Abstract:Pengembangan budidaya ikan dengan memanfaatkan lahan pekarangan masih belum banyak dilakukan. Sementara masyarakat desa ini memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pengembangan usaha perikanan. Masyarakat…
at pada umumnya memiliki lahan pekarangan yang cukup luas, yang dapat dimanfaatkan untuk usaha produktif seperti usaha budidaya ikan. Pengenalan kolam terpal kepada masyarakat merupakan sebuah alternatif dalam upaya pengembangan budidaya ikan, dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Usaha ini merupakan sebuah terobosan yang bisa diterapkan pada masyarakat desa ini, sehingga melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat dapat menumbuhkan minat dan motivasi. Metode pendekatan dilakukan melalui penyuluhan dan diskusi tentang model pengembangan budidaya ikan di lahan pekarangan kepada masyarakat sasaran. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditargetkan untuk memberikan motivasi dan pengenalan budidaya ikan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Kepada sasaran diberikan pengenalan dan langkah langkah yang dilakukan dalam proses budidaya ikan. Proses komunikasi timbal balik diterapkan pada kegiatan ini, sehingga terjadi transfer pengetahuan dan teknologi secara seimbang. Dari hasil kegiatan bahwa pada umumnya sasaran antusias dan termotivasi untuk mengembangan usaha dengan kolam terpal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Yaleka Maro Merauke. Kinerja dosen merupakan faktor penting…
ing dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga diperlukan faktor-faktor pendukung yang mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dosen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 31 dosen, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen, sedangkan kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. Namun, secara simultan kepemimpinan dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sekitar 42,8% variasi kinerja dosen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja dosen. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kepemimpinan melalui penguatan kemampuan manajerial, komunikasi, motivasi, dan pembinaan perlu menjadi prioritas, disertai pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di STISIPOL Yaleka Maro Merauke.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Selatan serta mengidentifikasi…
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian berjumlah 13 orang yang terdiri dari informan kunci dan informan pendukung yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIASN telah berjalan dan mendukung transformasi digital dalam manajemen kepegawaian, namun belum optimal. Dari aspek komunikasi, penyampaian informasi dilakukan melalui berbagai media seperti rapat, bimbingan teknis, dan grup digital, meskipun masih terdapat perbedaan pemahaman teknis antar pegawai. Dari aspek sumber daya, kendala utama terletak pada keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama jumlah komputer dan stabilitas jaringan internet, serta kompetensi SDM yang belum merata. Dari aspek disposisi, mayoritas pegawai menunjukkan sikap positif terhadap SIASN, namun masih dalam tahap adaptasi terhadap sistem digital. Dari aspek struktur birokrasi, pembagian tugas dan koordinasi telah berjalan cukup baik, meskipun masih bersifat insidental.Faktor yang mempengaruhi implementasi SIASN meliputi faktor pendukung seperti dukungan pimpinan, kebijakan nasional, dan pendampingan teknis, serta faktor penghambat seperti keterbatasan jaringan internet, sarana prasarana, kompetensi SDM, dan kedisiplinan pegawai. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas SDM, perbaikan infrastruktur, serta penguatan koordinasi untuk mengoptimalkan implementasi SIASN.
Abstract:Bagian Administrasi Pimpinan dalam melaksanakan tugas pokok: Protokol, serta penyiapan materi dan Administrasi Pimpinan; Menyiapkan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bindang Komunikasi Pimpinan, Protokol, serta Materi…
teri dan Administrasi Pimpinan dan; Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh Pimpinan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya; Melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya. Kurangnya pemahaman pegawai terhadap tupoksi, banyak pegawai yang bekerja tanpa panduan yang memadai, sehingga tugas yang seharusnya dikerjakan dengan baik sering kali mengalami keterlambatan atau kesalahan. Minimnya supervisi dari atasan memperburuk kondisi belum ada evaluasi yang jelas terhadap kinerja pegawai. Tujuan penelitian menganalisis Kinerja Bagian Administrasi Pimpinan. Dan Faktor mempengaruhi Kinerja Pegawai Bagian Administrasi Pimpinan Pada Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan. Metode penelitian deskripstif kualitatif, Teknik analisis data merupakan langkah strategis dalam penelitian, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Kinerja pegawai Bagian Administrasi Pimpinan secara signifikan ditentukan oleh efektivitas komunikasi internal, terutama kejelasan informasi, ketepatan disposisi pimpinan, dan kecepatan penyelesaian tugas administratif, yang secara langsung memengaruhi mutu layanan. Pola komunikasi terbuka meningkatkan organizational trust dan konsistensi kinerja, namun masih terhambat oleh kompleksitas birokrasi, rendahnya komunikasi informal, serta perbedaan persepsi lintas unit. Kepatuhan tinggi terhadap SOP berperan sebagai instrumen performance control yang menekan kesalahan kerja, meskipun berpotensi mengurangi fleksibilitas apabila tidak diimbangi ruang diskresi. Pemanfaatan teknologi meningkatkan efisiensi, tetapi belum optimal akibat kesenjangan kompetensi digital dan keterbatasan pelatihan. Selain itu, motivasi kerja dan ketahanan psikologis menjadi determinan utama keberlanjutan kinerja, sehingga penguatan aspek komunikasi, kapasitas teknologi, dan pembinaan mental kerja merupakan prasyarat strategis bagi peningkatan kualitas layanan administrasi pimpinan secara berkelanjutan.
Abstract:Transformasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat lokal dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan…
uan untuk mengidentifikasi potensi, peran, dan tantangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Merauke dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan anggota KIM, tokoh adat, serta pelaku ekonomi kreatif lokal. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Marind, seperti gotong royong, solidaritas sosial, dan keberlanjutan alam, menjadi fondasi utama dalam membangun identitas ekonomi kreatif lokal yang berkelanjutan. KIM berperan penting sebagai fasilitator literasi digital, mediator komunikasi pembangunan, serta penghubung antara masyarakat dan ruang ekonomi digital yang lebih luas. Namun, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kapasitas teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan menjadi hambatan utama dalam proses pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat 3T. Penguatan kapasitas digital KIM dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Merauke.
Abstract:The Community Information Group (KIM) program is a strategic initiative by the Department of Communication and Information Technology of Merauke Regency to encourage active community participation in managing information…
and communication. This study aims to evaluate the effectiveness of the KIM program's implementation, covering aspects of planning, execution, and its impact on the community. The research method employed is a qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observations, and document studies. The evaluation results indicate that the KIM program has positively contributed to improving community information literacy, particularly in rural areas. However, several challenges were identified, such as limited human resources, uneven technological infrastructure, and low community participation in certain activities. Therefore, strategic measures are needed, including enhancing the capacity of KIM members, expanding access to information technology, and optimizing synergy between local government, local communities, and other stakeholders. This study is expected to serve as a reference for developing a more effective and sustainable KIM program in the future.
Abstract:This research aims to analyze the strategies implemented by the Merauke Regency Communications and Information Service in developing internet networks to improve public services. This research uses qualitative research methods…
ethods and a descriptive analysis approach. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation, with data analysis techniques using data reduction, data presentation, and conclusion. The analysis results found that although there has been progress in developing internet networks, challenges such as limited infrastructure and access speed still need to be overcome. This research recommends that the Communications and Information Service continue to invest in infrastructure, strengthen collaboration with service providers, and improve educational programs for the community. In this way, optimization of public services can be achieved, providing significant benefits for the people of Merauke Regency. The research results show three main strategies implemented: core strategy, customer strategy, and cultural strategy. The core strategy focuses on improving network infrastructure and security, with efforts to expand network coverage in remote areas. The strategy emphasizes customer and assistance service provision. Meanwhile, the cultural strategy seeks to build pleasing cooperation between the Communications and Information Service and the community and increase digital literacy.
Abstract:Penelitan ini bertuuan untuk menentukan sektor unggulan dan struktur ekonomi Kabupaten Buton periode 2019-2023. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analsis location quotiention (LQ) dan tipologi klassen.…
en. Hasil analsisis location quotiention (LQ) menunjukan pertambangan penggalian, sektor listrik dan gas, pengadaan air pengelolaan, sampah limbah dan daur ulang, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil, adm pemerintahan pertahanan jam sos wajib dan jasa pendidikan. Hasil analisis tipologi klassen menunjukan Kudaran I sektor pertambangan dan penggalian, pengadaan listrik dan gas, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, adm pemerintahan daerah pertahanan jaminan sosial wajib. Kudaran II sektor pengadaan air, pengolahan limbah dan daur ulang serta jasa pendidikan. Kuadran III industri pengolahan, konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, Informasi dan Komunikasi. Sektor pada kuadran ini merupakan sektor potensial atau dapat berkembang dan jasa perusahaan. Kuadran IV pertanian, Kehutanan dan Perikanan, transportasi dan pergudangan, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa kesehatan dan Kegiatan Sosial serta Jasa lainnya
Abstract:This study aims to examine the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model in enhancing the communication skills of junior high school students through a literature review approach. The study critically analyzes…
yzes a range of scholarly literature and recent research findings concerning the implementation of PjBL, particularly in the context of developing oral, written, and interpersonal communication skills within primary education settings. The findings indicate that PjBL fosters an active, collaborative, and contextual learning environment that significantly contributes to the improvement of students’ communication abilities. Through project completion that involves exploration, presentation, and group interaction, learners are encouraged to articulate ideas effectively, engage in active listening, and produce writing with logical and argumentative structure. Moreover, the model has been shown to enhance students' self-confidence, independence, and sense of responsibility toward their own learning process. Nonetheless, the implementation of PjBL continues to face several challenges, including limited instructional time, insufficient teacher understanding of meaningful project design, and inadequate supporting resources. Without systemic support and continuous professional development for educators, the application of this model risks becoming a mere formality with little substantive impact. Therefore, this study recommends further empirical research using a mixed-methods approach to investigate the effectiveness of PjBL across various subjects and educational levels. Such studies are expected to strengthen the theoretical foundation and promote the adoption of PjBL as a transformative learning strategy in shaping learners.
Abstract:The pastor plays various important roles in the congregation, such as preacher, teacher, priest, administrator, and counselor. Among all these roles, the counselor holds the greatest responsibility. The task of pastoral…
counseling includes providing emotional and spiritual support to the congregation. In addition to helping the congregation overcome emotional, mental, and spiritual issues, counseling also assists them in discovering their identity, life calling, and potential, so that they can develop holistically in life. Pastoral counseling is a form of interpersonal communication that requires the pastor to have good communication skills. The ability to build strong relationships with the congregation significantly influences their spiritual development. Additionally, empathy and compassion are qualities that pastors must possess to support their interpersonal skills. Diagnostic skills are also crucial for a pastoral counselor. With these skills, the counselor can identify the problems faced by the congregation and provide assistance or refer them for further treatment. Interpersonal skills help build open relationships, while diagnostic abilities are essential in identifying the root causes of the congregation's issues. In the diagnostic process, assessment and interpretation skills are vital to understanding the congregation's problems comprehensively—emotionally, mentally, socially, culturally, and spiritually—so that the solutions provided can be effective and accurate. Pastoral counseling plays a significant role in supporting the growth of faith and overall well-being of the congregation.