Abstract:Total Fertility Rate (TFR) merupakan salah satu indikator strategis dalam pembangunan kependudukan karena perubahan tingkat fertilitas berpengaruh terhadap dinamika jumlah dan struktur penduduk serta kebutuhan pembangunan…
n pada masa mendatang. Provinsi Sumatera Barat menunjukkan dinamika TFR dalam beberapa tahun terakhir, yaitu sebesar 2,37 pada tahun 2023, menurun menjadi 2,34 pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 2,37 pada tahun 2025. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kebijakan yang mampu menjaga arah pengendalian fertilitas secara konsisten. Pengendalian fertilitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain penggunaan kontrasepsi, usia perkawinan, fertilitas remaja, pendidikan, kondisi sosial ekonomi, serta faktor lainnya sehingga memerlukan keterpaduan intervensi lintas sektor. Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) memiliki posisi strategis sebagai instrumen yang dapat menghubungkan dinamika fertilitas dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan daerah. Policy paper ini bertujuan menganalisis peran PJPK dalam mendukung pengendalian TFR serta merumuskan penguatan mekanisme implementasi PJPK di Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi dokumen dan telaah literatur, identifikasi masalah, analisis Urgency, Seriousness, and Growth (USG), analisis akar masalah, serta penilaian alternatif kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dinamika TFR, kompleksitas determinan fertilitas, dan keterlibatan berbagai sektor membutuhkan mekanisme implementasi PJPK yang mampu menghubungkan target TFR dengan identifikasi determinan, penetapan wilayah prioritas, pembagian peran lintas sektor, integrasi ke dalam perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan intervensi, serta monitoring dan evaluasi. Penguatan PJPK melalui pendekatan pengendalian fertilitas berbasis wilayah menjadi alternatif kebijakan yang dapat digunakan untuk mengarahkan intervensi sesuai karakteristik dan determinan fertilitas masing-masing wilayah. Melalui mekanisme tersebut, PJPK diharapkan dapat berfungsi sebagai instrumen yang mengintegrasikan target TFR dengan intervensi lintas sektor secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Ketahanan Pangan di Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Fokus penelitian ini menggunakan teori efektivitas Richard M. Steers (2013) yang meliputi…
liputi pencapaian tujuan (goal achievement), integrasi (integration), dan adaptasi (adaptation). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat Desa Ulanta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Ketahanan Pangan di Desa Ulanta tergolong cukup efektif. Pada aspek pencapaian tujuan, program mampu membantu meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat melalui kegiatan pertanian dan perikanan, bantuan bibit, pupuk, sarana produksi pertanian, serta dukungan modal usaha. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala seperti perubahan cuaca, serangan hama tanaman, dan fluktuasi harga hasil panen. Pada aspek integrasi, terdapat kerja sama dan koordinasi yang cukup baik antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat dalam pelaksanaan program melalui musyawarah dan partisipasi masyarakat. Sementara pada aspek adaptasi, pemerintah desa bersama masyarakat mampu menyesuaikan pelaksanaan program terhadap berbagai perubahan dan kendala yang terjadi melalui koordinasi, evaluasi, dan musyawarah bersama. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Program Ketahanan Pangan di Desa Ulanta telah berjalan cukup efektif karena mampu mencapai sebagian besar tujuan program, membangun kerja sama yang baik antar pihak terkait, serta memiliki kemampuan dalam menyesuaikan program terhadap berbagai perubahan dan tantangan yang terjadi selama pelaksanaan program. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi efektivitas Program Ketahanan Pangan serta menggunakan pendekatan penelitian yang berbeda agar diperoleh hasil penelitian yang lebih luas dan mendalam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi…
Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan.
This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.
Abstract:Pasar tradisional sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat sering kali tidak dilengkapi fasilitas parkir yang memadai, sehingga memicu munculnya praktik parkir liar di bahu jalan yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas,…
tas, salah satunya di kawasan Pasar Olilit, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen parkir liar di bahu jalan Pasar Olilit dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kota Saumlaki serta faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tujuh informan (unsur Dinas Perhubungan, juru parkir, dan masyarakat), serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan empat fungsi manajemen George R. Terry (planning, organizing, actuating, controlling) sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan telah melakukan tahap perencanaan dan pengorganisasian tugas dengan cukup baik, namun tahap pelaksanaan dan pengawasan belum berjalan optimal karena belum tersedianya juru parkir resmi dan lahan parkir yang memadai. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya sosialisasi kepada masyarakat, lemahnya pengawasan lapangan, dan keterbatasan anggaran daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas pihak, percepatan penyediaan lahan parkir resmi, serta peningkatan intensitas sosialisasi dan pengawasan agar manajemen parkir di Pasar Olilit dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Abstract:UMKM adalah sebagai tulang punggung perekonomian Nasional. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional. banyak pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan,…
n, seperti keterbatasan modal, kurangnya akses terhadap teknologi, serta tidak kalah penting bahwa umkm belum menerapkan etika bisnis dalam Islam. Dalam menjalankan usahanya Umkm perlu menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis sesuai dengan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami Implementasi Etika Bisnis Islam pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) LGC Collection Cirebon. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM LGC Collection Cirebon memiliki komitmen yang kuat dalam menerapkan nilai-nilai etika bisnis Islam seperti Larangan berdagang dengan cara curang, Tidak boleh mengandung unsur riba, Mengurangi takaran dan penipuan, Penimbunan dan Bisnis mempunyai misi sosial melalui zakat dan sedekah. Namun demikian temuan ini mengindikasikan bahwa pelaku usaha melakukan kecurangan terkait penambahan biaya produk dan pelaku usaha masih memanfaatkan kredit dari bank konvensional kredit usaha rakyat (KUR). Penerapan etika bisnis Islam dapat membantu mengatasi masalah usaha LGC Collection seperti Sumber Daya Manusia seperti tanggung jawab gaji kontrak dan adil dalam pembagian honor, etika bisnis Islam dalam manajemen keuangan harus transaparan dan bisa di pertanggung jawabkan menuntut agar pengelolaan keuangan dilakukan tanpa riba (bunga), tanpa gharar (ketidakjelasan atau spekulasi) dan Inovasi Produk dapat membantu mengatasi dalam Ihsan memberian terbaik untuk pelanggan, ke maslahatan produk bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang manajemen guru bimbingan konseling (BK) dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manajemen guru bimbingan…
an konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik, (2) tingkat kedisiplinan peserta didik, dan (3) faktor pendukung serta tantangan guru bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen guru bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik dilakukan melalui fungsi manajemen yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Guru BK menyusun program layanan bimbingan dan konseling, melakukan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua, memberikan layanan konseling individu maupun kelompok, serta melakukan pengawasan terhadap perilaku peserta didik. Kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena masih ada beberapa siswa yang kurang mematuhi tata tertib sekolah seperti keterlambatan, kurang tertib berpakaian, dan penggunaan gadget pada waktu pembelajaran. Faktor pendukung dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama guru dan orang tua, serta adanya tata tertib sekolah. Adapun tantangan yang dihadapi guru BK yaitu pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan gadget yang berlebihan, serta kurangnya kesadaran sebagian peserta didik terhadap pentingnya disiplin.
Abstract:Hubungan antara takdir ilahi, kebebasan manusia, dan pengobatan merupakan persoalan penting dalam pemikiran Islam dan bioetika Islam. Penelitian ini mengkaji mengapa manusia tetap memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan…
kukan pengobatan ketika sakit, sembuh, hidup, dan mati berada dalam pengetahuan dan ketetapan Allah. Penelitian menggunakan studi pustaka kualitatif dengan pendekatan filosofis-teologis dan komparatif-konseptual. Al-Qur’an, hadis, pemikiran teologi Islam, serta literatur kontemporer mengenai bioetika Islam, tawakal, fatalisme kesehatan religius, dan perilaku pencarian kesehatan Muslim dianalisis melalui sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa takdir ilahi tidak meniadakan agensi manusia. Ikhtiar pengobatan merupakan penggunaan sebab-sebab yang tersedia secara sadar dan bertanggung jawab di dalam tatanan ilahi, sedangkan tawakal melengkapi, bukan menggantikan, ikhtiar. Penelitian ini mengusulkan Model Tiga Ranah Agensi Manusia dalam Pengobatan, yang terdiri atas kondisi yang dialami, respons dan tindakan, serta hasil yang diterima. Tanggung jawab moral terutama berada pada ranah respons dan tindakan, meliputi kemampuan memperoleh informasi, mempertimbangkan alternatif, menentukan pilihan, dan menjalankan pengobatan secara wajar, sedangkan hasil terapi hanya sebagian berada dalam kontrol manusia. Karena itu, kegagalan terapi tidak dapat secara otomatis dipandang sebagai kegagalan moral atau lemahnya tawakal. Kerangka ini mengintegrasikan takdir, agensi manusia, sebab medis, dan tanggung jawab moral serta memberikan dasar teologis bagi perilaku pencarian kesehatan yang bertanggung jawab, dengan relevansi konseptual terhadap Sustainable Development Goal 3.
Abstract:Administrasi persuratan di Desa Kemusu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali selama ini dikerjakan dengan pengolah kata, penomoran dicatat pada buku register, dan arsip disimpan dalam bentuk cetak. Pola ini berjalan tanpa…
a keluhan berarti, namun menyimpan tiga risiko struktural: pengerjaan bergantung pada dua orang perangkat, penelusuran arsip bertumpu pada berkas kertas, dan penomoran rawan ganda. Program Kuliah Kerja Nyata Kelompok 04 Universitas Boyolali merancang dan menerapkan SIPADes, aplikasi berbasis Python dan SQLite yang berjalan luring pada komputer kantor desa tanpa biaya langganan. Kegiatan ditempuh dalam lima tahap: observasi dan wawancara kondisi awal, perancangan, pengembangan berbasis templat surat asli desa, uji coba mandiri, serta pendampingan dan serah terima. Aplikasi yang dihasilkan memuat 8 modul fungsional, 7 templat surat baku, dan 8 tabel basis data, dilengkapi pengisian otomatis formulir Dukcapil F-1.01 dan F-1.03. Pada uji coba mandiri, perangkat desa menyelesaikan seluruh enam tugas pokok tanpa bantuan pendamping, dengan waktu pembuatan satu surat sampai tersimpan selama sepuluh detik. Perangkat memperkirakan waktu pelayanan satu surat turun dari 5 menit menjadi 2 menit dan penelusuran arsip dari 5 menit menjadi 2 menit. Kuesioner terhadap responden tunggal menghasilkan skor 5,00 pada skala 1-5 untuk seluruh 15 pernyataan. Hasil evaluasi bersifat indikatif dan belum dapat digeneralisasi karena keterbatasan jumlah responden dan singkatnya masa pemakaian. Kegiatan menunjukkan bahwa sistem administrasi desa yang dibangun mengikuti tata naskah yang sudah berjalan lebih mudah diterima perangkat daripada sistem yang menuntut perubahan kebiasaan.
Abstract:Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai adab Islami pada peserta didik melalui pendampingan dalam memulai kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah. Permasalahan…
n yang ditemukan di lapangan adalah masih kurangnya pemahaman siswa mengenai adab dasar dalam aktivitas keagamaan serta minimnya pembiasaan sikap islami sebelum kegiatan dimulai. Pelaksanaan program dilakukan selama masa PPL melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi awal, perencanaan kegiatan, sosialisasi nilai-nilai adab, pendampingan praktik, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan, sikap santun, serta kesiapan spiritual siswa sebelum mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Selain itu, peserta didik menjadi lebih memahami makna penting adab islami seperti salam, tertib, kebersihan, dan niat sebelum beribadah. Evaluasi akhir mengindikasikan bahwa internalisasi nilai adab Islami berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius siswa. Ke depan, program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara guru pembina, sekolah, dan peserta didik guna memperkuat budaya religius di lingkungan sekolah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering…
Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.