Search Articles & Publications

Showing 1475 articles found for "Menganalisis"

KEPEMIMPINAN KOLABORASI (COLLABORATIVE LEADERSHIP) DAN KEPEMIMPINAN AGILE (AGILE LEADERSHIP) DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

Fauziyatul Iffah, Sheila Olga Lydia Ferani, Putri Dewi Sartika
Abstract: Kepemimpinan memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan suatu organisasi, seperti lembaga pendidikan. Penting untuk memiliki gaya kepemimpinan yang dapat mendorong kerja sama tim dan beradaptasi dengan cepat terhadap… hadap perubahan. Penulisan ini bertujuan untuk membahas konsep kepemimpinan secara umum dan menjelaskan kepemimpinan kolaborasi (collaborative leadership) dan kepemimpinan agile (agile leadership) dalam konteks implementasinya beserta faktor pendukung dan penghambat di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan agile mendorong fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, kepemimpinan kolaboratif mendorong partisipasi dan kerja sama di antara anggota organisasi. Kedua strategi ini dapat mendorong strategi pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan terfokus.

ANALISIS PEMINATAN SISWA DALAM MEMILIH MENYELESAIKAN SOAL SEGITIGA DAN LINGKARAN

M. Rivanda Mardan Nasution, Safrida Napitupulu, Sujarwo, Beta Rapita Silalahi, Rahmadani
Abstract: Kemampuan pemahaman peminatan materi merupakan kemampuan penguasaan dan pemilihan materi pembelajaran Segitiga dan Lingkaran. Berdasarkan observasi di SD Yayasan Pendidikan Nur Cahaya perlu mendapat perhatian dalam penguatan… atan materi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peminatan siswa pada materi Segitiga dan Lingkaran. Penelitian ini merupangan penelitian deskriptif kualitatif lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Yayasan Pendidikan Nnur Cahaya. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Kemampuan peminatan siswa pada pembelajaran matematika materi Segitiga dan Lingkaran dapat dikategorikan sudah baik. Siswa mampu menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objek berdasarkan sifat-sifatnya, dan dapat menyelesaikan soal. Dari nilai hasil pemahaman siswa pada materi Segitiga dan Lingakarn bahwa presentase keseluruhan telah mencapai 90% siswa yang sudah mencapai nilai diatas standar nilai minimum. Faktor pendukung dalam peminatan ini adalah Fasilitas, Tenaga Pendidik, Motivasi dan Daya Serap siswa yang baik.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini di PAUD Rolina

Anggi Erna Pratiwi, Yosinda Naberti, Vena Febiola Risdianto, Karolin Stevani, Miranda Afriza, Fauzi Kurniawan, Jubaidah Hasibuan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya konsentrasi belajar anak usia dini pada kegiatan pembelajaran di PAUD Rolina. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan… ngumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak-anak serta guru di PAUD Rolina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya konsentrasi belajar anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu metode pembelajaran yang kurang variatif, lingkungan belajar yang kurang kondusif, penggunaan media pembelajaran yang terbatas, serta karakteristik perkembangan anak usia dini yang masih memiliki rentang perhatian pendek. Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan konsentrasi anak antara lain melalui pembelajaran berbasis bermain, penggunaan media visual, serta pemberian aktivitas ice breaking. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.

Optimalisasi Keaktifan Belajar Siswa melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif di SDI Nurul Bayan

Ahmad Samsul Arifin, Diaz, Anestya, Anisa Fitri, Aqil Ulil Abror, Fadilatul Hasanah, Riza Dwi Putri, Ummul Khalifah, Ahmad Shiddiq
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi keaktifan belajar peserta didik melalui penerapan strategi pembelajaran aktif selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SDI Nurul Bayan. Penelitian ini… dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi peserta didik dalam pembelajaran yang masih didominasi oleh pendekatan berpusat pada guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi pembelajaran aktif yang diterapkan meliputi diskusi kelompok, tanya jawab interaktif, serta aktivitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif mampu meningkatkan partisipasi peserta didik, memperbaiki interaksi dalam pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik terhadap materi. Dengan demikian, strategi pembelajaran aktif dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

Peran Pengurus Panti dalam Pengembangan Keterampilan Anak dengan Trauma Masa Lalu untuk Mendukung Pendidikan Sepanjang Hayat (Studi Kasus di Panti Asuhan Melvin Sejahtera Indonesia)

Sani Susanti, Afiza Aulia, Anna Yudhita Simanullang, Nadhira Hafidza, Rasenda, Putri Inaya Darmayana, Joyce Inori Siregar, Nurul Afifah, Michael Yudha Pratama, Mario Timothy Napitupulu
Abstract: Pendidikan sepanjang hayat menekankan bahwa proses belajar berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Anak-anak di panti asuhan umumnya memiliki latar belakang kehidupan yang sulit yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis… logis dan pendidikan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus panti dalam membimbing anak yang mengalami trauma masa lalu, mengidentifikasi bentuk pendidikan keterampilan yang diberikan, serta menjelaskan kontribusinya terhadap pendidikan sepanjang hayat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus dan anak-anak panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus panti berperan penting dalam memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan emosional. Pendidikan keterampilan yang diberikan mampu meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak, serta menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang mendukung penerapan pendidikan sepanjang hayat. Simpulan penelitian ini adalah bahwa peran pengurus dan pendidikan keterampilan memiliki kontribusi nyata dalam membentuk kesiapan anak menghadapi kehidupan secara mandiri dan berkelanjutan.

Budaya Digital dan Tantangan Mewujudkan Masyarakat Madani di Kalangan Generasi Z

Sati, Lara, Gerin Anggreini, Girl Febby Rapyta Marpaung, Muhammad Rifai Harahap
Abstract: Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi Z. Budaya digital memengaruhi cara mereka berpikir, berkomunikasi, dan berperilaku setiap hari. Sebaliknya, masyarakat yang beragam membutuhkan… kan masyarakat madani yang menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan toleransi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya digital terhadap Generasi Z dan tantangan dalam membangun masyarakat madani. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara budaya digital dan kehidupan generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya digital memiliki dampak positif dan negatif, dengan dampak positifnya termasuk ketergantungan pada teknologi, penyebaran informasi, dan peningkatan kreativitas. Dampak negatifnya termasuk menjadi ketergantungan pada teknologi dan meningkatkan kreativitas. Jadi dapat disimpulkan generasi Z harus menggunakan teknologi dengan hati-hati dan memiliki literasi digital yang baik agar mereka dapat membantu membangun masyarakat madani.

Kontribusi Rasa Percaya Diri Siswa Generasi Z Terhadap Efektivitas Pembelajaran

Astuti, Bunga Sri Dewi, Munali, Munali, Sumiati, Sumiati, Masruri, Ahmad, Masruri, Ahmad, Nurmala, Nurmala
Abstract: Rasa percaya diri merupakan aspek psikologis penting dalam proses pembelajaran, terutama bagi peserta didik Generasi Z yang tumbuh di era digital. Meskipun dikenal adaptif dan ekspresif, masih terdapat peserta didik yang&#8230; kurang berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasa percaya diri terhadap efektivitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan dimensi rasa percaya diri dan efektivitas pembelajaran, dengan analisis data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara rasa percaya diri dan efektivitas pembelajaran (R = 0,788). Koefisien determinasi (R² = 0,621) menunjukkan bahwa rasa percaya diri berkontribusi sebesar 62,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Uji signifikansi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (p < 0,05) dengan persamaan regresi Y = 5,436 + 0,812X. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan rasa percaya diri untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Pengaruh Keberadaan Pengurus Terhadap Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyyah

Arrabbani, Mochamad Nauval, Munali, Munali, Sumiati, Sumiati, Masruri, Ahmad, Nurmala, Nurmala
Abstract: Keterlibatan aktif pengurus dalam kegiatan Pondok Pesantren merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung kedisiplinan santri. Keterlibatan ini memerlukan sistem pengorganisasian yang terstruktur&#8230; ruktur agar tercipta kerja sama yang efektif dan sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus melalui kualitas hubungan interpersonal dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik simple random sampling terhadap 60 santri. Instrumen berupa kuesioner yang mencakup dimensi kedekatan sosial, komunikasi terbuka, dukungan sosial, dan kenyamanan berinteraksi, dengan analisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara peran pengurus dan disiplin santri (R = 0,760). Koefisien determinasi sebesar 0,577 menunjukkan kontribusi 57,7%, sedangkan 42,3% dipengaruhi faktor lain. Uji signifikansi menunjukkan pengaruh signifikan (p < 0,05) dengan persamaan regresi Y = 9,904 + 0,739X. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran pengurus dalam membentuk kedisiplinan santri.

PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS PADA MATERI SEGITIGA DAN LINGKARAN DI SD

Linda Febriani, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, khususnya dalam aspek berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Namun, pada kenyataannya kemampuan berpikir&#8230; ikir tingkat tinggi siswa masih tergolong rendah karena pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan perangkat pembelajaran yang mendukung pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait pembelajaran matematika, HOTS, serta perangkat pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis HOTS yang meliputi RPP, LKPD, media, dan instrumen penilaian dapat mendorong siswa untuk berpikir aktif melalui kegiatan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Pada materi segitiga dan lingkaran, penggunaan pendekatan kontekstual, media konkret, serta strategi pembelajaran inovatif seperti pembelajaran kooperatif dan multisensori terbukti dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, penalaran matematis, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang perangkat pembelajaran yang inovatif dan berorientasi HOTS agar tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai secara optimal.

MENGENAL SEGITIGA DAN LINGKARAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI YANG BERMAKNA

Ade Irma Yani Putri, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mengembangkan penalaran spasial, pemahaman konseptual, dan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa. Segitiga dan lingkaran adalah konsep geometri&#8230; tri fundamental yang perlu diperkenalkan secara bermakna karena keduanya berkaitan erat dengan objek dan situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pengajaran geometri seringkali disampaikan secara prosedural, menyebabkan siswa fokus pada menghafal rumus tanpa memahami konsep yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran geometri yang bermakna melalui pengenalan konsep segitiga dan lingkaran di pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menganalisis konten konseptual, strategi pembelajaran kontekstual, dan aktivitas pembelajaran yang melibatkan pengamatan langsung terhadap objek di sekitarnya. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna mendukung siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat geometris, memahami hubungan matematika, dan menerapkan konsep dalam konteks otentik. Pembelajaran kontekstual juga mendorong partisipasi aktif dan memperkuat penguasaan konsep. Oleh karena itu, pengajaran geometri yang bermakna direkomendasikan sebagai pendekatan pedagogis yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang geometri dasar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.