Abstract:Abstract: The development of network infrastructure in higher education environments demands a monitoring system capable of detecting disruptions quickly and accurately. Royal University does not yet have an integrated and…
nd real-time network monitoring system, so network administrators often discover disruptions after receiving reports from users. This condition results in slow response to disruption handling and suboptimal network performance. This study aims to implement The Dude as a network monitoring system to support the optimization of Royal University's network infrastructure performance. The research method used is a qualitative approach with the stages of problem identification, literature study, system analysis, system design, implementation, and system testing. The monitoring system is implemented with The Dude Server architecture running on MikroTik CHR, while The Dude Client is used by the administrator via a laptop. The results show that the system is capable of performing network discovery, monitoring device status in real-time, displaying network topology visualization, recording monitoring history, and providing notifications when disruptions occur. System testing proves that all monitoring functions run according to the analyzed requirements. Thus, the implementation of The Dude is proven effective in increasing the speed of disruption detection, troubleshooting efficiency, and optimizing the network performance of Royal University.
Keywords: mikrotik; network monitoring; network discovery; network optimization; the dude
Abstrak: Perkembangan infrastruktur jaringan di lingkungan perguruan tinggi menuntut adanya sistem pemantauan yang mampu mendeteksi gangguan secara cepat dan akurat. Universitas Royal belum memiliki sistem monitoring jaringan yang terintegrasi dan real-time, sehingga administrator jaringan sering mengetahui gangguan setelah menerima laporan dari pengguna. Kondisi ini berdampak pada lambatnya respons penanganan gangguan serta kurang optimalnya kinerja jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan The Dude sebagai sistem monitoring jaringan guna mendukung optimalisasi kinerja infrastruktur jaringan Universitas Royal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tahapan identifikasi masalah, studi literatur, analisis sistem, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian sistem. Sistem monitoring diimplementasikan dengan arsitektur The Dude Server yang berjalan pada MikroTik CHR, sedangkan The Dude Client digunakan oleh administrator melalui laptop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan network discovery, memantau status perangkat secara real-time, menampilkan visualisasi topologi jaringan, mencatat histori monitoring, serta memberikan notifikasi ketika terjadi gangguan. Pengujian sistem membuktikan bahwa seluruh fungsi monitoring berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah dianalisis. Dengan demikian, implementasi The Dude terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan deteksi gangguan, efisiensi troubleshooting, dan optimalisasi kinerja jaringan Universitas Royal.
Kata kunci: mikrotik; monitoring jaringan; network discovery; optimalisasi jaringan; the dude
Abstract:Abstract: The selection of pediatric cough medicine at Apotek Keluarga is currently subjective and highly dependent on the pharmacist's experience, which potentially leads to inconsistent recommendations for customers. This…
his research aims to develop a Decision Support System (DSS) using the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method to provide objective, fast, and accurate drug recommendations. The assessment criteria used in this system include cough type, side effects, age, and drug price, which are adjusted to clinical needs and consumer preferences. TOPSIS was chosen for its ability to rank drug alternatives based on their relative closeness to the positive ideal solution and the farthest distance from the negative ideal solution. The system development process involved problem identification, literature study, and data collection through interviews and direct field observations. The results indicate that the implementation of the TOPSIS method is effective in producing a list of cough medicine recommendations tailored to the specific conditions of pediatric patients. With this web-based system, the drug selection process becomes more transparent, systematic, and efficient, thereby enhancing the quality of pharmaceutical services at Apotek Keluarga.
Keywords: Decision Support System, TOPSIS, Pediatric Cough Medicine, Apotek Keluarga.
Abstrak: Pemilihan obat batuk anak di Apotek Keluarga saat ini masih bersifat subjektif dan sangat bergantung pada pengalaman apoteker, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan dalam pemberian rekomendasi kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) guna memberikan rekomendasi obat secara objektif, cepat, dan akurat. Kriteria penilaian yang digunakan dalam sistem ini meliputi jenis batuk, efek samping, usia, dan harga obat, yang disesuaikan dengan kebutuhan klinis serta preferensi konsumen. Metode TOPSIS dipilih karena kemampuannya dalam meranking alternatif obat berdasarkan kedekatan relatif terhadap solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Proses pengembangan sistem dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, studi literatur, serta pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode TOPSIS efektif dalam menghasilkan urutan rekomendasi obat batuk yang paling sesuai dengan kondisi spesifik pasien anak. Dengan adanya sistem berbasis web ini, proses pemilihan obat menjadi lebih transparan, sistematis, dan efisien, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan farmasi di Apotek Keluarga.
Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, TOPSIS, Obat Batuk Anak, Apotek Keluarga.
Abstract:Abstract: This study aims to classify the nutritional status of toddlers based on anthropometric data using the K-Nearest Neighbor (KNN) algorithm. Data were obtained from 20 Integrated Health Posts (Posyandu) in Rumbai…
Timur District, including Lembah Sari Village and Limbungan Village with a total of 1,000 toddler data. After cleaning and preprocessing, 782 data were obtained ready for use. The preprocessing stages include data cleaning and transformation, outlier removal, minority class handling, and data normalization. Next, data balancing was carried out using the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) to address class imbalance. The data was divided into 80% training data and 20% test data, then the K parameter was tested from 1 to 15 using 5-fold cross-validation. The results showed that the value of K = 1 provided the best performance with a macro recall of 0.8827 and an accuracy of 86.26%. These results indicate that the combination of the KNN algorithm with the SMOTE method and Min-Max normalization is effective in improving classification performance on imbalanced data and producing accurate and balanced predictions of toddler nutritional status between classes.
Keywords: k-nearest neighbor; toddler nutritional status; SMOTE; min-max scaling; classification; anthropometric data
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan status gizi balita berdasarkan data antropometri menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN). Data diperoleh dari 20 Posyandu di Kecamatan Rumbai Timur, meliputi Kelurahan Lembah Sari dan Kelurahan Limbungan dengan total 1.000 data balita. Setelah melalui proses cleaning dan preprocessing, diperoleh 782 data yang siap digunakan. Tahapan pra-pemrosesan meliputi pembersihan dan transformasi data, penghapusan outlier, penanganan kelas minoritas, serta normalisasi data. Selanjutnya dilakukan penyeimbangan data menggunakan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas. Data dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji, kemudian dilakukan pengujian parameter K dari 1 hingga 15 menggunakan 5-fold cross-validation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai K = 1 memberikan performa terbaik dengan recall macro sebesar 0,8827 dan akurasi 86,26%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi algoritma KNN dengan metode SMOTE dan normalisasi Min-Max efektif dalam meningkatkan kinerja klasifikasi pada data tidak seimbang serta menghasilkan prediksi status gizi balita yang akurat dan seimbang antar kelas.
Kata kunci: k-nearest neighbor; status gizi balita; SMOTE; min-max scaling; klasifikasi; data antropometri
Abstract:Abstract: In a competitive digital era, business owners such as Alya Collection face challenges in determining the right fashion products to offer to consumers. Relying on intuition without data support often results in…
inaccurate and potentially detrimental decisions. This study aims to assist the sales decision-making process by applying a data mining method using the K-Means Clustering algorithm. This method was used to group sales data from February 2024 to January 2025 into three categories: best-selling, least-selling, and non-selling products. The study was conducted using a quantitative approach, through sales data collection and direct interviews with store owners. The system was built using the PHP programming language and MySQL database, and designed with tools such as UML, DFD, and ERD. The results of this clustering system are expected to provide strategic information useful for Alya Collection in planning stock, promotions, and product development, thereby increasing sales effectively and efficiently.
Keywords: data mining; k-means; sales; alya collection; information system
Abstrak: Dalam era digital yang kompetitif, pemilik usaha seperti Alya Collection menghadapi tantangan dalam menentukan produk fashion yang tepat untuk ditawarkan kepada konsumen. Ketergantungan pada intuisi tanpa dukungan data seringkali mengakibatkan keputusan yang kurang akurat dan berisiko merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu proses pengambilan keputusan penjualan dengan menerapkan metode data mining menggunakan algoritma K-Means Clustering. Metode ini digunakan untuk mengelompokkan data penjualan dari Februari 2024 hingga Januari 2025 ke dalam tiga kategori: produk terlaris, kurang laris, dan tidak laris. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, melalui pengumpulan data penjualan serta wawancara langsung dengan pemilik toko. Sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, serta dirancang dengan alat bantu seperti UML, DFD, dan ERD. Hasil dari sistem klasterisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi strategis yang berguna bagi Alya Collection dalam merencanakan stok, promosi, serta pengembangan produk, sehingga mampu meningkatkan penjualan secara efektif dan efisien.
Kata kunci: data mining; k-means clustering; penjualan; alya collection; sistem informasi
Abstract:Abstract: Padang City holds various historical relics from the Dutch colonial era, which possess significant historical value and high tourism potential. However, information regarding the locations and descriptions of these…
hese relics is still scattered and difficult to access in an integrated manner. This study aims to design and implement an Android-based Geographic Information System (GIS) that presents an interactive map containing the locations, descriptions, and photos of the heritage sites, along with a regional filter feature to facilitate navigation. The development process began with data collection from the Tourism Office and field observations, followed by map processing in ArcMap, publication to ArcGIS Online, and the creation of an Android application using ArcGIS Maps SDK and Jetpack Compose. Integration with a MySQL database allows the automatic display of location points on the map. The implementation results show that the application can display 33 heritage site points in three districts of Padang City, complete with descriptions, photos, district filters, and Web Map integration. Testing demonstrated that the application runs smoothly, is informative and interactive, and can support cultural preservation efforts while encouraging interest in historical tourism in Padang City.
Keywords: geographic information system; dutch heritage; arcgis; android; padang city.
Abstrak: Kota Padang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah dari masa kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah dan potensi wisata tinggi. Namun, informasi mengenai lokasi dan deskripsi peninggalan tersebut masih tersebar dan sulit diakses secara terpadu. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis Android yang menyajikan peta interaktif berisi lokasi, deskripsi, foto peninggalan, serta dilengkapi fitur filter wilayah untuk memudahkan penelusuran. Proses pengembangan diawali dengan pengumpulan data dari Dinas Pariwisata dan observasi lapangan, dilanjutkan dengan pengolahan peta di ArcMap, publikasi ke ArcGIS Online, serta pembuatan aplikasi Android menggunakan ArcGIS Maps SDK dan Jetpack Compose. Integrasi dengan basis data MySQL memungkinkan penampilan titik lokasi secara otomatis pada peta. Hasil implementasi menunjukkan aplikasi mampu menampilkan 33 titik peninggalan di tiga kecamatan di Kota Padang, lengkap dengan deskripsi, foto, filter kecamatan, dan integrasi Web Map. Hasil pengujian membuktikan aplikasi berjalan lancar, informatif, dan interaktif sehingga dapat mendukung upaya pelestarian budaya, dan mendorong peningkatan minat wisata sejarah di Kota Padang.
Kata kunci: sistem informasi geografis; peninggalan belanda;arcgis; android; kota padang
Abstract:Abstract: (GIS) application to map the locations of gambier warehouses in Koto XI Tarusan District, Pesisir Selatan Regency. The background of this study is the absence of a reliable information system that can provide accurate…
ccurate spatial data and details about the locations of gambier warehouses. This lack of information often hinders farmers, consumers, and local authorities in accessing and managing data effectively. The application was developed using ArcGIS technology, Java programming language, and Android Studio. Data collection was conducted through field observation and interviews with warehouse owners. The result of this study is an interactive map-based application that simplifies the process of locating gambier warehouses and presents visual data to support strategic decision-making. This application is expected to enhance distribution efficiency and contribute positively to the economic welfare of the local community.
Keywords: geographic information systems; arcgis; kotlin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis Android yang dapat memetakan lokasi gudang gambir di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Latar belakang dari penelitian ini adalah belum tersedianya sistem informasi yang mampu memberikan data spasial dan informasi yang akurat mengenai letak gudang gambir, sehingga menyulitkan petani, konsumen, maupun pihak pemerintah dalam mengakses dan mengelola informasi tersebut. Dalam proses pengembangan aplikasi ini digunakan teknologi ArcGIS, bahasa pemrograman Java, dan Android Studio. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik gudang. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang mampu menampilkan peta interaktif lokasi gudang gambir, mempermudah pengguna dalam pencarian informasi lokasi, dan memberikan data visual yang mendukung pengambilan keputusan strategis. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi gambir serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kata kunci: sistem informasi geografis; arcgis; kotlin
Abstract:Abstract: Education is only one area that has felt the effects of the exponential growth in computing power. Data processing and decision-making have grown more dependent on the use of information technology systems. Manually…
ually selecting extracurricular activities at Panti Budaya Private High School causes kids to lose sight of what interests them and what they're good at. Because of this, kids may stop participating in extracurricular activities and never discover their true passions. Hence, it is necessary to have a decision-support system that can appropriately suggest extracurricular activities to kids according to their abilities. The purpose of this study is to develop and construct a recommendation system that makes use of the MCDM technique, more especially the ELCTRE method, which stands for the Elimination and Choice Translation Reality. By applying predefined criteria to a set of alternatives, this approach can choose the optimal one. The goal of this approach is to help students reach their full potential by recommending extracurricular activities that are both relevant and accurate.
Keywords: decision support system; extracurricular activities; student potential; MCDM; ELECTRE
Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu bidang yang merasakan dampak dari pertumbuhan eksponensial dalam daya komputasi. Pemrosesan data dan pengambilan keputusan semakin bergantung pada penggunaan sistem teknologi informasi. Memilih kegiatan ekstrakurikuler secara manual di SMA Swasta Panti Budaya menyebabkan anak-anak kehilangan minat pada apa yang mereka sukai dan apa yang mereka kuasai. Karena hal ini, anak-anak mungkin berhenti berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan tidak pernah menemukan gairah sejati mereka. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat secara tepat menyarankan kegiatan ekstrakurikuler kepada anak-anak sesuai dengan kemampuan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan membangun sistem rekomendasi yang memanfaatkan teknik MCDM, khususnya metode ELCTRE, yang merupakan singkatan dari Elimination and Choice Translation Reality. Dengan menerapkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya pada serangkaian alternatif, pendekatan ini dapat memilih yang optimal. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dengan merekomendasikan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dan akurat.
Kata kunci: sistem pendukung keputusan; kegiatan ekstrakurikuler; potensi siswa; MCDM; metode ELECTRE
Abstract:Abstract: In today's digital era, small businesses like Banana Chips By Risa face significant challenges in enhancing relationships and services to customers. This research identifies various issues related to technology…
adoption, including the lack of an online purchasing system, minimal product information, and limited flavor variations. In an increasingly competitive context, the application of information technology becomes crucial to meet the ever-evolving customer expectations. This study aims to design an E-CRM system that can support more effective customer relationship management. E-CRM is a technology-based tool that collects and stores customer data, enhances communication, personalizes services, and analyzes data for better decision-making. Additionally, this system integrates a digital loyalty program expected to increase customer engagement. Several questions arise from the issues faced, including: how to effectively implement an online purchasing system, steps to improve product information, and how to develop new flavor variations that align with customer preferences. The research results indicate that the implementation of E-CRM not only enhances operational efficiency but also strengthens long-term relationships between the business and customers, supporting success in a business environment increasingly influenced by technology.
Keywords: e-crm; digital technology; customer loyalty; product Information.
Abstrak: Di era digital saat ini, usaha kecil seperti Banana Chips By Risa menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan hubungan dan pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai masalah terkait adopsi teknologi, termasuk kurangnya sistem pembelian daring, minimnya informasi produk, dan keterbatasan varian rasa. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, penerapan teknologi informasi menjadi krusial untuk memenuhi harapan pelanggan yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem E-CRM yang dapat mendukung pengelolaan hubungan pelanggan secara lebih efektif. E-CRM adalah alat berbasis teknologi yang mengumpulkan dan menyimpan data pelanggan, meningkatkan komunikasi, mempersonalisasi layanan, serta menganalisis data untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Selain itu, sistem ini juga mengintegrasikan program loyalitas berbasis digital yang diharapkan dapat meningkatkan keterikatan pelanggan. Beberapa pertanyaan yang muncul dari masalah yang dihadapi termasuk: bagaimana cara mengimplementasikan sistem pembelian daring yang efektif, langkah-langkah untuk meningkatkan informasi produk, serta cara mengembangkan varian rasa baru yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-CRM tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang antara usaha dan pelanggan, mendukung keberhasilan dalam lingkungan bisnis yang semakin dipengaruhi oleh teknologi.
Kata kunci: e-crm; teknologi digital; loyalitas pelanggan; informasi produk
Abstract:Abstract: The development of information technology has significantly influenced various aspects of life, including the way participants are selected for training programs. One example of its application can be seen in the…
he Vocational Skills Education Program (PKK) in the hair beauty sector at LKP LADY in Asahan Regency. The previous manual participant selection process was considered inefficient and prone to errors. Therefore, this study aims to design a Decision Support System (DSS) based on the Additive Ratio Assessment (ARAS) method to support a more objective, transparent, and structured participant selection processThe implementation results show that the system is capable of generating participant rankings. Of the total 25 registered participants, the system successfully displayed 16 participants with the highest scores. The participant with the highest ranking was Kholina Zuhro who obtained a utility value of 0.7688. By implementing this system, the selection process at LKP LADY becomes faster, more efficient, and fairer because decisions are based on systematically determined criteria, thereby improving the quality of training results and confidence in the selection process.
Keywords: : information technology; decision support systems; ARAS; PKK; selection of participants
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi sangat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara dalam menyeleksi peserta pelatihan. Salah satu penerapannya dapat dilihat pada Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bidang kecantikan rambut di LKP LADY Kabupaten Asahan. Proses seleksi peserta yang sebelumnya dilakukan secara manual dinilai kurang efisien dan rawan kesalahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode Additive Ratio Assessment (ARAS) guna mendukung proses seleksi peserta secara lebih objektif, transparan, dan terstruktur. Sistem ini dirancang untuk memproses data peserta berdasarkan sejumlah kriteria seperti usia, tingkat pendidikan terakhir, pengalaman kerja, status pekerjaan, riwayat penyakit, dan jarak tempat tinggal dari lokasi pelatihan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan perangkingan peserta. Dari total 25 peserta yang didaftarkan, sistem berhasil menampilkan 16 peserta dengan nilai tertinggi. Peserta dengan peringkat tertinggi adalah Kholina Zuhro yang memperoleh nilai utility sebesar 0,7688. Dengan diterapkannya sistem ini, proses seleksi di LKP LADY menjadi lebih cepat, efisien, dan adil karena keputusan didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan secara sistematis, sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil pelatihan dan kepercayaan terhadap proses seleksi.
Kata kunci: teknologi informasi; sistem pendukung keputusan; ARAS; PKK; seleksi peserta
Abstract:Abstract: Semangat Store, a rapidly growing retail store in Kisaran, faces challenges in inventory management due to its manual system. Ordering is done by contacting suppliers individually, and sales data is recorded conventionally…
nventionally in a general ledger. As a result, the store often experiences overstock, which increases storage costs and the risk of damaged goods, or stockouts that can disappoint customers. To address these issues, this study aims to implement an integrated, web-based Supply Chain Management (SCM) system. This system is designed to accurately record inventory, manage demand, place orders in a timely manner, and support fast, data-driven decision-making. The system was built using the PHP programming language and a MySQL database. The implementation results show that the proposed SCM system is able to improve operational efficiency and inventory management accuracy at Semangat Store. Store owners can monitor sales and order reports directly, and the system provides notifications when inventory reaches the minimum limit. Thus, Semangat Store can reduce the risk of overstocking or understocking, increase profitability, and simplify the restocking process with suppliers through a more structured system.
Keywords: supply chain management (scm); stock management; information systems; semangat store
Abstrak: Toko Semangat, sebuah toko ritel yang berkembang pesat di Kisaran, menghadapi tantangan dalam pengelolaan stok barang karena masih menggunakan sistem manual. Proses pemesanan barang dilakukan dengan menghubungi pemasok satu per satu, dan pencatatan data penjualan masih dilakukan secara konvensional di buku besar. Akibatnya, toko sering mengalami kelebihan stok (over stock) yang meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan barang, atau kekurangan stok yang dapat mengecewakan pelanggan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem Supply Chain Management (SCM) yang terintegrasi dan berbasis web. Sistem ini dirancang untuk mencatat stok barang secara akurat, mengelola permintaan, melakukan pemesanan secara tepat waktu, serta mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa sistem SCM yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pengelolaan stok barang di Toko Semangat. Pemilik toko dapat memantau laporan penjualan dan pemesanan secara langsung, dan sistem memberikan notifikasi jika stok barang mencapai batas minimum. Dengan demikian, Toko Semangat dapat mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok, meningkatkan profitabilitas, dan mempermudah proses restock dengan pemasok melalui sistem yang lebih terstruktur.
Kata kunci: supply chain management (scm); pengelolaan stok; sistem informasi; toko semangat