Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi sains digital, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pelatihan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)…
) di MA Pergis Ganra. Program dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran sains serta masih dominannya metode pembelajaran konvensional. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Pelatihan melibatkan 80 siswa dengan pendekatan pembelajaran aktif melalui ceramah, diskusi, praktik, dan pemecahan masalah kontekstual. Luaran yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan literasi sains digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan teknologi digital secara produktif dalam pembelajaran sains. Program ini juga mendukung implementasi MBKM dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Abstract:Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis pada anak sekolah dasar. Salah satu materi dasar yang harus dikuasai peserta didik…
adalah operasi hitung pengurangan. Namun, berdasarkan hasil observasi awal pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat, masih ditemukan anak-anak yang mengalami kesulitan memahami konsep pengurangan karena proses belajar lebih banyak menggunakan metode konvensional tanpa didukung media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, tim pengabdian melaksanakan kegiatan sosialisasi penggunaan media pembelajaran Papan Jurang (Papan Pengurangan) sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat membantu anak memahami konsep pengurangan secara konkret. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan cara penggunaan media Papan Jurang sekaligus meningkatkan kemampuan berhitung pengurangan pada anak sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan, praktik langsung, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan memperkenalkan media, mendemonstrasikan penggunaannya, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba secara langsung, serta melakukan pendampingan selama proses belajar berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mampu menggunakan media pembelajaran dengan baik, serta lebih mudah memahami konsep pengurangan. Penggunaan media Papan Jurang menjadikan proses pembelajaran lebih aktif, menyenangkan, dan meningkatkan kepercayaan diri anak dalam menyelesaikan soal-soal pengurangan. Dengan demikian, media Papan Jurang dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran matematika yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung pengurangan pada anak sekolah dasar.
Abstract:Keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika pada siswa sekolah dasar, terutama pada materi nilai tempat bilangan.…
ilangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap satu orang tua siswa kelas III Sekolah Dasar di kediamannya yang beralamat di Jalan Bunga Lau II Nomor 8, diperoleh informasi bahwa orang tua masih mengalami kendala dalam mendampingi anak belajar karena belum memahami penggunaan media pembelajaran yang sesuai. Kondisi tersebut menyebabkan anak masih mengalami kesulitan dalam membedakan nilai satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan media pembelajaran nilai tempat sebagai sarana pendampingan belajar di rumah. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan yang meliputi observasi dan penyusunan materi, pelaksanaan berupa penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, serta praktik penggunaan media pembelajaran, dan evaluasi melalui wawancara untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan, orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep nilai tempat bilangan, mampu menggunakan media pembelajaran secara mandiri, serta lebih percaya diri dalam mendampingi anak belajar di rumah. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan karena media pembelajaran yang diperkenalkan dinilai sederhana, mudah digunakan, dan efektif dalam membantu menjelaskan konsep bilangan secara lebih konkret. Dengan demikian, sosialisasi media pembelajaran nilai tempat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak sehingga mendukung peningkatan pemahaman konsep bilangan siswa kelas III Sekolah Dasar.
Abstract:Penanaman literasi keagamaan moderat menjadi kebutuhan penting dalam konteks pendidikan menengah kejuruan yang memiliki karakter peserta didik heterogen. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Pengalaman Praktik Lapangan…
gan (PPL) 2025 di SMK PGRI 1 Tulungagung dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai moderasi beragama melalui pendekatan Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan meliputi observasi, analisis kebutuhan, implementasi strategi pembelajaran moderat, serta refleksi pelaksanaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemahaman keagamaan siswa sebelumnya masih bersifat tekstual, kurang kritis, dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai moderasi. Implementasi model literasi keagamaan moderat dilakukan melalui diskusi kelas, telaah kasus, penguatan budaya religius inklusif, dan penggunaan media pembelajaran kontekstual. Program ini terbukti meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep moderasi beragama, memperkuat sikap toleran, serta membangun keterampilan dialogis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang multikultur. Temuan ini menegaskan bahwa PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderat di sekolah kejuruan, sekaligus menjadi model alternatif pembelajaran untuk memperkuat karakter religius dan sosial siswa secara seimbang.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat membangun, menyampaikan, menerima, dan menanggapi pesan. Komunikasi yang sebelumnya banyak bergantung pada interaksi tatap muka dan media konvensional kini…
berlangsung melalui internet, media sosial, aplikasi pesan instan, surat elektronik, konferensi video, dan berbagai platform digital. Artikel ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung komunikasi digital serta mengidentifikasi manfaat, perubahan pola komunikasi, dan tantangan yang muncul dalam penggunaannya. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Literatur diperoleh dari artikel ilmiah, laporan lembaga resmi, serta regulasi yang relevan, dengan prioritas pada publikasi dalam sepuluh tahun terakhir. Literatur dianalisis melalui tahap identifikasi, seleksi, klasifikasi, analisis, dan sintesis berdasarkan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi informasi telah berkembang dari sekadar perangkat pengolahan data menjadi infrastruktur komunikasi yang menghubungkan individu, kelompok, organisasi, pemerintah, dan masyarakat secara lebih cepat dan luas. Teknologi digital meningkatkan kecepatan penyampaian informasi, interaktivitas, aksesibilitas, dokumentasi, serta kemampuan melakukan komunikasi lintas ruang dan waktu. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti persoalan berupa misinformasi, disinformasi, pelanggaran privasi, keamanan data, cyberbullying, ujaran kebencian, tekanan untuk selalu terhubung, dan kesenjangan digital. Oleh karena itu, efektivitas komunikasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh literasi digital, etika komunikasi, kemampuan mengevaluasi informasi, dan kesadaran terhadap keamanan data. Kajian ini menghasilkan model integratif yang menempatkan literasi digital, etika digital, kemampuan berpikir kritis, dan keamanan informasi sebagai faktor penguat pemanfaatan teknologi informasi untuk menciptakan komunikasi digital yang efektif dan bertanggung jawab.
Abstract:Mahasiswa kepaniteraan klinik menghadapi tuntutan akademik dan klinis yang tinggi sehingga rentan mengalami stres yang berpotensi memengaruhi kemampuan refleksi diri sebagai keterampilan metakognitif penting dalam pendidikan…
ikan kedokteran. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 82 mahasiswa kepaniteraan klinik yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan kemampuan refleksi diri diukur menggunakan Reflection-in-Learning Scale (RLS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p=0,302 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik. Faktor lain seperti mekanisme koping, dukungan sosial, dan pengalaman klinis perlu dipertimbangkan pada penelitian selanjutnya.
Abstract:Pendahuluan: PHBS merupakan salah satu upaya kesehatan yang bertujuan untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui kesadaran pribadi, salah satu bentuk PHBS adalah cuci tangan 6 langkah. Cuci tangan merupakan…
salah satu langkah penting untuk mengurangi penularan penyakit dan mencegah infeksi selama lebih dari 150 tahun (Fidorova, et al, 2023). Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Edukasi PHBS Tentang Cuci Tangan Terhadap Kemampuan Cuci Tangan 6 Langkah Pada Anak Sekolah Dasar di Madrasah Raudatul Ulum. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimental menggunakan metode one group pre-test dan post-test. Teknik Sample: Teknik pengambilan sample penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 81 orang. Analisis Data: Analisis data menggunakan Uji wilcoxon signed rank test. Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki kemampuan cuci tangan setelah diberikan edukasi sebesar 63 anak (65,4%). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000<0,05, maka dinyatakan Ho di tolak, dapat diartikan adanya pengaruh edukasi PHBS tentang cuci tangan terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah pada anak sekolah dasar di Madrasah Raudatul ulum.
Abstract:Pendahuluan: Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga mengganggu kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Prevalensi anemia masih tinggi secara global…
al maupun nasional, terutama pada remaja yang rentan akibat peningkatan kebutuhan zat besi dan kehilangan darah selama menstruasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Sampel: Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non-probabilitas dengan pendekatan purposive sampling. Sampel berjumlah 116 responden. Analisa Data: Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki kepatuhan mengonsumsi zat besi dan anemia normal sebesar 41 responden (53,2%). Hasil Uji Chi Square didapatkan nilai signifikan sebesar 0,004<0,05, maka dinyatakan Ho ditolak, dapat diartikan adanya hubungan kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja di sekolah SMAS bina bhakti kronjo.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kepala sekolah…
olah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta data sekunder yang berasal dari dokumen sekolah, laporan kegiatan, buku, jurnal ilmiah, artikel, dan data dari instansi terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan konfirmasi kepada informan, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran manajerial kepala sekolah di SMA Negeri 14 Luwu Timur telah berjalan secara sistematis dan terintegrasi. Peran tersebut diwujudkan melalui fungsi kepala sekolah sebagai edukator dalam mengembangkan kompetensi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sebagai manajer dalam melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program sekolah, sebagai supervisor dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap proses pembelajaran, serta sebagai pemimpin yang menerapkan kepemimpinan demokratis dalam mengarahkan, memotivasi, dan melibatkan seluruh warga sekolah. Faktor pendukung peningkatan kualitas pendidikan meliputi kerja sama warga sekolah, komitmen dan kedisiplinan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, kepemimpinan kepala sekolah, serta budaya kerja yang positif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi guru yang belum merata, keterbatasan sumber daya pendidikan, serta perbedaan kesiapan guru dalam menghadapi perubahan.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan Electronic Government Melalui SRIKANDI di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Menggunakan teori e-government yang terdiri dari tiga indikator…
menurut Indrajit dalam (Andi et al., 2025), yaitu Support (Dukungan), Capacity (Kapasitas), dan Value (Nilai/Manfaat). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari indikator Support, dukungan pimpinan dan regulasi sudah tersedia namun masih terdapat keterbatasan sarana pendukung seperti alat pemindai (scanner), perangkat komputer yang jarang mendapat pembaruan dan kualitas jaringan internet yang belum stabil. Dari indikator Capacity, sebagian besar pegawai telah mampu mengoperasikan aplikasi namun masih terdapat kesenjangan kemampuan antarpegawai serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Dari indikator Value, aplikasi SRIKANDI telah memberikan manfaat nyata berupa efisiensi waktu, penghematan biaya operasional, pengurangan penggunaan kertas, serta pengelolaan arsip yang lebih tertib dan terintegrasi. Kesimpulannya, penerapan SRIKANDI telah berjalan cukup baik namun belum sepenuhnya optimal dan memerlukan penguatan terpadu pada ketiga indikator secara berkesinambungan.