Abstract:Disiplin kerja guru merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Namun, fenomena keterlambatan, ketidakhadiran, serta lemahnya penerapan…
n sanksi masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan, termasuk di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi disiplin kerja guru serta dampaknya terhadap kinerja guru di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan staf SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum disiplin kerja guru berada dalam kategori cukup baik, meskipun masih ditemukan permasalahan seperti keterlambatan hadir, pemanfaatan sarana pembelajaran yang belum maksimal, serta kurang tegasnya penerapan sanksi terhadap pelanggaran disiplin. Faktor-faktor utama yang memengaruhi kedisiplinan kerja guru meliputi ketepatan waktu, keteladanan pimpinan, dan konsistensi penerapan sanksi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja tidak hanya bergantung pada peraturan tertulis, tetapi juga pada komitmen pimpinan, keadilan dalam manajemen sumber daya manusia, dan penyediaan sarana yang memadai. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajerial sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, produktif, dan profesional.
Abstract:This research investigates the challenge posed by the perceived lack of assertiveness among pastors in disciplining members of the congregation amidst the proliferation of fake news or hoaxes. It delves into the multifaceted…
eted roles of pastors within the church context, the nuanced concept of discipline as it pertains to congregational dynamics, and the pervasive phenomenon of hoaxes in contemporary society. Emphasizing the critical importance of pastors taking proactive measures to address and counteract the dissemination of hoaxes to safeguard the integrity and unity of the church community, this paper employs a comprehensive descriptive research methodology. Through an in-depth exploration of the characteristics and implications of hoaxes, the functions and responsibilities of pastors, and the significance of discipline within the ecclesiastical setting, this study aims to provide valuable insights into the complexities of managing misinformation within religious communities. By synthesizing theoretical frameworks and empirical observations, the paper offers actionable recommendations for pastors to effectively combat hoaxes while fostering an environment of truth, trust, and integrity within the church.
Abstract:Abstrak Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Mengupas Tentang Tasybih At-Tamtsil Yang Ada Pada Al-Quran Surah Al-Kahfi Ayat 45. Penelitian Ini Berfokus Kepada Tasybih At-Tamtsil Yang Termasuk Bagian Dari Ilmu Balaghah, Serta…
, Serta Berfokus Kepada Hubungan Antara Tasybih At-Tamtsil Dengan Q.S. Al-Kahfi Ayat 45. Penelitian Ini Menggunakan Metode Library Research (Kepustakaan) Yang Mana Metode Ini Menggunakan Teknik Pengumpulan Data Dengan Melakukan Penelaahan Terhadap Buku, Jurnal, Serta Laporan Yang Berkaitan Dengan Masalah Yang Ingin Dipecahkan. Tegasnya Kegiatan Penelitian Kepustakaan Hanya Sebatas Bahan Koleksi Perpustakaan Dan Tidak Memerlukan Penelitian Lapangan. Dalam Penelitian Ini, Penulis Harus Menelusuri Buku Atau Bahan Bacaan Untuk Menemukan Persamaan Atau Hubungan Lain Antara Situasi, Ciri, Dan Situasi Lain Dalam Naskah, Seperti Sebab Akibat, Hubungan Antar Tempat, Waktu, Dan Lain-Lain. Temuan Dalam Penelitian Ini Adalah (1) Tasybih Yang Ada Pada Ayat Ini Adalah Termasuk Kelompok Dari Ilmu Balaghah, Dikarenakan Susunan Gaya Bahasa Dari Perserupaan Dan Perbedaan, Yaitu Yang Membandingkan Berupa Benda, Karakter Dari Beberapa Hal Dengan Benda, Karakter Atau Yang Lainnya, Contohnya Keterkaitan Sebab Akibat, Keterkaitan Kawasan, Lokasi Dan Keterkaitan Lainnya. (2) Dalam Surah Al-Kahfi Ayat 45 Pada Kalimat مَثَلَ Yang Termasuk Perumpamaan Serta Menerangkan Suatu Hal Yang Mempunyai Keterkaitan Situasi. (3) Tasybih Pada Ayat Ini Ialah Mengumpamakan Karakter Serta Perihal Musyabbah. Apabila Pengertian Musyabbah Masih Susah Dimengerti, Maka Allah Menjelaskan Tasybih Supaya Pengertian Tentang Musyabbah Kelihatan Transparan Dan Benar.