Abstract:Abstract: Public speaking is an important skill for every person and organization to have. In doing public speaking, it takes careful practice to get used to convey a topic in front of many people. However, in reality, many…
any people and youth have low public speaking skills, which makes it difficult for them to express their opinions in front of many people, so a public speaking training for youth groups is held so that participants who take part in the training understand the importance of having public speaking skills and how to improve these skills. . In addition, this public speaking training is needed in youth organizations so that in internal and external communication there is no miscommunication and expressing opinions. The method used in this activity is a participatory act review. This activity received a positive response from the participants, as seen from the enthusiasm of the participants and active in asking, discussing, and answering questions posed by the presenters. In addition, based on the Pre-Test and Post-Test questionnaires that have been given to 22 training participants, the results are very good. Where based on the post-test filled by 22 people, there are 17 people who get good results with a vulnerable value of 76-100, only 5 people with a value (56-75) this shows much improvement from the results of the previous pre-test, which only 5 people get good grades
Keywords: public speaking; training; youth organization.
Abstrak: Public speaking merupakan skill yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang maupun organisasi. Dalam melakukan public speaking dibutuhkan latihan yang matang agar terbiasa dalam menyampaikan suatu topik di depan banyak orang. Namun kenyataannya, banyak masyarakat maupun pemuda yang memiliki kemampuan public speaking rendah, yang menyebabkan mereka sulit menyampaikan pendapat di depan banyak orang, maka diadakanlah pelatihan public speaking bagi karang taruna ini agar peserta yang mengikuti pelatihan memahami pentingnya mempunyai keterampilan public speaking dan bagaimana meningkatkan keterampilan tersebut. Selain itu, pelatihan public speaking ini diperlukan dalam organisasi karang taruna agar dalam komunikasi internal maupun eksternal tidak terjadinya miscommunication dan menyampaikan pendapat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kaji tindak partisipati. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta, yang dilihat dari antusiasme para peserta dan aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri. Selain itu, berdasarkan angket pengisian Pre-Test dan Post Test yang sudah diberikan kepada 22 peserta pelatihan menunjukan hasil yang sangat baik. Dimana berdasarkan post-test yang diisi oleh 22 orang terdapat 17 orang yang mendapatkan hasil baik dengan rentan nilai 76-100, cukup 5 orang dengan nilai (56-75) hal ini jauh menunjukan peningkatan dari hasil pre-test sebelumnya, yang hanya 5 orang mendapat nilai baik
Kata kunci: karang taruna; pelatihan; public speaking.
Abstract:Abstract: Computational thinking (CT) basically defines the abstract accurately and covers various kinds of skills in understanding problems and determining appropriate solutions according to the rules of computing in computer…
mputer science. Understanding the terminology of accuracy is used in computer science fundamentally to understand problems and find solutions that are built from these problems in a logical, structured, and systematic manner. Junior high school 1 Kalimanah is a school with a good ranking in the district because almost every year it always ranks in the top ten on the achievement index of its graduates. The condition of the students of Junior high school 1 Kalimanah is very diverse in economic background, some come from families of employees, farmers, laborers, or others. With a variety of existing economic backgrounds, the issue of ownership of computer equipment is also very limited, not all have computers/or mobile devices/smartphones. The method of application in service activities is carried out by exploration by asking questions, then elaborating and confirming by asking questions. The activity plan is carried out by providing programming learning at the intermediate level to provide motivation to learn logically and systematically so that computational computer-based learning is expected to provide a learning experience for students, especially computer programming experience, bridging the school in selecting outstanding students in the programming field. computer.
Keywords: computational thinking; functionality; Computer science; logical; systematic
Abstrak: Kajian ilmu dalam ilmu komputer adalah mengindentifikasi dengan akurat definisi, prosedure dan fungsionalitas. Pemahaman terminologi keakuratan digunakan dalam ilmu komputer secara mendasar untuk memahami masalah dan menemukan solusi yang dibangun dari masalah tersebut secara logis, terstruktus dan sistematis. Computational thinking (CT) pada dasarnya mendefinisikan abstrak secara tepat dan mengkover berbagai macam ketrampilan-ketrampilan dalam memahami masalah dan menentukan solusi yang tepat sesuai dengan kaidah komputasi dalam ilmu komputer. SMPN 1 Kalimanah merupakan sekolah dengan peringkat baik di wilayah kabupaten karena hampir setiap tahun selalu menempati rangking sepuluh besar pada indeks prestasi lulusannya. Kondisi siswa SMP N 1 Kalimanah sangat beragam latar belakang ekonomi, ada yang berasal dari keluarga pegawai, petani, buruh atau yang lainnya. Dengan beragam latar ekonomi yang ada, maka dalam masalah kepemilikan perangkat komputer juga sangat terbatas tidak semua memiliki komputer/atau perangkat mobile/smartphone. Metode penerapan dalam kegiatan pengabdian dilakukan dengan eksplorasi dengan memberikan pertanyaaan kemudian elaborasi dan konfirmasi yakni memberi pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pembelajaran pemrograman pada level tingkat menengah untuk memberi motivasi belajar secara logis dan sistematis, sehingga dengan pembelajaran berbasis komputer secara komputasi diharapkan memberi pengalaman belajar bagi siswa khususnya pengalaman pemrograman komputer, menjembatani pihak sekolah dalam menyeleksi siswa-siswa berprestasi dalam bidang pemrograman komputer.
Kata kunci: computational thinking; fungsionalitas; ilmu komputer; logis; sistematis
Abstract:Abstract: The Dadimulyo Village, West Kisaran District, Asahan Regency, which is located at PD. Indah street No.17 Sei Renggas, Kota Kisaran Barat District has Quality Family Cadres, the problem that occurs to these cadres…
adres is that there is still a lack of knowledge about technology that allows them to use information delivery media to information users and vice versa. This is an obstacle due to the pandemic situation Covid 19 is currently requiring everyone to work from home. From the results of the training that we have done to family planning cadres in Dadimulyo Asahan Village, it is felt to be very useful. This is based on the results of the knowledge of the cadres who are enthusiastic in participating in this activity and gain useful experience and knowledge which can then be utilized at the Dadimulyo village office.
Keywords: cadre; Covid-19 pandemic; Google Meet.
Abstrak: Desa Dadimulyo kabupaten Asahan yang beralamat dijalan PD. Indah No.17 Sei Renggas memiliki kader keluarga berkualitas, Permasalahan yang terjadi pada para kader tersebut yaitu masih kurangnya ilmu pengetahuan tentang teknologi yang memungkinkan dapat menggunakan media penyampaian informasi kepada pengguna informasi begitupun sebaliknya. Hal ini menjadi sebuah kendala karena situasi pandemi covid-19 saat ini yang mengharuskan semua kalangan bekerja dari rumah. Dari hasil pelatihan yang telah kami lakukan kepada para kader keluarga berkualitas di kelurahan Dadimulyo Asahan dirasakan sangat bermanfaat. Hal ini berdasarkan hasil dari pengetahuan para kader yang antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan pengalaman serta ilmu yang bermanfaat kemudian dapat dimanfaatkan di kelurahan Dadimulyo.
Kata kunci: Google Meet; kader; pandemi Covid-19.
Abstract:Abstract: The Gulo Puan Business Group, Bangsal village, Pampangan sub-district, Ogan Komering Ilir district, is a producer of products in the form of gulo-puan, sagon-puan and tapel-puan. After the implementation of the…
PKMS activity, a product innovation in the form of Mrs. Candy was obtained, while in the PKM activity, a product innovation in the form of Mrs. yogurt was obtained. Based on this, partners have been able to compete with similar business actors because they already have a variety of product variants, both in the form of food and beverages. However, this certainly needs to be strengthened again by utilizing technology to introduce products to the wider community. Social advertising is a promotional media that is carried out through social media. This promotional media is considered far more effective, efficient and on target compared to conventional promotional media such as flyers, banners and so on. Partners in PKMS activities have been able to utilize social media as a marketing medium. Therefore, in PKM activities, the implementing team provides training on the use of social advertising as a promotional media for women's products produced by partners. Based on the results of social advertising that has been done 5 times, the results show that as many as 96,212 accounts were successfully reached, of which 98.2% were not followers of accounts with demographics 48.2% male and 51.8% female. As many as 55% of the target to open a profile from Mrs. Candy and from a total of 4,018 accounts that liked ads were obtained.
Keywords: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising;
Abstrak: Kelompok Usaha Gulo Puan desa Bangsal kecamatan Pampangan kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan penghasil produk berupa gulo puan, sagon puan dan tapel puan. Setelah pelaksanaan kegiatan PKMS diperoleh inovasi produk berupa puan candy, sedangkan pada kegiatan PKM diperoleh inovasi produk berupa puan yogurt. Berdasarkan hal tersebut mitra telah mampu bersaing dengan pelaku usaha sejenis karena telah memiliki varian produk puan yang beragam, baik berupa makanan maupun minuman. Namun, hal tersebut tentu perlu diperkuat lagi dengan memanfaatkan teknologi guna mengenalkan produk ke Masyarakat luas. Sosial advertising merupakan media promosi yang dilakukan melalui sosial media. Media promosi ini dianggap jauh lebih efektif, efisien dan tepat sasaran dibandingkan dengan media promosi konvensional seperti selebaran, banner dan sebagainya. Mitra pada kegiatan PKMS telah mampu memanfaatkan sosial media sebagai media pemasaran. Oleh karena itu, pada kegiatan PKM tim pelaksana memberikan pelatihan pemanfaatan sosial advertising sebagai media promosi produk puan yang dihasilkan oleh mitra. Berdasarkan hasil sosial advertising yang telah dilakukan sebanyak 5 kali diperoleh hasil bahwa sebanyak 96.212 akun yang berhasil dijangkau, dimana 98,2%nya bukan pengikut dari akun dengan demografi 48,2% berjenis kelamin laki-laki dan 51,8% perempuan. Sebanyak 55% dari sasaran membuka profil dari puan candy serta dari total keseluruhan diperoleh 4.018 akun yang menyukai iklan.
Kata kunci: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising
Abstract:Abstract: The development of technology in this modern era makes every person or individual must be responsive to adapt to technology in order to continue to develop and be productive in social, economic, and others. Technology…
hnology can facilitate daily activities in buying and selling transactions, buying or selling goods can be easily done anywhere. Various types of sales can be made by the community, especially in the culinary field. Warung Agdi is a wet cracker culinary, this culinary is a typical culinary of Kapuas Hulu but is in demand by almost all districts, one of which is Bengkayang Regency. However, problems were found in the culinary business of Agdi's stall. Where customers have to wait for their orders to be made because for processing wet crackers at Agdi's stall, they must first steam the wet crackers before serving, so it takes time for customers to wait for their orders to be ready. Buying and selling activities at Agdi stalls are also still carried out conventionally, so not many people know about the wet cracker culinary owned by Agdi's stall owners. Based on these existing problems, a solution is needed so that Agdi stalls can take advantage of technology by making online ordering applications which can later be used by Agdi stall owners to sell and can also be used as a means of promotion.
Keywords: AGDI stall; culinary; digitization; kerupuk basah; online ordering
Abstrak: Perkembangan teknologi di zaman modern ini membuat setiap orang atau individu harus tanggap beradaptasi dengan teknologi agar tetap dapat berkembang dan produktif dalam sosial, ekonomi, dan lain-lain. Teknologi dapat memudahkan aktifitas sehari-hari dalam transaksi jual beli, kegiatan membeli atau menjual barang dapat dengan mudah dilakukan di mana saja. Berbagai jenis penjualan dapat dilakukan masyarakat, khususnya dibidang kuliner. Warung Agdi merupakan kuliner kerupuk basah, kuliner ini merupakan kuliner khas Kapuas Hulu namun diminati hampir seluruh Kabupaten, salah satunya Kabupaten Bengkayang. Namun, ditemukan permasalahan pada usaha kuliner warung Agdi. Diman pelanggan harus menunggu pesanan mereka dibuat karena untuk pengolahan kerupuk basah pada warung Agdi harus mengkukus kerupuk basah terlebih dahulu sebelum dihidangkan, sehingga perlu waktu bagi pelanggan untuk menunggu pesanannya siap. Kegiatan jual beli pada warung Agdi juga masih dilakukan secara konvensional, sehingga tak banyak yang mengetahui kuliner kerupuk basah yang dimiliki pemilik warung Agdi. Berdasarkan permasalahan yang ada tersebut, diperlukan solusi untuk agar warung Agdi dapat memanfaatkan teknologi dengan pembuatan aplikasi pemesanan online yang nantinya dapat digunakan pemilik warung Agdi ini untuk menjual dan dapat pula digunakan sebagai sarana promosi.
Kata kunci: digitalisasi; kerupuk basah; kuliner; pemesanan online; warung agdi
Abstract:Website merupakan sarana yang digunakan sebagai media penyampaian informasi yang bisa diakses secara online. Website dapat dibuat dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan Content Management System (CMS). CMS merupakan…
akan alternatif pembuatan website yang dapat digunakan bagi mereka yang tidak terbiasa dengan pemrograman. Salah satu platform CMS yang paling banyak digunakan adalah Wordpress. Pengabdian masyarakat ini memberikan pelatihan pembuatan website dengan menggunakan Wordpress bagi siswa/siswi SMA Negeri 6 Palembang. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan. Metode ini digunakan dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi atau praktik bersama dalam pembuatan website menggunakan Wordpress. Kegiatan ini dimulai dengan melakukan survei kebutuhan peserta pelatihan untuk memetakan kebutuhan dan harapan dari peserta pelatihan. Peserta juga memberikan respon terhadap proses pelatihan melalui kuesioner pasca pelatihan. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari kuesioner tersebut, sebagian besar peserta menyatakan bahwa materi yang disampaikan dalam pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan peserta, disampaikan dengan sangat baik, dan peserta akan menggunakan Wordpress untuk membuat website setelah pelatihan dilaksanakan.
Abstract:Mata kuliah Manajemen Proses Bisnis (MPB) yang ada di Ukrida berfokus pada pemahaman konsep MPB di organisasi dalam memperoleh, mengevaluasi, dan merespon informasi dengan segera menjadi sangat penting dalam merespon masalah…
asalah yang dihadapi oleh organisasi/ perusahaan secara cepat dan tepat. Rendahnya tingkat kepuasaan dan penguasaan materi dari peserta didik, dilatarbelakangi oleh metode pembelajaran ceramah yang hanya satu arah, bersifat konseptual dan tidak bisa memvisualisasikan secara real ke dalam suatu organisasi/ perusahaan. Hal ini yang menjadi landasan dilakukannya pengabdian masyarakat berupa edukasi MPB dengan menerapkan metode pembelajaran simulasi game bekerja sama dengan Monsoon Academy yang berafiliasi dengan SAP Education Asia Pacific dan 3 Universitas dari Hongkong, Malaysia, dan Thailand. Dengan edukasi pembelajaran berbasis simulasi game yang dilakukan, para peserta dapat melakukan simulasi terhadap situasi untuk meningkatkan pemahaman mereka bisnis secara real di suatu perusahaan/ organisasi lebih baik. Selain itu, memberikan pengalaman secara tidak langsung yang diperlukan oleh peserta untuk menghadapi permasalahan. Peserta juga dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam mengembangan organisasi/ perusahaannya dengan menerapkan modul-modul yang telah dipelajari.
Abstract:Abstract: training in cost accounting and calculating the cost of goods sold (CoGS) for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Ponggok Tourism Village was carried out to provide understanding and training in calculating…
culating CoGS. Based on the initial survey conducted by the community service team, information was obtained that seller in Ponggok Village did not calculate CoGS properly because they based their selling price on market prices. This is because MSMEs have a similar business, namely a culinary business. This unsuitable selling price determination will result in suboptimal profit achievement because each business has a different total cost. For this reason, this service carries out four training sessions to guide MSME players in deermining the appropriate selling price. The four sessions covered the delivery of concepts and materials, discussions, training in calculating CoGS, and evaluation. This community service is expected to increase understanding and skills in calculating CoGS so that optimal profit can be achieved.
Keywords: cost accounting;cost of good sold; Ponggok Village
Abstrak: pelatihan akuntansi biaya dan penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada pelaku UMKM di Desa Wisata Ponggok dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan penghitungan HPP. Berdasarkan survei awal yang dilakukan tim pengabdian, didapatkan informasi bahwa para pelaku UMKM di Desa Ponggok tidak melakukan penghitungan HPP karena mendasarkan harga jualnya sesuai harga pasar. Hal ini dikarenakan para pelaku UMKM memiliki usaha yang sejenis, yaitu usaha kuliner. Penentuan harga jual yang tidak sesuai ini akan menyebabkan pencapaian laba yang tidak optimal karena setiap usaha memiliki berbagai total biaya yang berbeda. Untuk itu, pengabdian ini melaksanakan empat sesi pelatihan untuk memandu para pelaku UMKM menentukan harga jual yang sesuai. Keempat sesi tersebut meliputi penyampaian konsep dan materi, diskusi, pelatihan penghitungan HPP, dan evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan ketrampilan menghitung HPP sehingga laba yang optimal dapat tercapai.
Kata kunci: akuntansi biaya, harga pokok penjualan, Desa Ponggok
Abstract:Abstract: Training on word processor and spreadsheet is needed for government employees at UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba in making reports such as annual report, financial report, performance report, and etc.…
The government employees have had the basic knowledge of using word processor and spreadsheet, but there are still many advanced fiture that never used before to fastened the process of reporting making. The lecturer team of Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal is making a community service in UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba in February 2021. Training method is a practical training to allow the participants implement the given knowledge. The training is running well and get the positive result from the participants and the head of UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba. The training result is shown by enhancement of the ability in understanding and practising the training materials of word processing and spreadsheet for making reporting during the session.
Keywords: government employee, reporting; spreadsheet; word processor
Abstrak: Pelatihan pemantapan pengolah kata dan angka sangat dibutuhkan oleh pegawai pemerintahan khususnya di UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba dalam pembuatan laporan seperti laporan tahunan, laporan keuangan, laporan kinerja dan lain-lain. Para pegawai sudah memiliki pengetahuan dasar tentang pengolah kata dan angka, tetapi masih banyak fitur pada perangkat lunak yang belum diketahui dan dipergunakan untuk dapat mempermudah dan mempercepat pembuatan laporan di instansi terkait. Oleh karena itu, tim Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal melakukan kegiatan pengabdian kepada mas-yarakat dengan memberikan pelatihan kepada para pegawai di UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba pada Februari 2021. Metode pelatihan diberikan dalam bentuk practical training sehingga para peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik dan mendapat respon yang positif dari para peserta dan pimpinan UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba. Hasil kegiatan pelatihan dapat dilihat dari peningkatan kemampuan peserta dalam memahami dan mempraktekkan secara langsung materi pengolahan kata dan angka untuk pembuatan laporan yang disampaikan selama pelatihan.
Kata kunci: laporan; pengolah angka; pengolah kata
Abstract:Abstract: The e-Bintech 5.0 online workshop was held to sharpen the concept of village 5.0 that is a multidisciplinary acculturation-constellation. In this workshop, multiplatform frameworks were successfully formulated…
as a basic guideline for village developments towards the glory of Indonesia. Pentahelix platform synergy is needed (academics, business, government, community, media) supported by relevant stakeholders for fostering a futuristic village towards the creation of Indonesia 5.0, especially in terms of ease of investment, simplification of bureaucracy and administration.
Key Words: edubioneurolitechnopreneurship; Indonesia 5.0; pentahelix; village 5.0
Abstrak: Lokakarya daring e-Bintech 5.0 diadakan untuk menajamkan konsep desa 5.0 yang merupakan akulturasi-konstelasi multidisipliner. Dalam lokakarya ini, berhasil dirumuskan multiplatform-frameworks sebagai pedoman dasar pengembangan-pembangunan desa menuju kejayaan Indonesia. Diperlukan sinergi platform pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, media) didukung stakeholders terkait untuk pembinaan desa futuristik menuju terciptanya Indonesia 5.0, terutama dalam hal kemudahan investasi, simplifikasi birokrasi dan administrasi.