Abstract:This study examines the leadership of Mayor Muhammad Rudi as the first leader to concurrently serve as Mayor of Batam and head of BP Batam. This study aims to describe the perception of the people of Sekupang District towards…
wards Muhammad Rudi's leadership as Mayor of Batam. The theory used in this study is the leadership theory of Path-Goal. The theory of Path-Goal has 4 indicators, namely steering leadership, supporting leadership, participatory leadership, and achievement-oriented leadership. The method used in this study is quantitative method. The research location is in the Batam area of Sekupang District by taking 7 villages, from Tiban Baru, Tiban Lama, Sungai Harapan, Tanjung Riau, Tanjung Pinggir, Patam Lestari, and Tiban Indah Villages. Data was collected using questionnaires distributed to 100 respondents spread across 7 sub-districts. The data is analyzed using a percentage formula. Based on the results of research from the four indicators of directed leadership get a percentage value of 77.86% with the good category, supporting leadership gets a percentage value of 77.6% with the good category, participatory leadership gets a percentage value of 72.2% with the good category, and achievement-oriented leadership gets a percentage value of 78% with the good category. The conclusion of the four indicators consisting of 12 statements using the percentage formula that public perception produced for the assessment of the overall leadership indicators of Muhammad Rudi as Mayor of Batam is 95.52% is at the Likert scale interval of 81-100% with the very good category.
Keywords : Perception, Leadership, Mayor
Abstract:This study aims to identify and analyze the framing used by BatamPos.co.id and BatamNews.co.id in their coverage of Amsakar Achmad as a candidate for Mayor of Batam, compare the framing employed by these two media outlets,…
ets, and assess the impact of such framing on public perception. This qualitative research utilizes framing analysis based on framing theory. Primary data consists of news articles from BatamPos.co.id and BatamNews.co.id published during the period of May-June 2024. Secondary data is derived from literature related to framing theory and previous studies. Data collection was conducted through purposive sampling, and analysis was performed by identifying main themes, categorizing the news coverage, and evaluating the impact of framing on public perception. The analysis reveals that the framing of news about Amsakar Achmad on BatamPos.co.id tends to emphasize strong political support, popularity, and Amsakar’s concrete visions and programs. In contrast, BatamNews.co.id focuses more on Amsakar’s direct interactions with the public, local community support, and political communication. Both media construct a positive image of Amsakar, albeit with different approaches. BatamPos.co.id creates the perception that Amsakar is a strong candidate with solid political backing and a clear plan for Batam’s progress, while BatamNews.co.id portrays Amsakar as a leader who is close to the people, adaptive, and collaborative. This research provides insights into how media framing can influence public perception of political candidates.
Abstract:Abstract: Community service carried out in the City of Tasikmalaya has the purpose of providing an understanding to the public related to the implementation of Tasikmalaya Mayor Regulation Number 8 of 2016 concerning Implementation…
lementation of Independent Guidelines, Competitive and Innovative Community Movement Programs in the City of Tasikmalaya and Mayor Regulation No. 3 of 2017 concerning Amendments to Regulations Mayor of Tasikmalaya Number 8 of 2016 concerning Guidelines for the Implementation of Independent, Competitive and Innovative Community Movement Programs in the City of Tasikmalaya. The results of this activity were an increase in the knowledge, understanding and motivation of the community to implement the Gema Madani Program and find appropriate assistance patterns related to community empowerment in the context of implementing the Gema Madani Program.
Keywords: Implementation, community empowerment.
Abstrak : Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kota Tasikmalaya memiliki tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan implementasi Peraturan Walikota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Mandiri, Berdaya Saing dan Inovatif di Kota Tasikmalaya dan Peraturan Walikota Nomor 3 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Mandiri, Berdaya Saing dan Inovatif di Kota Tasikmalaya. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan motivasi dari masyarakat untuk melaksanakan Program Gema Madani dan menemukan pola pendampingan yang tepat terkait dengan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pelaksanaan Program Gema Madani.
Kata kunci : Implementasi, pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang berada dilingkungan Kota Tasikmalaya yang mengemban tugas di bidang perhubungan salah satunya mempunyai tugas mengelola mengenai parkir…
rkir oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Parkir. Adapun Peraturan Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum adalah Peraturan Walikota No.1 Tahun 2020 tentang Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. Hasil dari retribusi parkir tersebut masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah, namun masih berjalan dengan baik dari peraturan tersebut dikarenakan pencapaian target dari retribusi parkir dari tahun ke tahun tidak mencapai target yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan Evaluasi Kebijakan Retribusi Parkir Di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui Studi Kepustakaan dan Studi Lapangan (Observasi, Wawancara dan Dokumentasi).
Berdasarkan hasil penelitian bahwa evaluasi kebijakan yang digunakan adalah teori William Dunn untuk evaluasi kebijakan yang mencakup 6 sub kajian yaitu: efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 dimensi tersebut 2 sub kajian menunjukkan kondisi yang baik yang mendukung keberhasilan kebijakan yaitu kajian efektivitas dan efisiensi. Sementara terdapat sub kajian yang memiliki kelemahan yaitu responsivitas, perataan, kecukupan dan ketepatan.
Abstract:Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang berada dilingkungan Kota Tasikmalaya yang mengemban tugas urusan ketenagakerjaan dan transmigrasi. Untuk menjalankan tugasnya diperlukan…
rlukan jam kerja yang efektif, yang diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 11 Tahun 2018 tentang Ketentuan Jumlah, Hari dan Jam Kerja. Adanya peraturan tersebut tidak menutup kemungkinan seluruh pegawai akan mentaati terhadap aturan tersebut, sebab masih ditemukan sebagian pegawai yang melanggar disiplin kerja seperti masih adanya pegawai yang datang terlamat masuk kantor, dan ketika jam istirahat berakhir masih ada sebagian pegawai yang berkeliaran dihalaman kantor hal tersebut terjadi karena rendahnya pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Dinas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengawasan Kepala terhadap disiplin kerja.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik-teknik pengawasan dan disiplin kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, dan penyebaran angket.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Dinas telah dilakukan secara optimal namun masih ada sebagian yang belum dilaksanakan dengan baik mengenai pengawasan langsung yaitu inspeksi langsung ditempat kerja dan pengamatan langsung ditempat kerja. Sedangkan hasil dari disiplin kerja yaitu pegawai telah disipli namun ada sebagian yang belum dilaksanakan secara optimal mengenai disiplin kerja tersebut yaitu pegawai keluar kantor atas izin kepala.
Hasil uji t diketahui nilai thitung > ttabel sehingga variabel pengawasan berpengaruh terhadap variabel disiplin kerja. Besarnya pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja sebesar 48% sehingga dapat dikatakan Ha diterima dan H0 ditolak.
Abstract:Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Setiap pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan berfikir kedepan. Oleh karenanya harus memiliki kejelasan visi serta memahami fungsi…
bagi organisasi yang dipimpinnya Untuk membangun suatu organisasi yang baik, ada hal mendasar yang harus diperhatikan oleh institusi – institusi terkait yaitu hal yang menyangkut eksistensi kepemimpinan seorang pemimpin, baik dalam memimpin suatu organisasi maupun memimpin suatu institusi. Jika dilihat dari tingkatannya kepemimpinan pemerintah di indonesia, kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) berada di posisi kepemimpinan tingkat mieniengah, di atasnya tierdapat kiepiemimpinan yang dijalankan olieh Priesidien biersierta piembantunya, dan di bawahnya tierdapat kiepiemimpinan yang dijalankan olieh (Camat dan Kiepala Diesa/Lurah) Dalam mienyielienggarakan piemierintahan yang baik, sangat miemierlukan aparatur piemierintahan yang bierkualitas tinggi dan sadar akan tanggung jawabnya siebagai abdi niegara dan abdi masyarakat, siehingga mampu mielaksanakan tugas umum piemierintahan dan piembangunan diengan siebaik- baiknya. Kiepuasan mierupakan pierasaan yang ada pada diri piegawai yang didasarkan atas apa yang ditierima piegawai dalam biekierja. Siesuatu yang ditierima yaitu baik fisik dan non fisik siepierti balas jasa, sikap pimpinan, lingkungan kierja, komunikasi diengan atasan dan bawahan Diengan diemikian piegawai akan biekierja diengan rasa sienang dan yang liebih pienting kiepuasan yang tinggi akan miempierbiesar kiemungkinan tiercapainya produktivitas dalam biekierjaDalam pienielitian ini mienggunakan mietodie dieskriptif diengan piendiekatan kualitatif. Dalam pienielitian kualitatif tidak mienggunakan istilah populasi tietap tietapi olieh Spardliey dinamakan” Social situation” yang tierdiri dari tiga ieliemien yaitu tiempat (placie), pielaku (actor), dan aktivitas (activity) yang bierintieraksi siecara siniergi, tieknik piengumpulan data mienggunakan obsiervasi, wawancara dan dokumientasi. tieknik analisis data mienggunakan tieori milies dan Hubierman yaitu mierieduksi data, mienyajikan data dan mienyimpulkan data. Bierdasarkan hasil piembahasan miengienai ’’pieranan kiepiemimpinan dalam mieningkatkan kiepuasan kierja aparatur sipil niegara di kantor kielurahan cihierang kiecamatan cibieurieum kota tasikmalaya’’ tielah tierlaksana diengan baik dan siepienuhnya bierjalan optimal. Olieh kariena itu tingkat kiepuasan kierja di kielurahan cihierang sudah tierlaksana siecara iefiektif.