Search Articles & Publications

Showing 12 articles found for "Tahsin"

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI ISLAM DI DESA POREHU

Febeyan Bagus Pratama, Muh. Najamuddin, Andi Eka Sapitri, Ailzah Arfail, Andi Nirwana, Kasmawati, Hilmayati, Fadila Muliana, Lusy Mariska Marpaung, Resky Nurul Aswa, Umar
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Fenomena rendahnya partisipasi anak-anak… nak dalam kegiatan keagamaan serta meningkatnya ketergantungan terhadap gawai menjadi latar belakang penting dilaksanakannya program ini. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat religius dan pembiasaan perilaku positif di kalangan anak-anak dan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), yang menekankan pada pemberdayaan aset dan potensi lokal masyarakat melalui lima tahapan: Discover, Dream, Design, Define, dan Destiny/Reflection. Program kegiatan meliputi pembentukan dan penguatan TPA, pelatihan tahsin dan hafalan surah pendek, pelatihan adzan dan praktik ibadah, pendidikan karakter berbasis film, pelatihan pengurusan jenazah, serta pembuatan pojok baca dan media belajar digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek religiusitas, disiplin, dan literasi anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya jarang beribadah kini aktif mengikuti salat berjamaah dan tahsin di TPA. Masyarakat pun menunjukkan partisipasi lebih tinggi dalam kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Selain itu, luaran kegiatan berupa buku cerita anak lokal, modul tematik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, serta media pembelajaran interaktif menjadi inovasi baru yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui pendekatan ABCD mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan membangun fondasi pembinaan generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.

STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QUR'AN PADA SISWA DI SDN 1 PINONOBATUAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Mamonto, Mardia, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan minat baca Al-Qur’an pada siswa di SDN 1 Pinonobatuan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung… ndukung dan penghambat, serta menganalisis dampak penerapan strategi tersebut terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan beberapa strategi, yaitu pembelajaran yang menyenangkan, pembiasaan membaca Al-Qur’an selama 10–15 menit sebelum pembelajaran, penggunaan metode tahsin dan talaqqi, pemberian apresiasi, pendampingan khusus, pemanfaatan media pembelajaran, serta kegiatan ekstrakurikuler BTQ. Faktor pendukung pelaksanaan strategi ini meliputi dukungan kepala sekolah, guru sejawat, orang tua, dan fasilitas sekolah. Adapun faktor penghambatnya meliputi rendahnya minat sebagian siswa, perbedaan kemampuan membaca, kurangnya penguasaan makharijul huruf dan tajwid, serta pengaruh gadget. Penerapan strategi guru PAI memberikan dampak positif terhadap peningkatan antusiasme, kemampuan membaca, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan sikap religius siswa. Dengan demikian, strategi guru PAI berperan penting dalam menumbuhkan minat baca Al-Qur’an secara bertahap dan berkelanjutan.

OPTIMALISASI PERAN LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR'AN DALAM PEMBINAAN QORI' DAN QORI'AH DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Mamonto, Didi Mufly, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam pembinaan qori’ dan qori’ah, mengidentifikasi faktor pendukung dan… ung dan penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi pembinaan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LPTQ serta qori/qori’ah yang mengikuti pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPTQ memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan MTQ, seleksi peserta, pelaksanaan training center, pendampingan kafilah, serta penguatan nilai-nilai Qur’ani di masyarakat. Pembinaan yang dilakukan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan tajwid, tahsin, fashahah, lagu, suara, serta pembentukan karakter Qur’ani peserta. Faktor pendukung pembinaan meliputi adanya pelatih, dukungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, TPQ, sekolah, pesantren, keluarga, dan masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, sarana-prasarana, pelatih profesional, kendala geografis, dan pembinaan yang belum sepenuhnya rutin sepanjang tahun. Oleh karena itu, optimalisasi peran LPTQ perlu dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, penguatan anggaran, penyediaan fasilitas, pemetaan kader, serta penerapan sistem zonasi atau rumah tahsin.

PERBAIKAN MUTU BERKELANJUTAN (CONTINUOUS IMPROVEMENT) DAN STANDAR MUTU (QUALITY STANDART) DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Puspita, Kurnia Tri, Muallimin, Khoirul Anwar
Abstract: Islamic Religious Education (PAI) faces complex challenges in maintaining relevance and quality amidst social change, technology, and demands for public accountability. Two main concepts in educational quality management—continuous… —continuous improvement and quality assurance—are often discussed separately, despite their fundamentally synergistic relationship. This study aims to conceptually examine the integration of continuous improvement and quality assurance in the context of PAI, addressing how both frameworks can be operationalized simultaneously to improve the quality of PAI delivery. Using a systematic literature review method through Google Scholar and Publish or Perish (PoP) for the 2019–2026 period, 25 relevant articles were analyzed from 80 initial findings. The results show that quality assurance functions as a holding system that establishes standards, while continuous improvement acts as a driving force encouraging innovation and adaptation. However, in PAI practice, tension exists between standard compliance (QA) and the need for dynamic change (CI). This article offers an integrative framework called the Adaptive Quality Cycle (AQC), combining the Plan-Do-Check-Act cycle with Islamic principles such as muhasabah (self-evaluation), tahsin (continuous improvement), and itqan (professionalism). This integration is key for PAI institutions to not only meet minimum standards but also continuously develop dynamically without losing their Islamic identity.

RECONSTRUCTION OF QUALITY OF TILAWAH: ANALYSIS OF THE STRATEGIC ROLE OF THE TAHSIN METHOD IN THE DYNAMICS OF LEARNING THE QUR'AN

Naim Lubis, Irmayani Pasaribu, Sri Nurinayah Simbolon, Zainal Efendi Hasibuan
Abstract: . The Qur’an occupies a central position as the primary source of Islamic teachings and serves as the foundation of Islamic education. However, the quality of Qur’anic recitation (tilawah) in educational institutions still… still faces various challenges, including inaccuracies in pronunciation, inconsistency in applying tajwid rules, and limited pedagogical approaches. This study aims to analyze the strategic role of the tahsin method in reconstructing the quality of Qur’anic recitation within the dynamics of Qur’an learning. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, the research was conducted at SD Negeri 081 Panyabungan, involving teachers as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation, and analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the tahsin method plays a significant role in improving the accuracy, consistency, and awareness of correct Qur’anic recitation by emphasizing makhārij al-ḥurūf, characteristics of letters, and proper application of tajwid through direct guidance and corrective feedback. Furthermore, tahsin functions not only as a technical method but also as a pedagogical strategy that reconstructs teachers’ mindset and professional competence in Qur’anic instruction. The study implies that integrating the tahsin method systematically can contribute to sustainable improvement in the quality of tilawah and strengthen the effectiveness of Qur’anic learning in contemporary educational contexts

IMPLEMENTATION OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND TAHSIN AL-QUR’AN GUIDANCE IN THE DEVELOPMENT OF ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS’ COMPETENCIES

Robiahasna Ritonga, Herawati, Khaerani Harahap, Zainal Efendi Hasibuan
Abstract: Digital transformation through Artificial Intelligence (AI) offers significant potential for enhancing elementary school teacher competence, yet its implementation remains largely technical and fragmented when detached from… rom teachers’ religious and personal dimensions. This study addresses this gap by examining the integration of AI-assisted learning and Qur’anic tahsin development as a holistic model of teacher competency enhancement. Employing a qualitative case study design, the research was conducted at SD Negeri 200206 Padangsidimpuan, involving elementary school teachers, Islamic Religious Education teachers, school leadership, and facilitators of AI and tahsin training programs. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, and analyzed using an interactive analytical model with methodological triangulation. The findings reveal that the use of AI tools—such as ChatGPT, Gamma, and Canva AI—significantly improves instructional effectiveness and strengthens teachers’ pedagogical and professional competencies. Furthermore, AI-integrated Qur’anic tahsin training, particularly in makhārij al-ḥurūf and tajwīd, enhances teachers’ Qur’anic recitation quality while reinforcing their religious and personal competencies. This study contributes a value-based, integrative framework for teacher professional development that bridges digital innovation and Islamic educational values. Despite its potential, the model faces challenges related to digital literacy disparities, infrastructural readiness, and the need for sustained mentoring. The study advances scholarly discourse on ethically grounded AI integration in elementary education.

HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT BASED ON KAYUH BAIMBAI VALUES TO OPTIMIZE EDUCATION QUALITY AT SMPIT BANJARBARU CITY

Annisa Zahra, Husnul Madihah, Agustina Rahmi
Abstract: This study aims to: 1) Analyze in depth how the implementation of human resource development based on the value of paddle baimbai in SMPIT Robbani and SMPIT ANIC Banjarbaru. 2) Evaluate the programs that have been implemented… ented in human resource development in the two schools. 3) Analyze the obstacles and challenges faced. This study uses a qualitative approach with a case study type in the form of information in the form of descriptions. Documentation data collection techniques, observations, interviews with 2 principals, 5 deputy principals, and 4 teachers. Data processing techniques: reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study show that: 1) The implementation of human resource development based on the value of paddle baimbai at SMPIT Robbani is carried out based on teamwork and collaboration. Meanwhile, in SMPIT ANIC is based on morals and self-potential. 2) Programs implemented at SMPIT Robbani include APNI, IHT, Kombel, Morning Instruction, Training, Workshop, Supervision, Coaching, tahsin and teacher tahfizh. At SMPIT ANIC, there are training, mentorship, leadership development, character development and English learning. 3) The obstacles faced by SMPIT Robbani are the time of activities at the same time as other activities, lack of understanding, limited human resources, difficulties in implementation, and lack of motivation. The challenge faced is maintaining commitment. Meanwhile, the obstacles to SMPIT ANIC are limited time and availability of resources, underestimating training, resistance and motivation. The challenge faced is to change the mindset and ensure consistency of implementation in schools.

Manajemen Pembelajaran pada Prodi PGMI dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Mahasiswa di Institut Daarul Qur’an Jakarta

Reza Rahmadani, Ahmad Zain Sarnoto, Syamsul Bahri Tanrere
Abstract: This research uses a qualitative method with a case study approach through interviews, observation, and documentation to obtain in-depth data related to the implementation of learning management and its influence on spiritual… itual intelligence. Using a descriptive analysis approach, the author identified findings in the field related to learning management in an effort to improve students' spiritual intelligence starting from curriculum planning, organising resources, controlling, supervising, and evaluating to run the learning process well. The results showed that the implementation of learning management in the PGMI study programme at Institut Daarul Qur'an Jakarta significantly contributed to improving students' spiritual intelligence. Programmes such as the Daqu Method and Tahsin & Tahfiz Intensive courses for students, as well as the integration of Islamic values in the curriculum are the main supporting factors. However, the biggest challenge faced is the different educational backgrounds of prospective students which affects their readiness in developing spiritual intelligence. To overcome this, the institute implemented an adjustment strategy through remedial programmes and more intensive personal guidance.

Efektivitas Program Tahsin Al-Quran Terhadap Kemampuan Maharah Qiraah Mahasiswa Di UIN Syahada Padangsidimpuan

Marisya Putri Diana, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Mahārah Qiraah adalah salah satu keterampilan utama dalam pembelajaran bahasa Arab, yang bertujuan tidak hanya untuk membaca teks dengan lancar tetapi juga memahami maknanya. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program… ram Tahsin dalam meningkatkan Mahārah Qiraah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri SYAHADA Padangsidimpuan. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara, ditemukan bahwa program Tahsin memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan membaca mahasiswa, baik dari aspek pelafalan maupun pemahaman. Program ini efektif dalam meningkatkan akurasi, kecepatan membaca, dan pemahaman teks tanpa mengorbankan isi makna. Mahasiswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam membaca teks berbahasa Arab. Temuan ini menegaskan bahwa program Tahsin berperan signifikan dalam mendukung penguasaan Mahārah Qiraah dan memperkaya pemahaman bahasa Arab mahasiswa.

Implementasi Program Darsul Idhofi Dalam Meningkatkan Kualitas Bahasa Santri Kelas 5 TMI Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Alan Budi Kusuma, Mukhlis Nasrulloh, Mahmun, M. Yogi Saputra
Abstract: Di masa modern ini sistem pendidikan sangat beragam, mengikuti perkembangan zaman. Pesantren Darunnajah cipining hadir dengan program yang baru yaitu program darsul idhofi, yang mana ini merupakan revitalisasi kurikulum… kuliyatul mu’allimin al-islamiyah (TMI) yang di jalankan oleh divisi pengajaran. Darsul idhofi adalah program unggulan yang ada di kurikulum TMI guna untuk peningkatan bahasa resmi pondok yaitu arab dan inggris dengan metode kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di kelas oleh kelas senior yaitu kelas 5 TMI, yang mana metode ini adalah visi dari kurikulum TMI sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan gambaran yang nyata dan tepat mengenai objek studi, berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan. Metode yang dipilih adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam konteks penelitian kualitatif, validitas data atau temuan dicapai ketika deskripsi peneliti sepenuhnya mencerminkan realitas yang diamati pada objek penelitian, tanpa ada perbedaan antara laporan dan kenyataan di lapangan. Pada Implementasi Program Darsul Idhofi Dalam Meningkatkan Kualitas Bahasa Santri Kelas 5 TMI di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menggunakan sistem POACE. Planning: Dengan adanya perencanaan dapat membuat kegiatan lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, perencanaan adalah dasar pokok acuan, gambaran dan patokan pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik, Organizing: Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Semua yang dipilih memalui proses, dilihat dari riwayat Ketika menjadi santri dan mempunyai ambisi tinggi, Actuating: proses pelaksanaan divisi pengajaran membuat kegiatan seperti, membuat persiapan mengajar (ta’hil), pemeriksaan persiapan ajar (taftisy i’dad tadris), KBM di kelas, dan perbaikan bahasa (tahsinul lughoh) yang semuanya berbasis bahasa arab dan inggris, Controlling: Pada aspek ini pengajaran melibatkan direktur TMI, kepala sekolah, dan guru-guru yang berkompeten di bidangnya, Evaluating: hasil dari program akan terlihat pada evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan yang semuanya di nilai dari laporan petugas kontroling dan hasil ujian mid dan semester 1 dan 2.