Abstract:Nowadays, issues related to children's academic achievement are something that parents are concerned about. Every effort is made to improve their performance at school. However, there are times when children become tired…
or bored due to the long time needed to study. In some case found at SMAN 1 Tambun where the intelligence level is good but the learning achievement at school is not so, aka the value is very standard or behaves lazily at school or even like it is difficult to socialize so that it tends to be individual. From this matter, the teachers finally think that is the influence on current learning achievement externally and internally on their students. Not to mention that children are very easy to make excuses, especially those related to stress either due to the demands of parents, little rest time, do not fit into the environment so that they get to the point that school is not important just a formality so as not to be reprimanded by parents or to be the same as most people. The high and low achievement motivation of students is always used as an indicator of the good and bad learning achievement of a student. With achievement motivation, students will be encouraged to learn and like certain subjects happily studying the subject. In this study using a sample of 110 students and researchers sampled class X students at SMAN 1 TAMBUN. The results of this study indicate that there is a positive and significant influence of peer support, authoritarian parenting and resilience on academic achievement.
Abstract:Perkembangan digitalisasi di sektor perbankan menuntut lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki kompetensi dalam penggunaan aplikasi administrasi perbankan berbasis digital, salah satunya Cash Management System (CMS).…
Namun, sebagian besar siswa SMK Bina Satria Medan belum memperoleh pembelajaran praktis mengenai penggunaan CMS sebagai salah satu layanan perbankan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai konsep, fitur, serta penerapan CMS dalam aktivitas administrasi perbankan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan CMS, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh siswa SMK Bina Satria Medan yang menunjukkan partisipasi aktif selama pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi CMS, proses transaksi digital, dan pentingnya keamanan dalam penggunaan layanan perbankan elektronik. Selain itu, peserta mampu mengoperasikan fitur-fitur dasar CMS melalui simulasi yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan literasi administrasi digital perbankan dan menjadi bekal awal bagi siswa dalam menghadapi kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
Abstract:The rapid development of digital financial technology has significantly transformed investment activities by providing easier access to financial markets through digital investment applications. This study aims to explore…
e the perceptions and experiences of beginner investors in making investment decisions in the digital era. Using a qualitative research approach with a phenomenological perspective, data were collected through semi-structured interviews with beginner investors who actively use digital investment applications. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns and themes related to investors’ experiences and decision-making processes. The findings reveal that investment decision-making among beginner investors is influenced by several interconnected factors, including the accessibility and usability of digital investment platforms, the influence of social media and online communities, the development of financial literacy, and psychological experiences related to investment gains and losses. Digital investment applications play a crucial role in lowering barriers to market participation by providing user-friendly interfaces and accessible financial information. However, reliance on social media as a source of investment information may also expose investors to misinformation and speculative investment behavior. In addition, emotional responses such as confidence, fear, and uncertainty often influence investment decisions among beginner investors. Overall, the study highlights that investment decision-making in the digital era is a multidimensional process shaped by technological accessibility, social influence, financial knowledge, and psychological factors. These findings contribute to a deeper understanding of investor behavior in digital financial environments and emphasize the importance of financial education and responsible investment practices.
Abstract:The rapid transformation of contemporary work environments driven by digitalization, hybrid work systems, and evolving workforce expectations has intensified the need for effective leadership approaches that foster employee…
yee engagement. This study aims to explore the role of transformational leadership in enhancing employee engagement within contemporary organizational contexts using a qualitative research design. Guided by a phenomenological approach, data were collected through in depth semi structured interviews with employees who had direct supervisory relationships in digitally mediated or hybrid work settings. Thematic analysis revealed four major themes: visionary inspiration and meaningful work, individualized support and psychological safety, intellectual stimulation and professional growth, and trust based relationships and organizational identification. The findings indicate that transformational leadership strengthens employee engagement by cultivating meaningfulness, empowerment, trust, and intrinsic motivation, which collectively enhance employees’ physical, cognitive, and emotional involvement in their work roles. The study extends existing leadership and engagement theories by providing contextualized insights into how transformational leadership is experienced in modern organizational environments. Practically, the findings highlight the importance of developing transformational competencies among leaders to sustain engagement and performance in increasingly complex and interconnected workplaces
Abstract:Beberapa tahun belakangan ini banyak ditemukan UMKM yang belum menerapkan praktik manajemen keuangan yang baik dan memadai. Pengelolaan keuangan yang tidak efektif dapat menyebabkan ketidakstabilan arus kas, kesulitan dalam…
lam mengakses modal, dan rendahnya kapasitas adaptasi terhadap perubahan pasar. Kabupaten Karo aktif memberikan edukasi dan pengembangan UMKM lokal dengan didukung oleh Rumah BUMN Kabanjehe. Saat ini, masih terdapat puluhan UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe. Jenis usaha UMKM yang ada diantaranya adalah pengerajin ecoprint, produsen makanan ringan, produsen minuman, pengerajin kain tenun, dan lain-lain.
Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk literasi keuangan, edukasi pencatatan atau mengatur keuangan usaha dan memberikan pemahaman akan pentingnya manajemen keuangan. Dalam hal ini, target tujuan kami ialah pelaku usaha atau UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe. Adapun Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang terkait dengan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM binaan Rumah BUMN di Kabupaten Karo untuk mengatur keuangan dan ketrampilan berwiarusaha. Selain itu, tujuan utama dari kegiatan PKM ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menyelesaikan permasalahan sosial, dan memacu pembanguna yang berkelanjutan dan inklusif pada aspek mengatur keuangan usaha.
Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa pemberian materi manajemen keuangan, edukasi dan implementasi manajemen keuangan pada beberapa pelaku UMKM, serta sesi tanya jawab terkait permasalahan tentang keuangan dalam menjalankan usaha. Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu hari atau selama 3 jam. Beberapa materi pengabdian yang disampaikan yaitu tentang perencanaan keuangan, pengelolaan kas, kinerja keuangan, dan pengendalian kegiatan keuangan. Aspek praktis dan teknis yang disampaikan pemateri dalam kegiatan pengabdian ini yaitu memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, pencatatan keuangan, dan penyusunan laporan keuangan.
Hasil pengabdian kepada masyarakat ini antara lain: terciptanya arah keputusan finansial usaha, pelaku usaha dapat mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha sehari-hari, serta pelaku UMKM dapat/ bisa mencapai tujuan financial freedom (bebas utang, ada pendapatan investasi, terproteksi dari risiko).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe khususnya dalam implementasi manajemen keuangan yang baik. Disarankan untuk kedepannya agar dilkakukan pendampingan berkelanjutan dalam hal digital marketing, inovasi product dan strategi usaha terupdate atau kekinian demi tercapainya kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.
Abstract:Pelaksanaan pengabdian ini didasari pada beberapa hasil penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris terhadap peserta didik kurang menggembirakan karena para peserta didik menganggap bahwa pelajaran…
elajaran bahasa Inggris itu sulit dipahami dan dimengerti. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tambunsaribu, G. et.al (2021) mengungkapkan bahwa faktor penyebab masalah internal peserta didik itu sendiri dimana 77 % respondent yang mengatakan bahasa Inggris itu dianggap membingungkan dan sulit dipelajari. Dua puluh dua percent (22 %) respondent mengatakan materi berbicara (speaking) sulit dipelajari. Selain dari pada temuan penelitian di atas, hasil pengamatan pengabdi sendiri pada beberapa mahasiswa pada program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan mempelajari dan memahami bahasa Inggris, mungkin disebabkan oleh belum berkesesuaian strategi atau teknik pembelajaran bahasa Inggris yang mendorong mahasiswa untuk mengetahuinya dan merasa senang belajar. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, pengabdi melakukan pengabdian dalam bentuk pelatihan yaitu menawarkan suatu pendekatan atau teknik yang dapat membantu peserta didik atau mahasiswa mengurangi kebingungan dan kesulitan yang dirasakan selama ini. Pengabdi menawarkan pelatihan dengan menggunakan salah satu pembelajaran kooperatif dalam kelompok kecil, yaitu berpasang-pasangan dalam mengemukakan ide, pikiran masing-masing sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pasangannya. Hasil penelitian Susanti dan Linaris (2021) mengungkap bahwa siswa yang menggunakan metode diskusi kelompok kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi kelas. Selanjutnya hasil penelitian mereka, juga mengungkap bahwa salah satu strategi atau teknik yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi adalah melalui diskusi kelompok kecil. Temuan-temuan penelitian dan hasil pengamatan tersebut, membuat para pengabdi akan memperaktikkan salah satu strategi atau teknik diskusi kelompok kecil, yaitu terdiri dari 2 (dua) orang saling bercakap-cakap (berbicara) sesuai dengan tema bahasa Inggris yang diberikan. Teknik pembelajaran dalam pelatihan ini adalah ‘Information Gap Activities (IGA)’ dimana masing-masing mahasiswa mempunyai peran. Oleh karena itu, tahapan pelaksanaan dalam pelatihan ini dimulai dari pengumpulan bahan pelatihan berupa topik-topik percakapan bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, kemudian mahasiswa berlatih dengan memberikan kesempatan yang sama kepada masing-masing pasangan untuk memperaktikkannya sesuai peran masing-masing, dan pada akhir pelatihan, instruktur (pengabdi) memberikan penguatan tentang kegiatan yang telah dilakukan untuk menambah wawasan tentang apa yang telah diperaktikkan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa, menambah pengetahuan bahasa Inggris, sehingga dengan sadar mempraktikkan sendiri bersama temannya melalui percakapan bahasa Inggris yang sehari-hari mahasiswa gunakan dan alami.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca santri di Rumah Qur’an Daarussunnah Tambun Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi…
studi kasus. Subjek penelitian meliputi penanggung jawab lembaga, guru Al-Qur’an, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Penerapan metode talaqqi dan tikrar terbukti efektif dalam membantu santri memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan sifat huruf, serta didukung oleh koreksi langsung. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius yang kondusif, intensitas latihan, dan praktik spiritual seperti mujahadah yang memperkuat motivasi belajar. Adapun kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan media pembelajaran makhraj dan perbedaan kemampuan santri. Dampak pembelajaran terlihat pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan tajwid, serta pemahaman hukum bacaan, bahkan sebagian santri mencapai hafalan yang signifikan. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, efektivitas metode pembelajaran, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan religius.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivan pengajaran kelas interaktif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan…
an pendekatan deskriptif analisis. Survei pra-penelitian dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pengalaman, persepsi, dan keyakinan siswa terkait metode pembelajaran sebelum implementasi pengajaran kelas interaktif. Setelah itu, pengajaran kelas interaktif dilaksanakan dengan melibatkan berbagai aktivitas interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan penerapan langsung konsep kalimat dalam konteks nyata. Survei pasca-penelitian dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengajaran kelas interaktif terhadap pemahaman kalimat siswa. Data survei pasca-penelitian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis statistik sederhana untuk mengukur keberhasilan pengajaran kelas interaktif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa bahwa pengajaran kelas interaktif telah membantu mereka memahami kalimat dengan lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan kalimat, dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar bahasa Indonesia. Kesimpulannya, pengajaran kelas interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat.
Abstract:Saat ini pendidikan mencakup pada kurikulum 2013 dan Merdeka Belajar. Tujuan dari kurikulum ini adalah meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas pendidikan di Indonesia. Diterapkan mulai dari pendidikan dasar hingga…
a tinggi, sehingga setiap jenjang pendidikan memiliki peran penting dalam keberhasilan program-program ini. Tujun dilakukannya penilitian observasi di SD Negeri 6 Tambun tentang perbedan antara kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka mungkin melibatkan eksplorasi mendalam terhadap implementasi kedua kurikulum tersebut ditingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan pendekatan kualitatif.
Abstract:This study develops an interdisciplinary theological framework that integrates collective memory, a theology of woundedness, and local wisdom as epistemological and pastoral strategies for engaging with social trauma inscribed…
cribed in the communal body of postcolonial and post-conflict societies in Indonesia. Collective memory, as examined by Halbwachs, Assmann, and Volf, is not construed as a mere aggregation of historical facts but as a cultural construction that shapes theological identity through performative, ritualistic, and narrative social processes. The theology of woundedness, informed by the works of Rambo, Moltmann, Jones, and Brock, resists binary categorizations between suffering and salvation, positioning wounds instead as loci theologici—revelatory spaces wherein the Holy Spirit dwells amidst unhealed wounds as a manifestation of divine solidarity and the possibility of redemption. Employing a qualitative-descriptive methodological framework and contextual hermeneutics, this research investigates local narratives, healing rituals, customary symbols, and inculturated liturgies among Christian communities in Ambon, Poso, and East Nusa Tenggara. The findings suggest that local wisdom functions not merely as a cultural instrument but also as a sacramental medium through which the Spirit operates incarnationally. The integration of these three dimensions demonstrates that post-traumatic restoration cannot be reduced to psychological or therapeutic pastoral practices alone; rather, it demands a theologically transformative, contextually rooted, and dialogical articulation of the wounded social body. Within this construct, the Church is envisioned as an anamnetic community that employs collective memory as a praxis of salvation, regards local culture as a spiritual body, and embraces woundedness as a participatory locus within the salvific narrative. Accordingly, this study contributes a novel paradigm for contextual theology and pastoral praxis in multicultural societies marked by the legacy of historical suffering and the urgent need for reconciliation grounded in justice and memory.