Abstract:Abstract : Indonesia as one of the countries that have agreed on the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) is committed to the successful implementation of the SDGs through various activities and demonstrates…
onstrates its commitment by issuing Presidential Regulation Number 59 of 2017 concerning the Implementation of Achieving Sustainable Development Goals. The Central Statistics Agency of Asahan Regency implements the Cinta Statistik Village Sectoral Statistics Development Program or the so-called Beautiful Village and the 2021 Cinta Statistics Village SDGs Entry Program. The Cinta Statistics Village Development Program (Desa Cantik) focuses on increasing literacy, awareness and the active role of village/kelurahan officials and the community in organizing activities. Manual data management is still not effective and efficient to work quickly, precisely and accurately. With the development of technology, it is necessary to design a web-based SDGs Cinta Statistics application using the codeigniter framework by developing an agile method where this method is a software development method that is needed when the system has undergone repair or renewal. This application will help BPS Asahan employees work more effectively and efficiently so that the stored data is safe, fast, precise and accurate.
Keywords: Village SDGs; Agile Method; CodeIgniter Framework
Abstrak : Indonesia sebagai salah satu Negara yang telah menyepakati penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) / Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan SDGs melalui berbagai kegiatan dan menunjukkan komitmen dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan melaksanakan Program Pembinaan Statistik Sektoral Desa Cinta Statistik atau yang disebut Desa Cantik dan Program Entry SDGs Desa Cinta Statistik Tahun 2021. Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) berfokus pada meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan. Pengelolaan data secara manual tersebut masih kurang efektif dan efesien untuk bekerja dengan cepat, tepat dan akurat. Dengan berkembangnya teknologi maka perlulah dirancang sebuah aplikasi SDGs Desa Cinta Statistik berbasis web dengan menggunakan framework codeigniter dengan mengembangkan metode agile dimana metode ini adalah metode pengembangan software yang dibutuhkan ketika sistem telah mengalami perbaikan atau pembaharuan. Dengan adanya aplikasi ini akan membantu pegawai BPS Asahan bekerja lebih efektif dan efisien sehingga data yang tersimpan aman, cepat, tepat dan akurat.
Kata kunci: SDGs Desa; Metode Agile; Framework Codeigniter
Abstract:Abstract: This Community Service Program was carried out with the Gemilang II Women Farmers Group (KWT Gemilang II) to enhance digital capacity in marketing Mocaf flour products. The main problems faced by the partners were…
ere low digital literacy, the absence of a systematic marketing strategy, and limited skills in promotional content creation. The implementation method included an initial survey to map needs, preparation of training materials, digital literacy socialization, creation of social media accounts, and assistance in producing promotional content. The results showed that the partners began to understand the role of social media and e-commerce, established official promotional accounts, and were able to independently produce simple content. The conclusion of this program is that the improved digital capacity of KWT Gemilang II provides a foundation for more sustainable online-based marketing management while supporting local economic development through alternative food products.
Keywords: digital marketing; entrepreneurship; KWT Gemilang II; MOCAF; UMKM
Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemilang II dengan tujuan meningkatkan kapasitas digital dalam memasarkan produk tepung Mocaf. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi digital, ketiadaan strategi pemasaran yang sistematis, dan keterbatasan dalam produksi konten promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui survei awal untuk pemetaan kebutuhan, penyusunan materi, sosialisasi literasi digital, pembuatan akun media sosial, serta pendampingan pembuatan konten promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mulai memahami fungsi media sosial dan e-commerce, memiliki akun resmi untuk promosi, serta mampu menghasilkan konten sederhana secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas digital KWT Gemilang II menjadi fondasi dalam pengelolaan pemasaran berbasis online yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis pangan alternatif..
Kata kunci: digital marketing; kewirausahaan; KWT Gemilang II; MOCAF; UMKM
Abstract:Abstract: Effective, transparent, and accountable village economic management is an important aspect in supporting rural development and community welfare. However, there are still limitations in the understanding of village…
lage officials regarding the use of information technology literacy in village economic management. This condition results in suboptimal management of economic data, activity documentation, and information dissemination to the community. This community service activity aims to enhance the understanding and awareness of Silo Baru Village officials regarding village economic management based on information technology literacy. The method used was community education through participatory socialization and counseling activities. The results indicate an improvement in the understanding of village officials regarding the importance of digital literacy as a supporting tool for planning, managing, and reporting village economic activities, as well as for promoting transparency and accountability in village economic governance. This activity provides an initial contribution to strengthening the capacity of village officials and supporting sustainable economic development in Silo Baru Village.
Keywords: community service; digital literacy; economic management; village apparatus
Abstrak: Pengelolaan ekonomi desa yang efektif, transparan, dan akuntabel merupakan aspek penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, masih terdapat permasalahan berupa keterbatasan pemahaman perangkat desa terhadap pemanfaatan literasi teknologi informasi dalam pengelolaan ekonomi desa. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pengelolaan data ekonomi, dokumentasi kegiatan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran perangkat Desa Silo Baru mengenai pengelolaan ekonomi desa berbasis literasi teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang bersifat partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa mengenai pentingnya literasi digital sebagai sarana pendukung perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan ekonomi desa, serta sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola ekonomi desa. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal dalam mendukung penguatan kapasitas perangkat desa dan mendorong pembangunan ekonomi Desa Silo Baru yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Kata kunci: ekonomi desa; literasi digital; pengelolaan ekonomi; perangkat desa
Abstract:Abstract: The development of digital technology in Indonesia has penetrated even rural areas, but it is not accompanied by an adequate understanding of personal data security. Rural communities tend to be vulnerable to cyber…
yber threats due to limited digital literacy. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to increase awareness and knowledge of the community of Silo Lama Village, Silau Laut District, about the importance of personal data security in the digital era. The implementation method includes outreach, education, and practical training for the community using a participatory approach. The material presented includes the definition of personal data, types of cyber threats, how to protect personal information, and an introduction to the Personal Data Protection Law. The activity was attended by 30 participants consisting of village officials, community leaders, and the general public. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of personal data security, from an average pre-test score of 45% to 82% in the post-test. Participants were also able to identify various forms of online fraud and implement data protection measures. This program has made a positive contribution to improving the digital literacy of rural communities and is expected to prevent losses due to cybercrime in the future.
Keywords: cyber; data; digital; security; village
Abstrak: Perkembangan teknologi digital di Indonesia telah merambah hingga ke wilayah pedesaan, namun tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang keamanan data pribadi. Masyarakat desa cenderung rentan terhadap ancaman siber karena keterbatasan literasi digital. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Silo Lama, Kecamatan Silau Laut tentang pentingnya menjaga keamanan data privat. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi, dan pelatihan praktis kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif. Materi yang disampaikan mencakup pengertian data pribadi, jenis-jenis ancaman siber, cara melindungi informasi pribadi, serta pengenalan UU Perlindungan Data Pribadi. Kegiatan dihadiri dengan 30 orang meliputi unsur pejabat desa, tokoh warga, dan warga umum. Hasil kegiatan memaparkan peningkatan pemahaman warga terkait keamanan data pribadi, dari rerata skor pre-test 45% menjadi 82% pada post-test. Peserta juga mampu mengidentifikasi berbagai bentuk penipuan online dan menerapkan langkah-langkah perlindungan data. Program ini memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat desa dan diharapkan dapat mencegah kerugian akibat kejahatan siber di masa mendatang
Kata kunci: data; digital; desa; keamanan; siber
Abstract:Abstract: This workshop activity aims to improve students' understanding and skills in compiling and designing official letters in accordance with applicable writing rules. The workshop was held at SMK Negeri 1 Setia Janji…
ji with participants from various departments. The material presented includes the format of official letters, the language used, and good and correct layout. In its implementation, participants were guided directly using Microsoft Office Word software as the main tool in making official letters. The training method was carried out through material presentation, case studies, and direct practice. The evaluation results showed an increase in students' understanding of the structure of official letters and technical skills in designing letters using Microsoft Word features. This workshop is expected to be a practical provision for students in facing formal administrative needs both in the world of education and the world of work. In addition, this activity also encourages students to be more accustomed to using word processing applications professionally.
Keywords: workshop; official letter; SMK; microsoft word.
Abstrak: Kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menyusun serta mendesain surat resmi sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku. Workshop dilaksanakan di SMK Negeri 1 Setia Janji dengan melibatkan peserta dari berbagai jurusan. Materi yang disampaikan meliputi format surat resmi, penggunaan bahasa yang tepat, serta tata letak yang baik dan benar. Dalam pelaksanaannya, peserta dibimbing secara langsung menggunakan perangkat lunak Microsoft Office Word sebagai alat utama dalam pembuatan surat resmi. Metode pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, studi kasus, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap struktur surat resmi serta keterampilan teknis dalam mendesain surat menggunakan fitur-fitur Microsoft Word. Workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi siswa dalam menghadapi kebutuhan administrasi formal baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih terbiasa menggunakan aplikasi pengolah kata secara profesional.
Kata kunci: workshop; surat resmi; SMK; Microsoft Word.
Efendi, Syahril, Fauzan Nurahmadi, Fuzy Yustika Manik, Seniman, T. Henny Febriana Harumy, Ivan Jaya, Yeni Absah, Muhammad Romi Syahputra, Liana Dwi Sri Hastuti, Pauzi Ibrahim Nainggolan, Tulus Joseph Herianto, Dewi Sartika Br Ginting, Yudhistira
Abstract:Abstract: The digital transformation of village administration has become an urgent need to enhance public service efficiency and ensure transparent local governance. This study analyzes the implementation of the Village…
Information System (SID) in Kuta Mbelin Village, STM Hulu Subdistrict, Deli Serdang Regency, as a mechanism for supporting administrative digitalization. It also evaluates the role of information technology in village governance and the integration of village statistical data within the framework of the Sustainable Development Goals (SDGs). The research employs a combination of literature review, field observation, and interviews with village officials and community members. The findings indicate that the adoption of SID in Kuta Mbelin Village improves administrative efficiency, accelerates public service delivery, and enables evidence-based data management that supports sustainable village development planning. This study recommends enhancing SID by integrating data analytics and strengthening information security to maximize its usefulness in village governance.
Keywords: village digitalization; village information system; governance; SDGs; kuta mbelin village
Abstrak : Transformasi digital dalam administrasi desa menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi layanan publik dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Penelitian ini menganalisis implementasi Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Kuta Mbelin, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, dalam mendukung digitalisasi administrasi desa. Studi ini juga mengevaluasi peran teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa serta integrasi data statistik desa dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan perangkat desa serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SID di Desa Kuta Mbelin meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pelayanan publik, dan memungkinkan pengelolaan data berbasis bukti yang mendukung perencanaan pembangunan desa berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan optimalisasi SID dengan integrasi analitik data dan keamanan informasi untuk meningkatkan daya guna dalam tata kelola desa.
Kata Kunci: digitalisasi desa; sistem informasi desa; tata kelola pemerintahan; SDGs; desa kuta mbelin
Abstract:Abstract: Community empowerment is essential for fostering independence and improving the quality of public services at the village level. Tanjung Baru Ranau Village, located in South Ogan Komering Ulu Regency, is known…
for its rich natural beauty. However, this potential has not been fully utilized by the village government due to the absence of digital media for promoting local tourism. To address this challenge, an empowerment program was carried out through digitalization initiatives, including socialization on the use of the village website, website management training, and the handover of the newly developed Tanjung Baru Ranau Village website. The website was designed to support administrative services, publish village information, and promote tourism potential. The implementation method consisted of initial observations to identify village needs and potentials, followed by program socialization, technical training on website operation, and ongoing assistance in implementing technological innovations. The results of the training show that the Tanjung Baru Ranau Village website was successfully developed and that village officials gained the necessary skills to manage it effectively. This improvement supports the realization of transparent and accountable governance and enables the optimal development of village potentials. Overall, the empowerment program successfully increased village officials’ understanding of the importance of digitalization in governance systems by 48%.
Keywords: digitalization; village information system; village website
Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Desa Tanjung Baru Ranau merupakan salah satu desa yang termasuk dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang dikenal dengan potensi alamnya yang indah. Keindahan alam tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah desa karena belum menggunakan media digital untuk mempromosikan wisata lokal yang ada di Desa tanjung Baru Ranau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pemberdayaan melalui sosialisasi digitalisasi melalui website desa dan pelatihan pengelolaan website seta penyerahan website Desa Tanjung Baru Ranau. Website ini dirancang untuk mencakup layanan administrasi, publikasi informasi desa, serta promosi potensi wisata. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi awal guna mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, dilanjutkan dengan sosialisasi progra, pelatihan teknis pengelolaan website serta pendampingan implementasi inovasi teknologi. Hasil dari pelatihan pembuatan dan pengoperasian Website Desa Tanjung Ranau adalah terciptanya website desa dan keterampilan perangkat desa dalam mengelola website desa dengan baik dan benar agar dapat menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan mampu mengembangkan potensi desa secara optimal. Secara keseluruhan pemberdayaan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman aparat desa sebesar 48% dalam memahami pentingnya digitalisasi dalam sistem pemerintahan.
Kata kunci: digitalisasi; sistem informasi desa; website desa
Abstract:Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR…
HSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production.
Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak
Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan.
Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak
Abstract:Abstract: The community service program in Nangewer Village, Darangdan District, Purwakarta Regency, aims to empower local MSME actors and strengthen the village's economic independence post-pandemic through the development…
ent of a participatory weekly market model. This activity involved 25 MSME actors, village officials, and Youth Organizations in planning, training, and implementing weekly markets combined with social activities such as mass gymnastics, local culinary, and children's games. The results of the evaluation showed an increase in the daily income of business actors from IDR 6.23 million to IDR 11.52 million, or an increase of 85%, with income stability of 40%. In addition to having an economic impact, this activity increases social interaction across hamlets and strengthens the role of women in household businesses. The main obstacles in the form of limited facilities and waste management are overcome through synergy with BUMDes and the support of the Village Fund. This activity shows good practices of collaboration between the community, village government, and universities in developing sustainable micromarkets, which can be replicated as a model of economic empowerment in other villages.
Keywords: MSME; Community Empowerment; Weekly Market; Village Economy
Abstrak: Program pengabdian masyarakat di Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, bertujuan memberdayakan pelaku UMKM lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi desa pasca-pandemi melalui pengembangan model pasar mingguan partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 25 pelaku UMKM, perangkat desa, dan Karang Taruna dalam perencanaan, pelatihan, dan pelaksanaan pasar mingguan yang dikombinasikan dengan kegiatan sosial seperti senam massal, kuliner lokal, dan permainan anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pendapatan harian pelaku usaha dari Rp6,23 juta menjadi Rp11,52 juta, atau naik 85%, dengan stabilitas pendapatan 40%. Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan ini meningkatkan interaksi sosial lintas dusun dan memperkuat peran perempuan dalam usaha rumah tangga. Hambatan utama berupa keterbatasan fasilitas dan pengelolaan sampah diatasi melalui sinergi dengan BUMDes dan dukungan Dana Desa. Kegiatan ini menunjukkan praktik baik kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan pasar mikro yang berkelanjutan, yang dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan ekonomi di desa lain.
Kata kunci: UMKM; Pemberdayaan Masyarakat; Pasar Mingguan; Ekonomi Desa
Abstract:Abstract: This PkM activity aims to provide new knowledge and insights for Silo Bonto Village officials on the benefits of digitalizing the village, improving village services, and empowering the community's economy. Silo…
o Bonto Village has a population of 6,387 people spread across 11 hamlets. The majority of the people in Silo Bonto Village, Silau Laut District, Asahan Regency, are farmers who cultivate coconut and oil palm plantations. The Silo Bonto Village Office has a village application, but it has not been utilized, the problems that arise are the absence of skilled human resources in the village office who can run open desa application, secondly, the limited village budget to fund technological infrastructure. Another problem is that there is community resistance to the use of technology in the village service system. This activity aims to help villages find solutions to existing problems, one of which is providing knowledge and skills on how digitalization can make village services and economic empowerment more efficient and improved. The PkM activity was attended by village officials hamlet heads and representatives of the community totaling 24 people. The method used is Community Base-Participatory Research (CBPR). The results of activity, in addition to the implementation of this PkM activity, there has also been a transfer of knowledge from the implementer to the participants of the socialization about Village Office Digitalization: Smart Solutions to Improve Services and Community Economic Empowerment.
Keywords: village; digitalization; open desa;economic empowerment; improving village services
Abstrak: Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi aparat Desa Silo Bonto manfaat digitalisasi desa bagi peningkatan layanan desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Desa Silo Bonto yang berpenduduk 6387 jiwa yang tersebar di 11 dusun. Mayoritas masyarakat Desa Silo Bonto Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan adalah petani perkebunan kelapa dan kelapa sawit. Kantor Desa Silo Bonto memiliki aplikasi desa, namun belum dimanfaatkan, permasalahan yang muncul adalah belum adanya SDM terampil di kantor desa yang mampu menjalankan aplikasi Open Desa, kedua terbatasnya anggaran desa untuk mendanai infratruktur teknlogi. Permasalahan lainnya adalah ada resisitensi masyarakat dalam penggunaan teknologi dalam sistem pelayanan desa. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu desa dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada, ssalah satunya memberikan pengetahuan dan keterampilan bagaimana digitalisasi mampu mengefisienkan dan meningkatkan layanan dan pemberdayaan ekonomi desa. Kegiatan Pk Mini dihadiri oleh apparat desa dan kepala dusun serta perwakilan Masyarakat yang berjumlah 24 orang. Metode yang digunakan adalah Community Base-Partisipatory Research (CBPR). Hasil kegiatan, selain terlaksananya kegiatan PkM ini juga telah terjadi transfer ilmu dari pelaksana ke peserta sosialisasi tentang Digitalisasi Kantor Desa: Solusi Cerdas Meningkatkan Pelayanan Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Kata kunci: desa; digitalisasi; open desa; pemberdayaan ekonomi; peningkatan layanan desa