Abstract:Artikel ini membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan melalui telaah pustaka terhadap literatur akademik yang terbit pada periode 2018–2025. Kajian ini dilakukan untuk menjawab kesenjangan antara tujuan…
uan ideal pendidikan berlandaskan Pancasila dan praktik implementasinya di berbagai lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan analisis isi dan sintesis tematik terhadap buku, artikel jurnal, serta dokumen kebijakan nasional terkait pendidikan nilai dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila memerlukan pendekatan multidimensional yang meliputi integrasi dalam kurikulum, peran transformasional guru, budaya sekolah yang mendukung pembiasaan nilai, serta dukungan kebijakan struktural. Di samping itu, ditemukan berbagai hambatan seperti rendahnya pemahaman guru terhadap pendidikan nilai, lemahnya instrumen evaluasi karakter, pengaruh budaya digital, serta ketidakkonsistenan kebijakan. Kajian ini menegaskan perlunya strategi penguatan berupa peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan model pembelajaran berbasis nilai, evaluasi karakter yang komprehensif, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Simpulan dari kajian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan nilai berlandaskan Pancasila yang relevan dengan tantangan era globalisasi.
Abstract:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi dan kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan bagi komunitas yang tidak terlibat dalam pendidikan formal. Latar…
belakang penelitian berasal dari masih banyaknya individu yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah akibat faktor ekonomi, sosial, dan usia. PKBM hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang memberikan peluang untuk belajar melalui program Paket A, B, dan C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran di PKBM. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi berlangsung dengan baik dan fleksibel, didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman serta peran tutor yang mirip dengan guru formal. PKBM juga memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat melalui pendidikan tanpa biaya dan penyediaan alat tulis untuk peserta. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana, ketidakhadiran peserta secara tidak teratur, serta kurangnya pengajar masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, PKBM Laskar Pelangi memainkan peran penting dalam menciptakan kesetaraan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar sepanjang hidup.
Abstract:Indonesia sedang memasuki fase bonus demografi yang memberikan peluang besar sekaligus tantangan bagi pembangunan nasional. Namun, masih terdapat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan…
industri yang dapat menghambat pemanfaatan peluang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi adaptasi mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam menyongsong bonus demografi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menelaah keterampilan, peran organisasi, dan kewirausahaan sebagai bentuk kesiapan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 15 mahasiswa FMIPA UNIMED yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket terbuka Google Form dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan adaptasi melalui peningkatan literasi digital, penguasaan bahasa asing, pengembangan soft skills, serta keterlibatan dalam organisasi, seminar, magang, dan kewirausahaan. Tantangan yang dihadapi mencakup persaingan kerja, keterbatasan lapangan pekerjaan, kesenjangan keterampilan, serta kendala internal seperti manajemen waktu dan kesehatan mental. Keterampilan abad 21 berupa kombinasi hard skills dan soft skills dinilai sebagai bekal utama, sedangkan organisasi kampus dan kewirausahaan berperan penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing sekaligus menciptakan lapangan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Medan memiliki kesadaran adaptif yang tinggi, meskipun masih diperlukan perluasan penelitian dengan lingkup yang lebih besar untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minat beli konsumen terhadap pembelian produk halal di Swalayan Roli Kota Binjai. Label halal menjadi faktor krusial yang membentuk kepercayaan konsumen dan keputusan…
pembelian, khususnya di kalangan konsumen Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap dua orang konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden memiliki kesadaran yang tinggi terhadap produk halal dan secara konsisten menjadikan label halal sebagai pertimbangan utama dalam keputusan pembelian. Kepercayaan konsumen, kepatuhan agama, serta rasa aman yang dihadirkan oleh produk berlabel halal diidentifikasi sebagai faktor pendorong utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa label halal berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dan bahwa ketersediaan produk halal yang lebih luas di toko ritel sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Abstract:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering diposisikan sebagai barometer kondisi ekonomi nasional yang merangkum ekspektasi pelaku pasar terhadap fundamental makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi…
engevaluasi peran serta efektivitas IHSG sebagai indikator kesehatan ekonomi Indonesia berdasarkan bukti-bukti empiris dari studi terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review) sistematis yang mensintesis artikel jurnal, laporan ilmiah, dan data sekunder terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa IHSG memiliki hubungan dua arah yang signifikan dengan variabel makroekonomi utama seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan pertumbuhan PDB. Penguatan IHSG mencerminkan optimisme investor dan stabilitas keuangan, sementara penurunannya memberikan sinyal risiko makroekonomi atau tekanan eksternal akibat integrasi keuangan global. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan IHSG, antara lain kerentanannya terhadap perilaku spekulatif jangka pendek, serta ketidakmampuannya dalam merefleksikan kondisi sektor UMKM secara komprehensif. Kesimpulannya, meskipun IHSG sangat relevan sebagai leading indicator untuk membaca dinamika pasar dan mendiagnosis denyut nadi perekonomian, penggunaannya tidak boleh berdiri sendiri. Otoritas kebijakan disarankan untuk mengintegrasikan analisis IHSG dengan indikator sektoral dan sosial-ekonomi yang lebih luas guna menciptakan gambaran kesehatan ekonomi nasional yang utuh, inklusif, dan berkelanjutan.
Abstract:Pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi strategis dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi sivitas akademika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam…
tingkat kepuasan mustahik terhadap program pemberdayaan zakat di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat efektivitas program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang narasumber mustahik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang dilengkapi dengan observasi nonpartisipan serta studi dokumentasi. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kepuasan mustahik tergolong cukup tinggi, terutama pada aspek pemenuhan manfaat ekonomi langsung, ketepatan sasaran distribusi, dan penguatan dampak spiritual. Bantuan zakat terbukti efektif meringankan biaya perkuliahan dan operasional studi mahasiswa. Namun, penelitian ini menemukan beberapa kelemahan mendasar, yaitu keterlambatan prosedur pencairan dana, kurangnya transparansi mengenai indikator evaluasi kelayakan berkala, serta minimnya program pendampingan non-finansial seperti pembinaan soft skills dan pelatihan kewirausahaan. Program yang berjalan dinilai masih dominan bersifat konsumtif-kuratif untuk membantu bertahan (survive), belum sepenuhnya bertransformasi ke arah kemandirian ekonomi produktif. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya percepatan birokrasi pencairan, penyesuaian nominal bantuan dengan kebutuhan aktual, peningkatan keterbukaan informasi, serta pengintegrasian bantuan dana dengan program pembinaan dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun seringkali menghadapi kendala akses permodalan. Pembiayaan syariah hadir sebagai solusi alternatif yang mengedepankan prinsip…
p keadilan, transparansi, dan etika tanpa unsur riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembiayaan syariah terhadap indikator pertumbuhan UMKM serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur deskriptif, mengintegrasikan data sekunder dari jurnal ilmiah, publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia periode 2017–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan syariah memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan UMKM, di mana 63% UMKM mengalami kenaikan omzet, 64% peningkatan laba usaha, dan 58% mampu memperluas usaha. Akad bagi hasil (mudharabah dan musyarakah) terbukti lebih dominan mendorong ekspansi jangka panjang dibandingkan akad murabahah. Inovasi teknologi finansial syariah turut memperluas inklusi keuangan di daerah terpencil. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan likuiditas, dan kompleksitas prosedur. Simpulan: Pembiayaan syariah terbukti efektif menjadi pilar utama pemberdayaan UMKM, yang memerlukan dukungan kebijakan adaptif serta peningkatan edukasi keuangan yang masif.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak kompensasi strategis terhadap kinerja karyawan Generasi Z di era teknologi saat ini dan untuk menemukan jenis kompensasi yang paling sesuai dengan karakteristik…
generasi tersebut. Untuk melakukan penelitian literatur, artikel ilmiah dari tahun 2021–2026 dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional melalui basis data seperti Google Scholar dan SINTA. Teknik analisis termasuk identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi strategis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Memiliki sistem kompensasi yang adil dan sesuai dengan tujuan perusahaan dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kepuasan kerja. Bagi Generasi Z, efektivitas kompensasi dipengaruhi oleh faktor-faktor non-finansial dan finansial, seperti fleksibilitas dalam bekerja, pengembangan karier, dan menemukan keseimbangan antara hidup pribadi dan kerja. Selain itu, perusahaan harus menerapkan kompensasi strategis yang komprehensif dan adaptif untuk meningkatkan retensi, keterikatan, dan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Ini karena ketidaksesuaian antara sistem kompensasi dan harapan karyawan dapat menyebabkan penurunan kinerja dan peningkatan niat untuk meninggalkan pekerjaan.
Abstract:Penelitian ini menganalisis partisipasi institusi masyarakat pedesaan dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta implikasinya terhadap efektivitas program di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten…
en Bogor. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian yang menempatkan institusi masyarakat pedesaan sebagai aktor utama pembangunan keluarga berbasis komunitas dan belum banyaknya penelitian yang menghubungkan pola partisipasi, faktor yang memengaruhi, strategi penguatan, serta outcome program secara integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif. Data dikumpulkan pada Agustus sampai Oktober 2025 melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan kuesioner pendukung terhadap koordinator program, penyuluh lapangan, aparatur kecamatan dan desa, kader masyarakat, pengurus kelompok bina keluarga, tokoh masyarakat, dan keluarga penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi relatif aktif pada tahap pelaksanaan, tetapi masih lemah pada tahap perencanaan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan institusi masyarakat pedesaan penting untuk menggeser partisipasi dari simbolik menjadi substantif guna meningkatkan efektivitas program, perubahan perilaku, dan kesejahteraan keluarga.
Abstract:Penelitian ini mengkaji bagaimana tata kelola kolaboratif dapat dibangun untuk memperkuat pengembangan wirausaha muda di Kabupaten Bogor. Kajian terdahulu umumnya menitikberatkan pada pendidikan kewirausahaan, kewirausahaan…
aan digital, atau pengembangan usaha mikro dan kecil, sedangkan model kolaborasi multipihak pada level lokal masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di Kabupaten Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan yang dipilih secara purposif dari unsur pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, pelaku usaha muda, dan akademisi, serta didukung observasi dan data program. Analisis dilakukan dengan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi sudah berlangsung, tetapi masih terfragmentasi. Teknologi komunikasi telah digunakan secara luas, namun belum tersedia platform terintegrasi yang menghubungkan para aktor. Kapasitas digital masih timpang, budaya organisasi masih dipengaruhi ego sektoral dan kekakuan birokrasi, kepercayaan antarpihak belum kokoh, dan tujuan bersama belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam aksi bersama. Penelitian ini menawarkan model kolaborasi yang dibangun atas lima dimensi yang saling terkait, yaitu teknologi komunikasi terintegrasi, peningkatan kapasitas digital berkelanjutan, budaya kolaboratif, kepercayaan yang terlembagakan, dan tujuan bersama yang diformalkan.