Abstract:Sharing-economy merupakan model ekonomi yang telah ada sejak zaman dahulu, di mana pada awalnya manusia berburu, bekerja sama, dan saling barter selama ribuan tahun. Namun, model tersebut mengalami transformasi yang signifikan…
ifikan ketika teknologi terintegrasi di dalamnya. Hanya dengan satu sentuhan, kebutuhan dan ketersediaan layanan dapat langsung ditemukan. Pada sisi lain, sharing-economy dapat menyebabkan disrupsi pasar, regulasi, dan perlakuan non-diskriminatif (e.g. UMR, cuti, dan keselamatan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan meninjau dampak sharing-economy dari berbagai aspek, seperti ekonomi, regulasi, persaingan usaha, dan inklusi sosial secara holistik melalui Streamlined TPV Blueprint. Kerangka ini mencakup agenda-agenda yang sistematis dan komprehensif berupa model teknologi UTAUT2, teori partisipasi, dan teori value basic. Selanjutnya, penelitian ini memberikan solusi berupa paket kebijakan strategis melalui kolaborasi Hexahelix dan strategi 3H (Hexa: Optimization, Reformation, Acceleration). Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian jenis campuran, yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research dan quantitative descriptive, serta mengelaborasikan elemen-elemen kualitatif yang disajikan melalui pengumpulan informasi. Data dikumpulkan dengan metode triangulasi yang bersumber dari laporan industri, data statistik terkait, OECD, APJII, jurnal terakreditasi, dan internet. Kemudian, dilakukan pengkajian kembali atas data tersebut dalam memproyeksikan output penelitian berupa rekomendasi paket kebijakan ideal atas permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sharing-economy memberikan manfaat seperti efisiensi sumber daya, pertumbuhan wirausaha, dan inklusi sosial. Namun, sharing-economy juga menimbulkan tantangan seperti persaingan tidak adil dengan bisnis konvensional, polemik regulasi, serta kesejahteraan pekerja yang tidak terjamin. Temuan utama menyoroti perlunya strategi 3H dan kolaborasi Hexahelix untuk mengoptimalkan perkembangan sharing-economy. Keterbaruan penelitian ini adalah menyajikan analisis komprehensif dari implikasi sharing-economy di berbagai sektor serta memberikan inovasi rekomendasi paket kebijakan yang holistik pada jangka pendek, menengah, dan panjang.
Abstract:Anggaran penjualan merupakan perencanaan keuangan yang disusun secara sistematis untuk memperkirakan pendapatan usaha dalam periode tertentu dan memiliki peran penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Anggaran ini tidak…
dak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai sarana pengendalian dan evaluasi kinerja keuangan. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), anggaran penjualan menjadi dasar utama dalam perencanaan laba, penyusunan kebijakan operasional, serta pengambilan keputusan strategis. Permasalahan yang masih banyak ditemui pada UMKM adalah belum optimalnya penyusunan anggaran penjualan yang terdokumentasi dengan baik, sehingga realisasi penjualan sering kali tidak sesuai dengan perencanaan. Melalui pencatatan dan penyusun ananggaran penjualan secara terstruktur, pelaku UMKM dapat melakukan peramalan penjualan yang lebih akurat, mengendalikan penyimpangan antara rencana dan realisasi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran. Selain itu, anggaran penjualan berperan sebagai pedoman kerja, alat koordinasi, dan sarana pengawasan yang mendukung transparansi serta profesionalisme dalam pengelolaan keuangan usaha. Dengan demikian, penyusunan anggaran penjualan yang tepat diharapkan mampu mendukung keberlangsungan usaha dan meningkatkan kinerja keuangan UMKM secara berkelanjutan
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan pola pemasaran dan penjualan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Meskipun demikian, tidak seluruh pelaku UMKM mampu beradaptasi secara…
a optimal dalam memanfaatkan e-commerce sebagai strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-commerce sebagai strategi peningkatan penjualan UMKM di Indonesia pada era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce dalam kegiatan usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan e-commerce memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan UMKM, terutama melalui perluasan jangkauan pasar, kemudahan proses transaksi, serta efisiensi biaya pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa e-commerce tidak hanya berfungsi sebagai media penjualan, tetapi juga sebagai strategi adaptif yang relevan bagi keberlangsungan UMKM dalam menghadapi persaingan ekonomi digital. Dengan demikian, kemampuan pelaku UMKM dalam mengadopsi dan mengelola e-commerce menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan penjualan usaha.
Abstract:Perdagangan internasional merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia. Kegiatan ekspor dan impor memungkinkan negara untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien, memperoleh devisa, dan memperluas pasar.…
Bagi negara berkembang, perdagangan internasional tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam proses industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Makalah ini membahas teori-teori utama perdagangan internasional, baik klasik maupun modern, serta relevansinya terhadap strategi pembangunan ekonomi di negara berkembang. Melalui metode studi literatur dan analisis deskriptif, makalah ini juga menyoroti studi kasus di beberapa negara Asia termasuk Indonesia.
Abstract:Hutang luar negeri merupakan instrumen fiskal strategis yang diadopsi pemerintah Indonesia guna mengakomodasi defisit anggaran serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional. Kendati demikian, akumulasi hutang yang…
ang terus tereskalasi memicu diskursus mengenai potensi timbulnya fenomena debt overhang, di mana beban kewajiban yang melampaui kapasitas produktif justru bertransformasi menjadi disinsentif bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah dampak sistematis hutang luar negeri terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus melakukan pengujian empiris terhadap relevansi teori debt overhang dalam konjungtur ekonomi nasional. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengutilisasi analisis data sekunder yang bersumber dari otoritas moneter serta lembaga statistik resmi. Berbeda dengan evaluasi sistem administrasi seperti SIHALAL yang menitikberatkan pada efektivitas prosedural, studi ini berfokus pada analisis variabel makroekonomi fundamental, yakni Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio hutang. Selaras dengan paradigma inovasi administrasi publik, pengelolaan hutang yang transparan, akuntabel, dan presisi merupakan manifestasi dari efektivitas pelayanan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta resiliensi fiskal. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memetakan ambang batas (threshold) optimal hutang luar negeri agar tetap berfungsi sebagai katalis pembangunan tanpa mengorbankan keberlanjutan ekonomi jangka panjang, sekaligus menjadi rujukan strategis bagi otoritas terkait dalam merumuskan kebijakan pembiayaan negara yang lebih mandiri, kredibel, dan berkeadilan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi karyawan dan pelanggan terhadap pelayanan frontliner di Ritel X sebagai salah satu jaringan ritel modern terbesar di Indonesia. Fokus utama penelitian adalah memahami…
bagaimana karyawan memaknai konsep pelayanan berdasarkan standar perusahaan dan bagaimana pelanggan menilai pengalaman layanan yang mereka terima. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di beberapa gerai Ritel X di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan memiliki persepsi positif terhadap pentingnya pelayanan prima dan berupaya menerapkan standar 3S (Senyum, Sapa, Salam), namun masih terdapat kesenjangan antara pelaksanaan standar prosedural dengan pengalaman emosional yang diharapkan pelanggan. Pelanggan menilai bahwa kualitas pelayanan belum konsisten antar shift dan antar cabang, serta masih terdapat kekurangan pada aspek empati, komunikasi interpersonal, dan kecepatan respon. Penelitian ini mengungkap lima temuan penting: kesenjangan persepsi antara karyawan dan pelanggan, peran manajemen dalam membentuk budaya pelayanan, kelelahan emosional frontliner, pengaruh lingkungan fisik terhadap persepsi pelanggan, dan rendahnya kompetensi digital dalam pelayanan. Temuan ini menegaskan perlunya pelatihan berkelanjutan, evaluasi sistemik, dan penguatan budaya kerja berbasis empati agar kualitas pelayanan Ritel Modern semakin sesuai dengan harapan pelanggan.
Abstract:Membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya kontribusi perempuan dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga, khususnya dalam konteks pembangunan sosial dan ekonomi saat ini.…
ni. Perubahan peran gender, kesadaran akan kesetaraan, serta partisipasi perempuan dalam dunia kerja menjadi faktor utama yang mendorong perubahan tersebut. Kesempatan bagi perempuan semakin luas berkat meningkatnya kesadaran akan hak-hak mereka, globalisasi, dan kemajuan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data dari buku, majalah, dan karya ilmiah lain, yang kemudian dianalisis untuk menggambarkan kontribusi perempuan dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan memberikan dampak signifikan terhadap keluarga dan masyarakat, serta menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Abstract:Transformasi digital menjadi kebutuhan utama perbankan syariah di Indonesia, dengan jaringan telekomunikasi sebagai infrastruktur penting bagi layanan digital Bank Syariah Indonesia (BSI). Penelitian ini menggunakan metode…
de kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan observasi terhadap implementasi digitalisasi BSI. Hasil menunjukkan bahwa jaringan telekomunikasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas layanan digital, efisiensi operasional, dan perluasan inklusi keuangan syariah. Layanan seperti BSI Mobile dan pembayaran QRIS dapat berjalan optimal berkat jaringan yang stabil dan aman. Namun, penelitian juga mencatat tantangan berupa keterbatasan jaringan di wilayah tertentu serta risiko keamanan siber yang menuntut peningkatan perlindungan data.
Abstract:Media sosial berperan penting dalam membentuk tren fashion yang berpotensi memengaruhi perilaku pembelian konsumen, khususnya konsumen muda. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kerap dikaitkan dengan kecenderungan mengikuti…
uti tren yang berkembang di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan tren fashion di media sosial terhadap perilaku pembelian konsumen menggunakan kerangka Stimulus–Organism–Response (S-O-R). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat paparan dan ketertarikan visual yang tinggi terhadap tren fashion di media sosial. Namun, sebagian besar responden menunjukkan sikap netral terhadap tekanan sosial dan FOMO, yang mencerminkan adanya proses evaluasi internal. Perilaku pembelian responden cenderung selektif dan tidak impulsif, serta tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh tren maupun influencer. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan pembelian merupakan hasil pertimbangan rasional konsumen meskipun terpapar stimulus media sosial.
Abstract:Maraknya penggunaan media sosial di Indonesia tidak diimbangi dengan pemahaman etika komunikasi yang memadai, sementara banyak organisasi belum siap menghadapi krisis akibat isu yang viral. Kasus kehilangan tumbler penumpang…
pang KAI di Threads/Instagram menjadi contoh penting untuk menelaah hal ini. Penelitian bertujuan menganalisis etika komunikasi penumpang dalam menyampaikan keluhan, menilai kinerja manajemen krisis PT KAI, serta merumuskan tindakan ideal bagi kedua pihak. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus melalui analisis unggahan media sosial, pernyataan resmi, dan pemberitaan, ditemukan bahwa keluhan penumpang cenderung emosional dan menghakimi, sedangkan respons KAI yang tergesa-gesa justru bersifat reaktif dan tidak komunikatif. Penelitian merekomendasikan edukasi etika digital bagi masyarakat serta pelatihan manajemen krisis bagi organisasi. Tindakan ideal adalah komunikasi dua arah yang transparan dan solutif sebelum konflik meluas ke ruang publik.