Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara financial anxiety dan financial planning behavior pada Generasi Z di Kota Medan. Fenomena meningkatnya kecemasan finansial di kalangan generasi muda menjadi perhatian…
hatian penting karena dapat memengaruhi cara individu merencanakan dan mengelola keuangan pribadinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Generasi Z yang berdomisili di Medan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan bantuan SPSS, meliputi uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial anxiety berada pada kategori cukup tinggi, sementara financial planning behavior berada pada kategori cukup baik. Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara financial anxiety dan financial planning behavior. Artinya, semakin tinggi kecemasan finansial yang dirasakan, maka kecenderungan individu dalam melakukan perencanaan keuangan akan menurun. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program literasi dan edukasi keuangan bagi Generasi Z.
Abstract:Studi literatur sistematis ini bertujuan untuk: (1) mensintesis dan menganalisis inkonsistensi temuan penelitian empiris mengenai efektivitas teori Fraud Pentagon dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan di Indonesia;…
; (2) mengidentifikasi sumber variasi hasil yang meliputi variasi operasionalisasi variabel, konteks penelitian, dan perbedaan metodologi; serta (3) mengembangkan dan mengusulkan seperangkat indikator operasional yang lebih komprehensif dan terstandarisasi untuk kelima elemen Fraud Pentagon berdasarkan konsolidasi tubuh literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan metode kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data utama adalah 30 artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020-2025, yang telah dipetakan sebelumnya. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis konten tematik (thematic content analysis) dan sintesis naratif (narrative synthesis) untuk mengidentifikasi pola, kontradiksi, dan mengembangkan kerangka konseptual yang lebih kuat. Analisis mengungkap tiga temuan utama. Pertama, terdapat inkonsistensi hasil yang signifikan antar penelitian; misalnya, Financial Target (ROA) signifikan pada studi BUMN namun tidak signifikan pada sektor keuangan. Kedua, inkonsistensi ini bersumber dari: (a) variasi penggunaan proksi variabel (misal, Pressure diukur dengan ROA, leverage, atau perubahan aset), (b) pengaruh konteks spesifik (sektor, tata kelola), dan (c) perbedaan alat ukur kecurangan (F-Score, Beneish M-Score, studi kualitatif). Ketiga, sebagai kontribusi utama, penelitian ini berhasil mengembangkan 12 indikator Fraud Pentagon yang diperkaya dengan proksi empiris yang kuat dari literatur, seperti menambahkan frekuensi rapat dewan untuk Ineffective Monitoring dan kompleksitas kontrak untuk Nature of Industry. Kerangka indikator yang dikembangkan memberikan implikasi teoretis dengan memperkuat sifat kontingensi teori Fraud Pentagon, serta implikasi praktis bagi regulator, auditor, dan dewan komisaris sebagai alat risk assessment yang lebih komprehensif. Penelitian ini merekomendasikan uji empiris lebih lanjut terhadap indikator yang dikembangkan dan integrasi pendekatan kuantitatif-kualitatif dalam penelitian mendatang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna transparansi dan amanah dalam membangun loyalitas nasabah di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Medan. Dalam konteks perbankan syariah, transparansi bukan hanya sekadar keterbukaan…
ukaan informasi keuangan, tetapi juga mencerminkan sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab terhadap nasabah. Sedangkan amanah berarti kemampuan bank dalam menjaga kepercayaan serta menunaikan tanggung jawabnya sesuai prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan amanah menjadi dasar terbentuknya loyalitas nasabah, karena kedua nilai ini menumbuhkan rasa percaya, kenyamanan, dan kedekatan emosional antara bank dan nasabah. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan penelitian sebelumnya yang masih sedikit menyoroti aspek nilai-nilai etika Islam seperti amanah dan transparansi sebagai faktor pembentuk loyalitas nasabah.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang Partnership for the Goals, yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-17, dengan fokus pada peran utang dari luar negeri, investasi asing, dan bantuan dari luar negeri dalam mendukung pembangunan…
ngunan berkelanjutan di Indonesia. Ketiga instrumen tersebut berfungsi sebagai sumber dana dan saluran kerja sama internasional, tetapi juga bisa menyebabkan ketergantungan ekonomi serta ketidakseimbangan kekuasaan antara negara pemberi bantuan dan negara penerima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan mengirimkan kuesioner kepada 23 responden di Kota Medan yang memahami isu kemitraan global, pembangunan, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden melihat utang luar negeri, investasi asing, dan bantuan luar negeri sebagai alat penting untuk mempercepat pembangunan, selama dikelola secara transparan, bermanfaat, dan sesuai dengan kepentingan negara. Responden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manfaat dan risiko ketiga instrumen tersebut agar tidak menyebabkan ketergantungan ekonomi yang terlalu lama. Selain itu, persepsi responden terhadap kemitraan global (SDG 17) menunjukkan sikap positif terhadap kerja sama internasional yang fokus pada transfer teknologi, inovasi, dan pertumbuhan yang inklusif, namun tetap menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional. Dengan demikian, penelitian ini menyatakan bahwa Partnership for the Goals hanya akan berhasil jika dilaksanakan dalam kerangka tata kelola yang baik, prinsip kesetaraan, serta komitmen bersama untuk mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara sistematis perjalanan perekonomian Indonesia pasca-kemerdekaan dengan fokus pada dinamika kebijakan ekonomi dari rezim Orde Lama hingga era Reformasi. Melalui pendekatan…
deskriptif-analitis, artikel ini menyoroti bagaimana pergeseran orientasi politik memengaruhi stabilitas makroekonomi, pertumbuhan, dan aspek sosial-ekonomi nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa masa Orde Lama ditandai dengan ketidakstabilan akibat dominasi politik atas ekonomi yang memicu inflasi ekstrem. Orde Baru berhasil melakukan stabilisasi dan industrialisasi yang pesat, namun menciptakan kerentanan struktural akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Masa transisi dan Reformasi menjadi titik balik krusial yang memperkenalkan desentralisasi fiskal serta transformasi digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada keseimbangan antara pertumbuhan tinggi, pemerataan sosial, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta adaptasi terhadap inovasi teknologi di era globalisasi.and supporting the optimization of village economic potential in a sustainable manner.
Abstract:Anggaran penjualan merupakan perencanaan keuangan yang disusun secara sistematis untuk memperkirakan pendapatan usaha dalam periode tertentu dan memiliki peran penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Anggaran ini tidak…
dak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai sarana pengendalian dan evaluasi kinerja keuangan. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), anggaran penjualan menjadi dasar utama dalam perencanaan laba, penyusunan kebijakan operasional, serta pengambilan keputusan strategis. Permasalahan yang masih banyak ditemui pada UMKM adalah belum optimalnya penyusunan anggaran penjualan yang terdokumentasi dengan baik, sehingga realisasi penjualan sering kali tidak sesuai dengan perencanaan. Melalui pencatatan dan penyusun ananggaran penjualan secara terstruktur, pelaku UMKM dapat melakukan peramalan penjualan yang lebih akurat, mengendalikan penyimpangan antara rencana dan realisasi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran. Selain itu, anggaran penjualan berperan sebagai pedoman kerja, alat koordinasi, dan sarana pengawasan yang mendukung transparansi serta profesionalisme dalam pengelolaan keuangan usaha. Dengan demikian, penyusunan anggaran penjualan yang tepat diharapkan mampu mendukung keberlangsungan usaha dan meningkatkan kinerja keuangan UMKM secara berkelanjutan
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengimplementasikan internal audit dalam utang usaha dan pembayaran pada PT. VDC, studi kasus terkait dengan utang usaha Perusahaan terkait secara spesifik. Data diperoleh melalui…
alui pemeriksaan dokumen, wawancara dengan pihak terkait, dan peninjauan kebijakan dan prosedur perusahaan yang berkaitan dengan manajemen akun hutang usaha. Proses audit difokuskan pada penilaian kepatuhan terhadap prosedur internal, efektivitas pengendalian internal, dan kesesuaian pelaksanaan pembayaran dengan kebijakan syarat pembayaran yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT VDC masih mengalami beberapa kasus ketidakpatuhan terhadap prosedur yang berlaku untuk manajemen akun hutang usaha. Ketidakpatuhan ini disebabkan, antara lain, oleh kurangnya integrasi sistem PR, PO, dan akuntansi, yang mengakibatkan inefisiensi, keterlambatan pembayaran, dan peningkatan risiko kesalahan dan potensi kecurangan. Lebih lanjut, pengawasan yang lemah terhadap kepatuhan syarat pembayaran dan frekuensi pembayaran mendesak yang tinggi mencerminkan kelemahan dalam perencanaan anggaran dan alokasi sumber daya. Kondisi ini mengakibatkan kesalahan dalam pelaporan keuangan dan jejak audit yang tidak akurat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat fungsi audit internal dan integrasi sistem untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal atas hutang usaha di PT VDC.
Abstract:Pengembangan sistem transportasi publik terintegrasi merupakan salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan kemacetan, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta rendahnya…
minat masyarakat terhadap angkutan umum. JakLingko hadir sebagai sistem integrasi antar moda transportasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai representasi brand layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis brand image JakLingko serta implikasinya terhadap kepercayaan dan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik terintegrasi di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan, khususnya terkait persepsi masyarakat, kualitas pelayanan, dan kepuasan pengguna JakLingko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image JakLingko dipersepsikan positif sebagai transportasi publik yang modern, terpercaya, mudah diakses, dan terintegrasi. Brand image yang kuat tersebut berkontribusi signifikan dalam membangun kepercayaan publik serta meningkatkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan brand image dalam sektor publik, yang didukung oleh kualitas pelayanan dan konsistensi kebijakan, memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan transportasi publik yang berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi karyawan dan pelanggan terhadap pelayanan frontliner di Ritel X sebagai salah satu jaringan ritel modern terbesar di Indonesia. Fokus utama penelitian adalah memahami…
bagaimana karyawan memaknai konsep pelayanan berdasarkan standar perusahaan dan bagaimana pelanggan menilai pengalaman layanan yang mereka terima. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di beberapa gerai Ritel X di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan memiliki persepsi positif terhadap pentingnya pelayanan prima dan berupaya menerapkan standar 3S (Senyum, Sapa, Salam), namun masih terdapat kesenjangan antara pelaksanaan standar prosedural dengan pengalaman emosional yang diharapkan pelanggan. Pelanggan menilai bahwa kualitas pelayanan belum konsisten antar shift dan antar cabang, serta masih terdapat kekurangan pada aspek empati, komunikasi interpersonal, dan kecepatan respon. Penelitian ini mengungkap lima temuan penting: kesenjangan persepsi antara karyawan dan pelanggan, peran manajemen dalam membentuk budaya pelayanan, kelelahan emosional frontliner, pengaruh lingkungan fisik terhadap persepsi pelanggan, dan rendahnya kompetensi digital dalam pelayanan. Temuan ini menegaskan perlunya pelatihan berkelanjutan, evaluasi sistemik, dan penguatan budaya kerja berbasis empati agar kualitas pelayanan Ritel Modern semakin sesuai dengan harapan pelanggan.
Abstract:Karyawan kontrak merupakan kelompok tenaga kerja yang rentan terhadap ketidakpastian kerja, sehingga faktor non finansial menjadi penting dalam meningkatkan kepuasan kerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
sis hubungan antara motivasi non finansial dan kepuasan kerja karyawan kontrak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan kontrak pada sebuah organisasi sektor jasa di Kota Medan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi non finansial memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan kontrak. Hal ini menunjukkan bahwa aspek seperti pengakuan, lingkungan kerja, hubungan interpersonal, dan peluang pengembangan diri berperan penting dalam meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih berorientasi pada aspek non finansial.