Abstract:Exposure to X-ray radiation in conventional radiology procedures can pose a health risk, especially for accompanying caregivers of pediatric patients who only bear the risk without gaining any benefit. This study aims to…
determine the estimated equivalent dose received by accompanying caregivers of pediatric patients and the safest points during conventional radiology examinations. The method used in this research is a field survey, involving the measurement of equivalent radiation doses inside and outside the examination room using a personal dosimeter, as well as measuring the radiation dose rate at 6 points using a surveymeter. The data was processed to obtain the highest and lowest values, as well as the percentage of equivalent dose obtained compared to the established Dose Limit Value (DLV). The results showed that the highest radiation dose received by accompanying caregivers inside the examination room reached 13,46 µSv, with a percentage of 0,27% relative to the DLV, while the lowest dose recorded was 1,12 µSv, with a percentage of 0,0224% relative to the DLV. Analysis of the radiation dose rate distribution revealed that the greater the distance of the measurement point from the radiation source (tube), the smaller the dose received. In conclusion, the radiation dose received by accompanying caregivers is still below the Dose Limit Value (DLV) for caregivers, which is 5.000 µSv. However, to minimize stochastic effects, the implementation of additional protective measures, such as the use of lead aprons and selecting safer locations within the examination room, is highly recommended. These findings are expected to serve as a guide in enhancing the safety of accompanying caregivers of pediatric patients in conventional radiology units.
Abstract:Apron Movement Control (AMC) adalah staf Bandar Udara yang memiliki lisensi dan rating untuk melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab kegiatan operasi penerbangan, pengawasan, pergerakan pesawat, lalu lintas kendaraan,…
, pergerakan penumpang, dan pemantauan kebersihan di area sisi udara, serta pencatatan data penerbangan di apron. Pengawasan yang dilakukan oleh Apron Movement Control (AMC) bertujuan antara lain untuk memastikan keamanan dan keselamatan dalam kegiatan penerbangan serta menumbuhkan kedisiplinan di antara pengguna jasa, yang dapat mempengaruhi aktivitas di sisi udara. Aspek pengawasan sangat penting karena keselamatan dan keamanan di sisi udara melibatkan banyak hal di sekitarnya, seperti penumpang, personel penerbangan, serta pesawat yang sedang beroperasi. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Unit AMC terhadap tingkat keselamatan dan keamanan di daerah sisi udara. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja Unit AMC sangat berpengaruh dalam menjamin keselamatan dan keamanan di daerah sisi udara. Unit AMC melakukan fungsi pengawasan terhadap semua pergerakan lalu lintas di sisi udara serta berkoordinasi dengan pihak terkait dengan penanganan pesawat udara, dimana hal tersebut dapat memengaruhi operasional di sisi udara. Seperti yang diketahui, keamanan daerah di sisi udara sangatlah penting untuk mencapai keselamatan seluruh pengguna sisi udara dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
Abstract:Unit Apron Movement Control bertugas melakukan pengawasan di area apron guna menjamin keselamatan dan keamanan di area sisi udara. Sisi udara adalah bagian penting dari bandar udara yang wajib mendapat pengawasan untuk memastikan…
emastikan pergerakan kendaraan yang beroperasi di area tersebut berjalan semestinya. Kedisiplinan di area apron erat kaitannya dengan pelaksanaan tugas yang dilakukan Unit AMC. Selain itu, peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) yang digunakan harus memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Penggunaan GSE yang tidak sesuai standar akan mempengaruhi keselamatan dan keamanan daerah di sisi udara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja yang dilakukan Unit Apron Movement Control dalam pengawasan kelayakan Ground Support Equipment (GSE) di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, Unit AMC menemukan beberapa pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh petugas GSE, seperti kendaraan yang tidak layak beroperasi serta pengemudi kendaraan yang tidak membawa pas bandara. Selain itu ditemukan juga beberapa kendaraan yang terparkir tidak pada tempatnya, seperti di No Parking Area (NPA) dan di bawah fixbridge. Untuk itu, dilakukan evaluasi kinerja unit AMC dalam melakukan pengawasan kelayakan GSE di area apron, yaitu dengan menggunakan metode MBO (Management by Objectives) berdasarkan planning, monitoring, dan reviewing.