Abstract:Pematang Johar, sebuah desa yang berkembang pesat di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat akibat alih fungsi lahan, berkurangnya ruang terbuka hijau,…
, dan genangan air yang berulang pada musim hujan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan revitalisasi infrastruktur hijau sebagai solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat lingkungan permukiman. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan aparat desa, sosialisasi partisipatif, demonstrasi praktis pembuatan lubang resapan biopori, sumur resapan, dan taman hujan, serta evaluasi melalui instrumen pretest-posttest. Kegiatan diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota karang taruna, dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata peserta secara signifikan, dari 40% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan, serta peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknik tersebut secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi infrastruktur hijau yang murah dan partisipatif dapat ditransfer secara efektif kepada masyarakat serta berkontribusi menurunkan risiko banjir sekaligus memulihkan fungsi ekologis di skala lingkungan permukiman.
Pematang Johar, a rapidly developing village in Labuhan Deli Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra, faces increasing environmental pressure from land-use conversion, reduced green open space, and recurrent waterlogging during the rainy season. This community service activity aimed to introduce green infrastructure revitalization as an innovative approach to strengthen local environmental resilience. The method consisted of preparation, coordination with village authorities, participatory outreach (sosialisasi), practical demonstration of biopore infiltration holes, recharge wells, and rain gardens, and evaluation through pretest-posttest instruments. The activity involved 42 participants consisting of village officials, youth organization members, and housewives. Results showed a substantial increase in participants' average understanding score, from 40% before the activity to 84% afterward, and participants expressed strong interest in applying the techniques independently. The activity concludes that low-cost, participatory green infrastructure interventions can be effectively transferred to communities and contribute to reducing flood risk while restoring ecological function at the neighborhood scale.
Abstract:The rapid advancement of artificial intelligence (AI) has significantly impacted the healthcare sector, particularly in supporting the early detection of diabetes; however, many AI models still face challenges due to their…
ir black-box nature, where decision-making processes are not easily understood. This study aims to compare two Explainable Artificial Intelligence (XAI) methods, namely Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) and SHapley Additive Explanations (SHAP), in interpreting the prediction results of an Artificial Neural Network (ANN) model using the Diabetes Health Indicator dataset. Prior to modeling, the data were preprocessed through cleaning and normalization to ensure quality and consistency. The trained ANN model was then analyzed using LIME and SHAP to evaluate the contribution of each feature to the prediction outcomes. The results show that both methods are capable of providing meaningful and interpretable explanations, although SHAP demonstrates more consistent and stable interpretations across the dataset. These findings highlight the importance of integrating XAI techniques to enhance model transparency, thereby increasing trust and supporting more reliable decision-making in clinical settings, particularly for diabetes diagnosis.
Abstract:This study examines the management processes involved in developing green infrastructure for Islamic educational institutions, specifically focusing on the construction of madrasah buildings using green building concepts.…
. It investigates how environmental sustainability principles can be systematically integrated into the planning, design, construction, and operational phases of madrasah development projects. Utilizing a qualitative case study approach combined with document analysis, this research analyzes two madrasah building projects in Indonesia that have implemented green building strategies. Data were collected through in-depth interviews with project managers, architects, contractors, madrasah leaders, and stakeholders, alongside analysis of project documents, designs, and specifications. Findings reveal that successful implementation requires an integrated management approach encompassing green design adaptation to local context, sustainable material sourcing, energy and water efficiency integration, waste management during construction, and life-cycle cost considerations. The study identifies key enablers including leadership commitment, technical expertise, community participation, and Islamic ethical alignment, while highlighting challenges such as budget constraints, regulatory gaps, and technical capacity limitations. This research contributes a framework for madrasah green building project management that balances environmental responsibility with educational functionality and Islamic architectural values.
Abstract:Financial independence remains a critical challenge for Islamic educational institutions, primarily due to their persistent reliance on external funding sources. Such dependency not only undermines financial stability but…
t also constrains institutional autonomy and long-term sustainability. This article aims to conceptually examine pathways toward financial independence in Islamic educational institutions through a zero capital approach. Employing a qualitative library research design, this study critically analyzes scholarly books and peer-reviewed journal articles related to Islamic education management, social entrepreneurship, and non-profit organizational governance. The findings reveal that financial independence is not solely determined by the availability of financial capital, but rather by the institution’s capacity to optimize non-financial assets, including social capital, intellectual capital, and symbolic capital. The zero capital approach emerges as a transitional strategy that encourages the effective utilization of internal resources, competency-based productive innovation, and operational efficiency through digitalization. The novelty of this article lies in repositioning financial independence as a structural, asset-based process aligned with Islamic values, rather than as an instant outcome driven by monetary capital. This study contributes to the advancement of Islamic education management discourse and offers strategic insights for institutional leaders seeking sustainable financial independence under resource constraints.
Abstract:dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Geografi di SMA Negeri 11 Medan. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran dengan narasumber utama Ibu Nurbaiti Panggabean, S.Pd, penelitian…
litian ini menemukan bahwa proses evaluasi mencakup tiga aspek utama yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan, namun masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam perencanaan instrumen penilaian, pelaksanaan observasi lapangan, dan penilaian autentik. Kendala tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, fasilitas pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa. Guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain peningkatan kompetensi melalui MGMP, penerapan teknologi seperti Google Form dan Quizizz, penilaian proyek berbasis autentik, serta penggunaan rubrik penilaian yang lebih objektif. Selain itu, guru mulai mengintegrasikan pendekatan HOTS dan TPACK dalam evaluasi, meskipun masih pada tahap awal. Hasil evaluasi juga dimanfaatkan untuk memberikan umpan balik, perbaikan metode pembelajaran, dan penentuan tindak lanjut akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi evaluasi masih membutuhkan dukungan sistemik dari sekolah, seperti penguatan fasilitas digital, pengembangan bank soal HOTS, peningkatan literasi data guru, dan penyediaan waktu khusus untuk refleksi pedagogik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran Geografi akan lebih efektif apabila didukung oleh kompetensi guru, fasilitas memadai, serta sistem kolaboratif yang berkelanjutan..
Abstract:Budaya literasi digital telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan media sosial, terutama di kalangan Generasi Z, yang tumbuh di era digital. Studi ini menggunakan teknik Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk meneliti…
liti bagaimana budaya literasi digital Generasi Z telah berubah di era media sosial. Tinjauan Literatur Sistematis digunakan, mengumpulkan publikasi ilmiah dari SINTA dan Google Scholar antara tahun 2020 dan 2025. Kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya digunakan dalam proses pemilihan artikel. Setelah prosedur penyaringan, 20 artikel yang relevan ditemukan untuk dipelajari dari 35 artikel yang dihasilkan oleh pencarian. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak besar pada bagaimana budaya literasi digital Generasi Z berkembang, mulai dari pergeseran kemampuan penilaian informasi dan kebiasaan akses hingga pembuatan konten digital. Namun, masih ada masalah, seperti kurangnya kemampuan berpikir kritis, paparan informasi palsu yang tinggi, dan ketergantungan pada media sosial. Untuk memberdayakan Generasi Z agar dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan etis, sangat penting untuk memperkuat literasi digital mereka.
Abstract:The manufacturing sector in Indonesia, particularly within the aluminum fabrication and extrusion industry, is currently navigating a period of intense structural transition. Historically characterized by a focus on physical…
ical output and technical specifications, enterprises are now increasingly compelled to adopt a service-dominant logic to maintain competitive viability. This research report investigates the strategic implementation of human resource development programs at NJS Alumunium, focusing on the dual-pathway integration of technical competence (hard skills) and interpersonal proficiencies (soft skills). Utilizing the SERVQUAL framework as a primary evaluative tool, the analysis explores how specific technical abilities, such as CNC machining, precision welding, and CAD design, intersect with soft skills like emotional intelligence, communication, and proactive problem-solving to drive customer satisfaction. The study synthesizes data from contemporary Indonesian industrial policies, including "Making Indonesia 4.0," and academic frameworks such as Workplace Learning (WPL) and Total Quality Management (TQM). Findings indicate that while technical mastery is a prerequisite for entry into the high-end aluminum market, soft skills serve as the critical differentiator in fostering customer loyalty and bridging the gap between expectation and perception. The report further details the role of management information systems, the impact of local cultural paternalism in leadership, and the emergence of green capabilities as essential components of a modern competency strategy. The proposed developmental model advocates for a continuous, mentored, and digitally-enabled training ecosystem that aligns organizational capabilities with the sophisticated demands of both domestic and international consumers.
Abstract:Urbanisasi di Kecamatan Medan Amplas terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Fenomena ini memberi dampak positif pada perkembangan sosial ekonomi, namun juga menimbulkan masalah lingkungan seperti…
erti kepadatan organisasi, berkurangnya ruang hijau, dan masalah kebersihan serta drainase. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak urbanisasi terhadap kualitas organisasi serta identifikasi langkah menuju kota berkelanjutan di Medan Amplas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi lapangan di kawasan padat penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi tanpa perencanaan tata ruang berkelanjutan menurunkan kualitas lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penerapan konsep pembangunan kota berkelanjutan melalui penyediaan ruang hijau, pengelolaan sampah terpadu, dan peningkatan kesadaran lingkungan warga.
Abstract:This study examines the effectiveness of an ADDIE-based negotiation training program implemented for university students from multiple institutions. Using a quantitative one-group pre-test–post-test design, the study evaluates…
valuates whether the structured application of the ADDIE instructional design model leads to measurable improvements in negotiation skills. Data were collected through pre-training and post-training surveys and analyzed using a paired-samples t-test. The results indicate a statistically significant increase in participants’ post-test scores compared to pre-test scores, confirming the effectiveness of the training intervention. The findings further demonstrate that the systematic alignment of needs analysis, instructional design, material development, interactive implementation, and quantitative evaluation contributed to positive learning outcomes. This study contributes to the literature on instructional design and talent development by providing empirical evidence that ADDIE-based training can effectively enhance negotiation skills in higher education contexts.
Abstract:Penyalahgunaan kepercayaan dalam hubungan kerja dikenal sebagai penggelapan dalam jabatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana penggelapan dalam jabatan menurut…
t hukum pidana Indonesia serta pertimbangan hukum majelis hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Palu Nomor 211/Pid.B/2025/PN Pal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, karena perbuatan terdakwa merupakan penggelapan yang berulang, majelis hakim secara tepat menerapkan Pasal 374 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP karena penggunaan bukti transfer hanya merupakan modus operandi dan tidak memenuhi unsur pemalsuan surat.