Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program employee well-being dan tingkat stres kerja terhadap retensi karyawan pada PT. Kreasibeton Nusapersada Medan. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya…
a mempertahankan karyawan di tengah tuntutan kerja yang tinggi pada industri manufaktur, khususnya pada perusahaan berbasis produksi beton yang memiliki risiko stres kerja cukup besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Kreasibeton Nusapersada Medan sebanyak 85 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program employee well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Secara simultan, employee well-being dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kesejahteraan yang dirasakan karyawan dan semakin rendah tingkat stres kerja, maka semakin tinggi keinginan karyawan untuk bertahan dalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan program kesejahteraan karyawan, memperbaiki lingkungan kerja, serta mengelola beban kerja secara lebih seimbang guna menekan tingkat stres. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, atau gaya kepemimpinan agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi retensi karyawan.
Abstract:Meningkatnya minat terhadap investasi aset riil tidak terlepas dari karakteristiknya yang memiliki nilai melekat pada bentuk fisik serta kemampuannya menjaga kestabilan nilai di tengah fluktuasi pasar keuangan. Kondisi ini…
ni mencerminkan adanya kecenderungan investor untuk beralih dari instrumen keuangan menuju aset berwujud, seperti properti, lahan, emas, dan logam mulia, sebagai upaya diversifikasi portofolio sekaligus perlindungan terhadap tekanan inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar, karakteristik utama, manfaat, dan potensi risiko investasi aset riil dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari berbagai referensi ilmiah yang relevan, meliputi buku akademik, artikel jurnal, serta hasil penelitian sebelumnya. Temuan kajian menunjukkan bahwa aset riil memiliki keunggulan berupa daya tahan nilai dalam jangka panjang, peran sebagai instrumen lindung nilai, serta kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi Islam karena didasarkan pada kepemilikan nyata dan terhindar dari praktik spekulatif maupun unsur perjudian. Meskipun demikian, investasi pada aset riil juga menghadapi keterbatasan, terutama terkait rendahnya likuiditas dan besarnya kebutuhan modal awal. Oleh karena itu, aset riil dapat dipandang sebagai alternatif investasi strategis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan sektor consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia…
a (BEI) periode 2020–2024. Objek penelitian terdiri dari delapan emiten, yaitu ICBP, INDF, UNVR, MYOR, AMRT, CPIN, GGRM, dan SIMP, dengan total 40 observasi data panel. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Panel Least Squares serta koreksi heteroskedastisitas menggunakan Panel EGLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROA dan EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan ROE berpengaruh negatif dan signifikan setelah dilakukan koreksi heteroskedastisitas. Secara simultan, ROA, ROE, dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan koefisien determinasi sebesar 75,65%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja profitabilitas perusahaan, khususnya EPS, merupakan faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menentukan nilai saham pada sektor consumer goods.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara sistematis perjalanan perekonomian Indonesia pasca-kemerdekaan dengan fokus pada dinamika kebijakan ekonomi dari rezim Orde Lama hingga era Reformasi. Melalui pendekatan…
deskriptif-analitis, artikel ini menyoroti bagaimana pergeseran orientasi politik memengaruhi stabilitas makroekonomi, pertumbuhan, dan aspek sosial-ekonomi nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa masa Orde Lama ditandai dengan ketidakstabilan akibat dominasi politik atas ekonomi yang memicu inflasi ekstrem. Orde Baru berhasil melakukan stabilisasi dan industrialisasi yang pesat, namun menciptakan kerentanan struktural akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Masa transisi dan Reformasi menjadi titik balik krusial yang memperkenalkan desentralisasi fiskal serta transformasi digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada keseimbangan antara pertumbuhan tinggi, pemerataan sosial, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta adaptasi terhadap inovasi teknologi di era globalisasi.and supporting the optimization of village economic potential in a sustainable manner.
Abstract:Perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan menuntut Perguruan Tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Namun, implementasi pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi belum…
lum sepenuhnya mampu menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan kewirausahaan dalam menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan kewirausahaan melalui pembelajaran berbasis praktik, diskusi kasus usaha, dan penugasan mandiri mampu meningkatkan pemahaman, sikap, dan ketertarikan mahasiswa terhadap aktivitas kewirausahaan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengalaman langsung dan relevansi materi dengan kondisi nyata menjadi faktor penting dalam menumbuhkan minat berwirausaha. Dengan demikian, pendidikan kewirausahaan tidak hanya berperan sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan pola pikir dan sikap kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pendidikan kewirausahaan yang kontekstual dan aplikatif berperan strategis dalam menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa secara berkelanjutan.
Abstract:Investasi asing langsung (FDI) telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan peningkatan infrastruktur, dengan realisasi mencapai Rp465,2 triliun pada…
ada triwulan I 2025. Namun, dampaknya terhadap kesejahteraan domestik bersifat ambivalen karena ketimpangan regional, dominasi sektor ekstraktif, dan risiko terhadap UMKM lokal akibat ketergantungan modal asing. Penelitian ini menggunakan observasi literatur sistematis untuk merekomendasikan kebijakan inklusif guna menyeimbangkan manfaat FDI bagi pertumbuhan berkelanjutan.
Abstract:Pengembangan sistem transportasi publik terintegrasi merupakan salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan kemacetan, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta rendahnya…
minat masyarakat terhadap angkutan umum. JakLingko hadir sebagai sistem integrasi antar moda transportasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai representasi brand layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis brand image JakLingko serta implikasinya terhadap kepercayaan dan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik terintegrasi di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan, khususnya terkait persepsi masyarakat, kualitas pelayanan, dan kepuasan pengguna JakLingko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image JakLingko dipersepsikan positif sebagai transportasi publik yang modern, terpercaya, mudah diakses, dan terintegrasi. Brand image yang kuat tersebut berkontribusi signifikan dalam membangun kepercayaan publik serta meningkatkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan brand image dalam sektor publik, yang didukung oleh kualitas pelayanan dan konsistensi kebijakan, memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan transportasi publik yang berkelanjutan.
Abstract:Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia telah mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan teknologi finansial, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).…
S). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penggunaan, manfaat yang dirasakan, kemudahan, sikap, dan minat UMKM terhadap implementasi QRIS di Desa Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS dinilai bermanfaat karena mempercepat transaksi, meningkatkan keamanan, menyederhanakan pencatatan keuangan, dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen digital yang semakin meningkat. Namun, masih terdapat kendala, terutama terkait jaringan internet yang belum stabil, literasi digital yang rendah, dan pemahaman yang belum merata tentang penggunaan QRIS. Kebijakan pemerintah melalui penetapan tarif MDR dan regulasi sistem pembayaran juga telah mendorong adopsi QRIS di kalangan UMKM. Dengan demikian, dukungan edukasi, infrastruktur digital yang lebih baik, dan pendampingan yang intensif diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan QRIS di lingkungan UMKM.
Abstract:Digitalisasi layanan kesehatan telah menjadi fondasi utama dalam pengembangan smart hospital di berbagai negara, termasuk Indonesia. RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi menghadapi tantangan…
tangan kompleks terkait koordinasi antar unit, integrasi data, serta efektivitas alur pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digitalisasi layanan antar unit di RSUD Arifin Ahmad dan menilai kontribusinya terhadap peningkatan kinerja pelayanan dan kesiapan rumah sakit menuju konsep Rumah Sakit Cerdas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen yang terkait dengan SIMRS, Rekam Medis Elektronik (RME), serta sistem pendukung digital lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum digitalisasi, layanan antar unit masih didominasi proses manual, yang mengakibatkan tingginya waktu tunggu, kesalahan input, dan koordinasi yang kurang efektif. Setelah implementasi digitalisasi, terjadi peningkatan signifikan pada aspek kecepatan pelayanan, sinkronisasi data real-time, transparansi proses, serta keselamatan pasien. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan seperti variasi literasi digital pegawai, kebutuhan peningkatan infrastruktur TI, resistensi terhadap perubahan, serta isu keamanan data. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi layanan antar unit tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan, tetapi juga menjadi prasyarat fundamental dalam mewujudkan RSUD Arifin Ahmad sebagai Rumah Sakit Cerdas yang adaptif, efisien, dan terintegrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi konsep Technology Acceptance Model, Reinventing Government, dan Smart Hospital Framework sebagai dasar analisis transformasi digital di sektor kesehatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana manajemen risiko diterapkan pada sebuah UMKM ritel pakaian dengan menelaah tiga aspek utama: identifikasi, pengukuran, dan pengelolaan risiko. Metode penelitian yang digunakan…
berbasis deskriptif kuantitatif melalui kuesioner berskala lima poin yang diisi oleh lima pengelola toko. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa tingkat penerapan manajemen risiko berada pada kategori tinggi. Identifikasi risiko menunjukkan nilai rata-rata 4,03, terutama pada risiko persediaan, persaingan, dan ketepatan pasokan, meskipun beberapa risiko seperti gangguan sistem pembayaran dan ketidaksesuaian harga belum teridentifikasi secara optimal. Pengukuran risiko memperoleh rata-rata 4,01, didominasi pemanfaatan data penjualan dan laporan keuangan, namun belum mengakomodasi pengukuran frekuensi kejadian serta analisis risiko operasional dan pemasok secara terpadu. Pengelolaan risiko memiliki nilai tertinggi (4,45) melalui praktik seperti monitoring stok, pelatihan karyawan, dana cadangan, rencana darurat, dan digitalisasi pencatatan. Meskipun demikian, evaluasi rutin terhadap strategi dan keterlibatan pihak eksternal masih perlu ditingkatkan. Hasil ini menegaskan bahwa UMKM telah memiliki fondasi manajemen risiko yang kuat, tetapi membutuhkan penguatan dalam dokumentasi dan sistematisasi proses agar pengelolaan risiko lebih komprehensif dan berkelanjutan.