Search Articles & Publications

Showing 1942 articles found for "Nilai"

Pelatihan Canva Untuk Media Pembelajaran Audio Visual Guru SMK Negeri 1 Rambah Samo

Muslim, Chandra, Detri Amelia, Dwiana, Ari Aprilia, Wahyudi, Sri, Santosa, Firman, Ridwan
Abstract: Abstract: The rapid development of digital technology has encouraged teachers to adapt learning practices through the use of innovative and engaging instructional media. However, many teachers still experience limitations… s in developing audio-visual learning media that are pedagogically appropriate and easy to produce. This community service activity aimed to improve teachers’ digital competence in developing audio-visual learning media using Canva at SMK Negeri 1 Rambah Samo. The activity was conducted from August to December 2025 through a training and mentoring approach. The implementation stages consisted of needs identification, material delivery, demonstration, guided practice, product review, and evaluation. Evaluation was carried out through pre-test and post-test questionnaires, observation of participants’ practice, and assessment of the learning media products developed by teachers. The results showed an increase in teachers’ understanding from 46% before the training to 84% after the training, indicating an improvement of 38%. In addition, 88% of participants were able to produce audio-visual learning media adapted to their respective subjects. The training also encouraged collaboration among teachers and increased their confidence in applying digital media in classroom instruction. This program demonstrates that practical and continuous Canva-based training can support teachers in creating more interactive, relevant, and meaningful learning experiences in vocational schools. Keywords: canva; audio visual; teacher training; digital competence; learning media.   Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif melalui pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan relevan. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual yang mudah dibuat dan sesuai dengan kebutuhan pedagogis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam membuat media pembelajaran audio visual berbasis Canva di SMK Negeri 1 Rambah Samo. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus sampai Desember 2025 melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, review produk, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian produk media pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dari 46% sebelum pelatihan menjadi 84% setelah pelatihan, dengan peningkatan sebesar 38%. Selain itu, sebanyak 88% peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran audio visual sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antarguru dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menerapkan media digital di kelas. Dengan demikian, pelatihan berbasis praktik dan pendampingan terbukti efektif dalam mendukung inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi digital guru di sekolah kejuruan. Kata kunci: canva; media audio visual; pelatihan guru; kompetensi digital; pembelajaran.

Revitalisasi Pertanian Berkelanjutan Melalui Jagung Komposit Dan Pengolahan Sampah Organik di Nagari Simpang Pasaman

Ekawati, Fitri, Suliansyah, Irfan, Yulistriani, Nurhasanah, Siti, Antika Sari, Yana, Syahputra, Risky, Syarafina, Zhafira
Abstract: Abstract: Nagari Simpang, Pasaman Regency, is an agrarian area where maize is the main commodity, cultivated using conventional practices that rely heavily on hybrid seeds and inorganic fertilizers. In the long term, this… s pattern leads to increased production costs, declining soil fertility, and low added value of agricultural products. In addition, suboptimal household waste management contributes to environmental pollution. This community service program aimed to revitalize a sustainable maize farming system through the integration of composite maize seeds and organic waste processing technology. The program was conducted from July to November 2025, involving approximately 30 farmers. The methods included an initial survey, program socialization, training on organic fertilizer production, establishment of a composite maize demonstration plot, and evaluation using pre-test and post-test. Data were analyzed using descriptive quantitative methods. The results showed an increase in participants’ understanding of composite maize seeds and improved skills in producing organic fertilizer. Higher post-test scores (3-4,2) compared to pre-test (1-2) indicate the effectiveness of the training and mentoring approaches. Additionally, there was an increase in community awareness regarding the utilization of organic waste. This program contributed to enhancing farmers’ capacity and independence and serves as an initial step toward developing a sustainable agriculture system based on local resources. Keywords: composite maize; household waste; community empowerment; sustainable agriculture; organic fertilizer   Abstrak: Nagari Simpang, Kabupaten Pasaman merupakan wilayah agraris dengan komoditas utama jagung yang dikelola secara konvensional dan bergantung pada benih hibrida serta pupuk anorganik. Pola ini dalam jangka panjang menyebabkan peningkatan biaya produksi, penurunan kesuburan tanah, serta rendahnya nilai tambah hasil pertanian. Selain itu, pengelolaan limbah rumah tangga yang belum optimal berdampak pada pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merevitalisasi sistem pertanian jagung berkelanjutan melalui integrasi benih jagung komposit dan teknologi pengolahan sampah organik. Kegiatan dilaksanakan selama Juli–November 2025 dengan melibatkan ±30 petani. Metode meliputi survei awal, sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik, pembuatan demplot jagung komposit, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terkait benih jagung komposit serta peningkatan keterampilan dalam memproduksi pupuk organik. Skor post-test yang lebih tinggi (3-4,2) dibandingkan pre-test (1-2) menunjukkan efektivitas metode pelatihan dan pendampingan. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat terhadap pemanfaatan sampah organik. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani serta menjadi langkah awal pengembangan sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Kata kunci: jagung komposit; limbah rumah tangga; pemberdayaan masyarakat; pertanian berkelanjutan; pupuk organik  

Edukasi Dan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Pengembangan Pembelajaran Berwawasan Lingkungan Bagi Guru di SMK Mambaul Ulum

Fitriyah, Khotijah, Siti, Hasanah, Amaliyatul, Hasanah, Siti Hafidhatul, Waidani, Linda
Abstract: Abstract: This Community Service Program was carries out at SMK Mambaul Ulum to motivated by the limited digital competence of teachers, who have primarily used information technology for administrative tasks, thereby hindering… ndering the integration of environmental values into learning. The objective of this community service (PKM) activity is to enhance teachers' digital competence through education and training on the utilization of belajar.id accounts, Canva for Education, Interactive PowerPoint, and Google Classroom, focusing on developing environment-oriented media (green education). The implementation method consists of four stages: preparation, execution (workshops and hands-on training), intensive mentoring, and evaluation. The results indicate a significant increase in teachers' digital competence, with average understanding scores rising from 45% to 85%. The most dramatic improvement was observed in the optimization of belajar.id accounts, reaching 90%. Quantitatively, this mentoring produced 25 digital learning media products, including  environmental education posters and  interactive presentations. The conclusion of this activity is that strengthening teachers' digital capacity can transform the learning paradigm into one that is more innovative, effective, and environment-based, ultimately strengthening students' environmental literacy in the digital era. Keywords: interactive learning; information technology utilization; environmental education; belajar.id account; green education.   Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMK Mambaul Ulum untuk mengatasi permasalahan keterbatasan kompetensi digital guru yang selama ini hanya memanfaatkan teknologi informasi untuk tugas administratif, sehingga menghambat integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan akun belajar.id, Canva for Education, PowerPoint Interaktif, dan Google Classroom dengan fokus pada pengembangan media berwawasan lingkungan (green education). Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: persiapan, pelaksanaan (workshop dan hands-on training), pendampingan intensif, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang signifikan, di mana rata-rata skor pemahaman meningkat dari 45% menjadi 85%. Peningkatan paling drastis terlihat pada optimalisasi akun belajar.id yang mencapai 90%. Secara kuantitatif, pendampingan ini menghasilkan 25 produk media pembelajaran digital, termasuk poster edukasi lingkungan dan presentasi interaktif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan kapasitas digital guru mampu mengubah paradigma pembelajaran menjadi lebih inovatif, efektif, dan berbasis nilai lingkungan, yang pada gilirannya memperkuat literasi lingkungan peserta didik di era digital. Kata kunci: pembelajaran interaktif; pemanfaatan teknologi informasi; pendidikan lingkungan; akun belajar.id; green education.

Edukasi Interakktif SI PITA Melalui Media Powerpoint dan Puzzle di SMPN 28 Jakarta

Sada Rasmada, Jati, Mateus Bagas Nugroho, Paramitha Wirdani Ningsih Marlina, Agnes Maharani Puji Wulandari, Aloysius Prima Cahya Miensugandhi, Damelya Patriksia Dampang
Abstract: Abstract: This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge of balanced nutrition guidelines through an interactive educational program at SMPN 28 Jakarta. The identified problem was the low level of… of students' knowledge regarding the “Isi Piringku” concept, which may affect nutritional status and eating habits among adolescents. The method was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The intervention consisted of nutrition education delivered using PowerPoint media, followed by a practical activity involving the arrangement of the Isi Piringku puzzle. The evaluation employed a pre-test and post-test design involving 30 seventh-grade students to assess changes in knowledge before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p=0.003). The proportion of students with good knowledge increased from 6,7% to 26,7% after the intervention. Monitoring conducted three days after the education session indicated that some students had begun applying the “Isi Piringku” concept, although food availability at home remained a challenge. This study concludes that education using visual media and interactive practices is effective in improving adolescents' nutritional knowledge; however, support from families and schools is necessary to optimize sustainable behavioral changes. Keyword: adolescent knowledge; balanced nutrition education; community service   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pedoman gizi seimbang melalui program edukasi interaktif. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa tentang konsep Isi Piringku, yang berpotensi memengaruhi status gizi dan kebiasaan makan remaja. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi berupa edukasi gizi menggunakan media PowerPoint dan praktik penyusunan puzzle Isi Piringku. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 siswa kelas VII. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,003). Persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 6,7% menjadi 26,7% setelah intervensi. Monitoring tiga hari pascaedukasi menunjukkan sebagian siswa mulai menerapkan konsep isi piringku, meskipun masih terdapat hambatan pada ketersediaan pangan di rumah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan media visual dan praktik interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja, namun diperlukan dukungan keluarga dan sekolah untuk optimalisasi perubahan perilaku Kata kunci: edukasi gizi; isi piringku; pengabdian masyarakat

Pelatihan Pengolahan Bakso Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan Konsumsi Protein Hewani di Lampung Selatan

Damayanti, Aprilia Firdha, Nadhifah, Amalia Mar'atun, Prabandari, Yunilla, Zukryandry, Marni, Husniati, Wibisono, Randi Anggit, Puspasari, Kiki
Abstract: Abstract: The fisheries and livestock sectors in South Lampung Regency are among the main contributors to the local economy. However, this abundance of resources does not ensure adequate animal protein intake for the local… al community. Low public awareness of animal protein consumption, limited knowledge of processing and value, and suboptimal utilization of local food resources in South Lampung mean that most fisheries and livestock products are still sold fresh. Lecturers in the Agricultural Technology Department, Politeknik Negeri Lampung, conducted outreach and training on the handling and processing of fisheries and livestock products to broaden the horizons of agricultural representatives in South Lampung Regency. The program included outreach and training on the importance of animal protein, selecting high-quality, fresh ingredients, and implementing hygiene principles in the production process. Participants also learned skills in meatball making, packaging, and proper storage. This program is expected to enhance the community's thinking skills, creativity, and skills, increase animal protein consumption, and boost community income by processing local food sources into superior products that are characteristic of South Lampung Regency. Keywords: meatball; food diversification; added value; community service; animal protein   Abstrak: Sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kontributor utama bagi ekonomi lokal. Namun faktanya, melimpahnya sumber daya tersebut tidak menjadikan asupan protein hewani masyarakat sekitarnya tercukupi dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani, terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan nilai tambah,  serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal di Lampung Selatan menyebabkan sampai saat ini kebanyakan hasil perikanan dan peternakan masih dijual dalam bentuk segar. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan hingga pengolahan hasil perikanan dan peternakan dilakukan oleh Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung, untuk membuka wawasan bagi perwakilan usaha tani di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya protein hewani, pemilihan bahan baku yang baik dan segar, serta proses produksi yang menerapkan prinsip higienitas. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat bakso, proses pengemasan, dan penyimpanan yang baik. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan keterampilan masyarakat, meningkatkan angka konsumsi protein hewani, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber pangan lokal menjadi produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Lampung Selatan. Kata kunci: bakso; diversifikasi olahan; nilai tambah; pengabdian; protein hewani

Pendampingan Pra Nikah Bagi Santri Di Pondok Pesantren Irsyaduth Tholabah Bojonegoro Sebagai Upaya Preventif Pecreraian

Burhanatut Dyana, Indah Listyorini, Khurul Anam
Abstract: Abstract: The marriage of Islamic boarding school students (santri) has great potential to become a role model and be considered a potential example in marriage by the community, because it is not only based on legal provisions,… visions, but also deeply rooted in religious values. As a concrete step, the community service team compiled a Marriage Preparation handbook that is relevant to santri, made in a practical manner and equipped with attractive pictures. The method used was Participatory Action Research (PAR). This community service activity was carried out at the Irsyaduth Tholabah Islamic Boarding School in Bojonegoro and was attended by 55 santri consisting of male and female santri aged 17-22 years. The results of the community service showed that 49% of participants fully understood the material in the Marriage Preparation handbook that had been disseminated, and 82% of participants stated that this activity was very useful and served as a guideline for them before getting married. Through this community service, it is hoped that divorce among students can be avoided. Keywords: islamic boarding school student (santri); marriage; handbook; divorce   Abstrak: Pernikahan santri memiliki potensi besar untuk menjadi role model dan dianggap sebagai panutan potensial dalam pernikahan oleh masyarakat, karena tidak hanya berlandaskan pada ketentuan hukum, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai agama. Sebagai langkah konkrit, tim pengabdian menyusun handbook Persiapan Nikah yang relevan bagi santri, dibuat secara praktis dan dilengkapi dengan gambar menarik. Metode yang digunakan yaitu participatory Action Research (PAR). Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Pesantren Irsyaduth Tholabah Bojonegoro dan diikuti oleh 55 santri yang terdiri dari santri putra dan santri putri dengan rentang usia 17-22 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 49% peserta sangat paham dengan materi handbook Persiapan Nikah yang telah disosialisasikan dan 82%  peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi pedoman bagi mereka sebelum melangsungkan pernikahan. Melalui pengabdian ini, diharapkan perceraian di kalangan santri dapat terhindari. Kata kunci: santri; pernikahan; handbook; perceraian  

Strategi Budidaya Tanaman Pangan di Wilayah Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Soedirman

Ike Sitoresmi Mulyo Purbowati, Hana Hanifa, Gigieh Henggar Jaya
Abstract: Abstract: Forests serve as vital supports ecosystems and hold significant economic value. Complete reliance on forests as livelihoods threatens their ecological functions. Karang Jengkol Village hosts the Special Purpose… Forest Area (KHDTK) managed by Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Field observations revealed several challenges faced by farmer groups living around the forest. A key issue is limited knowledge of food crop cultivation, causing ongoing forest land conversion. To address this problem, the transfer of knowledge regarding cultivation practices of food crops in forest areas is required, particularly through regulatory outreach activities. Activities used extension, active learning, and mentoring, targeting PKK members and KTH Cemara Soedirman farmers. Following the outreach activities, the community demonstrated improved understanding of the three–four strata planting system. Based on evaluation results, prior to the program most respondents (88.24% or 15 individuals) exhibited low levels of knowledge, while 11.27% (2 individuals) had moderate understanding. After the program, the number of respondents with moderate understanding increased to 5 individuals (29.41%), and those with high levels of understanding rose significantly from 0% to 12 individuals (70.59%). Keywords: forest farmers group; KHDTK Unsoed; planting pattern; special purpose forest area   Abstrak: Hutan tidak hanya berperan sebagai penopang ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting. Jika masyarakat sepenuhnya bergantung pada hutan sebagai sumber mata pencaharian utama, fungsi hutan sebangai penyangga ekosistem dapat terancam.  Desa Karang Jengkol merupakan lokasi di mana Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unsoed berada. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani di sekitar hutan. Salah satu di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman pangan di kawasan hutan, yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan hutan secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan transfer pengetahuan tentang pola budidaya tanaman pangan di area hutan melalui kegiatan transfer pengetahuan pola tanam tiga atau empat strata. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pembelajaran aktif dan pendampingan dengan Masyarakat sasaran yaitu ibu-ibu PKK dan petani KTH Cemara Soedirman.  Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pola tanam 3–4 strata. Berdasarkan hasil evaluasi, sebelum kegiatan mayoritas responden (88,24% atau 15 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sementara 11,27% (2 orang) berada pada tingkat pemahaman sedang. Setelah kegiatan berlangsung, jumlah responden dengan pemahaman sedang meningkat menjadi 5 orang (29,41%), dan yang memiliki pemahaman tinggi bertambah signifikan dari 0% menjadi 12 orang (70,59%). Kata kunci: bukit soedirman; kelompok tani hutan; KHDTK; pola tanam

Membangun Iklim Sekolah Ramah Anak: Program Pencegahan Perundungan di SDN 010029 Desa Perkebunan Sukaraja

Rahmadani, Elfira, Lidiana Permata Sari, Putri, Azhari, Rahmad, Pradana Tamba, Andre, Syahida Siregar, Hanadia, Roma Utami, Naila, Sonita, Elvina
Abstract: Abstract: Bullying in Indonesian elementary schools continues to pose a significant threat to students' safety and well-being.  In order to improve anti-bullying literacy, increase social awareness, and promote a secure… and welcoming school environment, the "Building a Child-Friendly School Climate: Bullying Prevention Program in Elementary Schools" program was put into place.  Thirty-two pupils in grades IV–VI participated in the one-day participatory activity at SDN 010029 Perkebunan Sukaraja Village, Asahan Regency.  Ice-breaking, conversation, role-playing, storytelling, poster-making, and introspection were among the techniques employed.  A Likert-scale questionnaire evaluation revealed an average overall score of 3.75 (very good category), with material understanding (3.81) and applicability to school life (3.78) showing the greatest signs.Students' awareness, empathy, and bravery in confronting bullying increased, according to qualitative data.  The activity's outcomes show that a practical, experience-based approach is successful in fostering a school climate that is kid-friendly and establishing anti-bullying ideals.  From a scientific perspective, this program helps primary schools create models of violence prevention and character education that align with the national PPKSP and Child-Friendly Schools regulations. It is hoped that this program will be adopted as a routine school activity. Keywords: anti-bullying literacy; school climate; bullying; child-friendly schools; elementary education   Abstrak: Perundungan (bullying) di sekolah dasar masih menjadi tantangan serius bagi kesejahteraan dan rasa aman peserta didik di Indonesia. Program Membangun Iklim Sekolah Ramah Anak: Program Pencegahan Perundungan di Sekolah Dasar dilaksanakan untuk memperkuat literasi anti-perundungan, meningkatkan kesadaran sosial, dan menumbuhkan budaya sekolah yang aman serta inklusif. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif selama satu hari di SDN 010029 Desa Perkebunan Sukaraja, Kabupaten Asahan, dengan melibatkan 32 siswa kelas IV–VI. Metode yang digunakan mencakup ice-breaking, diskusi, storytelling, permainan peran, pembuatan poster, dan refleksi. Evaluasi melalui angket skala Likert menunjukkan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,75 (kategori sangat baik), dengan indikator tertinggi pada keterpahaman materi (3,81) dan relevansi dengan kehidupan sekolah (3,78). Data kualitatif memperlihatkan peningkatan kesadaran, empati, dan keberanian siswa menolak perundungan. Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pengalaman langsung efektif dalam menanamkan nilai-nilai anti-perundungan dan memperkuat iklim sekolah yang ramah anak. Secara ilmiah, program ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di sekolah dasar yang sejalan dengan kebijakan nasional PPKSP dan Sekolah Ramah Anak. Program ini diharapkan diadopsi sebagai kegiatan rutin sekolah. Keterbatasan kegiatan yang dilaksanakan satu hari masih menyisakan ruang untuk penguatan program secara berkelanjutan melalui aktivasi Satgas PPKSP. Kata kunci: Perundungan; Iklim Sekolah; Sekolah Ramah Anak; Literasi Anti-Perundungan; Pendidikan Dasar

Penerapan E-CRM Dan Analisis BEP Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Nugget Lele Di Pokdakan Tani Makmur

Iqbal, Muhammad, Febby Madonna Yuma, Nurhasanah, Kevin Alfarer Ginting, Zuriah Br Saragih
Abstract: Abstract: Pokdakan Tani Makmur in Asahan Regency faced low sales of fresh catfish due to intense price competition in the local market. This community service program aimed to increase the economic value of catfish farming… ing through product diversification into catfish nuggets and the application of Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) as a supporting tool for digital marketing. The activities included socialization, production and packaging training, implementation of social media–based E-CRM, and Break Even Point (BEP) analysis to assess business feasibility. The results showed an improvement in partners’ skills in processing and marketing catfish products. With a monthly production capacity of 30 kg, where 1 kg yields 40 pieces or 10 packs of nuggets priced at IDR 5,000 per pack, partners achieved a monthly turnover of approximately IDR 1,500,000. The BEP analysis indicated an equilibrium point at 100 kg or around three months of operation with fixed costs of IDR 1,500,000. The E-CRM system served as a supporting medium to promote products and expand market visibility, while the main factors driving sales growth were product diversification and improved quality. This activity has implications for enhancing competitiveness and economic independence among small-scale fish farming groups. Keywords: BEP; catfish nugget; diversification; E-CRM; Pokdakan Tani Makmur   Abstrak: Pokdakan Tani Makmur di Kabupaten Asahan menghadapi permasalahan rendahnya penjualan lele segar akibat tingginya persaingan harga di pasar lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya melalui diversifikasi produk olahan menjadi nugget lele serta penerapan Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) sebagai pendukung strategi pemasaran digital. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan produksi dan pengemasan, penerapan E-CRM berbasis media sosial, serta analisis Break Even Point (BEP) untuk menilai kelayakan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam produksi dan pemasaran produk olahan. Dengan kapasitas produksi 30 kg per bulan, di mana 1 kg menghasilkan 40 potong atau 10 bungkus nugget dengan harga Rp5.000 per bungkus, mitra memperoleh omzet sekitar Rp1.500.000 per bulan. Analisis BEP menunjukkan titik impas pada 100 kg produksi atau sekitar tiga bulan operasional dengan biaya tetap Rp1.500.000. Penerapan E-CRM berperan mendukung promosi dan memperluas informasi produk, sementara faktor utama peningkatan penjualan berasal dari diversifikasi dan kualitas produk olahan. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan daya saing dan kemandirian ekonomi kelompok pembudidaya ikan di daerah. Kata kunci: BEP; diversifikasi; E-CRM; nugget lele; Pokdakan Tani Makmur

Advokasi Revolusi Mental ASN Kota Jayapura: Peningkatan Kapasitas ASN Untuk Akselerasi Pembangunan Ekonomi Daerah

Silo, Akbar, Harikedua, Alfani Laura, Yizhar, Fadly, Somisu, Rut Penina
Abstract: Abstract: The 2024 Bureaucratic Reform Index (IRB) of Jayapura City, categorized as "CC", reflects sub-optimal civil servant management and public service quality, rooted in weak work culture and organizational capacity.… This Community Service activity aims to enhance civil servants' understanding of the strategic position of Mental Revolution in bureaucratic reform through the lens of Public Value Governance. The method used is participatory advocacy through material presentation and Focused Group Discussion (FGD) involving the Government Division, Inspectorate, and Organization and Management Division of the Jayapura City Regional Secretariat. The results showed an increase in collective understanding among civil servants regarding the importance of behavioral transformation for substantive public services. The concrete output of this activity is the presentation of strategic recommendations containing proposals for the 2025-2030 Mental Revolution roadmap and the reorientation of training curricula based on local competencies. In conclusion, strengthening integrity, work ethic, and mutual cooperation through this approach serves as a strategic foundation to reinforce governance and increase public value in Jayapura City. Keywords: civil servant; mental revolution; participatory advocacy; public value governance; bureaucratic reform.   Abstrak: Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Kota Jayapura tahun 2024 yang berada pada kategori "CC" mencerminkan belum optimalnya manajemen ASN dan kualitas pelayanan publik, yang berakar pada lemahnya budaya kerja dan kapasitas organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai posisi strategis Revolusi Mental dalam reformasi birokrasi melalui lensa Public Value Governance. Metode yang digunakan adalah advokasi partisipatif melalui paparan materi dan diskusi terfokus (Focused Group Discussion) yang melibatkan Bagian Pemerintahan, Inspektorat, dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kota Jayapura. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kolektif ASN mengenai pentingnya transformasi perilaku untuk pelayanan publik substantif. Output nyata kegiatan ini berupa paparan rekomendasi strategis terkait roadmap Revolusi Mental ASN 2025-2030 dan reorientasi kurikulum diklat berbasis kompetensi lokal. Kesimpulannya, penguatan integritas, etos kerja, dan gotong royong melalui pendekatan ini menjadi fondasi strategis untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan nilai publik di Kota Jayapura. Kata kunci: advokasi partisipatif; ASN; public value governance; reformasi birokrasi; revolusi mental.