Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Nonverbal"

Tantangan Etika dan Pertimbangan Profesional dalam E-Konseling Berbasis Sekolah: Tinjauan Literatur Sistematis

Tyas Nurmaya Dewi
Abstract: The advancement of digital technology has encouraged the adoption of e-counseling as an integral component of guidance and counseling services in schools. While the use of digital-based services enhances accessibility and… d flexibility, it also presents various ethical challenges and professional demands for school counselors. This study aims to identify the ethical challenges associated with school-based e-counseling, analyze the professional considerations required of counselors, and examine the interrelationship among ethics, professionalism, and institutional support in the implementation of e-counseling services. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework through a comprehensive search of articles indexed in Google Scholar, GARUDA, ERIC, Scopus, and ProQuest published between 2015 and 2025. The findings reveal that the primary challenges of e-counseling include data confidentiality, client privacy, digital information security, professional boundaries, and limitations in nonverbal communication. The results further indicate that digital competence, adherence to professional ethical standards, and institutional support from schools are critical factors influencing the effectiveness of e-counseling services. This study contributes a conceptual synthesis that positions ethics, counselors’ digital professionalism, and institutional governance as three interrelated pillars essential for the development of safe, ethical, and professional e-counseling practices within school settings.

Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Layanan Konseling: Efektivitas dan Aksesibilitas

Nurhijrah Lathifah Jannah, Julhidayat Muhsam
Abstract: This study examines the utilization of digital technology in counseling services as a response to the transformation of mental health service demands that require flexibility, efficiency, and broad reach. The research problem… oblem focuses on the extent of e-counseling effectiveness, the level of service accessibility for the community, and the key challenges influencing its implementation. The study employs a qualitative approach using a systematic literature review method of 25 reputable scientific articles published between 2015 and 2025. The synthesis results indicate that e-counseling demonstrates a high level of effectiveness, reflected in service flexibility (92%), client openness (88%), cost efficiency (85%), satisfaction level (81%), and intervention success rate (76%), particularly for mild to moderate cases. The accessibility aspect also shows significant achievements, including ease of access (90%), expanded geographical reach (87%), and reduced social stigma (83%), thereby reinforcing the role of e-counseling as an inclusive alternative solution. Nevertheless, implementation still faces several challenges, such as limitations in nonverbal communication, data security risks, digital inequality, and low technological competence among counselors. The findings conclude that e-counseling is a strategic innovation that is both effective and adaptive; however, it requires adequate infrastructure support, improved digital literacy, and appropriate regulatory frameworks to ensure optimal and sustainable implementation. The novelty of this study lies in its integrative approach, which simultaneously examines effectiveness and accessibility alongside the technical, psychological, and structural factors influencing them, resulting in a more comprehensive analytical framework compared to previous studies that tend to be partial.

Kemampuan Interaksi Sosial Dan Kemampuan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus Di Pelita Bunda Education Centre Samarinda

Humaira, Nabila Apsari, Mawardah, Mutia
Abstract: Ada begitu banyak anak yang terlahir di dunia ini dengan keadaan sehat, namun ada beberapa anak yang terlahir istimewa. Anak-anak yang terlahir istimewa ini biasanya disebut dengan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Anak-anak… ak berkebutuhan khusus ini memiliki keterbatasan fisik, intelektual, emosi, dan sosialnya. Karena adanya keterbatasan tersebut yang pada akhirnya menciptakan jarak antara mereka dengan lingkungan sosialnya. Besar kecilnya lingkup sosial akan berdampak pada cara mereka berkomunikasi dengan sekitar. Tujuan dari permasalahan ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan interaksi sosial dan kemampuan komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Pelita Bunda Education Centre Samarinda. Dengan metode observasi terhadap kegiatan aktivitas di luar lingkungan sekolah dan lingkungan dalam sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa Anak Berkebutuhan Khusus ini dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam pengkomunikasiannya dapat dilakukan dengan metode verbal dan nonverbal.

Program Psikoedukasi Art Therapy dan Webinar Kesehatan Mental KKN Ubhara Jaya Bekasi

Cindy Tiara Adinda, Mutiara Salsabila Haryani, Syafira Suniyah Nur Fahmi, Yuliana Putri, Zahra Kuncoro Putri, Nurwahyuni Nasir
Abstract: Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, namun literasi kesehatan mental masih tergolong rendah, khususnya pada kelompok rentan seperti anak yatim piatu di panti asuhan serta masyarakat umum… yang mengalami permasalahan relasi interpersonal. Pengasuhan institusional yang cenderung berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik sering kali belum diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan emosional, sehingga berdampak pada kesulitan pengenalan dan pengelolaan emosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental, pemahaman emosi, dan kemampuan regulasi emosi melalui program psikoedukasi dan art therapy. Kegiatan dilaksanakan secara luring di panti asuhan dan secara daring melalui webinar psikoedukasi bagi masyarakat umum. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, serta art therapy sebagai media ekspresi emosional nonverbal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar kesehatan mental dan emosi, yang tercermin dari hasil post-test anak panti asuhan serta partisipasi aktif peserta webinar. Program ini memberikan manfaat promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan mental berbasis komunitas serta memperkuat peran biro psikologi sebagai sarana edukasi kesehatan mental yang mudah diakses.

Komunikasi Verbal Dan Nonverbal Orang Tua Kepada Anak Penyandang Autis Di SLB Melati Aisyah Deli Serdang

Amelia Hanifa Rahmadani, Zuhriah, Muhammad Alfikri
Abstract: Komunikasi mempunyai banyak elemen, antara lain seperti komunikator, isi, komunikan, dan chanel. Komunikasi verbal dan nonverbal adalah jenis pesan. Penelitian yang dilakukan ialah penelitian dengan pendekatan Kualitatif.… . Dengan jenis metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan / menggambarkan fenomena. Menjelaskan situasi serta menggambarkan sebuah peristiwa secara objektif. Oleh sebab itu, para orang tua murid dari penyandang autis tidak selalu menggunakan komunikasi verbal sebagai bentuk komunikasi utama orang tua kepada anaknya. Dalam konteks untuk berkomunikasi dengan anak autis komunikasi non verbal juga mempunyai peran penting dalam penyampaian atau kesuksesan pesan. Anak autis tentunya membutuhkan banyak kesabaran untuk memahami mereka. Proses komunikasi yang dilakukan harus dengan sabar dan pelan agar dapat dipahami oleh mereka.