Abstract:The presence of a child can be a link between couples. However, in fact, some married couples cannot have children, even though they really need children in their domestic life. So the effort to care for or hug a child then…
hen becomes an option to get a child even though he is not a natural child. The law states that the purpose of adopting a child is simply to improve the welfare of the child.This research aims to find out and examine Islamic legal regulations regarding the inheritance rights of adopted children. The position of children in Islamic law is still attributed to their biological guardians and not to their adoptive fathers. Moreover, in Islamic inheritance law, adopted children do not get inheritance privileges from the father who supports them, but the freedom of inheritance returns to the biological father of the child being cared for. Children raised in Islam can acquire property from their supportive father through a bequest course and then a mandatory will course. Since taking over, the children and their supportive father have been seen as having been a huge help in their respective lives. Therefore, as a substitute for the freedom inherited from the younger generation, Islamic law provides a way through mandatory gifts and wills.
Abstract:Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis efektivitas strategi pendidikan religius dalam membentuk karakter dan nilai-nilai spiritual pada generasi muda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui pendekatan kajian…
ajian literatur, dapat menganalisa dan memaparkan strategi pendidikan yang religious. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan yang mendalam dan menginspirasi mampu mengintegrasikan ajaran keagamaan ke dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Analisis data mengungkapkan perubahan positif dalam sikap, nilai, dan perilaku partisipan. Temuan ini didukung oleh pendekatan kualitatif yang mencakup pengkodean tematik dan analisis naratif. Partisipan menilai positif pendekatan ini karena memberikan ruang bagi refleksi pribadi, pembangunan nilai moral, dan pengalaman spiritual yang mendalam. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk pengembangan pendekatan pendidikan yang dapat membentuk karakter positif pada generasi muda, menghadirkan relevansi ajaran keagamaan dalam konteks modern, dan mendorong penerapan nilai-nilai spiritual dalam tindakan nyata.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki perbedaan motivasi dan tujuan pendidikan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler, untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana sistem pendidikan ini memengaruhi…
emengaruhi motivasi belajar dan tujuan pendidikan para pelajar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi literatur untuk menyelidiki perbandingan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler dalam konteks motivasi dan tujuan pendidikan. Dengan melakukan pencarian sistematis literatur melalui berbagai sumber akademis, penelitian ini memusatkan perhatian pada literatur yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Analisis literatur mencakup identifikasi tema utama, pengungkapan sinergi dan konflik dalam motivasi dan tujuan pendidikan, serta sintesis temuan untuk membentuk pemahaman yang kohesif. Evaluasi kritis terhadap literatur dan penyajian hasil dalam bentuk naratif yang jelas merupakan komponen integral dari metodologi penelitian ini. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam mengenai perbedaan esensial dalam motivasi dan tujuan pendidikan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler, memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang pengaruh nilai dan prinsip dalam membentuk pengalaman pendidikan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki genealogi pendidikan Kristen dengan fokus pada asal, makna, dan tujuan yang mendasarinya. Melalui pendekatan interdisipliner yang mencakup sejarah, teologi, dan sosiologi pendidikan,…
ikan, penelitian ini merunut kembali akar-akar pendidikan Kristen dari masa lampau hingga perkembangannya dalam konteks modern. Studi ini akan menelusuri sejarah pendidikan Kristen, mengidentifikasi peran gereja dan pemikir-pemikir Kristen dalam membentuk prinsip-prinsip pendidikan. Selain itu, penelitian ini akan membahas makna pendidikan Kristen dalam konteks spiritual, moral, dan sosial, serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam praktik pendidikan sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang esensi pendidikan Kristen, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan perkembangan individu. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu pengembangan kebijakan pendidikan Kristen yang relevan dan efektif dalam memenuhi tuntutan zaman modern sambil tetap setia pada akar-akar tradisionalnya.
Abstract:Kisah Naaman, seorang perwira Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta dalam 2 Raja-Raja 5, memperoleh makna teologis yang lebih mendalam ketika Yesus menyebutnya dalam Lukas 4:27 sebagai satu-satunya yang disembuhkan pada…
ada zaman nabi Elisa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan intertekstual antara kedua perikop tersebut melalui pendekatan teologi naratif dan intertekstualitas biblika. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi makna teologis dari penyebutan tokoh non-Israel oleh Yesus, sekaligus implikasinya terhadap konsep universalitas anugerah Allah yang melampaui batas etnis, nasional, dan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan Naaman bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan simbol keterbukaan keselamatan Allah bagi semua bangsa yang bersedia percaya dan taat kepada-Nya. Dengan mengutip kisah Naaman, Yesus menantang eksklusivisme religius yang sering kali membatasi karya Allah hanya pada kelompok tertentu, serta menyatakan inklusivitas misi Kerajaan Allah yang bersifat lintas batas dan transformatif. Narasi ini juga memperlihatkan bahwa karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama sudah diarahkan pada pemulihan universal, yang mencapai puncaknya dalam pelayanan Yesus Kristus. Dengan demikian, kisah Naaman menegaskan pentingnya gereja masa kini untuk mewujudkan misi yang terbuka, kontekstual, dan inklusif, sebagai respons terhadap kasih karunia Allah yang tidak terbatas oleh kebangsaan, budaya, maupun tradisi keagamaan tertentu.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ekspositori perikop 2 Raja-raja 6:8-9 untuk memahami strategi Kristen dalam menghadapi konflik. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana umat Kristen dapat menyusun strategi…
egi yang berlandaskan pewahyuan dan hikmat ilahi, bukan hanya pada pertimbangan rasional manusia. Teks ini menampilkan dua pendekatan yang kontras: strategi Raja Aram yang mengandalkan perencanaan manusiawi dan strategi Raja Israel yang bertumpu pada pewahyuan Tuhan melalui nabi Elisa. Penelitian ini menggunakan metode ekspositori dengan analisis teologis-kontekstual, memperhatikan struktur teks, latar belakang historis, dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kristen lahir dari relasi intim dengan Tuhan, kepekaan terhadap suara-Nya, serta ketaatan dalam melaksanakan kehendak-Nya. Strategi ini bukan sekadar respons taktis, melainkan tindakan yang dipimpin oleh hikmat ilahi untuk menghadapi tantangan rohani maupun praktis. Penelitian ini menegaskan relevansi teks 2 Raja-raja 6:8-9 bagi kepemimpinan dan pelayanan Kristen kontemporer, khususnya dalam merespons konflik internal, membangun visi pelayanan, serta mengintegrasikan pewahyuan ilahi dalam pengambilan keputusan strategis. Kebaruan kajian ini terletak pada pendekatan ekspositori yang memadukan dimensi biblika, teologis, dan praktis dalam merumuskan paradigma strategis Kristen yang transformatif.
Abstract:This journal discusses the meaning and implications of Genesis 1:1-2 in the context of the creation narrative. The main focus is on the primitive condition of the earth before God’s act of creation. Analysis was carried…
d out on the biblical text and various theologians. The findings show that Genesis 1:1-2 describes an unstructured and empety initial state, which later became the foundation for the creation process. The creation narrative in Genesis 1:1-2 is one of the main foundations of Cristian theology. This research aims to dig deeper into the theological meaning of the phrase “the earth was formless and empty” in Genesis 1:1-2. The main focus is on the primitive condition of the earth before creation, and its implications for understanding God’s power and creativity. This research seeks to clarify various existing interpretations, especially regarding the concept of “tohu wabohu” and its relationship with other creation theories. A close analysis of Genesis 1:1-2 shows that the phrase “the earth was formless and empty” describes an intial state that was unstructured and without form. This condition is not the result of previous destruction, but is a “blank canvas” for God’s creative work. Thorugh His words, God transforms chaos into order, brings light into darkness, and creates everything from nothing. This research provides new contributions, namely: presenting a comprehensive review of various theological views regarding Genesis 1:1-2 including comparisons with other creation theories such as the gap theory, providing a deeper interpretation of the concept of “tohu wabohu” and clarifyng misunderstandings that often occur, highlights the implications of understanding the early conditions of the earth for our understanding of God’s power and creativity and the relationship between creator and creation.
Abstract:This research delves into the prohibition of idol worship in the Bible, especially the Old Testament, with an emphasis on the role of the prophets who emphasized this prohibition. The aim is to gain a deeper understanding…
g of the concept of idol worship prohibition through the qualitative research method of Literature Review. The Bible, particularly the Old Testament, consistently conveys the prohibition of bowing down to worship idols. This activity is considered serious and carries severe consequences, especially for the people of Israel. Violating this prohibition is seen as betrayal to God and has the potential to trigger divine punishment. The theological basis for this prohibition lies in the jealousy of God, which arises when offerings are given to idols. Idol worship is equated with the practices of pagan nations and reflects unfaithfulness to God. This research also describes the history and theology behind this prohibition. Through the perspectives of Brian S. Rosner, E. L. Carlson, and Christie Kusnandar, the research demonstrates how idol worship triggers God's jealous reaction and disrupts the human relationship with Him. This message is strong in the Bible and integrated into Jewish religious teachings. In conclusion, the prohibition of idol worship serves as an important warning to maintain loyalty to God and avoid practices that are inconsistent with faith.
Abstract:Kepemimpinan dalam konteks modern seringkali dihadapkan pada kompleksitas yang menuntut landasan etika yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Dalam pandangan ini, integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan…
epemimpinan kontemporer menawarkan pendekatan yang bermakna dan relevan. Nilai-nilai seperti integritas, kredibilitas, komitmen, bertanggungjawab, kerendahan hati, dan pelayanan yang terkandung dalam ajaran Kristen dapat menjadi landasan bagi kepemimpinan yang beretika dan bermakna. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan dan berdampak dalam dunia organisasi yang berubah dengan cepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali potensi dan dampak dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan menganalisis teks-teks Kitab Suci, tulisan-tulisan teologis, serta literatur terkait karakteristik kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pemimpin, organisasi, dan lembaga pendidikan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer secara efektif. Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai ini memberikan fondasi yang stabil dan beretika untuk mengarahkan kepemimpinan menuju tujuan yang lebih bermakna dan berdampak positif.
Abstract:Jamur makroskopis berperan penting sebagai dekomposer dalam ekosistem hutan, namun data morfologinya di kawasan hutan kampus masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik morfologi…
fologi jamur makroskopis pada substrat serasah daun di kawasan hutan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menemukan enam morfotipe jamur, yaitu Leucocoprinus sp., Clavulina sp., Marasmius sp. (dua morfotipe), Mycena sp., dan Coltricia sp. Variasi morfologi meliputi bentuk, warna, tekstur tudung, karakteristik stipe, dan tipe himenofor sebagai bentuk adaptasi terhadap mikrohabitat serasah daun. Penelitian ini menyediakan data dasar keanekaragaman jamur lokal serta menunjukkan potensi biodiversitas jamur di kawasan hutan kampus.
Macroscopic fungi play an important role as decomposers in forest ecosystems, yet information on their morphology in campus forests remains limited. This study aimed to identify and describe the morphological characteristics of macroscopic fungi growing on leaf litter in the forest area of UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. A descriptive exploratory method with a qualitative approach and purposive sampling was employed. Six fungal morphotypes were identified: Leucocoprinus sp., Clavulina sp., Marasmius sp. (two morphotypes), Mycena sp., and Coltricia sp. Morphological variations included cap shape, color, texture, stipe characteristics, and hymenophore type, reflecting adaptation to leaf litter microhabitats. The findings provide baseline data on local fungal biodiversity and demonstrate the biodiversity potential of the campus forest.