Abstract:The purpose of this study is to find out the development of the institutional capacity of the National Police in the implementation of the 2023-2024 Mantap Brata Tinombala Operation in the Central Sulawesi Regional Police…
e area. This study uses a qualitative approach with strategic case studies to collect data through observation, in-depth interviews, and documentation, involving five key informants from the Regional Police. The theoretical framework used is Grindle's theory and the concept of institutional capacity building that includes the dimensions of individuals, organizations, and systems. The results showed that the individual dimension had been effective with a good work culture and smooth communication, although some members still felt that they lacked relevant training. In the organizational dimension, the decision-making structure is democratic with strong synergy between the National Police, the community, and the government, but the increase in member participation in decision-making still needs to be considered. In the system dimension, rules and SOPs are clear, but periodic evaluations and internal supervision need to be improved to prevent deviations and increase transparency. The conclusion of this study shows that although many aspects have been effective, there is still room for improvement that can improve the overall performance in the implementation of Operation Mantap Brata Tinombala.
Abstract:Anak usia balita rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan medis di lingkungan rumah, di mana insiden yang paling sering dijumpai adalah tersedak benda asing dan kejang demam. Keterlambatan atau kesalahan dalam penanganan…
n awal di masa golden period (4-6 menit) dapat berakibat fatal, seperti kerusakan otak hingga kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan praktis ibu rumah tangga di RW 01 Desa Timbuseng, Kabupaten Takalar, dalam melakukan pertolongan pertama secara mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi dalam tahap edukasi kognitif dan pelatihan simulasi (hands-on training) menggunakan alat peraga. Kegiatan ini diikuti oleh 15 ibu rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test 45/100 meningkat menjadi 88/100 pada post-test. Pada capaian psikomotorik, 87% peserta berhasil melakukan manuver back blow, 80% menguasai Heimlich maneuver, serta 100% peserta mampu mempraktikkan posisi miring mantap dan kompres yang tepat. Edukasi dan simulasi terbukti efektif dalam mendekonstruksi mitos penanganan yang keliru dan meningkatkan kesiapsiagaan ibu rumah tangga sebagai first responder kegawatdaruratan anak di rumah.
Abstract:Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan…
dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier.
Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.
Abstract:Keberhasilannya proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh seorang guru yang melakukan transfer ilmu (knowledge transfer) melalui proses pembelajrannya,dalam hal ini strategi pembelajaran menjadi penting dalam proses…
belajar tersebut. Banyak pembelajaran pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh para gura, pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran tersebut, antara lain:Pembelajaran Ceramah, Pembelajaran Tanya jawab, Pembelajaran diskusi, Pembelajaran pemberian tugas, Pembelajaran demontrasi, Pembelajaran karyawisata, Kerja kelompok (inquiri), Pembelajaran bermain peran, Pembelajaran dialog, Pembelajaran bantah membantah, dan Pembelajaran bercerita. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka perlu dikembangkan suatu metode pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga kegiatan belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Selain itu, melalui pemilihan metode pembelajaran tersebut diharapkan sumber informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru melainkan juga dapat meningkatkan peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu yang ada terutama mata pelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskanlah judul penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut: “Peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris melalui pembelajaran dengan media games puzzle pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA Tahun Pelajaran 2023/2024”, Berdasarkan yang ada maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah, Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan media games puzzle untuk peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA serta Apakah pembelajaran dengan media games puzzle dapat meningkatkan kepahaman siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA tentang memberi informasi dalam Bahasa Inggris, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dan juga menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas serta Games Puzzle merupakan bentuk permainan yang menantang daya kreatifitas dan ingatan siswa lebih mendalam dikarenakan munculnya motivasi untuk senantiasa mencoba memecahkan masalah, namun tetap menyenangkan sebab bisa di ulang-ulang
Abstract:Pelaksanaan Program Pemantapan Kemampuan Mengajar ini bertujuan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran di sekolah. Kretivitas memang bukan faktor utama dalam pendidikan tapi pendidikan mampu memberikan…
n stimulus kepada peserta didknya untuk mengembangkan kreativitasnya. Kretivitas berpegang teguh pada rasa keingintahuan dan menumbuhkan kemampuan cipta berkreasi pada lingkungan sekelilingnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara dan pengumpulan data yang diperoleh selama masa penugasan. Dalam pelaksanaan Program Pemantapan Kemampuan Mengajar, mahapeserta didik telah melaksanakan program, seperti mengajar, mengembangkan administrasi kelas dan pemanfaatan teknologi digital. Pogram yang telah dilaksanakan memperoleh hasil yang baik untuk peserta didik, mahasiswa dan sekolah.
Abstract:Laporan ini merupakan hasil dari kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang bertujuan untuk mengukur perkembangan dan keterampilan mahasiswa dalam mengajar…
ar disekolah dasar selama waktu yang telah ditentukan. Program ini juga bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki kemampuan menggunakan ilmu yang dipelajari dalam situasi nyata baik kegiatan mengajar maupun tugas non mengajar, seperti kunjungan ke perpustakaan, menjalankan adaptasi teknologi, kegiatan ekstrakurikuler, dan pengembangan kreativitas. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa tentang bagaimana menjadi seorang pendidik yang baik dan memiliki 4 (empat) kompetensi guru yaitu, pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, yang semua itu akan sangat berguna saat mahasiswa sudah memasuki dunia kerja sebagai tenaga pendidik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu dengan cara mengamati secara langsung keadaan lingkungan sekolah serta tingkah laku siswa dan minat belajar siswa. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa pemantapan kemampuan mengajar mahasiswa adalah proses yang efektif untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola kelas, merancang materi pembelajaran yang menarik, dan berinteraksi dengan siswa. Dari program yang sudah terjalankan tercapai hasil yang sudah direncanakan dan dapat memberikan perubahan terhadap UPT SD Negeri 13 Bangko.
Abstract:Laporan ini hasil dari pemantapan kemampuan mengajar mahasiswa dalam konteks strategi pembentukan karakter peserta didik dalam pendidikan sekolah dasar. Hal ini bertujuan untuk membangun dan membentuk kualitas karakter peserta…
eserta didik disekolah dasar. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa karakter baik apa saja yang ditunujukan peserta didik SD Negeri 04 Sungai Aro. Strategi yang digunakan guru dalam pembentukan karakter peserta didik seperti selalu mengingatkan peserta didik akan hal baik, memberikan teguran, memberikan contoh atau menjadi teladan, kegiatan rutin atau pembiasaan, dan menumbuhkan kesadaran peserta didik. Hambatan dalam penerapan pendidikan karakter di SD Negeri 04 Sungai Aro adalah faktor guru, dan orang tua, lingkungan, dan peserta didik.
Abstract:Tujuan PKM adalah untuk mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik dan sosial psikologis sekolah tempat praktek mengajar secara langsung; menguasai berbegai keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran;…
an; menerapkan berbagai kemampuan profesional kemahasiswaan secara utuh dan terpadu dalam situasinya; melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman faktual tentang proses pemebelajaran; memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mempelajari dan memahami serta menghayati seluk beluk lembaga pendidikan. Metode ceramah, praktek dan diskusi. Kegiatan Pelatihan Mengajar Terbimbing, Kegiatan Pelatihan Mengajar Mandiri, Kegiatan Pelatihan Tugas Keguruan, Kegiatan Ekstrakurikuler terlaksana dengan baik, didalm kegiatan ini mahasiswa dapat mengimplementasikan keilmuanya di sekolah yang didapat disekolah dengan bimbingan guru-guru di UPT SD Negri 27 Sungai Durian.
Abstract:Tujuan PKM adalah untuk mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik dan sosial psikologis sekolah tempat praktek mengajar secara langsung; menguasai berbegai keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran;…
an; menerapkan berbagai kemampuan profesional kemahasiswaan secara utuh dan terpadu dalam situasinya; melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman faktual tentang proses pemebelajaran; memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mempelajari dan memahami serta menghayati seluk beluk lembaga pendidikan. Metode pelaksanaan pembelajaran seperti observasi kelas, refleksi, dan pelatihan terbimbing, pengajaran mandiri. Hasil kegiatan mengindikasikan bahwa guru yang terlibat dalam program ini mampu menerapkan strategi mengajar yang lebih efektif, serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, program ini dapat dianggap sebagai langkah yang efektif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Abstract:Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) adalah komponen kunci dalam kurikulum program studi PGSD dan PG-PAUD di STKIP Widyaswara Indonesia. PKM bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar praktis bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan…
nyelesaikan studi mereka. Pelaksanaan PKM ini dilakukan di SD Negeri 02 Sikumbang, di mana penulis mengajar di kelas 1 dengan jumlah siswa 23 orang. Metode yang digunakan mencakup observasi non-partisipatif dan pengajaran terbimbing yang dilanjutkan dengan pelatihan mengajar mandiri. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti menjaga konsentrasi siswa, metode pengajaran yang interaktif terbukti efektif. Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua berperan dalam memantau perkembangan siswa, sehingga PKM ini memberikan pengalaman penting dalam mengembangkan keterampilan mengajar.