Abstract:This study aims to examine and analyze the effect of trust, income, and life style on fashion purchase decisions using paylater among Accounting students at UPN “Veteran” East Java. The background of this research is based…
based on the rapid development of financial technology and e-commerce, which has influenced consumer behavior, particularly among university students, including their purchasing decisions for fashion products through paylater services. This phenomenon highlights the importance of understanding the factors that influence consumers’ decisions to use paylater services. This research employs a quantitative approach using primary data collected through a questionnaire distributed via Google Form. The sample consists of 72 respondents selected using a random sampling method. Data analysis was conducted using SPSS to test the relationships between variables. The results show that trust, income, and life style have a positive and significant effect on fashion purchase decisions using paylater. These findings are consistent with the Theory of Planned Behavior (TPB), which states that consumer behavior is influenced by attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control.
Abstract:This study is motivated by the rapid development of digital financial services, particularly Shopee PayLater, which has the potential to increase consumerist behaviour among students. This phenomenon requires examination…
not only from economic and psychological perspectives, but also from the perspective of Islamic accounting, which emphasises balance and control over consumption. This study aims to analyse the influence of lifestyle and self-control on the consumer behaviour of Shopee PayLater users and to test the role of Islamic accounting principles as a moderating variable. This study employs a quantitative approach. Data were collected via a Likert-scale questionnaire distributed to students and analysed using Partial Least Squares-based Structural Equation Modelling (SEM-PLS) with the SmartPLS application version 4.1.1.6. The results indicate that lifestyle has a positive and significant influence on consumer behaviour, whilst self-control does not have a significant influence. Sharia accounting principles have a direct and significant influence on consumptive behaviour, but are unable to moderate the relationship between lifestyle or self-control and consumptive behaviour. These findings suggest that consumer behaviour is influenced more by external factors such as lifestyle and the convenience of digital services than by internal factors within the individual, and indicate that Sharia values have not yet been fully integrated into everyday life.
Abstract:PayLater services are one of the rapidly growing digital financial innovations widely utilised in fintech apps in Indonesia, including Kredivo and Akulaku. User reviews on the Google Play Store reflect a range of experiences,…
nces, from satisfaction with the ease of use of the service to complaints regarding bills, interest rates, late payment fees, credit limits, and app performance. This study aims to classify the sentiment of user reviews regarding PayLater services on the Kredivo and Akulaku apps using the Multinomial Naïve Bayes algorithm. Data was collected via web scraping from the Google Play Store and automatically labelled based on user ratings, with ratings of 1-2 classified as negative sentiment and ratings of 4-5 as positive sentiment, whilst a rating of 3 was excluded as it was considered ambiguous. Following a preprocessing stage comprising cleaning, case folding, tokenisation, stopword removal, and stemming, as well as feature extraction using TF-IDF, 3,652 reviews were obtained with a training-to-test data split ratio of 80:20. The results indicate that positive sentiment dominates the dataset at 56.49%, whilst negative sentiment accounts for 43.51%. Analysis by application revealed that Kredivo was dominated by positive sentiment (68.20%), whilst Akulaku was dominated by negative sentiment (51.70%). The Naïve Bayes multinomial model achieved an accuracy of 84.13%, with average precision, recall, and F1-score values of 0.84, demonstrating good and balanced classification performance across both sentiment classes.
Abstract:The rapid diffusion of Buy-Now-Pay-Later (BNPL) services has reshaped consumption in emerging economies. This article examines how materialistic value orientations stimulate impulsive buying through BNPL usage among Indonesian…
donesian PayLater users. A cross-sectional survey of 670 respondents was analysed with partial least-squares structural-equation modelling (PLS-SEM). Materialism had a strong positive effect on BNPL adoption (β = 0.762) and a moderate direct effect on impulsive buying (β = 0.350). BNPL, in turn, exerted a substantial impact on impulsive buying (β = 0.480) and partially mediated the materialism–impulsivity link (indirect β = 0.366). The model explained 65% of BNPL variance and 72% of impulsive buying variance, while exhibiting acceptable fit indices (SRMR = 0.035; NFI = 0.885). Findings highlight BNPL’s dual role as a financial innovation and a behavioural catalyst, raising implications for platform design, consumer literacy programmes, and regulatory oversight.
Abstract:Pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia yang diikuti dengan inovasi layanan pembayaran digital seperti Shopee Paylater serta strategi promosi flash sale yang mempengaruhi perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan…
untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas Shopee Pay Later terhadap Keputusan pembelian dengan minat beli sebagai variabel intervening pada konsumen di Kota Cirebon. Metode yang digunakan Adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, menggunakan Teknik purposive sampling terhadap sekitar 100 responden, serta dianalisis melalui regresi linier dan uji mediasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aksesibilitas Shopee Pay Later berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dan Keputusan pembelian, serta minat beli juga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian dan berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan tersebut. Kemudahan akses, fleksibilitas pembayaran, dan strategi promosi berbasis urgensi mampu meningkatkan kecenderungan pembelian konsumen. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integritas antara teknologi finansial dan strategi pemasaran digital dalam membentuk perilaku konsumen serta sebagai dasar bagi pelaku konsumen serta sebagai dasar bagi pelaku e-commerce dalam merancang strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pengguna Shopee PayLater. Kemudahan layanan buy now pay later berpotensi meningkatkan konsumsi apabila tidak diimbangi…
imbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa pengguna Shopee PayLater. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan, semakin rendah kecenderungan perilaku konsumtif dalam penggunaan Shopee PayLater. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan sebagai upaya pengendalian perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa.
Abstract:Perkembangan era digital telah mendorong inovasi di sektor jasa keuangan melalui Financial Technology (fintech), khususnya dalam bidang pembiayaan dan kredit digital. Fintech lending menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan…
umbuhan tercepat di Indonesia karena menawarkan kemudahan, kecepatan, serta efektivitas transaksi keuangan yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. PT Commerce Finance dan PT Shopee International Indonesia, di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bekerja sama menghadirkan inovasi berupa Shopee PayLater. Fasilitas ini merupakan pinjaman berbasis teknologi dengan skema pembayaran tertunda serta promosi bunga 0% untuk pinjaman awal dalam jangka waktu 30 hari. Dalam praktiknya, perjanjian Shopee PayLater menggunakan perjanjian baku sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Namun demikian, perjanjian tersebut memiliki kelemahan karena tidak memuat klausula yang secara tegas mengatur tanggung jawab pengembalian pinjaman apabila debitur meninggal dunia. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum, mengingat berdasarkan Pasal 833 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, kewajiban utang debitur tidak hapus karena kematian, melainkan beralih kepada ahli waris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pengembalian pinjaman Shopee PayLater tetap melekat dan dibebankan pada harta peninggalan debitur sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun, perlindungan hukum bagi kreditur belum optimal karena tidak adanya klausula khusus yang mengatur akibat hukum kematian debitur. Oleh karena itu, penerapan asuransi kredit direkomendasikan sebagai bentuk perlindungan hukum preventif guna memberikan kepastian hukum bagi kreditur sekaligus melindungi ahli waris dari risiko beban utang yang berkepanjangan.
Abstract:Pesatnya perkembangan teknologi finansial telah memopulerkan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di kalangan akademisi, yang berpotensi memicu perilaku konsumtif dan pengelolaan utang berisiko. Penelitian ini…
bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pemahaman, negosiasi, dan praktik literasi keuangan syariah di kalangan akademisi (mahasiswa, dosen, dan staf) serta bagaimana hal tersebut memengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan layanan paylater. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi di lingkungan kampus. Hasil penelitian mengungkap adanya variasi tingkat literasi keuangan syariah di kalangan akademisi, di mana pemahaman teoretis mengenai riba, gharar, dan maisir sering kali mengalami bias ketika dihadapkan pada kemudahan konsumsi digital dan tuntutan gaya hidup modern. Kebaruan penelitian ini menunjukkan adanya ruang kompromi dan negosiasi nilai di luar kelas, di mana paylater kerap kali dianggap sebagai instrumen agnostik atau "jembatan" pemenuhan kebutuhan finansial temporer. Simpulan penelitian menegaskan bahwa literasi keuangan syariah tidak secara linier menghasilkan penolakan terhadap paylater, melainkan membentuk perilaku penggunaan yang lebih berhati-hati, selektif, dan kritis terhadap aspek akad serta risiko keuangan yang menyertainya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di platform e-commerce Shopee. Dengan menggunakan metode literatur review, penelitian ini mengumpulkan…
umpulkan dan mensintesis temuan dari berbagai studi sebelumnya yang relevan dengan topik ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga yang kompetitif dan promosi yang menarik, seperti diskon dan penawaran cashback, sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di Shopee. Selain itu, pelayanan yang cepat dan efisiensi dalam proses pengiriman, kemudahan penggunaan aplikasi dengan fitur pencarian yang efektif dan navigasi yang intuitif, serta kepercayaan dan keamanan transaksi online juga berperan penting dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Ulasan positif dari pelanggan lain dan rekomendasi dari teman atau keluarga turut mempengaruhi keputusan pembelian, karena konsumen cenderung mempercayai pengalaman pengguna lain. Berbagai fitur pembayaran seperti ShopeePay, Shopee PayLater, dan Cash on Delivery (COD) memberikan fleksibilitas dan kenyamanan tambahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi praktisi e-commerce untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif guna meningkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan, serta memberikan kontribusi signifikan bagi akademisi dalam memahami perilaku konsumen di era digital.