Search Articles & Publications

Showing 1584 articles found for "Mampu"

STRATEGI PEMBELAJARAN PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA ALQURAN SESUAI KAEDAH TAJWID

Firdaus, Rano, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan pemahaman bacaan Al-Qur’an pada jamaah Majelis Ta’lim Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian… . Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian meliputi pengajar atau pembina, pengurus majelis ta’lim, dan jamaah aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bacaan Al-Qur’an jamaah masih beragam. Sebagian jamaah sudah cukup lancar, tetapi masih memerlukan perbaikan pada tajwid, makhraj, mad, waqaf, ibtida’, dan kelancaran. Sebagian lainnya masih membaca terbata-bata karena faktor usia, kebiasaan belajar, rasa malu, dan keterbatasan fasilitas. Model yang dikembangkan menekankan kegiatan membaca bersama, membaca bergilir, menyimak, bertanya, diskusi sederhana, koreksi langsung, muraja’ah, takrar, dan evaluasi lisan. Penerapan model ini meningkatkan keaktifan, keberanian, dan pemahaman jamaah terhadap bacaan Al-Qur’an secara bertahap. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan jamaah secara aktif lebih sesuai dengan karakter majelis ta’lim karena mampu membangun suasana belajar yang ramah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, strategi pembelajaran partisipatif relevan digunakan sebagai alternatif pembelajaran Al-Qur’an di majelis ta’lim berbasis komunitas serta dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran keagamaan nonformal di masyarakat desa.

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERISTIWA PERANG AHZAB BERDASARKAN KITAB FIKIH SIRAH KARYA ZAID AZ-ZAID

Ahadi, Hary, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Perang Ahzab berdasarkan kitab Fikih Sirah karya Zaid Az-Zaid serta menjelaskan relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di… era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Fikih Sirah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur akhlak Islam, Sirah Nabawiyah, dan penelitian pendidikan Islam yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dengan tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan makna pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zaid Az-Zaid mengonstruksi enam belas nilai pendidikan akhlak dari peristiwa Perang Ahzab, yaitu tawakal, syaja’ah, optimisme, musyawarah, tawadhu’, penghargaan terhadap pendapat, kontribusi sosial, keterbukaan berpikir, keteladanan, integritas, ta‘awun, tabayyun, menjaga lisan, husnuzan kepada Allah, ketenangan batin, dan keteladanan sahabiyah. Nilai-nilai tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam empat tipologi utama, yaitu akhlak spiritual, akhlak sosial, akhlak intelektual, serta akhlak kepemimpinan dan keteladanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi pembelajaran PAI kontemporer, terutama dalam penguatan karakter, resiliensi spiritual, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi sosial, serta pengembangan kepemimpinan peserta didik. Dengan demikian, Perang Ahzab dapat diposisikan sebagai sumber pendidikan akhlak yang kontekstual dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam masa kini.

PERAN TAHSIN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BENAR

Nasution, Wildan Habibi, Nasution, Tongku Hasonangan, Elviani, Elviani
Abstract: Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik… idik yang mengalami kesulitan dalam pelafalan huruf hijaiyah, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program tahsin Al-Qur'an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar, mengidentifikasi metode-metode tahsin yang efektif, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research) yang didukung oleh data dari berbagai hasil penelitian terdahulu. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan dengan tema tahsin Al-Qur'an pada kurun lima tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahsin Al-Qur'an yang dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, dan menggunakan metode yang tepat seperti talaqqi, tikrar, dan pendekatan berbasis makharijul huruf, terbukti efektif meningkatkan kefasihan, ketepatan bacaan, dan kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur'an. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi pengajar, intensitas latihan, dan motivasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, latar belakang kemampuan peserta didik yang heterogen, dan minimnya tenaga pengajar yang berkompeten. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pendidikan formal maupun nonformal mengintegrasikan program tahsin secara berkelanjutan dengan evaluasi berkala guna menjamin mutu bacaan Al-Qur'an generasi muslim.

MANAJEMEN BUDAYA MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MTS PP DARUL FALACH CANDIROTO, TEMANGGUNG

Prembayun, Kunthi Widhi, Chamami, M Rikza
Abstract: Pembentukan karakter religius peserta didik di era modern tidak cukup mengandalkan pembelajaran teks di kelas, melainkan membutuhkan ekosistem lingkungan berupa pembiasaan budaya yang konsisten. Penelitian ini bertujuan… menganalisis manajemen budaya madrasah dalam pengembangan karakter religius peserta didik di MTs PP Darul Falach Candiroto, Temanggung. Menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, waka kesiswaan, dan pengurus pondok, serta didukung oleh observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budaya madrasah diimplementasikan secara terstruktur melalui empat fungsi manajemen (POAC). Perencanaan dilakukan dengan menyelaraskan visi-misi; pengorganisasian diwujudkan melalui pembagian kerja wilayah madrasah formal dan asrama pesantren serta pelibatan organisasi santri (OSDA); pelaksanaan digerakkan lewat keteladanan harian warga madrasah dalam ritme jadwal ketat; dan pengawasan dijalankan melalui kontrol absensi ibadah serta instrumen Angket 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui tata kelola tersebut, indikator karakter religius (disiplin, kesadaran ibadah, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan kebersamaan) berhasil diinternalisasikan secara efektif melalui empat jalur pembiasaan, yaitu kegiatan rutin, spontan, terprogram, dan keteladanan pendidik sebagai role model. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tata kelola formal dan nilai kepesantrenan mampu membentuk habituasi karakter religius siswa secara berkelanjutan.

PERSPEKTIF FIKIH IBADAH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PRAKTIK KEAGAMAAN MAHASISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI YAYASAN PENDIDIKAN DAI HIDAYATULLAH CIOMAS BOGOR

Zaenudin, Ahmad
Abstract: Pembelajaran fikih ibadah dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman tentang hukum-hukum ibadah, tetapi juga membentuk kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikannya secara konsisten dalam… lam kehidupan sehari-hari. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman fikih dan praktik ibadah, termasuk pada lembaga kaderisasi dai. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi fikih ibadah pada mahasiswa Sekolah Dai Hidayatullah (SDH), khususnya dalam praktik wudhu, shalat, dan puasa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa, ustadz pengampu fikih ibadah, serta pengelola program pembinaan keagamaan di SDH. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fikih ibadah di SDH dilaksanakan melalui integrasi pembelajaran formal, pembiasaan praktik keagamaan, dan pembinaan karakter dalam lingkungan pesantren yang religius. Perspektif fikih ibadah mahasiswa tergolong baik, ditandai dengan pemahaman terhadap tata cara ibadah sekaligus tujuan dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Implementasi fikih ibadah dalam praktik keagamaan sehari-hari juga tergolong baik, terutama pada ibadah yang didukung sistem pembinaan yang terstruktur, meskipun masih ditemukan variasi tingkat konsistensi antar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi fikih ibadah dipengaruhi oleh integrasi pembelajaran, pembiasaan ibadah, keteladanan pendidik, dan lingkungan religius yang kondusif. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan pembelajaran fikih yang integratif untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik secara seimbang.

JEJAK ISLAMISASI NUSANTARA: REKONSTRUKSI STRATEGI PENYEBARAN ISLAM DALAM ERA DIGITAL

Sihono, Ridwan Faqih, Ratnasari, Dwi
Abstract: Islamisasi Nusantara merupakan proses penyebaran Islam yang berlangsung secara damai, adaptif, dan mampu berintegrasi dengan budaya lokal. Keberhasilan tersebut ditopang oleh strategi dakwah yang memanfaatkan perdagangan,… , perkawinan, pendidikan, tasawuf, kesenian, serta dukungan politik dan kekuasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penyebaran Islam pada masa Islamisasi Nusantara serta merekonstruksi relevansinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan komunikasi pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan pendekatan historis. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan berbagai sumber akademik yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Islamisasi Nusantara didasarkan pada pendekatan damai dan persuasif, kemampuan adaptasi terhadap budaya lokal, keteladanan ulama, dukungan jaringan perdagangan dan pendidikan, serta peran elite politik. Nilai-nilai strategis berupa inklusivitas, moderasi, adaptabilitas, dan humanisme tetap relevan dalam konteks kontemporer. Rekonstruksi strategi penyebaran Islam pada era digital diwujudkan melalui dakwah kreatif berbasis media digital, transformasi pendidikan Islam ke platform daring, penguatan keteladanan melalui jejak digital, dan pengembangan jaringan dakwah virtual. Strategi tersebut berpotensi memperkuat dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan efektif di era transformasi digital. Peningkatan akuntabilitas usaha. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, biaya teknologi, serta risiko keamanan dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung akuntabilitas UMKM, tetapi keberhasilannya memerlukan peningkatan kapasitas digital, dukungan infrastruktur, dan tata kelola teknologi yang memadai.

STRATEGI GURU PAUD DALAM MENYIAPKAN SARANA PEMBELAJARAN INKLUSIF DI SEKOLAH

Febirizkia, Syifa Febirizkia, Muthmainnah, Najwa, Lubis, Shofia Adha, Dalfianda, Romlah, Anatasya, Nu Urfatin, Ramadhani, Yumna
Abstract: Pendidikan inklusif pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam menjamin terpenuhinya hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang setara tanpa memandang kondisi dan karakteristik… ik yang dimiliki. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyiapkan sarana pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi guru PAUD dalam menyiapkan sarana pembelajaran inklusif di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui kajian terhadap lima belas artikel jurnal internasional yang dipublikasikan pada periode 2016–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan penyediaan sarana pembelajaran inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi utama yang diterapkan guru PAUD dalam menyiapkan sarana pembelajaran inklusif, yaitu pengembangan media pembelajaran adaptif, penataan lingkungan belajar yang aksesibel, pemanfaatan alat permainan edukatif dan teknologi bantu, penguatan kolaborasi dengan orang tua dan berbagai pihak terkait, serta peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif. Kelima strategi tersebut saling berkaitan dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana pembelajaran inklusif tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup kemampuan guru dalam merancang, memodifikasi, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar secara efektif untuk mendukung pembelajaran yang inklusif dan berkualitas.

Implementasi Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Kulit

Yusuf, Muhamad, Pratama, Yogi, Yanto, Adri, Zulfaqar
Abstract: Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi, reaksi alergi, maupun pengaruh lingkungan. Terbatasnya akses terhadap tenaga kesehatan serta rendahnya… pemahaman masyarakat mengenai gejala penyakit kulit sering menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Forward Chaining pada sistem pakar untuk membantu proses diagnosis awal berdasarkan gejala yang dipilih pengguna. Metode ini bekerja menggunakan penalaran berbasis aturan dengan mencocokkan gejala yang dimasukkan pengguna terhadap basis pengetahuan yang disusun dari konsultasi dengan pakar dan referensi medis. Sistem dikembangkan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi jenis penyakit kulit sesuai aturan yang telah ditetapkan serta memberikan hasil diagnosis beserta rekomendasi penanganan awal. Pengujian membuktikan seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik, sementara metode Forward Chaining memberikan hasil diagnosis yang efektif sehingga sistem dapat dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi awal yang cepat, mudah, dan efisien sebelum pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis

Pengaruh Durasi Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Komunikasi Interpersonal Remaja Di SMK Az-Zahra

Muhammad Ali Murtadho, Fajar Diah Astuti
Abstract: Perubahan komunikasi yang dipicu oleh media sosial tidak hanya terbatas pada kecepatan dan aksesibilitas, tetapi juga mencakup perubahan dalam bahasa, gaya komunikasi, dan norma sosial. Namun, di sisi lain, penggunaan media&#8230; dia sosial yang intens juga dapat memengaruhi kemampuan komunikasi langsung, seperti kemampuan berbicara secara tatap muka atau memahami isyarat nonverbal, yang merupakan elemen penting dalam komunikasi tradisional. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penurunan kualitas interaksi sosial secara langsung di kalangan remaja (Khairiah et al., 2025). Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 111 remaja. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner durasi penggunaaan media sosial dan komunikasi interpersonal. Hasil: Penelitian ini menunjukan mayorirtas durasi penggunaan media sosial instagram tinggi sebanyak 51 responden (46,%). Dan hasirl penenlitian mayorirtas mengalami pola komunikasi interpersonal berpengaruh sebanyak 64 responden (57.7%). Hasil uji Chi-square tets menunjukan nilai p-value 0,001 < α 0,005 serhirngga Ha dirterrirma dan Ho dirtolak yang artirnya ada pengaruh durasi penggunaan sosial media instagram terhadap perubahan komunikasi remaja di SMK Az Zahra Sepatan.

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Teorema Phytagoras Menggunakan Teori Nolting Di Kelas VIII SMP Budi Murni 4 Medan

Sinta Uli Manullang, Efron Manik, Christina Sitepu
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan&#8230; lahan siswa dalam mengerjakan soal Teorema Pythagoras berdasarkan Teori Nolting. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII SMP Budi Murni 4 Medan. Instrumen penelitian berupa tes uraian berbentuk soal kontekstual sebanyak empat butir serta pedoman wawancara untuk memperkuat data hasil tes. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan kesalahan siswa ke dalam kategori Careless Errors, Concept Errors, Application Errors, dan Test Taking Errors sesuai Teori Nolting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa adalah Concept Errors, yaitu kesalahan dalam memahami konsep dasar Teorema Pythagoras, terutama dalam mengklasifikasikan jenis segitiga. Selain itu, ditemukan pula Careless Errors berupa kecerobohan dalam penulisan, Application Errors berupa ketidakmampuan menerapkan rumus, serta Test Taking Errors berupa tidak dituliskannya jawaban akhir meskipun proses sudah benar.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kesalahan siswa dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman konsep, rendahnya keterampilan penerapan rumus, serta kurangnya ketelitian. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memperkuat pemahaman konsep, memberikan latihan soal kontekstual yang bervariasi, serta membiasakan siswa melakukan pemeriksaan kembali terhadap jawabannya.