Search Articles & Publications

Showing 1831 articles found for "Peran"

Peran Guru Madrasah Diniyah Awaliyah Dalam Membentuk Akhlak Santri Di Masjid Alfi Syahrin

Marbun, Junaidi, Martin Kustati, Gusmirawati
Abstract: Akhlak merupakan hal penting yang peru diperhatikan pada santri sebab akhlak adalah hasil dari pembelajaran dan pembiasaan yang diajarkan kepada santri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran guru dalam membentuk… bentuk akhlak santri pada MDA Masjid Alfi Syahrin. Kemudian metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendalami fenomena permasalaham peran guru dalam membentuk akhlak santri, selanjutnya sumber data diperoleh dari empat orang informan yaitu tiga orang guru yang mengajar dan satu orang pengurus pada MDA Masjid Alfi Syahrin dengan mengunakan protokol wawancara, observasi dan dokumentasi pada teknik pengumpulan data. Selanjutnya dilakukan analisis hasil penelitian menggunakan teknik analisis yang dipopulerkan oleh Miles dan Huberman dan terdapat tiga peran guru MDA Masjid Alfi Syahrin dalam membentuk akhlak santri yaitu peran guru sebagai teladan, pendidik dan pembimbing. Dan peran guru tersebut juga mempengaruhi akhlak santri menjadi lebih baik dengan pandekatan-pendekatan yang dilakukan agar santri dapat terbiasa dengan melakukan hal baik atau akhlak baik.  

Pola Asuh Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Remaja Kampung Pitameh Nan Xx

Zulka Ependi, Martin Kustati, Gusmirawati
Abstract: Penelitian dilatar belakangi oleh besarnya tanggung jawab orang tua dalam membimbing dan mengontrol akhlak dan sisiplin anak remaja. Seperti  perintah Allah di dalam surat At-Tahrim ayat 6 untuk menjaga diri sendiri dan… keluarga sehingga dapat terhindar dari siksaan api neraka. Namun dalam kenyataannya, tidak semua orang tua  dapat melaksanakan peranannya dengan baik. Karena tidak semua orang tua mampu mengontrol disiplin anaknya.Orang tua lebih sering berada di luar  rumah  karena  kesibukannya dalam  bekerja, menjadikan  perhatian dan kasih  sayang  pada  anak  berkurang.  Kurangnya kontrol orang tua menimbulkan kenakalan pada remaja, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pola asuh orang tua pada karakter disiplin  remaja di Kampung Pitameh Nan XX. Penelitian ini bercorak penelitian lapangan (file research), dengan pendekatan penelitian kualitatif (qualitative research). Sedangkan sumber data primer penulis kumpulkan langsung dari orang tua dan remaja di Kampung Pitameh Nan XX. Teknik  pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ialah: (1) Orang tua membentuk karakter dan disiplin anaknya sesuai dengan kemampuannya, pola asuh orang tua sesuai dengan pengalaman hidupnya, tingkat pendidikan orang tua, pola asuh terbentuk apa adanya dari orang tua masing-masing. (2) Upaya orang tua yaitu mengontrol teman bermain dan lingkungan bermain remaja, mengarahkan  remaja untuk melaksanakan ibadah shalat sejak dini, tidak salah pergaulan dan mendengar nasehat orang tua agar disiplin di rumah. (3) Kendala yaitu: Orang tua tidak bisa mengatur waktu luang untuk remaja, faktor lingkungan, kurangnya pengalaman dan pendidikan orang tua. Jadi solusinya adalah orang tua harus mengontrol lingkungan dan teman bermain remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Konseb Islamisasi ilmu pengetahuan Pada Studi kritis terhadap pemikiran Ismail  Raji al Faruqi dan Syad Naquid al Attas  Islamisasi ilmu pengetahuan : Studi kritis terhadap pemikiran Ismail  Raji al Faruqi dan Syad Naquid al Attas

Dedek Saputra, Zulmuqim, Fauza Masyudi
Abstract: Penelitian ini berjudul Konseb Islamisasi ilmu pengetahuan : Studi kritis terhadap pemikiran Ismail  Rajial Faruqi dan Syad Naquid al Attas Implikasi Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Ismail RajiAl-Faruqi. Ilmu pengetahuan… huan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Allah menempatkan ilmu sebagai suatu hal yang tidak boleh ditinggalkan. Selama ini agama Islam diyakini memiliki peranan yang sangat penting dalam mewarnai bangunan ilmu pengetahuan. Namun kenyataannya, masyarakat muslim seolah dipaksa untuk melaksanakan ajaran sekuler dalam kehidupan lantaran derasnya arus sekularisasi. Kondisi inilah yang menjadi keprihatinan para pemikir Islam, sebab bisa membahayakan keimanan Islam. Berkaitan dengan keprihatinan itulah muncul ide atau gagasan mengenai islamisasi ilmu pengetahuan sebagai upaya untuk menetralisir pengaruh sains barat modern. Al-Faruqi adalah salah seorang pemikir tentang islamisasi. Bagaimana konsep islamisasinya? serta apa implikasinya dalam kehidupan di Indonesia? Islamisasi pengetahuan tidak hanya sebagai wacana, tetapi membutuhkan implikasi nyata agar berguna bagi masyarakat luas. Al-Faruqi telah berupaya merealisasikan islamisasi pengetahuan dengan mendirikan kelompok-kelompok studi Islam. Gerakan tersebut dilakukan dengan tetap berprinsip pada ajaran tauhid agar tidak menyimpang dari ajaran agama. Beberapa perkembangan juga terjadi di Indonesia sebagai tanggapan dari Islamisasi ilmu, diantaranya: berdirinya sekolah- sekolah berbasis Islam dan maraknya koperasi-koperasi serta bank-bank syariah.Salah satu problem utama yang dihadapi umat Islam saat ini ialah westernisasi ilmu pengetahuan. Dimana ilmu mengalami demoralisasi dan deIslamisasi, sehingga ilmu yang seharusnya membawa kedamaian justru menimbulkan kekacauan dalam kehidupan.

Studi Kritis Terhadap Dinamika Pendidikan Islam Di Andalusia Serta Pengaruhnya Terhadap Pendidikan Islam

Zulka Ependi, Zulmuqim, Fauza Masyhudi
Abstract: Tujuan dilakukan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan islam di andalusia dan mengetahui peranannya terhadap perkembangan pendidikan islam Pembicaraan tentang sistem pendidikan Islam di Andalusia merupakan… upakan kajian yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena pengelolaan sistem pendidikan pada masa kepemimpinan Islam berkuasa, terutama Khalifah Abdurrahman III dan Hakam II merupakan pemerintahan yang sangat serius dalam membina dan memajukan dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mencari bahan kajian yang relevan dari sumber terpercaya. Hasil dari penelitian ini adalah sama seperti masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyiddin pada masa ini masjid dan kuttab masih digunakan sebagai    lembaga  Pendidikan,  selain  itu  Lembaga  Pendidikan  juga  telah  berkembang.  Peranan  terhadap perkembangan pendidikan Islam adalah Pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan akal dan wahyu untuk menjadi suatu kesatuan yang harmonis, Adanya pertukaran pelajar, Penerjemahan buku-buku atau ilmu-ilmu dari bahasa asing ke bahasa nasional, Sarana pendidikan yang ada di pusat-pusat kota dari pemerintah.

Dinamika Pendidikan Islam Masa Daulah Abbasiyah dan Peranannya dalam Perkembangan Pendidikan

Jasmanidar, Ike Wahyuni, Zulmuqim, Fauza Masyhudi
Abstract: This abstract discusses Islamic education during the Abbasid Daulah era. Education is a place where someone interacts or the teaching and learning process takes place with the learning environment. Islamic educational institutions… stitutions are places where someone strives to increase students' faith, understanding, appreciation and practice of the Islamic religion so that they become individuals who believe and are devout in personal life, religion, society, nation and state. Islamic education began to develop from the time of the Prophet, the time of Khulafaur Rasyidin, the time of the Umayyah Daulah, the time of the Abbasid Daulah, until the present. Islamic education during the time of the Abbasid Daula experienced a golden age, at which time Islamic education was marked by amazing progress in the fields of science, culture and civilization, so that its existence can be proven through various sources of information recorded in history books and observers of history from various parts of the world that were once ruled by Islam. The aim of writing this article is to discuss the dynamics of Islamic education during the Abbasid period and its role in the development of Islamic education. The research method used in this research is library research. Sources of information for this research were obtained through various sources, print media, online media regarding the topics discussed. The results of the research in this article can be seen from the development of Islamic educational institutions that developed during the Abbasid period, including: mosques, Al-Hawanit al-Wariqien (bookstores), al-manazil al-ulama (houses of ulama), literary studios , madrasas, libraries and observatories, kuttabs, lower education in palaces, hospitals and badiahs.

Peran Budaya Organisasi Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan

Nur Khofifah Siregar, Melati Br. Lubis, Maidiana
Abstract: Penelitian ini membahas mengenai peran budaya organisasi terhadap Peningkatan kualitas pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Subjek penelitian ini dilakukan secara analisa dengan mengumpulkan… kan sumber-sumber seperti buku, ataupun hasil penelitian terkait sebelumnya, setelah itu menganalisa nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kuat dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui beberapa cara, seperti menciptakan lingkungan kerja yang positif, meningkatkan motivasi dan kinerja guru, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk membangun budaya organisasi yang kuat dan positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR EKONOMI DIGITAL DI IBU KOTA NUSANTARA SEBAGAI PENDORONG EKONOMI BERKELANJUTAN INDONESIA

Mocc, Catherine Florencia, Nathanie Asher Tangjaya, Charles William, Abednego Nelson, Steven Adrisa, Gabriel Denli, Yesaya Abraham
Abstract: Indonesia melakukan pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemindahan Ibu Kota Negara ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan ketatanegaraan yang lebih baik dan maju. Dalam pemindahan… Ibu Kota Negara ini dilakukan akselerasi transformasi Digital melalui ekonomi digital yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Studi ini memaparkan mengenai dampak dan tantangan dalam pembangunan infrastruktur ekonomi digital di Ibu Kota Nusantara terhadap ekonomi nasional. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis peran infrastruktur teknologi dalam membangun infrastruktur ekonomi digital di Ibu Kota Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan infrastruktur ekonomi digital memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu dapat membantu meningkatkan PDB dan peningkatan tenaga kerja. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa terdapat beberapa hambatan dan tantangan yang perlu diatasi dalam implementasi infrastruktur ekonomi digital, seperti : keamanan siber, ketidaksetaraan dalam pemanfaatan teknologi, kesenjangan akses, hingga kebijakan dan regulasi yang dibuat. Studi ini telah mengevaluasi kebijakan yang ada dan memberikan rekomendasi untuk membuat strategi yang lebih efektif untuk dapat memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif terhadap pembangunan ekonomi digital di Ibu Kota Nusantara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting akan pemahaman tentang peran infrastruktur ekonomi digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.  

Potensi Sagu Sebagai Sumber Daya Multifungsi di Papua: Aspek Ekonomi, Sosial, dan Kesehatan

Michelle Frisca Angellin Tana, Britney Liayanti Windewani, Magdalena Tekege, Marta Tebai, Boari, Yoseb
Abstract: Sagu, tumbuhan yang mengandung beragam potensi, menjadi fokus penelitian penting di Papua. Sagu tidak hanya menjadi makanan pokok pengganti nasi tetapi juga memiliki peran signifikan dalam industri, budaya, dan kesehatan.… . Namun, pemanfaatan sagu masih terbatas, terutama karena ketergantungan pada beras. Penelitian ini bertujuan untuk merinci potensi multifungsi sagu dan bagaimana pengelolaan berkelanjutan dapat mendukungnya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi ekonomi sagu sebagai sumber pangan dan industri, memahami peran sosial dan budaya sagu dalam masyarakat Papua, dan mengeksplorasi manfaat kesehatan dari berbagai bagian pohon sagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka sebagai metode utama. Identifikasi literatur relevan dilakukan, dengan analisis menyeluruh serta sintesis informasi dari berbagai sumber daya literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sagu memiliki potensi besar dalam aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan. Sagu dapat menjadi sumber pangan dan bahan industri yang signifikan, dengan beragam produk olahan sagu yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. Di sisi sosial, sagu memiliki makna simbolis dalam budaya Papua, memperkuat identitas budaya dan memfasilitasi hubungan sosial yang positif. Selain itu, sagu juga memiliki potensi kesehatan yang belum banyak dieksplorasi, dengan berbagai bagian pohon sagu yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional. Kesimpulannya, sagu adalah sumber daya multifungsi yang memiliki nilai dalam berbagai aspek kehidupan di Papua. Dengan pengembangan kebijakan yang mendukung pengelolaan berkelanjutan, potensi sagu dapat dioptimalkan. Hal ini akan mendukung pemanfaatan yang lebih luas serta keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang potensi sagu, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat Papua dan pelestarian budaya serta lingkungan di wilayah tersebut.

Studi Kritis Peran Ormas Islam Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Pada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,Dan Perti

Ahmad Faiz, Zulmuqim, Fauza Masyhudi
Abstract: Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin, yang tidak hanya bisa dilihat dari aspek ritual maupun teologis semata. Ormas Islam lahir dan didirikan untuk menjawab kebutuhan umat pada bidang keberagamaan. Penelitian ini ingin… ingin mengetahui peran ormas pada bidang pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ormas Islam didirikan dengan tujuan mulia yaitu menjawab keresahan dan melayani kebutuhan masyarakat pada aspek keberagamaan. Untuk mengeksplor lebih dalam tentang perilaku keberagamaan dalam konteks sosial setidaknya membutuhkan tiga pendekatan, yaitu pendekatan sosial, pendekatan agama, dan pendekatan psikologi. Awal munculnya ormas Islam dapat dikelompokkan pada tiga alasan yaitu: pertama, dakwah Islami; kedua, pendidikan; dan ketiga, pemberdayaan ekonomi umat. Ketiga alasan inilah yang melatarbelakangi pergerakan Islam saat itu, sebab urusan politik diawasi dan dikontrol oleh penjajah Hindia Belanda. Kelahiran organisasi keagamaan Islam diawali dengan adanya Jami’at Al Khair di Jakarta (1905), kemudian Al Irsyad (1911), merupakan ormas keturunan Arab di Indonesia pengembangan dari Jami’at Al Khair, seterusnya muncul Syarikat Dagang Islam (1911), dan berikutnya lahir Muhammadiyah di Yogyakarta (1912), Persatuan Islam (1923) di Bandung, Nahdatul Ulama di Surabaya (1926), Al Jami’atul Washliyah di Medan (1930) serta Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Canduang Bukittinggi dan Al Ittihadiyah di Medan (l935).

Optimalisasi Sumber Daya Pendidikan Pada Peran Manajemen dalam Mata Pelajaran Ekonomi di SMAN 2 Malinau

Daud Ibau
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam manajemen mata pelajaran Ekonomi di SMAN 2 Malinau dan mengeksplorasi kaitannya dengan upaya optimalisasi sumber daya pendidikan. Hasil penelitian menyoroti… oti dua aspek utama. Pertama, terdapat permasalahan dalam partisipasi siswa dalam pembelajaran Ekonomi, yang dapat mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Rendahnya minat atau pemahaman siswa terhadap materi pelajaran menjadi hambatan utama, dan hal ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kedua, penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan penggunaan teknologi dalam pembelajaran Ekonomi menjadi tantangan tersendiri. Meskipun teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan interaktifitas dan relevansi materi, namun adanya keterbatasan akses atau pemahaman terhadap penggunaan teknologi oleh guru dan siswa dapat membatasi potensi penerapannya. Kaitannya dengan upaya optimalisasi sumber daya pendidikan, penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan pendidikan di SMAN 2 Malinau. Diperlukan strategi pembelajaran inovatif yang memotivasi siswa, pelatihan guru untuk meningkatkan literasi teknologi, dan investasi dalam infrastruktur teknologi. Selain itu, manajemen sekolah perlu memastikan koordinasi antarstakeholder melalui pembentukan tim kerja kolaboratif. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman yang lebih mendalam terhadap dinamika manajemen pendidikan di SMAN 2 Malinau dan memberikan dasar bagi perbaikan kebijakan dan praktik pendidikan guna mencapai optimalisasi sumber daya pendidikan, khususnya dalam konteks mata pelajaran Ekonomi.