Search Articles & Publications

Showing 2979 articles found for "Oleh"

Partisipasi Masyarakat Dalam Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Kelurahan Gunung Anyar Surabaya

Puspitasari, Nira Zhahfirah, Kumala, Novia Dia, Putra, Yoga Raffi Krisnanda, Alamiyah, Syifa Syarifah
Abstract: Abstract: Reforestation is reforestation of forests that have been barren or barren with the aim of improving the quality of the environment. This reforestation was carried out in the Mud Volcano area, Gunung Anyar village,… ge, Surabaya. This study aims to describe community participation in the implementation of the Green Open Space Reforestation (RTH) program in Gunung Anyar, Gunung Anyar Village, Surabaya City and the obstacles faced. This study uses a descriptive method with a qualitative approach where data collection is done by observation, in-depth interviews with informants, and documentation studies. The results of this study indicate that there is a community called Griyo Maos. Griyo Maos is a community that is active in social activities such as establishing a free reading park and contributing to the maintenance of Green Open Space in the Gunung Mud Volcano area in Gunung Anyar, Surabaya. The Griyo Maos community has made a major contribution to caring for and protecting the environment in the Gunung Anyar mud volcano area. In this study, there were 3 stages that were passed, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. Based on these 3 stages, the participation of the community represented by Griyo Maos is considered to have contributed optimally to the implementation of the Green Open Space Reforestation program, while the surrounding community is still less contributing to these activities.   Keywords: Green Open Space; Reforestation; Mud Volcano Abstrak: Reboisasi yaitu penghijauan kembali hutan yang sudah gundul atau tandus yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Reboisasi ini dilaksanakan pada wilayah Mud Volcano kelurahan Gunung Anyar Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program Reboisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Gunung Anyar, Kelurahan Gunung Anyar, Kota Surabaya dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dengan informan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebuah komunitas yang bernama Griyo Maos. Griyo Maos merupakan suatu komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial seperti mendirikan taman baca secara gratis dan berkontribusi dalam pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau di kawasan Gunung Mud Volcano yang berada di Gunung Anyar, Surabaya. Komunitas Griyo Maos ini memiliki kontribusi besar untuk merawat dan menjaga lingkungan di kawasan mud volcano Gunung Anyar tersebut. Dalam penelitian ini terdapat 3 tahapan yang dilalui yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan juga evaluasi. Berdasarkan 3 tahapan tersebut maka partisipasi masyarakat yang di representasikan oleh Griyo Maos dinilai telah berkontribusi secara optimal dalam pelaksanaan program Reboisasi Ruang Terbuka Hijau, sementara itu masyarakat sekitar masih kurang berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Kata kunci: Gunung Lumpur; Reboisasi; Ruang Terbuka Hijau 

Pembuatan Signage Kawasan Di Kampung Romantis Kota Malang Sebagai Desa Tematik

Susanti, Wiwik Dwi, Sunarya, Wendy, Masnuna, Masnuna
Abstract: Abstract: Kampung Romantic is one of the urban villages in Malang City which currently transforms to be a village with special interest. One of the potentials in Kampung Romantis is the decorative-plant tour and business… developed by its residents. This potential can be utilized to strengthen the character of the village that upholds good relations between neighbors and families. Reviewing the standard of a tourism village, Kampung Romantis is still far from the existing standard due to a lack of adequate facilities and infrastructure. However, its location is strategic as located in the middle of the city and near shopping centers, educational and heritage areas. Considering its strategic location and the high interest of the residents in developing their village, it is important to brand the area of this village visually. An effort was made through this service program through the signage design for a logo of Kampung Romantis which can strengthen the image of that area. The stages of the service program started from observation and communication with the residents, then planning and construction for the signage design. This program had successfully produced a signage design that was constructed to brand the area of Kampung Romantis by involving the residents. Keywords: regional signage; romantic village; thematic village Abstrak: Kampung romantis merupakan salah satu kampung kota di Kota Malang yang saat ini berupaya untuk menjadi kampung minat khusus. Wisata belanja tanaman hias yang merupakan potensi yang sekarang dapat dikembangkan oleh warganya sendiri. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai untuk memperkuat identitas kawasan sebagai kampung kota yang tetap mengedepankan hubungan yang baik dengan tetangga dan juga keluarga. Apabila dikaji berdasarkan standar kampung wisata, maka kampung romantis masih jauh dari standar yang ada karena sarana dan prasarananya masih minim.  Lokasi kampung romantis sangat strategis karena terletak ditengah Kota Malang dan juga dekat dengan pusat perbelanjaan, area pendidikan dan juga kawa-san heritage (warisan) yang ada di Kota Malang. Melihat lokasinya yang strategis serta    tingginya minat warganya untuk mengembangkan menjadi kampung wisata, maka diperlukan upaya untuk dapat membranding kawasan tersebut dan juga mempercantik secara visual kawasan tersebut. Upaya yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini melalui desain signage berupa logo dari kampung romatis untuk dapat memperkuat branding kawasan tersebut. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dari observasi dan komunikasi dengan warga hingga perencanaan dan konstruksi signage. Kegiatan pengabdian ini berhasil membuat rancangan signage yang akhirnya dapat dibangun untuk branding di Kawasan kampung romantis dengan keterlibatan   warganya. Kata kunci: desa tematik; kampung romantis; signage

Penguatan Pembelajaran Berwawasan Kebangsaan Melalui Metode Insersi Untuk Guru PAUD Di Kabupaten Wonogiri

Mahardhani, Ardhana Januar, Wulansari, Betty Yulia, Ruhardi, Rudi
Abstract: Abstract: The existence of the Covid-19 pandemic makes the learning process in early childhood ineffective, including in the delivery of national insight material. The use of online platforms apparently cannot be done in… n the learning process in Purwantoro District, Wonogiri Regency because many parents do not understand about the operation of online learning, parents who work full time, and geographical conditions that do not support it so that signaling is difficult. This community service activity is carried out in collaboration by the University of Muhammadiyah Ponorogo and the Institute of Kebangsaanic Studies Muhammadiyah Pacitan in collaboration with HIMPAUD, Purwantoro District, Wonogiri Regency. This activity aims to assist teachers in increasing students' understanding of national insight through the insertion method in learning materials. Activities are carried out online with the implementation stages being pre-activity, activity implementation, activity evaluation, and follow-up activities. From the results that have been carried out, it can be concluded that 94% of participants have understood the use of the insertion method in the implementation of learning so that students can understand the national insight in every material presented by the teacher Keywords: insertion; PAUD; national insights Abstrak: Adanya pandemi Covid-19 menjadikan proses pembelajaran pada anak usia dini tidak efektif, termasuk dalam penyampaian materi wawasan kebangsaan. Penggunaan platform online ternyata tidak bisa dilakukan pada proses pembelajaran di kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri karena banyak orang tua yang belum paham tentang pengoperasionalan pembelajaran online, orang tua yang bekerja secara fulltime, serta kondisi geografis yang tidak mendukung sehingga sulitnya sinyal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara kolaborasi oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Institut Kebangsaan Studies Muhammadiyah Pacitan bekerjasama dengan HIMPAUD kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang wawasan  kebangsaan melalui metode insersi dalam materi pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui dalam jaringan (online) dengan tahap pelaksanaan adalah pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan, dan tindak lanjut kegiatan. Dari hasil yang telah dilaksanakan diperoleh         hasil bahwa 94% peserta  telah paham tentang penggunaan metode insersi dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga siswa dapat memahami tentang wawasan kebangsaan dalam setiap materi yang disampaikan oleh guru. Kata kunci: insersi; PAUD; wawasan kebangsaan 

Pengembangan Website Untuk Pengelolaan Bumdes Desa Cipta Karya, Bengkayang

Yuliana, Yulianaa, Thomas, Santi, Priadana, Adri
Abstract: Abstract: Community service activities aimed at the government of Cipta Karya Village, Sungai Betung District, Bengkayang Regency aim to increase the interest and use of Information Technology in the Website field. Through… gh a village institution managed by the community and village government, namely BUMdes, this greatly helps the community in improving the village economy which has the potential for information that can be used to convey information. Utilization of Information Technology in the creation of the assisted village web to display information related to the activities of the creation village. The service was carried out by studying the literature, implementing, and evaluating. Where the implementation is carried out in stages such as socialization, data management, creation of websites and domains as well as admin training, to the management of village websites. Through this website, the village government can provide information related to village activities such as potential tourism objects.         Keywords: BUMDES; management; website development; village     Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan sasaran pemerintah Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemanfaatan Teknologi Informasi pada bidang Website. Desa Cipta Karya belum memiliki wadah atau tempat untuk mempromosi potensi wisata desa. Pengelolaan Bumdes belum dimanfaatkan dengan baik dan benar dan belum ada tempat untuk menginformasi kegiatan atau informasi yang ada di Desa. Begitu pula peta lokasi wisata belum banyak diketahui oleh masyarakat luar. Melalui sebuah lembaga Desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa yaitu BUMdes, ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian desa yang memiliki potensi informasi yang bisa digunakan untuk menyampaikan suatu informasi. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pembuatan web desa binaan untuk menampilkan informasi yang berkaitan dengan kegiatan desa cipta karya. Pengabdian ini dilakukan dengan metode studi literatur, pelaksanaan dan evaluasi. Dimana pada pelaksanaannya dilakukan tahap seperti sosialisasi, pengumpulan data, pembuatan website dan domain dan juga pelatihan admin, hingga pengelolaan website desa. Melalui website ini, pihak pemerintah desa dapat memberikan informasi terkait dengan kegiatan desa seperti potensi objek wisata. Kata kunci: BUMdes; desa; pengelolaan; pengembangan website

Pelatihan Kerajinan Tangan Dalam Upaya Memanfaatkan Peluang Bisnis Di Era Pandemi

Wulandari, Try, Emilda, Emilda, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract: The COVID-19 outbreak, which has been going on for about a year and a half, continues to harm the people and the Indonesian economy. Indonesia's economic activity is getting weaker and lowering the purchasing power… ower of the Indonesian people. One of the prevention strategies implemented by the government is by limiting community mobility through work from home and also study from home for students. Since the enactment of this policy, students have more free time at home. Therefore, this PKM activity aims to introduce business opportunities that can be utilized by students. This free handicraft training hopes that the participants will maximize the training in making handicrafts and earn additional income during the pandemic. The target of this activity is students. Based on the results of the work made by the participants, this PKM activity can be said because the participants succeeded in making their respective works well in the first try. The handicrafts made have also met the expectations of the PKM team and can be said to be worthy of sale. Keywords: business opportunity, handicraft, mask connector   Abstrak: Wabah covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih satu setengah tahun terakhir ini terus merugikan masyarakat dan perekonomian Indonesia. Aktivitas perekonomian Indonesia kian melemah dan menurunkan daya beli masyarakat Indonesia. Salah satu strategi pencegahan yang diterapkan oleh pemerintah yaitu dengan cara membatasi mobilitas masyarakat melalui work from home dan juga study from home bagi para mahasiswa. Sejak diberlakukannya kebijakan ini, para mahasiswa memiliki lebih banyak waktu luang di rumah. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengenalkan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa. Pelatihan kerajinan tangan yang diberikan secara gratis ini mengharapkan para peserta nantinya akan memaksimalkan pelatihan membuat kerajinan tangan dan meraih penghasilan tambahan selama pandemi. Sasaran kegiatan ini adalah para mahasiswa. Berdasarkan hasil karya yang dibuat oleh para peserta, kegiatan PKM ini dapat dikatakan karena para peserta berhasil membuat karyanya masing-masing dengan baik dalam percobaan pertama. Hasil kerajinan tangan yang dibuat pun sudah memenuhi harapan tim PKM dan dapat dikatakan layak untuk dijual. Kata kunci: kerajinan tangan; konektor masker; peluang bisnis

Pelatihan Public Speaking Bagi Karang Taruna Dharma Bakti Kelurahan Renon

Dewi, I Gusti Ayu Agung Istri Sari, Astawa, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri, Sintya, Ni Kadek
Abstract: Abstract: Public speaking is an important skill for every person and organization to have. In doing public speaking, it takes careful practice to get used to convey a topic in front of many people. However, in reality, many… any people and youth have low public speaking skills, which makes it difficult for them to express their opinions in front of many people, so a public speaking training for youth groups is held so that participants who take part in the training understand the importance of having public speaking skills and how to improve these skills. . In addition, this public speaking training is needed in youth organizations so that in internal and external communication there is no miscommunication and expressing opinions. The method used in this activity is a participatory act review. This activity received a positive response from the participants, as seen from the enthusiasm of the participants and active in asking, discussing, and answering questions posed by the presenters. In addition, based on the Pre-Test and Post-Test questionnaires that have been given to 22 training participants, the results are very good. Where based on the post-test filled by 22 people, there are 17 people who get good results with a vulnerable value of 76-100, only 5 people with a value (56-75) this shows much improvement from the results of the previous pre-test, which only 5 people get good grades Keywords: public speaking; training; youth organization. Abstrak: Public speaking merupakan skill yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang maupun organisasi. Dalam melakukan public speaking dibutuhkan latihan yang matang agar terbiasa dalam menyampaikan suatu topik di depan banyak orang. Namun kenyataannya, banyak masyarakat maupun pemuda yang memiliki kemampuan public speaking rendah, yang menyebabkan mereka sulit menyampaikan pendapat di depan banyak orang, maka diadakanlah pelatihan public speaking bagi karang taruna ini agar peserta yang mengikuti pelatihan memahami pentingnya mempunyai keterampilan public speaking dan bagaimana meningkatkan keterampilan tersebut. Selain itu, pelatihan public speaking ini diperlukan dalam organisasi karang taruna agar dalam komunikasi internal maupun eksternal tidak terjadinya miscommunication dan menyampaikan pendapat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kaji tindak partisipati. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta, yang dilihat dari antusiasme para peserta dan aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri. Selain itu, berdasarkan angket pengisian Pre-Test dan Post Test yang sudah diberikan kepada 22 peserta pelatihan menunjukan hasil yang sangat baik. Dimana berdasarkan post-test yang diisi oleh 22 orang terdapat 17 orang yang mendapatkan hasil baik dengan rentan nilai 76-100, cukup 5 orang dengan nilai (56-75) hal ini jauh menunjukan peningkatan dari hasil pre-test sebelumnya, yang hanya 5 orang mendapat nilai baik Kata kunci: karang taruna;  pelatihan; public speaking.  

Pemanfaatan Social Advertising Sebagai Media Promosi Produk Puan Makanan Khas Palembang

Sartika, Dewi, Saluza, Imelda, Roswaty, Roswaty
Abstract: Abstract: The Gulo Puan Business Group, Bangsal village, Pampangan sub-district, Ogan Komering Ilir district, is a producer of products in the form of gulo-puan, sagon-puan and tapel-puan. After the implementation of the… PKMS activity, a product innovation in the form of Mrs. Candy was obtained, while in the PKM activity, a product innovation in the form of Mrs. yogurt was obtained. Based on this, partners have been able to compete with similar business actors because they already have a variety of product variants, both in the form of food and beverages. However, this certainly needs to be strengthened again by utilizing technology to introduce products to the wider community. Social advertising is a promotional media that is carried out through social media. This promotional media is considered far more effective, efficient and on target compared to conventional promotional media such as flyers, banners and so on. Partners in PKMS activities have been able to utilize social media as a marketing medium. Therefore, in PKM activities, the implementing team provides training on the use of social advertising as a promotional media for women's products produced by partners. Based on the results of social advertising that has been done 5 times, the results show that as many as 96,212 accounts were successfully reached, of which 98.2% were not followers of accounts with demographics 48.2% male and 51.8% female. As many as 55% of the target to open a profile from Mrs. Candy and from a total of 4,018 accounts that liked ads were obtained.            Keywords: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising; Abstrak: Kelompok Usaha Gulo Puan desa Bangsal kecamatan Pampangan kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan penghasil produk berupa gulo puan, sagon puan dan tapel puan. Setelah pelaksanaan kegiatan PKMS diperoleh inovasi produk berupa puan candy, sedangkan pada kegiatan PKM diperoleh inovasi produk berupa puan yogurt. Berdasarkan hal tersebut  mitra telah mampu bersaing dengan pelaku usaha sejenis karena telah memiliki varian produk puan yang beragam, baik berupa makanan maupun minuman. Namun, hal tersebut tentu perlu diperkuat lagi dengan memanfaatkan teknologi guna mengenalkan produk ke Masyarakat luas. Sosial advertising merupakan media promosi yang dilakukan melalui sosial media. Media promosi ini dianggap jauh lebih efektif, efisien dan tepat sasaran dibandingkan dengan media promosi konvensional seperti selebaran, banner dan sebagainya. Mitra pada kegiatan PKMS telah mampu memanfaatkan sosial media sebagai media pemasaran. Oleh karena itu, pada kegiatan PKM tim pelaksana memberikan pelatihan pemanfaatan sosial advertising sebagai  media promosi produk puan yang dihasilkan oleh mitra. Berdasarkan hasil sosial advertising yang telah dilakukan sebanyak 5 kali diperoleh hasil bahwa sebanyak 96.212 akun yang berhasil dijangkau, dimana 98,2%nya bukan pengikut dari akun dengan demografi 48,2% berjenis kelamin laki-laki dan 51,8% perempuan. Sebanyak 55% dari sasaran membuka profil dari puan candy serta dari total keseluruhan diperoleh 4.018 akun yang menyukai iklan. Kata kunci: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising

Pelatihan Diversifikasi Produk Berbasis Kentang Di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan

Choiriyah, Nurul Azizah, Rahmah, Latifahtur, Hadiwirawan, Gilbert Yanuar, Sundjaja, Arya Putra
Abstract: Abstract: Tosari District, Pasuruan Regency is one of the access areas to the tourist area of Mount Bromo. One of the local products in this area is potatoes. However, potatoes are only sold as raw products and have not… been widely used as a processed food product. The aim of this community service is to improve skills related to the diversification of processed potato products and knowledge of types of food packaging. This community service method includes counseling regarding the packaging of souvenir products, demonstrations on making potato ronde, potato brownies and potato galantine as well as several participants who practice directly making these products. This activity took place at the Tosari village hall, Tosari District, Pasuruan Regency. The community service participants totaled 30 pokdarwis members from all over Pasuruan Regency. Participants were enthusiastic and active during the community service activities. The participants asked many questions to the speakers and were active in direct practice of making potato-based products. Pokdarwis members in Pasuruan Regency have skills in making various kinds of potato-based processed products such as potato brownies, potato galantine and potato ronde and they have knowledge about food packaging that can increase the economic value and the shelf life of product.             Keywords: brownies; galantine; packaging; potatoes Abstrak: Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Hasil bumi di daerah ini yaitu kentang. Namun kentang hanya sebatas dijual sebagai produk mentah dan belum banyak dimanfaatkan sebagai olahan produk jadi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan terkait diversifikasi produk olahan kentang dan pengetahuan jenis pengemas makanan. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan terkait pengemasan produk oleh-oleh, demonstrasi tentang pembuatan ronde kentang, brownies kentang dan galantin kentang serta beberapa pe-serta praktik langsung membuat produk tersebut.  Kegiatan ini berlangsung di balai desa Tosari, kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan. Peserta pengabdian masyarakat ini berjumlah 30 orang anggota pokdarwis se-kabupaten Pasuruan. Peserta antusias dan aktif selama kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung. Peserta banyak mengajukan pertanyaan kepada nara-sumber dan aktif dalam praktik langsung pembuatan produk berbasis kentang. Anggota pokdarwis se-Kabupaten Pasuruan telah memiliki ketrampilan dalam membuat berbagai macam produk olahan berbasis kentang seperti brownies kentang, galantine kentang dan ronde kentang serta anggota pokdarwis tersebut telah memiliki pengetahuan tentang pengemas makanan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi produk dan mendukung umur simpan produk.  Kata kunci: brownies; galantine; kentang; ronde; pengemasan

Sosialisasi Pemanfaatan Internet Sehat dan Aman Dikalangan Remaja Agar Tercipta Kemandirian Belajar

Yenni, Yusli, Hutabri, Ellbert
Abstract: Abstract Computer information technology in helping human life is growing very rapidly. This technological development is also supported by internet technology which can be accessed by everyone. The development of the internet… ternet can also support the learning and teaching process. Because the internet is a computer component in a computer network that can connect these components throughout the world computer network. So from that, to support the learning process it is necessary to apply the use of the internet in a healthy and safe manner. Healthy and safe use of the internet can protect internet users to avoid dangers and crimes that occur in cyberspace or are committed online. The use of the internet among adolescents is dominated by use in social media. Therefore, teenagers need to be given an understanding of using the internet safely and healthily in order to create a good learning process. This coaching is carried out on adolescents in Pesona Rhabayu housing, Patam Lestari Village, Sekupang District, Batam. This socialization provides understanding and solutions for adolescents in using the internet wisely so that they can improve learning and be error-free in using the internet so as not to damage the nation's young generation.  Keywords: internet; learning; social media; Abstrak: Teknologi informasi komputer dalam membantu kehidupan manusia semakin berkembangan dengan  sangat pesat. Perkembanan teknologi ini juga didukung dengan teknologi internet  yang mana dapat diakses oleh semua orang. Perkembangan internet juga dapat mendukung dalam proses masa belajar dan mengajar. Karena internet  merupakan komponen komputer dalam jaringan komputer yang dapat menghubungkan komponen tersebut di seluruh jaringan komputer dunia. Maka dari padahal tersebut untuk mendukung proses pembelajaran perlu diterapkan penggunaan internet secara sehat dan aman. Penggunaan internet secara sehat dan aman dapat melindungi para pengguna internet untuk terhindar dari bahaya dan kejahatan yang terjadi di dunia maya atau dilakukan secara online. Penggunaan internet dikalangan remaja didominasi oleh penggunaan dalam media sosial. Maka dari hal tersebut para remaja perlu diberikan pemahaman dalam menggunakan internet dengan aman dan sehat agar tercipta proses belajar yang baik. Pembinaan ini dilakukan pada remaja pada Perum Pesona Rhabayu Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Batam. Sosialisasi ini memberikan Pemahaman dan solusi bagi remaja dalam memanfaatkan internet dengan bijak sehingga dapat meningkatkan belajar dan bebas dari kesalahan dalam memanfaatkan internet agar tidak merusak generasi muda bangsa. Kata kunci : internet; media sosia; pembelajaran

Edukasi Manajemen Proses Bisnis Dengan Model Pembelajaran Simulasi Game

Hayat, Cynthia
Abstract: Mata kuliah Manajemen Proses Bisnis (MPB) yang ada di Ukrida berfokus pada pemahaman konsep MPB di organisasi dalam  memperoleh, mengevaluasi, dan merespon informasi dengan segera menjadi sangat penting dalam merespon masalah… asalah yang dihadapi oleh organisasi/ perusahaan secara cepat dan tepat. Rendahnya tingkat kepuasaan dan penguasaan materi dari peserta didik, dilatarbelakangi oleh metode pembelajaran ceramah yang hanya satu arah, bersifat konseptual dan tidak bisa memvisualisasikan secara real ke dalam suatu organisasi/ perusahaan. Hal ini yang menjadi landasan dilakukannya pengabdian masyarakat berupa edukasi MPB dengan menerapkan metode pembelajaran simulasi game bekerja sama dengan Monsoon Academy yang berafiliasi dengan SAP Education Asia Pacific dan 3 Universitas dari Hongkong, Malaysia, dan Thailand. Dengan edukasi pembelajaran berbasis simulasi game yang dilakukan, para peserta dapat melakukan simulasi terhadap situasi untuk meningkatkan pemahaman mereka bisnis secara real di suatu perusahaan/ organisasi lebih baik. Selain itu, memberikan pengalaman secara tidak langsung yang diperlukan oleh peserta untuk menghadapi permasalahan. Peserta juga dapat meningkatkan kompetensi mereka  dalam mengembangan organisasi/ perusahaannya dengan menerapkan modul-modul yang telah dipelajari.