Search Articles & Publications

Showing 6 articles found for "Kontrasepsi"

Pengaruh Pemberian Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi (Kie) Keluarga Berencana (Kb) Terhadap Perubahan Perilaku Ibu Dengan Kejadian Unmet Need Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Uncang Kota Batam

Laras Nabila, Anisya Selvia, Mona Rahayu Putri
Abstract: Unmet Need dalam program Keluarga Berencana (KB) adalah kondisi Dimana pasangan usia subur memiliki keinginan untuk menunda atau menghentikan kehamilan, namun tidak menggunakan metode kontrasepsi. Berdasarkan data Badan… Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Batam tahun 2024, terdapat 202.403 pasangan usia subur (PUS). Tiga kecamatan dengan angka unmet need tertinggi adalah Batu Aji sebesar 16,66%, Nongsa sebesar 13,88%, dan Batam Kota sebesar 9,23%. Secara khusus, wilayah kerja Puskesmas Tanjung Uncang menempati posisi tertinggi dengan prevalensi 21,20%, disusul Puskesmas Batu Aji sebesar 14,43%. Tingginya angka tersebut menegaskan perlunya intervensi tepat sasaran, salah satunya melalui pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) KB. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh KIE terhadap perubahan perilaku ibu dengan kejadian unmet need. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan two-group pretest posttest control group, melibatkan 32 responden. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi (mendapatkan KIE dan booklet) serta kelompok kontrol (hanya mendapatkan booklet). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku signifikan pada kelompok intervensi, berupa peningkatan pengetahuan serta partisipasi dalam penggunaan kontrasepsi. Kesimpulannya, pemberian KIE terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus mengubah perilaku ibu, sehingga berpotensi menurunkan angka unmet need di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Uncang Kota Batam.

Asuhan Kebidanan Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny. N Di Tempat Praktik Jumiati, SST Kota Batam

Reysa Lamis, Catur Yulinawati
Abstract: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah melalui… ui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care), yaitu asuhan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), hingga pemilihan metode kontrasepsi keluarga berencana (KB). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N usia 29 tahun G3P2A0H2 di TPMB Jumiati Kota Batam. Metode asuhan kebidanan pada laporan tugas akhir ini menggunakan manajemen kebidanan berdasarkan pendokumentasian SOAP. Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. N mulai tanggal 26 Januari 2026 sampai dengan pelaksanaan keluarga berencana. Asuhan kehamilan dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan antenatal pada trimester III. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 25 Februari 2026 dan berlangsung normal dengan laserasi perineum derajat I. Bayi lahir spontan, menangis kuat, bergerak aktif, dan segera mendapatkan perawatan bayi baru lahir. Asuhan masa nifas dilakukan empat kali kunjungan dan asuhan neonatus sebanyak tiga kali kunjungan berlangsung normal tanpa komplikasi. Pada pelayanan keluarga berencana dilakukan tiga kali kunjungan, dan ibu memilih kontrasepsi pil laktasi setelah konseling. Hasil asuhan kebidanan Continuity of Care, seluruh rangkaian asuhan dari kehamilan hingga keluarga berencana berlangsung dengan baik tanpa komplikasi. Diharapkan asuhan berkesinambungan dapat terus diterapkan dan meningkat untuk mendeteksi dan menangani kegawatdaruratan secara dini.

Hubungan Dukungan Suami dengan Keputusan Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di TPMB Ny. Sofi Rufiah

Siska Panggabean, Tri Iriyani, Bagus Supriyadi
Abstract: Population growth that continues to increase has generated various social and health problems due to the imbalance between population size and the quality of human resources. This condition encourages the government to strengthen&#8230; trengthen the implementation of the Family Planning Program as a strategic effort to control fertility among couples of reproductive age. The success of this program is influenced not only by access to health services but also by family support, particularly the husband’s support in decisions related to contraceptive use. This study aimed to analyze the relationship between husband’s support and the decision to use three-month injectable contraception among family planning acceptors. The research applied a quantitative approach with a correlational design and a cross-sectional research type. The population consisted of all family planning acceptors at TPMB Ny. Sofi Rufiah totaling 109 individuals, while the sample included 86 respondents selected through a random sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed statistically using the Chi-Square test through SPSS software. The results showed that the majority of respondents received support from their husbands, totaling 60 individuals (69.8%), while the use of three-month injectable contraception was reported by 49 respondents (57%). Statistical analysis indicated a significant relationship between husband’s support and the decision to use three-month injectable contraception with a significance value of p < 0.05, meaning the research hypothesis was accepted. These findings confirm that husband’s support is an important factor influencing women’s decisions in selecting contraceptive methods. The novelty of this study lies in emphasizing the role of husband’s support as a social determinant contributing to the successful use of three-month injectable contraception at the level of independent midwifery practice services. The results are expected to provide a foundation for strengthening family-based family planning education strategies.

Sistem Pakar Pemilihan Alat Kontrasepsi KB Pada Kantor DPP dan KB Kota Tanjungbalai

Purnama, Rezeki, Syafwan, Havid, Santoso, Santoso
Abstract: Abstract: The use of contraception is one solution in overcoming the rising pregnancy rate which is part of the Family Planning (KB) program. The problem that occurs today is the lack of public knowledge in choosing contraceptives&#8230; raceptives that are in accordance with health conditions. Limited time, place and experts in conveying the right contraceptive information is one of the obstacles. With the existence of an expert system which is a computer-based application, it will be able to solve problems as thought by experts. The design of this expert system is built to diagnose the type of contraception that is suitable according to health conditions. Knowledge of an expert, namely a midwife or obstetrician in diagnosing contraceptives that are in accordance with the health conditions of the acceptor's body implanted in a system using the Forward Chaining method. From these criteria, the system will conclude which contraception is suitable for use. With this expert system, it will help users and make it easier to determine the choice of the appropriate contraceptive. The test results show that the expert system application made is feasible and can be used by the community in conducting computerized consultations. This application is made using the PHP programming language and MySQL as the database server.   Keywords: Expert System;Forward Chaining Method;Contraceptive Devices;Family   Planning (KB)             Abstrak: Penggunaan alat kontrasepsi  adalah salah satu solusi dalam mengatasi naiknya tingkat kehamilan yang merupakan bagian dari program Keluarga Berencana (KB). Permasalahan yang terjadi saat ini adalah masih minimnya pengetahuan masyarakat dalam memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan. Keterbatasan waktu, tempat dan tenaga para ahli dalam menyampaikan informasi alat kontrasepsi yang tepat menjadi salah satu kendalanya. Dengan adanya sistem pakar yang merupakan aplikasi berbasis komputer nantinya dapat menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh para pakar. Perancangan sistem pakar ini dibangun untuk mendiagnosa jenis kontrasepsi yang cocok sesuai dengan kondisi kesehatan. Pengetahuan seorang pakar yaitu bidan atau dokter ahli kandungan dalam mendiagnosa alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh akseptor yang ditanamkam pada sebuah sistem menggunakan metode Forward Chaining. Dari kriteria-kriteria tersebut sistem akan menyimpulkan alat kontrasepsi yang sesuai untuk digunakan. Dengan adanya sistem pakar ini akan membantu pengguna dan mempermudah  dalam menentukan pilihan alat kontrasepsi yang sesuai. Hasil uji menunjukan bahwa aplikasi sistem pakar  yang dibuat layak dan bisa digunakan oleh masyarakat dalam melakukan konsultasi secara komputerisasi. Aplikasi ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai database server.   Kata kunci: Sistem Pakar;Metode Forward Chaining;Alat Kontrasepsi;Keluarga Bere-ncana (KB)

IMPLEMENTATION OF OUTPATIENT FAMILY PLANNING INFORMATION SYSTEM WITH WATERFALL

Octaviana, Vina, Syahidin, Yuda, Sari, Irda, Sukmawijaya, Jeri
Abstract: Abstract: Population growth in some regions such as Asia is still high, especially in the number of births in children. Indonesia is one of the many countries whose birth rate growth is still high. With this high birth rate,&#8230; ate, it will cause problems for the region such as the problem of uncontrolled population growth if the birth rate continues to be high in addition to the social and economic impact of the region. To reduce the birth rate, the government created a family planning program to minimize the high birth rate. In birth control with this birth control program, contraceptive devices and drugs (ALOKON) are used as a prevention of pregnancy. This is intended to determine the level of allocone use in family planning patients in the outpatient unit and recap reports of birth control patients in the outpatient unit. In addition, the era of digitalization of technology utilization with information systems that have been increasingly developed and advanced, especially in the health sector. The system development method used in this journal is the waterfall method which consists of analysis, system design, implementation, unit testing, and maintenance. The results obtained are in the form of developing implementation results from the design made into a family planning information system in the outpatient unit. This research was made to develop an existing information system and can assist medical record officers in processing data and reports more effectively and efficiently.   Keywords: alokon; growth of birth rate; information system; kb     Abstrak: Pertumbuhan penduduk dibeberapa wilayah seperti di Asia masih tinggi terutama pada angka kelahiran pada anak. Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang pertumbuhan angka kelahirannya masih tinggi. Dengan tingginya angka pertumbuhan kelahiran ini akan menimbulkan masalah bagi wilayah itu seperti permasalahan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali jika angka kelahiran terus tinggi selain itu berdampak pada kehidupan social dan ekonomi wilayah itu. Untuk menekan angka kelahiran pemerintah membuat program KB (Keluarga Berencana) dalam meminimalisir angka kelahiran yang tinggi. Dalam pengendalian kelahiran dengan program KB ini digunakan alat dan obat kontrasepsi (ALOKON) sebagai pencegah kehamilan. Hal ini ditujukan untuk mengetahui tingkat pemakaian alokon pada pasien KB di unit rawat jalan serta rekapan laporan pasien KB di unit rawat jalan tersebut. Selain itu era digitalisasi pemanfaatan teknologi dengan sistem informasi yang sudah semakin berkembang dan maju, terutama pada bidang Kesehatan. Metode pengembangan sistem yang digunakna pada jurnal ini adalah metode waterfall yang terdiri dari analisis, perancangan system, implementasi, pengujian unit, dan pemeliharaan. Hasil yang diperoleh berupa pengembangan hasil implementasi dari perancangan yang dibuat menjadi system informasi KB di unit rawat jalan. Penelitian ini dibuat untuk mengembangkan system informasi yang telah ada serta dapat membantu petugas rekam medis dalam pengolahan data dan laporan yang lebih efektif dan efisien.   Kata kunci: alokon; kb; pertumbuhan angka kelahiran; sistem informasi

Analisis Implementasi Program Keluarga Berencana (KB) Di Puskesmas Kota Padang Pada Tahun 2025

Delvira Suryaningsih, Alkafi, Gusrianti
Abstract: Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur persalinan, jarak dan usia melahirkan, serta dukungan berdasarkan hak reproduksi. Menurut Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, capaian terendah program KB terdapat di beberapa&#8230; rapa Puskesmas kota padang. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program KB di Puskesmas Kota Padang tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam pada 6 informan, yaitu kepala puskesmas, pemegang program KB, penanggung jawab promosi kesehatan, kader KB, dan 2 akseptor KB. Penelitian dilakukan dari Maret hingga Agustus 2025, dengan pengumpulan data pada 17 Juni–17 Juli 2025 menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan tenaga kesehatan yang terlibat dalam program KB adalah 3 bidan bersertifikat CTU (Contraception Technology Update). Dana program bersumber dari BOK dan BKKBN. Sarana prasarana meliputi ruangan KB, alat kontrasepsi, dan komputer. Pelaksanaan kebijakan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 17 Tahun 2024 dan Peraturan BKKBN No. 1 Tahun 2023. Penyuluhan KB dilakukan oleh puskesmas, namun diperlukan jadwal tetap agar masyarakat lebih mudah mengikuti penyuluhan. Konsultasi dan penggunaan alat kontrasepsi berjalan baik dengan masyarakat aktif bertanya di puskesmas. Penilaian program KB dilakukan saat lokakarya bulanan/tribulanan. Kesimpulan: tenaga kesehatan dan dana cukup, pelaksanaan dan monitoring program KB sudah baik. Saran: puskesmas perlu menyediakan jadwal penyuluhan tetap dan edukasi lebih lanjut tentang alat kontrasepsi kepada masyarakat.