Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu…
sarana penting dalam mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik di luar kegiatan akademik. Dalam pelaksanaannya, kepala madrasah memiliki peran strategis dalam merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengevaluasi program ekstrakurikuler agar dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, pembina ekstrakurikuler, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik dilakukan melalui penyediaan berbagai program ekstrakurikuler sesuai minat peserta didik, peningkatan kualitas pembina, penyediaan sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan secara rutin, serta pemberian motivasi dan dukungan terhadap peserta didik dalam mengikuti perlombaan. Kegiatan ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap perkembangan bakat, peningkatan prestasi non-akademik, pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, serta rasa percaya diri peserta didik. Dengan demikian, strategi kepala madrasah melalui pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler mampu menjadi upaya efektif dalam mengembangkan bakat peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial sebagai strategi pemasaran pendidikan di SD Negeri 158 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi…
udi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan media sosial sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial di SD Negeri 158 Palembang dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, sekolah menentukan jenis informasi, jadwal publikasi, serta dokumentasi yang akan digunakan dalam media sosial sekolah. Pada tahap pengorganisasian, pengelolaan media sosial dilakukan melalui kerja sama antar guru dan pihak sekolah dalam proses dokumentasi, penyusunan konten, dan publikasi informasi sekolah. Pada tahap pelaksanaan, media sosial dimanfaatkan untuk mempublikasikan kegiatan pembelajaran, prestasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, serta informasi akademik sekolah sebagai sarana promosi pendidikan dan komunikasi publik. Sedangkan pada tahap pengawasan, sekolah melakukan pengecekan konten sebelum dipublikasikan serta memantau respon masyarakat terhadap unggahan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting sebagai strategi pemasaran pendidikan dalam membangun citra positif sekolah, memperluas penyebaran informasi, serta meningkatkan komunikasi antara sekolah dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terencana dan terstruktur, media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana promosi pendidikan di era digital.
Abstract:Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter…
akter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris
Abstract:Masalah dan tujuan penelitian ini adalah membongkar periodesasi pendidikan Islam di Indonesia serta mengkaji bagaimana narasi sejarah keislaman dibentuk melalui kebijakan kurikulum, PSPB, Sejarah Nasional Indonesia, dan…
praktik historiografi. Metode yang digunakan menggabungkan kajian historiografi kritis berbasis studi pustaka-kritis dan analisis wacana terhadap dokumen kebijakan, buku teks sejarah, serta literatur keislaman nasional, dengan fokus pada era Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Hasil menunjukkan adanya kontinuitas motif literasi keislaman yang direkonstruksi melalui kebijakan negara dan kurikulum, meskipun isi materi serta tokoh yang disorot berubah sesuai dinamika politik nasional. Narasi sejarah tidak netral; konstruksi akademi dipengaruhi oleh posisi penulis, institusi penerbitan, dan konteks ideologis masa tertentu, sehingga narasi masa lampau sering dipengaruhi tujuan politik dan budaya akademik yang dominan pada tiap periode. Analisis narasi kurikulum mengungkap bagaimana identitas nasional dibentuk melalui literasi keagamaan dan nilai patriotik; dekonstruksi narasi masa Orde Baru menyoroti potensi bias ideologis dan fragmentasi naratif yang memengaruhi pemahaman masa lampau. Secara global, kerangka wacana kritis menyediakan alat untuk menilai bahasa, metafora, dan framing teks serta membuka peluang narasi alternatif yang lebih inklusif. Celah metodologis utama meliputi keterbatasan integrasi antara analisis periodesasi dengan historiografi kritis serta keterbatasan basis data sumber primer; rekomendasi untuk masa depan adalah desain studi pustaka-kritis dengan analisis wacana terstruktur dan triangulasi sumber. Kontribusi teoretis utama adalah kerangka integratif yang memadukan revisionisme historis, dekonstruksi naratif, dan analisis wacana terhadap teks sejarah dan kurikulum nasional; secara empiris basis data sumber primer (arsip kebijakan, dokumen kurikulum, teks sejarah) memungkinkan rekontruksi periodesasi secara holistik. Implikasi kebijakan menekankan penyajian narasi sejarah Islam yang seimbang dengan konteks budaya lokal dan dinamika historiografi yang beragam, untuk meningkatkan literasi sejarah yang akurat; saran praktis meliputi penguatan arsip digital, akses terbuka terhadap dokumen kebijakan/kurikulum, serta penyelenggaraan forum ilmiah lintas disiplin untuk validasi temuan sebelum publikasi akhir.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh…
peroleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui platform Google Scholar serta didukung oleh artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG merupakan program strategis yang berperan dalam meningkatkan status gizi, konsentrasi belajar, kehadiran, serta prestasi akademik siswa. Dari aspek sosial, program ini berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat interaksi sosial. Namun demikian, implementasi MBG masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi yang belum optimal, serta lemahnya pengawasan. Secara keseluruhan, MBG memiliki relevansi tinggi dan potensi keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan sumber literatur yang masih terbatas pada satu platform sehingga perlu perluasan kajian. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian secara multidisipliner, termasuk dalam bidang hukum, ekonomi, kesehatan, kebijakan publik, dan moral.
Abstract:SPNF SKB Kota Medan sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kesetaraan dan keterampilan. Namun, penelitian ini menemukan permasalahan mendasar terkait tutor…
utor yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sehingga berdampak pada efektivitas pembelajaran dan kualitas lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor belum optimal dalam melaksanakan peran fasilitator, ditandai dengan metode pembelajaran yang monoton, kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan warga belajar, serta keterbatasan sarana prasarana. Faktor utama penyebabnya adalah keterbatasan SDM berkualifikasi, minimnya pelatihan berkelanjutan, dan lemahnya sistem manajemen lembaga. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya strategi rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan, penguatan manajemen, serta peningkatan literasi digital agar kualitas pembelajaran di SKB Kota Medan dapat lebih efektif dan relevan.
Abstract:Pendidikan sepanjang hayat menekankan bahwa proses belajar berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Anak-anak di panti asuhan umumnya memiliki latar belakang kehidupan yang sulit yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis…
logis dan pendidikan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus panti dalam membimbing anak yang mengalami trauma masa lalu, mengidentifikasi bentuk pendidikan keterampilan yang diberikan, serta menjelaskan kontribusinya terhadap pendidikan sepanjang hayat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus dan anak-anak panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus panti berperan penting dalam memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan emosional. Pendidikan keterampilan yang diberikan mampu meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak, serta menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang mendukung penerapan pendidikan sepanjang hayat. Simpulan penelitian ini adalah bahwa peran pengurus dan pendidikan keterampilan memiliki kontribusi nyata dalam membentuk kesiapan anak menghadapi kehidupan secara mandiri dan berkelanjutan.
Abstract:Lingkungan sekolah merupakan faktor eksternal yang berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa. Kondisi sekolah yang kondusif dari aspek fisik, sosial, dan akademik dapat menciptakan rasa nyaman, aman, serta dukungan…
yang mendorong semangat belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi lingkungan fisik, sosial, akademik, serta motivasi belajar yang mencakup ketekunan dan minat belajar, kemudian dianalisis dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,444 yang termasuk kategori sedang. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,197 menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berkontribusi 19,7% terhadap motivasi belajar, sedangkan 80,3% dipengaruhi faktor lain. Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menandakan adanya pengaruh signifikan. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 47,290 + 0,241X. Temuan ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif guna meningkatkan motivasi belajar. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti dukungan keluarga dan self-efficacy serta memperluas responden agar hasil lebih komprehensif.
Abstract:Sekarang ini penggunaan media sosial sangat mudah ditemukan di segala kalangan, termasuk mahasiswa PGSD A Universitas Battuta yang aktif menggunakan berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube dalam berbagai…
kebutuhan sehari-hari. Platform-platform digital ini bisa memengaruhi minat belajar mahasiswa, bisa menjadi sarana yang mendukung belajar atau justru mengganggu fokus belajar karena adanya konten hiburan yang mengalihkan perhatian. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh media sosial terhadap minat belajar mahasiswa PGSD A Universitas Battuta, apakah media sosial cenderung membantu melalui komunitas belajar online dan sumber materi yang kreatif, atau justru menghalangi konsentrasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, yaitu dengan memberikan kuesioner kepada seluruh populasi yang terdiri dari 28 responden untuk mengumpulkan data berupa angka yang nantinya akan dianalisis secara statistik.
Abstract:Pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga. Di SMK Negeri 3 Buduran, partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga…
ahraga masih rendah. Penelitian sebelumnya menunjukkan variasi tingkat motivasi siswa, dimana Ramadhani (2023) menemukan motivasi kategori rendah (37%), Ardiansyah (2019) kategori sedang (53,3%), dan Muhammad Sahroni (2021) kategori baik (79%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 143 siswa peserta ekstrakurikuler olahraga. Instrumen berupa angket yang mengukur motivasi intrinsik (kesehatan, perhatian, minat, bakat) dan ekstrinsik (metode pengajaran, alat/bahan ajar, kondisi lingkungan), dengan analisis statistik deskriptif. Hasil menunjukkan rata-rata motivasi intrinsik 3,23 (kategori Tinggi), motivasi ekstrinsik 3,34 (Sangat Tinggi), dan motivasi total 3,28 (Sangat Tinggi). Temuan ini lebih tinggi dibanding Ramadhani (2023) dan Ardiansyah (2019), namun sejalan dengan Muhammad Sahroni (2021), mengindikasikan bahwa konteks sekolah dan kualitas pembinaan berperan penting dalam membentuk motivasi. Implikasi praktisnya, sekolah dapat meningkatkan partisipasi dengan mengoptimalkan pengelolaan program, sarana prasarana, dan iklim lingkungan yang suportif.