Search Articles & Publications

Showing 291 articles found for "Kesu"

PERANCANGAN E-FORM MODEL A SEBAGAI LHPP BAWASLU KABUPATEN ASAHAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER 3

Anlersi, Azelia Zeta, Fauziah, Rizky, Handoko, Wiwin
Abstract: Abstract: In the 2020 regional elections (PILKADA), Bawaslu received approximately 3,100 reports from 25 districts in Asahan Regency. The manual reporting process led to limitations in data accessibility, time efficiency,… , and difficulty in handling the large number of reports. Bawaslu Asahan Regency has not yet developed a specific tool for consistent data entry and database management to accommodate the existing reports. This has resulted in difficulties for Bawaslu when receiving hundreds of reports from district supervisors. Therefore, the E-Form Model A system is urgently needed to simplify the report entry and storage process. The data collection techniques for this research involved direct observation and interviews at the Bawaslu office in Asahan Regency. The development of this e-form system used PHP programming language and CodeIgniter 3 Framework. The research results show that the E-Form Model A system facilitates easier access and report submission, shortens data management time, and automatically displays violation findings, thereby increasing the efficiency and accuracy of election oversight. Thus, this system can make a positive contribution to improving Bawaslu Asahan Regency's performance in election supervision. Keywords: Election Supervision Results Report; Bawaslu Asahan Regency; Model A Form; CodeIgniter 3; PHP   Abstrak: Pada PILKADA 2020, Bawaslu menerima kurang lebih 3.100 laporan dari 25 kecamatan di Kabupaten Asahan. Proses pelaporan yang masih manual mengakibatkan keterbatasan aksesibilitas data, efisiensi waktu, dan penanganan yang sulit terhadap jumlah laporan yang besar. Bawaslu Kabupaten Asahan belum memiliki alat khusus penginputan dan pangkalan data yang konsisten untuk menampung laporan yang sudah ada. Hal ini mengakibatkan Bawaslu mengalami kesulitan saat menerima ratusan laporan dari Pengawas Kecamatan. Maka sistem E-Form Model A sangat diperlukan untuk memudahkan sistem penginputan dan penyimpanan laporan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara langsung di kantor Bawaslu Kabupaten Asahan. Adapun pembangunan sistem e-form ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Framework CodeIgniter 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem E-Form Model A memberikan kemudahan akses dan pengisian laporan, memperpendek waktu pengelolaan data, serta menampilkan temuan pelanggaran secara otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi pengawasan pemilu. Dengan demikian, sistem ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kinerja Bawaslu Kabupaten Asahan dalam pengawasan pemilu. Kata kunci: Laporan Hasil Pengawasan Pemilu; Bawaslu Kabupaten Asahan; Formulir Model A; CodeIgniter3; PHP  

DECISION SUPPORT SYSTEM DALAM MENDUKUNG OBJEKTIVITAS PENILAIAN KARYAWAN DENGAN METODE AHP-WASPAS (STUDI KASUS : PT. SUMBER NELAYAN INDONESIA)

Balqis, Nur, Sembiring, Muhammad Ardiansyah, Marpaung, Nasrun
Abstract: Abstract: Employees are a key element in the success of a company, because they play a role in determining the success of the company as a whole. Therefore, employee appraisal has a significant impact on many aspects of… human resource (HR) management in the company. In this context, an objective and accurate employee appraisal system is needed so that companies can determine the best employees appropriately. This research aims to develop a Decision Support System that uses the AHP-WASPAS combination method. This system is designed to assist companies in evaluating and selecting the best employees for promotions, salary increases, and career development. The results showed that the developed Decision Support System was able to increase objectivity in employee assessment compared to manual methods. By using the AHP-WASPAS combination method, companies can be more effective and accurate in determining employee assessment, thus helping in better decision making in HR management. Keywords: Employee; AHP method; WASPAS method; Performance Appraisal; Ranking; Objectivity; Decision Support System   Abstrak: Karyawan merupakan elemen kunci dalam kesuksesan sebuah perusahaan, karena mereka berperan dalam menentukan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penilaian karyawan memiliki dampak yang signifikan terhadap banyak aspek pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan. Dalam konteks ini, diperlukan sistem penilaian karyawan yang objektif dan akurat agar perusahaan dapat menentukan karyawan terbaik dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan yang menggunakan metode kombinasi AHP-WASPAS. Sistem ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih karyawan terbaik untuk promosi, kenaikan gaji, dan pengembangan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pendukung Keputusan yang dikembangkan mampu meningkatkan objektivitas dalam penilaian karyawan dibandingkan dengan metode manual. Dengan menggunakan metode kombinasi AHP-WASPAS, perusahaan dapat lebih efektif dan akurat dalam menentukan penilaian karyawan, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen SDM. Kata kunci: Karyawan; Metode AHP; Metode WASPAS; Penilaian Kinerja; Rangking; Objektivitas; Sistem Pendukung Keputusan

PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISTEM TATA SURYA BERBASIS FLASH

Khairiah, Khairiah, Maharani, Dewi, Saputra, Endra
Abstract: Abstract: Learning media is one of the learning tools used by someone using a tool made to facilitate the delivery of material when teaching at school. In general the system learning that is implemented in schools is still… ll done manually, at UPT schools. SD Negeri 04 Padang Genting learning system that is still running today Still manually, learning media has not been implemented manually by computerization, especially science subjects (natural sciences) on the material solar system. learning methods that are still manual make teachers having difficulty teaching the solar system material to students, students also find it difficult to understand the material taught by the teacher so that makes students feel bored. Then the need for interactive learning media solar system to improve the quality of teacher teaching and learning. Media learning is made with Adobe Flash CS6. The conclusion is to make it easier for teachers to provide explanations and learning of the grammar system solar to students/female students, because there is quiz as evaluation material, drawings move and sound on the solar system interactive learning media have made.             Keywords: solar system; interactive learning media   Abstrak: Media pembelajaran merupakan salah satu sarana pembelajaran yang digunakan oleh seseorang dengan menggunakan alat yang dibuat untuk memudahkan dalam penyampaian materi ketika mengajar di sekolah. Pada umumnya sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih secara manual, pada sekolah UPT. SD Negeri 04 Padang Genting sistem pembelajaran yang masih berjalan saat ini masih secara manual, belum diterapkannya media pembelajaran secara komputerisasi terutama mata pelajaran IPA (Ilmu pengetahuan alam) pada materi sistem tata surya. cara pembelajaran yang masih manual membuat guru mengalami kesulitan untuk mengajarkan materi sistem tata surya kepada siswa/siswinya, siswa juga sulit memahami materi yang diajarkan guru sehingga membuat siswa merasa jenuh. Maka dibutuhkannya media pembelajaran interaktif sistem tata surya untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar guru. Media pembelajaran dibuat dengan Adobe Flash CS6. Tujuan dari penelitian ini adalah mempermudah Guru UPT. SD Negeri 04 Padang Genting dalam memberi pelajaran untuk siswanya. Hasil dari penelitian ini untuk mempermudah guru dalam memberikan penjelasan dan pembelajaran sistem tata surya kepada siswa/siswi, karena terdapat kuis sebagai bahan evaluasi, gambar bergerak dan suara pada media pembelajaran interaktif sistem tata surya yang telah dibuat.  Kata kunci: sistem tata surya; media pembelajaran interaktif  

Implementasi Metode VIKOR Penentuan Calon Penerima Program Indonesia Pintar

Purwita Sari, Emi Okta, Siagian, Yessica, Kurniawan, Edi
Abstract: Abstract: SMPN 2 Aek Ledong is a junior high school in Aek Bange Village, Aek Ledong District, Asahan Regency. Some of the people of Aek Bange Village are classified as middle to lower economic status, for that the school… l implements the Smart Indonesia Program for underprivileged students. The selection of prospective students receiving the Smart Indonesia Program in the first stage has been using the Microsoft Excel application which is used in a simple way, but there are many criteria that must be taken into account, so that it is difficult to determine prospective students who receive PIP in the first stage, to overcome these problems a system is needed. decision support that assists in determining the prospective recipients of the Smart Indonesia Program using the VIKOR method. The goal is to facilitate administrative activities in determining prospective PIP recipients quickly and on target. The VIKOR method focuses on ranking and selecting from a set of alternatives, and determining a compromise solution to the problem of conflicting criteria. The ranking results from the student list sample data in 2021 obtained the largest value to the smallest value, but the ranking results with the smallest value which is the best rank, in this study maximizes the ranking value results, namely from a value of 0 to 0.643 which is the best rank.   Keyword: decision support system; student; PIP; VIKOR;             Abstrak: SMPN 2 Aek Ledong  merupakan sekolah menengah pertama di Desa Aek Bange, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan. Sebagian masyarakat Desa Aek Bange status perekonomiannya tergolong menengah kebawah, untuk itu pihak sekolah menerapkan Program Indonesia Pintar bagi siswa-siswi yang kurang mampu. Penyeleksian calon siswa penerima Program Indonesia Pintar pada tahap pertama selama ini menggunakan aplikasi microsoft excel yang dimanfaatkan dengan cara yang sederhana, namun banyaknya kriteria-kriteria yang harus diperhitungkan, sehingga kesulitan dalam penentuan calon siswa penerima PIP pada tahap pertama, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan sistem pendukung keputusan yang membantu dalam  penentuan calon penerima Program Indonesia Pintar dengan metode VIKOR. Tujuannya dapat mempermudah aktivitas tata usaha dalam menentukan calon penerima PIP secara cepat dan tepat sasaran. Metode VIKOR berfokus pada perangkingan dan memilih dari satu set alternatif, dan menentukan solusi kompromi untuk masalah kriteria yang bertentangan. Hasil perangkingan dari data sample daftar peserta didik pada tahun 2021 didapat nilai terbesar hingga nilai terkecil, namun hasil perangkingan dengan nilai terkecil yang merupakan peringkat terbaik, dalam penelitian ini memaksimalkan hasil nilai perngkingan, yaitu dari nilai 0 sampai dengan nilai 0,643 yang merupakan peringkat terbaik.   Kata Kunci : sistem pendukung keputusan; siswa; PIP; VIKOR

Penerapan CRM dalam Sistem Informasi Penjualan dan Pemasaran Berbasis Web Pada Toko Bintang Kaca Tanjungbalai

Dayanti, Ririn, Nofriadi, Nofriadi, Putri, Pristiyanilicia
Abstract: Abstract : Bintang Kaca Tanjungbalai Store measures the readiness of the application in designing a web-based Customer Relationship Management (CRM) at the Bintang Kaca Tanjungbalai Store, including, the sales process is… still carried out by installing banners in front of the store and recommendations from person to person. Thus resulting in a lack of information known by customers about the product at the Bintang Kaca Tanjungbalai Store. Then in the ordering process, the customer is still very difficult to order a product because the ordering process is still manual, namely by coming directly to the Bintang Kaca Shop Tanjungbalai. As for other problems, namely in the customer service process there are no facilities that help them to get information about products, and interact with the Bintang Kaca Tanjungbalai Store to submit suggestions, criticisms and questions (faq). As well as experiencing difficulties in the process of managing and storing customer data who have made transactions, so that Bintang Kaca Tanjungbalai Store cannot analyze customer complaints, customer wishes, customer impressions. Along with the times, Toko Bintang Kaca Tanjungbalai wants its business to grow and be able to beat its competitors, by using one of the customer-oriented business strategies or what is known as CRM (Customer Relationship Management).   Keywords: Furniture; Customer Relationship Management; PHP; Sublime Text.    Abstrak: Toko Bintang Kaca Tanjungbalai mengukur kesiapan dari penerapan dalam perancangan Customer Relationship Management (CRM) berbasis web pada Toko Bintang Kaca Tanjungbalai ini diantaranya yaitu, pada proses penjualan masih dilakukan dengan memasang banner di depan toko dan rekomendasi dari orang ke orang. Sehingga mengakibatkan kurangnya informasi yang diketahui oleh pelanggan mengenai produk pada Toko Bintang Kaca Tanjungbalai. Kemudian pada proses pemesanan pihak pelanggan masih sangat kesulitan dalam memesan suatu produk karena proses pemesanannya masih manual, yaitu dengan datang langsung ke Toko Bintang Kaca Tanjungbalai. Adapun permasalahan lainnya, yaitu pada proses pelayanan pelanggan tidak ada fasilitas yang membantu mereka untuk mendapatkan informasi mengenai produk, dan melakukan interaksi dengan pihak Toko Bintang Kaca Tanjungbalai untuk menyampaikan saran, kritik dan pertanyaan (faq). Serta mengalami kesulitan dalam proses mengelola dan menyimpan data pelanggan yang telah melakukan transaksi, sehingga Toko Bintang Kaca Tanjungbalai tidak bisa menganalisa keluhan pelanggan, keinginan pelanggan, kesan pelanggan. Seiring perkembangan zaman Toko Bintang Kaca Tanjungbalai ingin bisnisnya dapat berkembang dan dapat mengalahkan pesaing-pesaingnya, dengan menggunakan salah satu strategi bisnis berorientasi pada pelanggan atau disebut dengan istilah CRM (Customer Relationship Management).   Kata Kunci: Furniture; Customer Relationship Management; PHP; Sublime Text.

Kombinasi Metode AHP dan TOPSIS pada Penentuan Prioritas Proyek Air Bersih Di Kabupaten Asahan

Lestari, Maya, Yusda, Riki Andri, Latiffani, Chitra
Abstract: Abstract: Most of the area in Asahan Regency is a plantation and coastal area where some of the people work as farmers and fishermen. Coastal areas are still lagging behind because they are far from urban areas so that the… he government pays little attention to it, especially regarding clean water. Clean water in the area can be said to be unfit for use. So that people find it difficult to get clean water for drinking, washing and bathing. These problems can be solved by programs to improve clean water infrastructure and facilities, such as drilling wells and allocating river water, so that they can provide optimal services for clean water, which has a very strong relationship with the economic growth of a region and the socio-cultural life of the community. Determining the priority scale for clean water must look at various criteria so as to produce accurate and precise results. The criteria that are considered in determining the priority of clean water are: Water Condition, Population, Regional Economic Potential, Cost, Level of Interest. To determine the priority of clean water projects at the Public Works and Spatial Planning Office of Asahan Regency, a decision support system is needed that can assist in determining which villages have the right to be prioritized in the priority of clean water projects more effectively and efficiently.   Keywords: Clean water; AHP; TOPSIS; Asahan     Abstrak: Sebagian Besar Wilayah di Kabupaten Asahan merupakan wilayah perkebunan dan pesisir yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Di wilayah Pesisir masih tertinggal karena letaknya yang jauh dari perkotaan sehingga kurang diperhatikan oleh pemerintah, terutama mengenai air bersih. Air bersih di wilayah tersebut bisa di bilang tidak layak untuk digunakan. Sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih baik itu untuk diminum, menyuci dan mandi. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan program peningkatan prasarana dan sarana air bersih seperti membuat sumur bor dan pengalokasiam air sungai, agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap air bersih memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maupun sosial budaya kehidupan masyarakat. Penentuan skala prioritas air bersih tersebut harus melihat dari berbagai kriteria sehingga menghasilkan hasil yang akurat dan tepat. Adapun kriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan prioritas air bersih ialah: Kondisi Air, Jumlah Penduduk, Potensi Ekonomi Daerah, Biaya, Tingkat Kepentingan. Untuk penentuan proyek prioritas air bersih di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Asahan maka diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam menentukan desa mana yang berhak didahulukan dalam prioritas proyek air bersih dengan lebih efektif dan efisien.   Kata kunci: Air bersih; AHP; TOPSIS; Asahan

Penerapan Metode Clustering Dengan Algoritma K-Means Tindak Kejahatan Pencurian di Kabupaten Asahan

Syahpitri Damanik, Nur Afni, Irianto, Irianto, Dahriansah, Dahriansah
Abstract: Abstract:Theft is the illegal taking of property or belongings of another person without the permission of the owner. The most common crime problem in Asahan District is theft, so that the POLRES is still having trouble… determining which areas are often the crime of theft. With this problem, we need to do a grouping for areas where theft often occurs, so the process used  is the data mining process. Data mining is one of the processes of Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD is an activity that includes collecting, using historical data to find regularities, patterns or relationships in large data sets. One of the techniques known in data mining is clustering technique. The K-Means method is a method for clustering techniques, K- Means is a method that partitions data into groups so that data with the same characteristics are entered into the same set of groups and data with different characteristics are grouped into other groups. The attributes used in grouping this data are annual data, namely 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. A case study of 9 POLSEK in the Asahan.   Keywords: Data Mining, Clustering, K-Means Algorithm, Theft Crimes Grouping.     Abstrak: Pencurian merupakan pengambilan properti atau barang milik orang lain secara tidak sah tanpa ijin dari pemilik. Masalah tindak kejahatan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Asahan adalah tindak kejahatan pencurian sehingga pihak POLRES masih kesulitan untuk menentukan daerah mana saja yang sering terjadi tindak kejahatan pencuriaan. Dengan adanya masalah ini kita perlu melakukan pengelompokan untuk daerah mana saja yang sering terjadi tindak pencurian maka proses yang digunakan adalah proses data mining. Data mining adalah salah satu proses dari Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data, historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data besar. Salah satu teknik yang di kenal dalam data mining adalah teknik clustering. Metode K-Means merupakan metode untuk teknik clustering, K-Means adalah metode yang mempartisi data kedalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukan kedalam set kelompok yang sama dan data yang berkerakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Atribut yang di gunakan dalam pengelomokan data ini adalah data pertahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. Studi kasus pada 9 POLSEK yang ada di daerah kabupaten Asahan.   Kata kunci: Data Mining, Clustering, Algoritma K-Means, Pengelompokan Tindak Kejahatan  Pencurian.

Revitalisasi Pertanian Berkelanjutan Melalui Jagung Komposit Dan Pengolahan Sampah Organik di Nagari Simpang Pasaman

Ekawati, Fitri, Suliansyah, Irfan, Yulistriani, Nurhasanah, Siti, Antika Sari, Yana, Syahputra, Risky, Syarafina, Zhafira
Abstract: Abstract: Nagari Simpang, Pasaman Regency, is an agrarian area where maize is the main commodity, cultivated using conventional practices that rely heavily on hybrid seeds and inorganic fertilizers. In the long term, this… s pattern leads to increased production costs, declining soil fertility, and low added value of agricultural products. In addition, suboptimal household waste management contributes to environmental pollution. This community service program aimed to revitalize a sustainable maize farming system through the integration of composite maize seeds and organic waste processing technology. The program was conducted from July to November 2025, involving approximately 30 farmers. The methods included an initial survey, program socialization, training on organic fertilizer production, establishment of a composite maize demonstration plot, and evaluation using pre-test and post-test. Data were analyzed using descriptive quantitative methods. The results showed an increase in participants’ understanding of composite maize seeds and improved skills in producing organic fertilizer. Higher post-test scores (3-4,2) compared to pre-test (1-2) indicate the effectiveness of the training and mentoring approaches. Additionally, there was an increase in community awareness regarding the utilization of organic waste. This program contributed to enhancing farmers’ capacity and independence and serves as an initial step toward developing a sustainable agriculture system based on local resources. Keywords: composite maize; household waste; community empowerment; sustainable agriculture; organic fertilizer   Abstrak: Nagari Simpang, Kabupaten Pasaman merupakan wilayah agraris dengan komoditas utama jagung yang dikelola secara konvensional dan bergantung pada benih hibrida serta pupuk anorganik. Pola ini dalam jangka panjang menyebabkan peningkatan biaya produksi, penurunan kesuburan tanah, serta rendahnya nilai tambah hasil pertanian. Selain itu, pengelolaan limbah rumah tangga yang belum optimal berdampak pada pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merevitalisasi sistem pertanian jagung berkelanjutan melalui integrasi benih jagung komposit dan teknologi pengolahan sampah organik. Kegiatan dilaksanakan selama Juli–November 2025 dengan melibatkan ±30 petani. Metode meliputi survei awal, sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik, pembuatan demplot jagung komposit, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terkait benih jagung komposit serta peningkatan keterampilan dalam memproduksi pupuk organik. Skor post-test yang lebih tinggi (3-4,2) dibandingkan pre-test (1-2) menunjukkan efektivitas metode pelatihan dan pendampingan. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat terhadap pemanfaatan sampah organik. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani serta menjadi langkah awal pengembangan sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Kata kunci: jagung komposit; limbah rumah tangga; pemberdayaan masyarakat; pertanian berkelanjutan; pupuk organik  

Penguatan Kompetensi Guru SMK PGRI Kota Palembang Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence Dalam Perencanaan Pembelajaran

Ahmad Sanmorino, Hendra Di Kesuma, Indah Pratiwi Putri, Lastri Widya Astuti, Imelda Saluza, Tasmi, Nining Ariati, Dhamayanti, Faradillah, Fery Antony, Dona Marcelina, Rudi Heriansyah
Abstract: Abstract: The development of artificial intelligence (AI) technology presents new opportunities in education, particularly in lesson planning. However, most vocational high school teachers in Palembang City, including those… ose at SMK PGRI 2, still have limited knowledge and skills in utilizing AI. This problem is the background to the implementation of community service activities (PkM) with the aim of improving teacher competency in using Large Language Models (LLM) such as Gemini and ChatGPT to develop Lesson Implementation Plans (RPP). The methods used included needs surveys, interactive workshops, hands-on practice, and evaluation through post-tests and participant feedback. The results of the activity showed a significant increase, where teacher knowledge increased from 20% to 80% and the application of AI in lesson plans increased from 10% to 65%. The contribution of this activity lies in improving teachers' ability to utilize AI to develop lesson plans more effectively and providing a scientific basis for the application of LLM in lesson planning in vocational education. Keywords: artificial intelligence, lesson planning, vocational school teachers   Abstrak: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menghadirkan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam perencanaan pembelajaran. Namun, sebagian besar guru SMK di Kota Palembang, termasuk di SMK PGRI 2, masih memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan AI. Permasalahan ini melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan Large Language Models (LLM) seperti Gemini dan ChatGPT untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, workshop interaktif, praktik langsung, serta evaluasi melalui post-test dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana pengetahuan guru meningkat dari 20% menjadi 80% dan penerapan AI dalam RPP naik dari 10% menjadi 65%. Kontribusi kegiatan ini terletak pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI untuk menyusun RPP secara lebih efektif serta penyediaan dasar ilmiah bagi penerapan LLM dalam perencanaan pembelajaran di pendidikan vokasi. Kata kunci: artificial intelligence, guru SMK, perencanaan pembelajaran

Pelatihan Belajar Bahasa Inggris Dasar Pada Siswa SDN Bicorong II Pamekasan

Dandy Firatama, Aditya, Rizqi Azam Syaichon, Wa’idul Hasan, Fakhrur Rozi Arifin, Al Farisi, Nurul Ilmi
Abstract: Abstract: English is a universal language used in many countries around the world. SDN Bicorong II is located in Bicorong Village, Pamekasan Regency. Students often struggle with English and are reluctant to learn it. As… a means to improve their English communication skills, a tutoring program offers basic English instruction to SDN Bicorong II students. A total of 29 students participated in the community service program for basic English tutoring. Each session lasted 90 minutes and was conducted over two days. Socialization, instruction, mentoring, and assessment were part of the approach implemented to provide basic English tutoring to students. Only 17.24% of students who completed the test passed, while 82.76% of the other students failed, based on the learning outcomes of elementary school students before the tutoring program. The overall average score was 62. The results after the basic English tutoring program showed that of the 29 elementary school students who took the test, 86.21% passed and 13.79% failed. The data shows that students who did not pass the test got a score range of 55-69 while students who passed the test got a score range of 70-100. The average score of 29 students was 76. Thus, basic English tutoring can improve the abilities and learning outcomes of students at SDN Bicorong II. Keywords: basic english; communicative approach; evaluation; learning; training   Abstrak: Bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang digunakan di banyak negara di seluruh dunia. SDN Bicorong II terletak di Desa Bicorong Kabupaten Pamekasan. Para siswa biasanya kesulitan berbahasa Inggris dan enggan mempelajarinya. Sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mereka, program bimbingan belajar menawarkan pengajaran bahasa Inggris dasar kepada siswa SDN Bicorong II. Sebanyak 29 siswa berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat bimbingan belajar bahasa Inggris dasar. Setiap sesi berdurasi 90 menit selama dua hari. Sosialisasi, instruksi, pendampingan, dan penilaian merupakan bagian dari pendekatan yang diterapkan untuk memberikan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar kepada siswa. Hanya 17,24% siswa yang menyelesaikan tes lulus, sementara 82,76% siswa lainnya tidak lulus, berdasarkan hasil belajar siswa sekolah dasar sebelum program bimbingan belajar. Skor rata-rata keseluruhan adalah 62. Hasil setelah dilakukan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar menunjukan bahwa dari 29 siswa SD yang ikut tes 86,21% siswa lulus tes dan 13,79% siswa tidak lulus. Data menunjukan bahwa siswa tidak lulus tes mendapat rentang nilai 55-69 sedangkan siswa yang lulus tes mendapat rentang nilai 70-100. Hasil nilai rata-rata dari 29 siswa adalah 76. Dengan demikian bimbingan belajar bahasa Inggris dasar dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa SDN Bicorong II. Kata kunci: bahasa inggris dasar; evaluasi; pelatihan; pembelajaran, pendekatan komunikatif