Search Articles & Publications

Showing 2560 articles found for "Dekat"

Program Edukasi Lingkungan Melalui Pemanfaatan Limbah Air Untuk Budidaya Ikan di SMP 2 Cangkringan

Prasetya Adi, Arusmalem Ginting
Abstract: Abstract: This community service program aims to raise environmental awareness and food security by utilizing ablution wastewater as a medium for catfish cultivation at Cangkringan 2 State Junior High School. This activity… ty was motivated by the volume of ablution water wasted daily in the school environment, which is actually still suitable for non-consumption purposes. Through an educational and practical approach, this program teaches students the concept of water recycling, simple technology, and basic catfish cultivation skills. Implementation methods include counseling, training, technical assistance, and evaluation of cultivation results. In addition to providing new knowledge, this activity also fosters environmental awareness and food independ-ence among students. Initial results show an increase in students' understanding of water conservation and their ability to manage a sustainable fish cultivation system. This program is expected to become a model for environmentally-based contextual learning while contributing to the development of sustainable education and strengthening food security at the school level. Keywords: catfish; education; environment   Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan limbah air wudu sebagai me-dia budidaya ikan lele di SMP Negeri 2 Cangkringan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh volume air wudu yang terbuang setiap hari di lingkungan sekolah, yang sebenarnya masih layak digunakan untuk kebutuhan nonkonsumsi. Melalui pendekatan edukatif dan praktis, program ini mengajarkan siswa konsep daur ulang air, teknologi sederhana, serta keterampilan dasar budidaya ikan lele. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi hasil budidaya. Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan ini juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan kemandirian pangan di kalangan siswa. Hasil awal menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konservasi air dan kemampuan mereka dalam mengelola sistem budidaya ikan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan pendidikan berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan di tingkat sekolah. Kata kunci: edukasi;ikan lele;lingkungan

Inovasi Produk QR Code Dan Digitalisasi Pemasaran Untuk Optimalisasi Penjualan UMKM Keripik Balado

Elisa Daniati Edison, Nency Extise Putri, Arika Juwita Z, Ikhsan Adistira
Abstract: Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, they continue to face challenges in management and digital marketing. Keripik Balado Uni Yen, a local… cal MSME engaged in the traditional Minangkabau snack industry, experiences obstacles in expanding its market due to limited product innovation and reliance on conventional methods of promotion and sales. This condition has led to stagnant sales performance and low managerial efficiency, indicating the need for strategic efforts to enhance business capacity. This community service program aims to strengthen the competitiveness of the MSME through the development of product packaging integrated with a QR code and a point of sale system based on a website and digital cashier machine, while also promoting digital marketing adoption. The program was implemented using a participatory approach involving training, technical assistance, and continuous monitoring and evaluation of technology implementation. Digital marketing through social media proved effective in expanding market reach and increasing sales by up to 40%. Overall, the program demonstrates that integrating innovative packaging, digital systems, and online marketing serves as an effective strategy to enhance the competitiveness and sustainability of local MSMEs. Keywords: digital marketing; innovation QR code packaging; point of sales; MSMEs   Abstrak: UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek manajemen dan pemasaran digital. UMKM Keripik Balado Uni Yen merupakan UMKM lokal yang bergerak di industri makanan olahan khas Minang, menghadapi tantangan dalam memperluas pasar akibat keterbatasan inovasi produk serta masih mengandalkan metode konvensional dalam promosi dan penjualan. Kondisi ini berdampak pada stagnasi penjualan dan rendahnya efisiensi manajerial, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pengembangan kemasan produk yang dilengkapi kode QR dan terintegrasi dengan sistem point of sale berbasis website dan mesin kasir digital, serta mendorong digitalisasi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi implementasi teknologi. Pemasaran digital melalui media sosial juga terbukti efektif memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan hingga 40%. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi kemasan, sistem digital, dan pemasaran daring merupakan strategi efektif untuk memperkuat daya saing dan kemandirian UMKM lokal secara berkelanjutan. Kata Kunci: digitalisasi pemasaran; kemasan inovatif QR Code; point of sales; UMKM

Pengenalan Jenis Kapal Melalui Aktivitas Mewarnai Pada Anak Usia Dini di Taman Penitipan Anak

Fajardini, Ridhani Anita, Nisazarifa, Adristi, Nursyifaulkhair, Desrilia, Maulidhia, Alief Nur Aisyi, Mahardika, Shultoni, Augustino, Immanuel Freddy
Abstract: Abstract: Introducing the maritime world to early childhood is an approach to developing awareness and knowledge of the role of the sea as a natural resource in Indonesia. This can be accomplished, for instance, by introducing… ducing different types of ships and using coloring pages and images as an engaging way to learn. The activity was carried out in one of the day care located in Surabaya, with the par-ticipation of young children between the ages of 1 to 3 years old. The method applied in this community service activity is an educational method using a participatory approach. The activity was carried out in a number of phases, including preliminary observation and partner coordination, the creation of educational materials in the form of illustrations of various ship types, brief explanation of ship introduction, and ship coloring activities. Based on the activities that have been done, the children gave a positive response to learning and coloring activities. Using pictures and hands-on activities, the children tend to remember the shape and name of the ship that has been explained previously more easily. Coloring activities encourage fine-motor skills development and children's creativity. Keywords: coloring; early childhood; maritime; ship   Abstrak: Pengenalan dunia maritim pada anak usia dini penting untuk menumbuhkan pengetahuan tentang peran laut sebagai sumber daya alam di Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pengenalan jenis kapal dengan memanfaatkan media gambar dan aktivitas mewarnai sebagai bentuk pembelajaran visual yang menarik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di taman penitipan anak yang berlokasi di Surabaya dengan melibatkan anak usia dini berusia 1–3 tahun. Metode yang digunakan adalah metode edukatif dengan pendekatan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu observasi awal dan koordinasi dengan mitra, persiapan media pembelajaran berupa gambar jenis-jenis kapal, penyampaian materi pengenalan kapal secara singkat, serta aktivitas mewarnai gambar kapal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dilakukan. Dengan bantuan media visual dan aktivitas langsung, anak-anak lebih mudah mengenali bentuk dan nama kapal. Selain itu, kegiatan mewarnai juga mendukung perkembangan motorik halus serta kreativitas anak. Kata kunci: anak usia dini; kapal; maritime; mewarnai

Digitalisasi Desa Wisata Untuk Peningkatan Ekonomi Desa Berkelanjutan Melalui Kemitraan Pokdarwis Lembar Selatan

Widia Febriana, Husain, I Made Yadi Dharma, Lady Faerrosa
Abstract: Abstract: Developing tourism villages is a crucial strategy for strengthening local economies, reducing urbanization, and maintaining cultural and environmental sustainability. This concept is increasingly relevant in the… e era of digital transformation, when tourism villages are required to adapt through technology-based smart tourism approaches, digital promotion, and information services. One area with significant potential is Lembar Selatan Village in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Surrounded by 70 hectares of mangrove forest, a coastline, marine life, and well-preserved local traditions, the village has the potential to be developed into a coastal ecotourism destination. The Lembar Selatan Ecotourism Awareness Group (Pokdarwis) has begun managing tourism based on conservation and environmental education. However, obstacles remain, such as low digital literacy, the lack of an online promotion and reservation system, and limited destination management training. These conditions impact market reach and low tourist visits. Therefore, Community Service (PKM) activities are designed to increase Pokdarwis capacity, strengthen tourism digitalization through websites and promotional media, and encourage local community empowerment. This program is expected to realize inclusive, participatory, and sustainable coastal ecotourism, as well as strengthen the competitiveness and branding of Lembar Selatan Tourism Village. Keyword: stourism village; tourism digitalization; coastal ecotourism; tourism group (pokdarwis); tourism digitalization; smart tourism; website.   Abstrak: Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting untuk memperkuat ekonomi lokal, mengurangi urbanisasi, serta menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan. Konsep ini semakin relevan di era transformasi digital, ketika desa wisata dituntut beradaptasi melalui pendekatan smart tourism berbasis teknologi, promosi digital, dan layanan informasi. Salah satu wilayah yang memiliki potensi besar adalah Desa Lembar Selatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa ini dikelilingi hutan mangrove seluas 70 hektare, garis pantai, biota laut, serta tradisi lokal yang masih terjaga, sehingga potensial dikembangkan menjadi destinasi ekowisata pesisir. Tahapan Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui identifikasi kebutuhan Pokdarwis, pengembangan website sistem informasi wisata, penguatan ekowisata mangrove, pemasangan lampu tenaga surya, penyediaan fasilitas kebersihan, penempatan papan informasi berbasis QR, serta pelatihan penggunaan megaphone untuk mendukung pelayanan wisata serta pelatihan manajement wisata. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan kunjungan wisatawan. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dirancang guna meningkatkan kapasitas Pokdarwis, memperkuat digitalisasi pariwisata melalui website dan media promosi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini diharapkan mewujudkan ekowisata pesisir yang inklusif, partisipatif, berkelanjutan, serta memperkuat daya saing dan branding Desa Wisata Lembar Selatan. Kata kunci: desa wisata; digitaisasi pariwisata; ekowisata pesisir; pokdarwis; digitalisasi pariwisata; smart tourism; website

Transformasi Digital Produk Olahan Ikan Bilih Pada Poklahsar Jaso Danau Nagari Tikalak

ira desmiati, Indira Karina, Boni Ikhlas, Siti Aisyah, Dicky Rustam
Abstract: Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR… HSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production. Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak   Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan. Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak

Pelatihan Belajar Bahasa Inggris Dasar Pada Siswa SDN Bicorong II Pamekasan

Dandy Firatama, Aditya, Rizqi Azam Syaichon, Wa’idul Hasan, Fakhrur Rozi Arifin, Al Farisi, Nurul Ilmi
Abstract: Abstract: English is a universal language used in many countries around the world. SDN Bicorong II is located in Bicorong Village, Pamekasan Regency. Students often struggle with English and are reluctant to learn it. As… a means to improve their English communication skills, a tutoring program offers basic English instruction to SDN Bicorong II students. A total of 29 students participated in the community service program for basic English tutoring. Each session lasted 90 minutes and was conducted over two days. Socialization, instruction, mentoring, and assessment were part of the approach implemented to provide basic English tutoring to students. Only 17.24% of students who completed the test passed, while 82.76% of the other students failed, based on the learning outcomes of elementary school students before the tutoring program. The overall average score was 62. The results after the basic English tutoring program showed that of the 29 elementary school students who took the test, 86.21% passed and 13.79% failed. The data shows that students who did not pass the test got a score range of 55-69 while students who passed the test got a score range of 70-100. The average score of 29 students was 76. Thus, basic English tutoring can improve the abilities and learning outcomes of students at SDN Bicorong II. Keywords: basic english; communicative approach; evaluation; learning; training   Abstrak: Bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang digunakan di banyak negara di seluruh dunia. SDN Bicorong II terletak di Desa Bicorong Kabupaten Pamekasan. Para siswa biasanya kesulitan berbahasa Inggris dan enggan mempelajarinya. Sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mereka, program bimbingan belajar menawarkan pengajaran bahasa Inggris dasar kepada siswa SDN Bicorong II. Sebanyak 29 siswa berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat bimbingan belajar bahasa Inggris dasar. Setiap sesi berdurasi 90 menit selama dua hari. Sosialisasi, instruksi, pendampingan, dan penilaian merupakan bagian dari pendekatan yang diterapkan untuk memberikan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar kepada siswa. Hanya 17,24% siswa yang menyelesaikan tes lulus, sementara 82,76% siswa lainnya tidak lulus, berdasarkan hasil belajar siswa sekolah dasar sebelum program bimbingan belajar. Skor rata-rata keseluruhan adalah 62. Hasil setelah dilakukan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar menunjukan bahwa dari 29 siswa SD yang ikut tes 86,21% siswa lulus tes dan 13,79% siswa tidak lulus. Data menunjukan bahwa siswa tidak lulus tes mendapat rentang nilai 55-69 sedangkan siswa yang lulus tes mendapat rentang nilai 70-100. Hasil nilai rata-rata dari 29 siswa adalah 76. Dengan demikian bimbingan belajar bahasa Inggris dasar dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa SDN Bicorong II. Kata kunci: bahasa inggris dasar; evaluasi; pelatihan; pembelajaran, pendekatan komunikatif

Pendekatan Activity Based Learning Untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Sanggar Belajar Sido Mulyo

Pratiwi, Theodesia Lady, Zaki, Leil Badrah, Nugraha, Hendra, Ilmayana, Annisa Gina, Melyarisman, Tasya, Nugroho, Shabrina Shalma, Mamusung, Zico Kevin
Abstract: Abstract: English proficiency from an early age plays a significant role in shaping the competence of the younger generation to face global challenges. At Sanggar Belajar Tembesi Sidomulyo, English learning is not yet optimal… timal because the teachers lack a for-mal educational background in the field, causing students to have difficulty mastering basic vocabulary, pronunciation, and understanding instructions. This research aims to address this problem by implementing an Activity Based Learning (ABL) approach, which emphasizes active student involvement through direct activities such as games, songs, visual simulations, and pronunciation exercises. This activity was carried out in four sessions on July 22, July 25, July 29, and August 4, 2025. Evaluation results indi-cate notable improvement. Among the five participating students, four students (80%) showed an average 20% increase in basic vocabulary mastery compared to pre-activity levels. Ninety percent demonstrated clearer pronunciation, and all students (100%) re-ported feeling enthusiastic and more motivated to learn. These findings confirm that the Activity Based Learning (ABL) approach is effective in enhancing participation and learning motivation while creating an enjoyable and meaningful learning experience. All students expressed interest in joining similar activities in the future. Keywords: activity-based learning; early english acquisition; vocabulary development; community service program; learner motivation; pronunciation improvement.   Abstrak: Penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi generasi muda untuk menghadapi tantangan global di masa depan. Di Sanggar Belajar Tembesi Sidomulyo, pengajaran Bahasa Inggris belum optimal karena pengajar tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang tersebut, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan kosakata dasar, pelafalan, serta pemahaman instruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan pendekatan. Activity Based Learning (ABL), yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui aktivitas langsung seperti permainan, lagu, dan latihan pelafalan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat sesi pada tanggal 22 Juli, 25 Juli, 29 Juli, dan 4 Agustus 2025. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari lima siswa peserta, empat siswa (80%) mengalami peningkatan penguasaan kosakata dasar rata-rata 20% dibandingkan sebelum kegiatan. Sebanyak 90% siswa menunjukkan per-baikan pelafalan, dan seluruh peserta (100%) menyatakan merasa senang serta lebih termotivasi mengikuti pembelajaran.Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan Activity Based Learning (ABL) efektif dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Seluruh siswa juga menyampaikan minat untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Kata kunci: activity-based learning; keterlibatan siswa; pembelajaran bahasa inggris; pembelajaran anak usia dini; sanggar belajar sidomulyo.

PELATIHAN DASAR JARINGAN KOMPUTER UNTUK SISWA SMK TEKNIK KOMPUTER JARINGAN PADA LKP PELITA MEDIA

Maha Putra, Guntur, Junaidi, Bela, Bela Astuti
Abstract: Abstract: This activity aims to enhance students’ competence in understanding the basic concepts of computer networks as well as mastering the skills of network installation and configuration. The main problems faced by… y the students include limited learning resources, lack of practice-based training, and minimal access to adequate networking equipment, resulting in low readiness to enter the industrial workforce. This program provides a solution through a learning approach that combines theoretical instruction, hands-on practice, and case studies aligned with industry demands. The activities include preparation of training materials, implementation of training across four main sessions, and a final evaluation through both theoretical and practical examinations. The expected outcomes of this program include improved student competencies, the development of training modules, certificates of participation, and comprehensive documentation for evaluation and publication purposes. Through this program, it is expected that TKJ vocational students will be better prepared to enter the workforce and possess skills that are relevant to current advancements in computer networking technology. Keywords: evaluation; industry; network; competence; training;   Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami konsep dasar jaringan komputer serta menguasai keterampilan instalasi dan konfigurasi jaringan. Permasalahan utama yang dihadapi siswa adalah keterbatasan sumber belajar, kurangnya pelatihan berbasis praktik, dan minimnya akses terhadap perangkat jaringan yang memadai, yang mengakibatkan rendahnya kesiapan mereka dalam memasuki dunia industri. Kegiatan ini menawarkan solusi melalui pendekatan pembelajaran berbasis teori, praktik langsung, dan studi kasus yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini mencakup persiapan materi, pelaksanaan pelatihan dalam empat sesi utama, serta evaluasi akhir melalui ujian teori dan praktik. Luaran yang diharapkan dari program ini meliputi peningkatan kompetensi siswa, pembuatan modul pelatihan, sertifikat serta dokumentasi kegiatan sebagai bahan evaluasi dan publikasi. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan siswa SMK TKJ lebih siap menghadapi dunia kerja serta memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi jaringan komputer. Kata kunci: evaluasi; industri; jaringan; kompetensi; pelatihan  

SOSIALISASI TRANSFORMASI DIGITAL DI ERA INDUSTRI 5.0 PADA KARYAWAN PT FLEXTRONICS TECHNOLOGY

Aritonang, Mhd Adi Setiawan, Muhammad Jufri, Rizki Fadhel Dwipananda, Dewi Lestari, Hasra Hijratul Adha, Ghanang Harisya Ubra, Marcelino Febriansyah
Abstract: Abstract: This community service activity focuses on increasing digital literacy as an effort to support digital transformation in the Industry 5.0 era. This program is designed to provide training and seminars to employees… ees of PT Flextronics Technology Indonesia Batam to improve their understanding and skills in utilizing digital technology effectively in the world of work. Through this activity, participants are given insight into the use of digital technology in business operations, cybersecurity, personal data protection, and the application of artificial intelligence (AI) in industry. This training also includes practical skills such as data analysis, use of digital business software, and e-commerce optimization. So this activity aims to support digital transformation in the Industry 5.0 era by increasing people's understanding and skills in utilizing digital technology. The target of this program is for company employees to be able to optimize technology in business activities, increase productivity, and innovate in the digital era. With this approach, it is hoped that participants can improve work efficiency, competitiveness, and the ability to adapt to technological developments.    Keywords: digital literacy; digital economy; artificial intelligence (AI)   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan literasi digital sebagai upaya mendukung transformasi digital di era Industri 5.0. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan seminar kepada karyawan PT Flextronics Technology Indonesia Batam guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif dalam dunia kerja. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam operasional bisnis, keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam industri. Pelatihan ini juga mencakup keterampilan praktis seperti analisis data, penggunaan perangkat lunak bisnis digital, dan optimalisasi e-commerce. Sehingga kegiatan ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital di era Industri 5.0 dengan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian masyarakat adalah metode edukasi berupa penyuluhan dengan ceramah dan diskusi. Sasaran program ini adalah para karyawan perusahaan agar dapat mengoptimalkan teknologi dalam aktivitas bisnis, meningkatkan produktivitas, serta berinovasi di era digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan efisiensi kerja, daya saing, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kata kunci: literasi digital; ekonomi digital; artificial intelligence (AI)

PENDAMPINGAN TERHADAP HOME INDUSTRI PENGERAJIN GULA MERAH KELAPA SAWIT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PENJUALAN MELALUI PEMASARAN DIGITAL

Sudarmin, Sudarmin, Irianto, Irianto, Nirda , Nirda Julianda, Nazri , M. Nazri Utama Hasibuan, Farhan, M Farhan Anantri Pramudya
Abstract: Abstract: Home industries producing palm sugar from oil palm sap in several rural areas continue to face various challenges, particularly in product marketing. Limited access to technology, lack of knowledge about digital… l marketing, and dependence on local markets are the main obstacles in increasing sales productivity. This community engagement activity aims to provide assistance and training to home industry actors so they can utilize digital media as a broader and more effective marketing tool. A participatory approach is implemented in this activity through counseling, hands-on training, and technical assistance in creating digital content, using social media, and accessing e-commerce platforms. Evaluation was conducted through interviews and surveys with business actors before and after the training. The results of the program show an improvement in participants’ understanding of digital marketing, their ability to create promotional content, and success in reaching a wider market. The conclusion of this activity is that digital marketing has a positive impact on increasing the sales productivity of palm sugar and opens up more competitive and sustainable business opportunities for local industry players.             Keywords: home industry; palm sugar; oil palm; digital marketing   Abstrak: Home industri pengrajin gula merah kelapa sawit di beberapa wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama dalam aspek pemasaran produk. Keterbatasan akses terhadap teknologi, kurangnya pemahaman tentang pemasaran digital, serta bergantungnya penjualan pada pasar lokal menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas penjualan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha home industri agar mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran yang lebih luas dan efektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan langsung, serta pendampingan teknis dalam pembuatan konten digital, penggunaan media sosial, dan platform e-commerce. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan survei terhadap pelaku industri sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pemasaran digital, kemampuan membuat konten promosi, serta keberhasilan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemasaran digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas penjualan gula merah kelapa sawit, serta membuka peluang usaha yang lebih kompetitif dan berkelanjutan bagi pelaku industri lokal. Kata kunci: home industri; gula merah; kelapa sawit; pemasaran digital