Abstract:Aplikasi pemetaan digital seperti Google Maps telah menjadi bagian penting dari layanan transportasi daring. Namun, pengguna sering kali menemukan perbedaan antara titik lokasi yang ditampilkan dan kondisi lapangan yang…
sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap kualitas data di Google Maps, khususnya terkait ketidakakuratan titik lokasi dalam layanan transportasi daring. Metode survei kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner daring kepada 33 responden yang secara aktif menggunakan Google Maps dan aplikasi transportasi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,8% responden menilai Google Maps secara umum akurat, namun 69,7% responden pernah mengalami ketidakakuratan titik lokasi, dan 51,5% di antaranya perlu melakukan penyesuaian titik penjemputan secara manual. Data lokasi yang tidak akurat juga memengaruhi efisiensi perjalanan, menyebabkan keterlambatan, serta menurunkan tingkat kepercayaan pengguna. Meskipun demikian, 87,9% responden tetap menunjukkan loyalitas terhadap Google Maps karena kegunaan dan kemudahan penggunaannya. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan akurasi lokasi penting untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pengguna terhadap layanan pemetaan digital.
Abstract:Pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia yang diikuti dengan inovasi layanan pembayaran digital seperti Shopee Paylater serta strategi promosi flash sale yang mempengaruhi perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan…
untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas Shopee Pay Later terhadap Keputusan pembelian dengan minat beli sebagai variabel intervening pada konsumen di Kota Cirebon. Metode yang digunakan Adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, menggunakan Teknik purposive sampling terhadap sekitar 100 responden, serta dianalisis melalui regresi linier dan uji mediasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aksesibilitas Shopee Pay Later berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dan Keputusan pembelian, serta minat beli juga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian dan berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan tersebut. Kemudahan akses, fleksibilitas pembayaran, dan strategi promosi berbasis urgensi mampu meningkatkan kecenderungan pembelian konsumen. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integritas antara teknologi finansial dan strategi pemasaran digital dalam membentuk perilaku konsumen serta sebagai dasar bagi pelaku konsumen serta sebagai dasar bagi pelaku e-commerce dalam merancang strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya inovasi di sektor keuangan yang dikenal sebagai financial technology (fintech), salah satunya melalui penggunaan aplikasi e-wallet. Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh…
uh di era digital menjadi kelompok yang paling cepat mengadopsi teknologi keuangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemanfaatan fintech melalui aplikasi e-wallet serta pengaruhnya terhadap minat penggunaan di kalangan Generasi Z di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 120 responden Generasi Z yang berdomisili di Kota Medan dan telah menggunakan aplikasi e-wallet. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi, serta uji hipotesis dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemanfaatan fintech melalui aplikasi e-wallet berpengaruh positif terhadap minat penggunaan di kalangan Generasi Z. Faktor-faktor seperti kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, keamanan transaksi, promosi dan insentif, serta pengaruh sosial dan gaya hidup digital berperan penting dalam meningkatkan minat Generasi Z terhadap penggunaan e-wallet. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literasi keuangan digital serta menjadi bahan pertimbangan bagi penyedia layanan fintech dalam merancang layanan yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z.
Abstract:Perkembangan teknologi keuangan digital telah mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk mahasiswa, dari pembayaran tunai ke pembayaran non-tunai seperti QRIS, e-wallet, dan mobile banking. Kemudahan, kecepatan, serta…
berbagai promo yang ditawarkan oleh layanan pembayaran digital berpotensi mendorong perilaku konsumtif, terutama jika tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai dan gaya hidup yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran digital (QRIS, e-wallet, dan mobile banking), literasi keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas HKBP Nommensen Medan yang menggunakan layanan pembayaran digital. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa pembayaran digital dan gaya hidup berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, sedangkan literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen keuangan serta memberikan manfaat praktis bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kesadaran dan pengelolaan keuangan yang bijak di era digital.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pengguna Shopee PayLater. Kemudahan layanan buy now pay later berpotensi meningkatkan konsumsi apabila tidak diimbangi…
imbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa pengguna Shopee PayLater. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan, semakin rendah kecenderungan perilaku konsumtif dalam penggunaan Shopee PayLater. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan sebagai upaya pengendalian perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan pola pemasaran dan penjualan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Meskipun demikian, tidak seluruh pelaku UMKM mampu beradaptasi secara…
a optimal dalam memanfaatkan e-commerce sebagai strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-commerce sebagai strategi peningkatan penjualan UMKM di Indonesia pada era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce dalam kegiatan usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan e-commerce memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan UMKM, terutama melalui perluasan jangkauan pasar, kemudahan proses transaksi, serta efisiensi biaya pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa e-commerce tidak hanya berfungsi sebagai media penjualan, tetapi juga sebagai strategi adaptif yang relevan bagi keberlangsungan UMKM dalam menghadapi persaingan ekonomi digital. Dengan demikian, kemampuan pelaku UMKM dalam mengadopsi dan mengelola e-commerce menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan penjualan usaha.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan dan keamanan data terhadap peningkatan kepercayaan pengguna dalam melakukan transaksi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard…
rd (QRIS). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan kajian literatur dan hasil penelitian terdahulu, serta pengamatan umum terhadap fenomena penggunaan QRIS di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan menjadi faktor utama yang mendorong adopsi QRIS karena memberikan efisiensi, kecepatan, dan kenyamanan dalam bertransaksi. Sementara itu, keamanan data berperan penting dalam membentuk dan mempertahankan kepercayaan pengguna, terutama terkait perlindungan informasi pribadi dan keamanan transaksi. Kedua faktor tersebut saling berkaitan dalam menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Dengan meningkatnya kepercayaan, penggunaan QRIS di Indonesia terus berkembang pesat, mendukung percepatan transformasi menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif, aman, dan terpercaya.
Abstract:Penerapan sistem e-Pajak melalui SMART TAX di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Pekanbaru merupakan langkah digitalisasi pelayanan publik yang bertujuan meningkatkan efisiensi layanan serta kepatuhan wajib pajak. Penelitian…
an ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengacu pada teori Implementasi Kebijakan Van Meter & Van Horn (1975), yang mencakup enam variabel: standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial-ekonomi-politik, serta disposisi pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Pajak memberikan dampak positif berupa peningkatan transparansi, kemudahan akses, dan efektivitas pengawasan terhadap transaksi pajak. Namun demikian, implementasi belum optimal karena masih ditemukan kendala seperti rendahnya literasi digital masyarakat, preferensi pembayaran manual, keterbatasan sarana teknologi, serta kesiapan SDM pelaksana. Upaya UPT dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dilakukan melalui sosialisasi, peningkatan pelayanan digital, pemberian insentif, serta penguatan pengawasan berbasis sistem real-time. Secara keseluruhan, keberhasilan e-Pajak sangat dipengaruhi oleh kesiapan teknologi dan kapasitas manusia sebagai pelaksana maupun pengguna layanan.
Abstract:Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia telah mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan teknologi finansial, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).…
S). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penggunaan, manfaat yang dirasakan, kemudahan, sikap, dan minat UMKM terhadap implementasi QRIS di Desa Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS dinilai bermanfaat karena mempercepat transaksi, meningkatkan keamanan, menyederhanakan pencatatan keuangan, dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen digital yang semakin meningkat. Namun, masih terdapat kendala, terutama terkait jaringan internet yang belum stabil, literasi digital yang rendah, dan pemahaman yang belum merata tentang penggunaan QRIS. Kebijakan pemerintah melalui penetapan tarif MDR dan regulasi sistem pembayaran juga telah mendorong adopsi QRIS di kalangan UMKM. Dengan demikian, dukungan edukasi, infrastruktur digital yang lebih baik, dan pendampingan yang intensif diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan QRIS di lingkungan UMKM.
Abstract:Perkembangan financial technology (fintech) khususnya layanan pinjaman online memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dana secara cepat melalui sistem elektronik. Namun, dalam praktiknya sering terjadi penagihan…
gihan hutang oleh kreditur sebelum jatuh tempo cicilan yang telah disepakati dalam perjanjian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan penagihan hutang sebelum jatuh tempo serta akibat hukum yang timbul dari praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penagihan hutang sebelum jatuh tempo bertentangan dengan Pasal 1759 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata karena hak kreditur untuk menagih baru lahir setelah utang mencapai waktu jatuh tempo. Tindakan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai wanprestasi, melainkan lebih tepat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata. Selain itu, praktik tersebut juga melanggar prinsip perlindungan konsumen dalam sektor jasa keuangan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.