Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis minat belajar siswa menggunakan Articulate Storyline. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya minat belajar siswa yang disebabkan oleh terbatasnya…
rbatasnya media pembelajaran dan kurangnya kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan analisis berdasarkan model Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan berhasil meningkatkan minat belajar siswa, membuat mereka lebih aktif dan bersemangat dalam proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan media interaktif dapat mengurangi kecemasan belajar dan memudahkan pemahaman materi. Kesimpulannya, pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis minat merupakan pendekatan efektif untuk memberdayakan siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan kesadaran wakaf uang di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), khususnya pada Fakultas Ekonomi…
dan Bisnis Islam (FEBI). Di era transformasi digital, instrumen filantropi Islam seperti wakaf uang memerlukan pendekatan komunikasi yang adaptif untuk menjangkau generasi Z sebagai digital natives. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi lapangan (field research). Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat orang mahasiswa FEBI UINSU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, didukung oleh dokumentasi konten media sosial terkait. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial (seperti Instagram, YouTube, dan WhatsApp) memiliki peran strategis yang signifikan dalam memperluas literasi wakaf uang melalui penyajian konten visual yang menarik, kreatif, dan informatif seperti video pendek serta infografis. Namun, efektivitas sosialisasi ini masih menghadapi kendala, di antaranya konten yang terlalu umum dan kurangnya keterbukaan informasi. Mahasiswa mengharapkan adanya transparansi pelaporan penyaluran dana secara berkala serta pembuatan video tutorial teknis yang jelas. Selain itu, keterlibatan aktif organisasi kemahasiswaan dan gerakan kolektif teman sebaya di media sosial terbukti efektif dalam memicu minat dan membangun kepercayaan mahasiswa untuk berwakaf uang secara digital.
Abstract:Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter…
akter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Pontianak berdasarkan tahapan pemecahan…
masalah Polya (memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali). Rendahnya kemampuan siswa dalam mengaitkan matematika dengan konteks nyata serta banyaknya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV menjadi latar belakang penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang dipilih dari 30 siswa kelas VIII A, mewakili kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berbentuk soal cerita dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi keempat tahapan Polya dengan sangat baik dan konsisten. Siswa berkemampuan sedang mampu memahami masalah dan menyusun rencana, namun kurang teliti dalam perhitungan serta tidak melakukan pemeriksaan kembali. Siswa berkemampuan rendah hanya mampu memahami sebagian informasi soal dan belum mampu merencanakan, melaksanakan, maupun memeriksa kembali penyelesaian. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan penyelesaian soal cerita siswa sangat bervariasi, dengan kelemahan utama pada tahap memeriksa kembali, terutama pada siswa berkemampuan sedang dan rendah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang menekankan berpikir reflektif dan pembiasaan pengecekan hasil akhir.
Abstract:Membaca kitab kuning merupakan bagian penting dalam pendidikan pesantren untuk memahami ilmu agama secara mendalam. Namun, santri pemula sering mengalami kesulitan karena metode tradisional kurang efektif bagi mereka yang…
g berlatar belakang non-Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik metode Al-Miftah Lil Ulum dalam pembelajaran kitab kuning dan implementasinya dalam meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning santri Pondok Pesantren Al-Fattah Kartasura. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Fattah Kartasura pada periode Agustus 2025-Maret 2026. Subjek penelitian ini Ustadz Muslih selaku pengampu kelas Al-Miftah, sedangkan informan penelitian ini meliputi santri kelas Al-Miftah dan pengurus pondok pesantren periode 2025. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Adapun teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman dengan tahapannya yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik metode Al-Miftah Lil Ulum mencakup penyajian materi bertahap dengan tabel, skema, nadzom berlagu familiar, dan bahasa Indonesia sederhana; implementasi pembelajaran efektif melalui tahapan tujuan adaptasi santri pemula, sumber belajar empat jilid Al-Miftah plus Safinatun Najah, strategi ceramah interaktif, presentasi santri, imlak, dan evaluasi lisan-tulis rutin. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa metode Al-Miftah Lil Ulum berhasil meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning santri secara sistematis dan menyenangkan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya konsentrasi belajar anak usia dini pada kegiatan pembelajaran di PAUD Rolina. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan…
ngumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak-anak serta guru di PAUD Rolina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya konsentrasi belajar anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu metode pembelajaran yang kurang variatif, lingkungan belajar yang kurang kondusif, penggunaan media pembelajaran yang terbatas, serta karakteristik perkembangan anak usia dini yang masih memiliki rentang perhatian pendek. Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan konsentrasi anak antara lain melalui pembelajaran berbasis bermain, penggunaan media visual, serta pemberian aktivitas ice breaking. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.
Abstract:SPNF SKB Kota Medan sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kesetaraan dan keterampilan. Namun, penelitian ini menemukan permasalahan mendasar terkait tutor…
utor yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sehingga berdampak pada efektivitas pembelajaran dan kualitas lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor belum optimal dalam melaksanakan peran fasilitator, ditandai dengan metode pembelajaran yang monoton, kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan warga belajar, serta keterbatasan sarana prasarana. Faktor utama penyebabnya adalah keterbatasan SDM berkualifikasi, minimnya pelatihan berkelanjutan, dan lemahnya sistem manajemen lembaga. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya strategi rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan, penguatan manajemen, serta peningkatan literasi digital agar kualitas pembelajaran di SKB Kota Medan dapat lebih efektif dan relevan.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam memahami amanat pada teks narasi, khususnya di kelas V UPT SD Negeri 114 Gresik. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional membuat siswa…
kurang tertarik dan kesulitan dalam menginterpretasikan pesan moral dalam teks. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media visual Canva dalam meningkatkan keterampilan membaca amanat, mengetahui respon siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media visual Canva mampu meningkatkan minat belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran membaca amanat teks narasi. Visualisasi berupa gambar, ilustrasi, dan desain interaktif membantu siswa memahami pesan moral secara lebih konkret. Selain itu, siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan Canva karena pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan akses internet dan perangkat pendukung. Dengan demikian, penggunaan media visual Canva dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca amanat pada siswa sekolah dasar, serta mendukung pembelajaran yang kreatif dan berpusat pada siswa sesuai dengan tuntutan era digital.
Abstract:Rasa percaya diri merupakan aspek psikologis penting dalam proses pembelajaran, terutama bagi peserta didik Generasi Z yang tumbuh di era digital. Meskipun dikenal adaptif dan ekspresif, masih terdapat peserta didik yang…
kurang berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasa percaya diri terhadap efektivitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan dimensi rasa percaya diri dan efektivitas pembelajaran, dengan analisis data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara rasa percaya diri dan efektivitas pembelajaran (R = 0,788). Koefisien determinasi (R² = 0,621) menunjukkan bahwa rasa percaya diri berkontribusi sebesar 62,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Uji signifikansi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (p < 0,05) dengan persamaan regresi Y = 5,436 + 0,812X. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan rasa percaya diri untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Abstract:Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, khususnya dalam aspek berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Namun, pada kenyataannya kemampuan berpikir…
ikir tingkat tinggi siswa masih tergolong rendah karena pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan perangkat pembelajaran yang mendukung pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait pembelajaran matematika, HOTS, serta perangkat pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis HOTS yang meliputi RPP, LKPD, media, dan instrumen penilaian dapat mendorong siswa untuk berpikir aktif melalui kegiatan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Pada materi segitiga dan lingkaran, penggunaan pendekatan kontekstual, media konkret, serta strategi pembelajaran inovatif seperti pembelajaran kooperatif dan multisensori terbukti dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, penalaran matematis, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang perangkat pembelajaran yang inovatif dan berorientasi HOTS agar tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai secara optimal.