kendala, seperti minimnya pemahaman terhadap regulasi keuangan desa, rendahnya keterampilan teknis dalam menyusun dan mengelola anggaran, serta keterbatasan akses pelatihan dan pendampingan. Temuan ini menegaskan perlunya program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan intensif, penyediaan panduan teknis, dan supervisi berkelanjutan oleh pemerintah daerah. Dengan peningkatan kapasitas SDM, diharapkan perencanaan dan pengelolaan anggaran desa dapat lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.
Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Perencanaan Anggaran, Pengelolaan Anggaran, Kampung Kweel, Kabupaten Merauke.
Abstract:This study aims to determine the effect of Gadget use on the social behaviour of early childhood in Seran Hamlet, East Rumbuk Village, Sakra District in 2023. Research data were collected through questionnaires given to…
parents or guardians of early childhood living in Seran Hamlet. The research method used is a quantitative approach with direct data collection. The research sample consisted of 28 early childhood. Data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation. Data analysis was conducted using the simple regression method to evaluate the relationship between the independent variable, namely Gadget Use, and the dependent variable, namely Early Childhood Behaviour. The results showed that there is a correlation and influence between the use of Gadgets and early childhood behaviour, with a correlation coefficient that exceeds the alpha (5%) significance level, namely 0.45> 0.05. Based on the analysis conducted, the results showed that the use of Gadgets has a negative relationship with early childhood behaviour, with a significance level of -91.289. Therefore, it can be concluded that the use of Gadgets has a negative impact on early childhood behaviour in Seran Hamlet.
Keywords: Early childhood, Gadged use, Social behaviour
Abstract:Pelatihan digital marketing menjadi kebutuhan strategis bagi UMKM dalam menghadapi transformasi digital yang semakin cepat. UMKM di Kampung Waninggap Mi’raf masih menghadapi keterbatasan dalam literasi digital, penggunaan…
aan media sosial, dan penerapan strategi pemasaran berbasis teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM melalui pelatihan digital marketing yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain one-group pretest–posttest untuk mengukur efektivitas pelatihan. Pelatihan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif selama dua minggu. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai konsep digital marketing setelah pelatihan. Peserta mampu memproduksi konten digital, menggunakan media sosial secara konsisten, membuka toko pada marketplace, serta meningkatkan interaksi digital dengan pelanggan. Evaluasi pascapelatihan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pemasaran digital dan potensi peningkatan omzet usaha. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan digital marketing efektif dalam meningkatkan kapasitas UMKM. Kegiatan ini membuktikan bahwa digital marketing merupakan strategi penting dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Abstract:Pulau Sapomi di Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi wisata bahari yang begitu kaya, namun dalam praktiknya pengelolaan wisata masih dilakukan secara sederhana. Pokdarwis yang seharusnya menjadi penggerak utama destinasi…
si belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk mengelola wisata secara profesional, terutama dalam aspek pelayanan, penyusunan program wisata, serta pemanfaatan platform digital. Melalui kegiatan pengabdian ini, dilakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk membantu Pokdarwis membangun kapasitasnya secara bertahap. Kegiatan meliputi pelatihan hospitality, tour guiding, storytelling, penguatan kelembagaan, serta pembentukan identitas digital destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata, baik dari sisi sikap maupun keterampilan. Pokdarwis kini memiliki struktur organisasi, dua paket wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan, serta kemampuan untuk mempromosikan Sapomi secara digital. Perubahan ini memberi harapan bagi masyarakat Sapomi untuk mengembangkan wisata bahari dengan lebih percaya diri dan terarah.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai Pencegahan Stunting Berbasis Edukasi Gizi dan Pola Asuh di Kampung Kwell dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya risiko stunting di Papua Selatan yang dipengaruhi oleh…
eh keterbatasan pengetahuan gizi, pola asuh, sanitasi, serta rendahnya pemanfaatan pangan lokal. Program ini menggunakan metode partisipatif melalui empat tahapan, yaitu: persiapan, pelaksanaan penyuluhan, pendampingan keluarga sasaran, dan evaluasi akhir. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi pengolahan makanan berbahan pangan lokal. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai stunting, 1.000 HPK, pemenuhan gizi seimbang, dan pola asuh responsif, dengan kenaikan skor lebih dari 50 poin. Pendampingan intensif memperlihatkan perubahan perilaku keluarga dalam menerapkan variasi menu, pengolahan pangan lokal, praktik kebersihan, serta stimulasi tumbuh kembang anak. Evaluasi tahap akhir menunjukkan terbentuknya jejaring sosial baru melalui kader posyandu dan kelompok ibu gizi yang memperkuat komitmen kolektif masyarakat dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis budaya lokal mampu meningkatkan kapasitas keluarga sekaligus membangun kemandirian komunitas dalam menjaga kesehatan anak.
Abstract:Penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin mendesak di tengah menurunnya semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Melalui program penyebarluasan Jiwa, Semangat, dan Nilai-nilai (JSN) 1945, dilakukan serangkaian…
aian kegiatan sosialisasi dan edukasi yang diselenggarakan oleh Agen Sosialisator JSN`45 (Guru). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, semangat kebangsaan, serta prinsip-prinsip JSN ’45 kepada para siswa di SMKN 1 Cikalongkulon Cianjur, dengan total 39 peserta, dan dilaksanakan di SMKN 1 Cikalongkulon Cianjur pada tanggal 31 Oktober 2025. Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman, sikap, dan kesiapan siswa terhadap sejarah kemerdekaan, implementasi Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari, serta isu-isu kebangsaan seperti radikalisme dan korupsi setelah kegiatan sosialisasi mencerminkan keberhasilan awal dari proses internalisasi nilai-nilai Jiwa, Semangat, dan Nilai Juang 1945
Abstract:Pelatihan pembuatan sosis daging rusa merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dengan tujuan memberdayakan pelaku UMKM lokal dalam mengolah sumber daya alam khas…
s menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini adalah rendahnya keterampilan teknis pelaku UMKM dalam pengolahan daging rusa serta belum adanya inovasi produk olahan yang berorientasi pada pasar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung, praktik mandiri, serta monitoring dan evaluasi pascapelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 68% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta munculnya lima kelompok usaha kecil yang mulai memproduksi sosis secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal dapat mendorong transformasi sosial ekonomi masyarakat secara nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain yang memiliki sumber daya lokal serupa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran veteran dalam membangun dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, khususnya anggota Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025. Kegiatan sosialisasi…
ialisasi dan edukasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memberikan materi kepada anggota Paskibraka sesuai arahan dari Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara serta menindaklanjuti Surat Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI. Penguatan nasionalisme melalui keterlibatan langsung para veteran terbukti efektif dalam membangun kesadaran kebangsaan generasi muda, khususnya dalam konteks pembinaan Paskibraka. Interaksi langsung antara peserta dan veteran menghadirkan pembelajaran historis yang autentik dan bermakna. Hal itu diyakini karena Veteran adalah pelaku sejarah langsung bangsa ini dan menjadi sumber sejarah dan sumber pembelajaran terutama dalam peningkatan nasionalisme, semangat kebangsaan dan nilai-nilai kejuangan.
Abstract:Administrasi kependudukan yang efisien dan akurat merupakan elemen penting dalam tata kelola pemerintahan desa. Namun, Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data…
kependudukan yang dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan dan keterlambatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMK) berbasis web guna meningkatkan efisiensi administrasi kependudukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan aplikasi SIMK berbasis web, serta pelatihan bagi aparat kampung dalam mengoperasikan sistem tersebut. Keberhasilan program ini diukur berdasarkan perubahan cara kerja dari pencatatan manual menjadi digital, peningkatan keterampilan aparat kampung, serta kemudahan akses dan pengelolaan data kependudukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SIMK berhasil meningkatkan kemampuan aparat kampung dalam mengelola data secara digital. Para peserta mampu menginput, memperbarui, dan mengakses data kependudukan dengan lebih cepat dan akurat. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur internet dan masih perlunya pendampingan dalam penggunaan perangkat keras dan lunak. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dalam bentuk peningkatan infrastruktur dan pelatihan lanjutan sangat diperlukan agar implementasi SIMK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Peternak di kampung Seead Agung, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke masih menjalankan usaha ternak secara tradisional. Rata-rata peternak di wilayah ini tidak memiliki pemahaman dan keterampilan khusus dalam bidang peternakan,…
nakan, melainkan mengandalkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, baik dalam penyediaan pakan maupun pengobatan hewan. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai gejala kekurangan mineral pada ternak sapi melalui pembuatan Garam Mineral Blok. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah pendekatan partisipatif yang memungkinkan para peternak untuk melibatkan diri secara aktif dan menerapkan instruksi yang diberikan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat peternak, yang tidak hanya berpartisipasi aktif selama pelatihan tetapi juga mengharapkan diadakannya kegiatan serupa, seperti pelatihan pembuatan pakan, untuk mengembangkan usaha peternakan mereka ke skala yang lebih besar.