Search Articles & Publications

Showing 4 articles found for "Samudera"

Ulasan Teologis dari Kalimat “Bumi Belum Berbentuk dan Kosong, Gelap Gulita Menutupi Samudera Raya” dalam Kejadian 1:1-2

Heppy Agustina Harefa, Yaudi Santos Santoso
Abstract: This journal discusses the meaning and implications of Genesis 1:1-2 in the context of the creation narrative. The main focus is on the primitive condition of the earth before God’s act of creation. Analysis was carried… d out on the biblical text and various theologians. The findings show that Genesis 1:1-2 describes an unstructured and empety initial state, which later became the foundation for the creation process. The creation narrative in Genesis 1:1-2 is one of the main foundations of Cristian theology. This research aims to dig deeper into the theological meaning of the phrase “the earth was formless and empty” in Genesis 1:1-2. The main focus is on the primitive condition of the earth before creation, and its implications for understanding God’s power and creativity. This research seeks to clarify various existing interpretations, especially regarding the concept of “tohu wabohu” and its relationship with other creation theories. A close analysis of Genesis 1:1-2 shows that the phrase “the earth was formless and empty” describes an intial state that was unstructured and without form. This condition is not the result of previous destruction, but is a “blank canvas” for God’s creative work. Thorugh His words, God transforms chaos into order, brings light into darkness, and creates everything from nothing. This research provides new contributions, namely: presenting a comprehensive review of various theological views regarding Genesis 1:1-2 including comparisons with other creation theories such as the gap theory, providing a deeper interpretation of the concept of “tohu wabohu” and clarifyng misunderstandings that often occur, highlights the implications of understanding the early conditions of the earth for our understanding of God’s power and creativity and the relationship between creator and creation.

KERAJAAN ISLAM DI SUMATRA DAN KERAJAAN KERJAAN ISLAM DI PANTAI UTARA JAWA

Ika Purnamasari, Juan Carlos Ginting, Juan Vito, Maharani Br Purba, Shanya Br. Bangun, Tiara Ni’ammusyfah Pasaribu
Abstract: Kerajaan-kerajaan Islam di Sumatra dan Pantai Utara Jawa memiliki sejarah yang kompleks dan beragam. Kerajaan Islam di Sumatra, seperti Kesultanan Perlak, telah berdiri sejak abad ke-8 M dan terkenal dengan produksi kayu… perlak yang digunakan dalam pembuatan kapal. Kesultanan Perlak juga menjadi kawasan pelabuhan niaga yang strategis dan berkontribusi pada penyebaran Islam di wilayah tersebut. Di Pantai Utara Jawa, berdirinya kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai dan Demak mempercepat proses Islamisasi dan mendorong perkembangan budaya Islam. Kerajaan-kerajaan ini juga menunjukkan perhatian terhadap pendidikan agama Islam dan memiliki peranan penting dalam percaturan politik di Jawa. Dalam kaitannya dengan penyebaran Islam di Indonesia, peran para ulama dan pedagang muslim sangat signifikan. Mereka membantu dalam pembentukan berbagai kerajaan Islam di Indonesia, termasuk di Sumatera dan Jawa. Penyebaran Islam di Indonesia juga terkait dengan adanya perdagangan dan interaksi budaya antara masyarakat setempat dengan pendatang muslim. Kerajaan-kerajaan Islam di Sumatra dan Pantai Utara Jawa memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Mereka juga menunjukkan perhatian terhadap pendidikan agama Islam dan memiliki peranan penting dalam percaturan politik di wilayah tersebut.

From Coast To Hinterlands: The Spread Of Islam In Sumatra

Geryl Valeri Evans, Doan Juan Panjaitan, Gabriel Siburian, Levirisky Siahaan, Muhammad Nur Hidayat, Pristi Suhendro Lukitoyo
Abstract: The spread of Islam on Sumatra Island originated in coastal regions before expanding into the hinterlands. Utilizing a historical approach, this study reveals that maritime trade routes served as the gateway for traders… and missionaries from Arabia, Persia, and Gujarat to engage in commerce and dawah across Sumatra. Islam initially flourished in Barus, Samudera Pasai, and Aceh before eventually expanding into the interior through river networks, intermarriage, and the political influence of the sultanates. The findings of this study indicate that the process of Islamization in Sumatra was not uniform; in coastal areas, Islam tended to be more Cosmopolitan, whereas in the interior, cultural acculturation with local traditions occurred. The success of this expansion marked the starting point of a religious transformation across the Indonesian archipelago

Analisis Hujan Lebat Penyebab Peristiwa Banjir Di Batam Kepulauan Riau (Studi Kasus: 30 November 2023)

Arief Fansius, Alifficionaldo Agpri Putra
Abstract: Hujan lebat di Kota Batam pada tanggal 30 November 2023 menyebabkan sebagian besar wilayah terendam banjir. Intensitas hujan pada hari tersebut mencapai level hujan lebat dengan Curah hujan sebesar 81 mm yang mengakibatkan… an kerugian signifikan, termasuk terendamnya puluhan rumah warga. Dalam mengkaji peristiwa ini, penelitian ini akan memahami faktor penyebab kejadian dengan mengamati data suhu permukaan laut, streamline, Southern Oscillation Index(SOI), Indian Ocean Dipole (IOD), dan data observasi permukaan diperlukan untuk mengetahui faktor lokal dan global yang mempengaruhi kejadian tersebut. Analisis menunjukkan bahwa fenomena SOI yang bernilai negatif dan IOD yang bernilai positif memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap hujan lebat di wilayah tersebut. Madden Julian Oscilation yang berada di Samudera Hindia bagian Timur juga berpotensi meningkatkan pembentukan awan konvektif yang berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian Barat hingga dapat menyebabkan banjir di wilayah Batam.