Search Articles & Publications

Showing 1852 articles found for "Memiliki"

Analisis Kinerja Ekspor Furnitur Kayu Indonesia ke Jepang terhadap Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Tahun 2025

Nisa, Siwi Auliatun
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ekspor furnitur kayu Indonesia ke Jepang dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk industri pengolahan pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif… tif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan terhadap nilai dan volume ekspor furnitur kayu Indonesia ke Jepang selama tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor furnitur kayu Indonesia mencapai volume 44.791.863 kilogram dengan nilai ekspor sebesar US$105.382.247. Temuan ini menunjukkan bahwa furnitur kayu Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar Jepang serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan bahan baku kayu. Oleh karena itu, industri furnitur kayu memiliki peran penting dalam meningkatkan devisa negara dan mendukung pertumbuhan sektor industri pengolahan di Indonesia.

Efektivitas Pengelolaan Wakaf Produktif Di Indonesia

Anggriani, Sukma, Saputra Sembiring, Dhany, Mubarak, Raihan, Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Wakaf memiliki peran strategis sebagai instrumen filantropi Islam dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan ekonomi di Indonesia. Namun, kesenjangan yang signifikan masih terjadi antara potensi masif yang dimiliki… ki dengan realisasi penghimpunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan wakaf produktif di Indonesia, mencakup konsep, kerangka hukum, tantangan, serta strategi pengembangannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review), penelitian ini mensintesis berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan resmi terkait tata kelola wakaf produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum melalui UU No. 41 Tahun 2004 dan pembentukan Badan Wakaf Indonesia (BWI) sudah kuat, efektivitas pengelolaan wakaf produktif secara nasional belum berjalan optimal. Tantangan struktural utama meliputi keterbatasan kapasitas manajerial nazhir, rendahnya literasi masyarakat mengenai wakaf produktif, serta kendala administrasi aset. Sebaliknya, beberapa studi kasus lembaga wakaf modern membuktikan bahwa manajemen profesional, inovasi model bisnis, dan transparansi mampu menghasilkan surplus berkelanjutan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi manajemen wakaf melalui profesionalisasi nazhir, kolaborasi lintas sektor, dan digitalisasi merupakan keharusan untuk meningkatkan efektivitas wakaf produktif sebagai pilar pembangunan ekonomi yang inklusif.

Analisis IHSG Sebagai Indikator Kesehatan Ekonomi Indonesia

Wardah, Suhaimatul, Iramawan, Habibi, Ria Armayani Hasibuan, Reni
Abstract: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering diposisikan sebagai barometer kondisi ekonomi nasional yang merangkum ekspektasi pelaku pasar terhadap fundamental makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi… engevaluasi peran serta efektivitas IHSG sebagai indikator kesehatan ekonomi Indonesia berdasarkan bukti-bukti empiris dari studi terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review) sistematis yang mensintesis artikel jurnal, laporan ilmiah, dan data sekunder terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa IHSG memiliki hubungan dua arah yang signifikan dengan variabel makroekonomi utama seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan pertumbuhan PDB. Penguatan IHSG mencerminkan optimisme investor dan stabilitas keuangan, sementara penurunannya memberikan sinyal risiko makroekonomi atau tekanan eksternal akibat integrasi keuangan global. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan IHSG, antara lain kerentanannya terhadap perilaku spekulatif jangka pendek, serta ketidakmampuannya dalam merefleksikan kondisi sektor UMKM secara komprehensif. Kesimpulannya, meskipun IHSG sangat relevan sebagai leading indicator untuk membaca dinamika pasar dan mendiagnosis denyut nadi perekonomian, penggunaannya tidak boleh berdiri sendiri. Otoritas kebijakan disarankan untuk mengintegrasikan analisis IHSG dengan indikator sektoral dan sosial-ekonomi yang lebih luas guna menciptakan gambaran kesehatan ekonomi nasional yang utuh, inklusif, dan berkelanjutan. 

Tingkat Kepuasan Mustahik Terhadap Program Pemberdayaan Zakat (Studi Kasus UIN Sumatera Utara Medan)

Zahra Putri Nasution, Allya, Julia Ningsih, Ema, Riski, Muhammad
Abstract: Pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi strategis dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi sivitas akademika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam… tingkat kepuasan mustahik terhadap program pemberdayaan zakat di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat efektivitas program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang narasumber mustahik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang dilengkapi dengan observasi nonpartisipan serta studi dokumentasi. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kepuasan mustahik tergolong cukup tinggi, terutama pada aspek pemenuhan manfaat ekonomi langsung, ketepatan sasaran distribusi, dan penguatan dampak spiritual. Bantuan zakat terbukti efektif meringankan biaya perkuliahan dan operasional studi mahasiswa. Namun, penelitian ini menemukan beberapa kelemahan mendasar, yaitu keterlambatan prosedur pencairan dana, kurangnya transparansi mengenai indikator evaluasi kelayakan berkala, serta minimnya program pendampingan non-finansial seperti pembinaan soft skills dan pelatihan kewirausahaan. Program yang berjalan dinilai masih dominan bersifat konsumtif-kuratif untuk membantu bertahan (survive), belum sepenuhnya bertransformasi ke arah kemandirian ekonomi produktif. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya percepatan birokrasi pencairan, penyesuaian nominal bantuan dengan kebutuhan aktual, peningkatan keterbukaan informasi, serta pengintegrasian bantuan dana dengan program pembinaan dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan.  

Analisis Penerapan Pajak Penghasilan Pasal 26 Terhadap Wajib Pajak Luar Negeri Di Indonesia

Kartika, Afri, Aina Afrianti, Nazla, Vientiany, Dini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pajak Penghasilan Pasal 26 (PPh 26) terhadap wajib pajak luar negeri di Indonesia. Meningkatnya transaksi ekonomi internasional menimbulkan tantangan dalam pengaturan… perpajakan, khususnya terkait penghasilan yang bersumber dari Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari jurnal, peraturan, dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPh 26 memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pajak dan penerimaan negara. Namun, masih terdapat kendala dalam implementasinya, seperti kompleksitas penerapan tax treaty, kurangnya pemahaman wajib pajak, serta sistem administrasi yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan, penyederhanaan regulasi, dan peningkatan sistem digital perpajakan.

PENGARUH PENGUNGKAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN: STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Aksa, Putriana, Intihanah, Intihanah, Mirosea, Nitri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan akuntansi lingkungan terhadap kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Variabel independen&#8230; en yang digunakan adalah Environmental Disclosure Score (EDS) yang dikonstruksi berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) Standards, sementara kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Leverage, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 32 perusahaan pertambangan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan 160 observasi selama lima tahun. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan akuntansi lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA (β = 0,124; p < 0,01) dan ROE (β = 0,187; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang secara aktif mengungkapkan informasi lingkungan cenderung memiliki kinerja keuangan yang lebih baik, konsisten dengan teori legitimasi dan teori pemangku kepentingan. Implikasi penelitian ini mendorong regulator dan perusahaan untuk meningkatkan standar pelaporan lingkungan sebagai bagian integral dari tata kelola perusahaan yang baik

ANALISIS PROSES KERJA BILLING, COLLECTION, DAN RETENTION DALAM MENJAGA RETENSI PELANGGAN INDIHOME DI PT TELKOMSEL BRANCH LAMPUNG

Alfie Renaldy, Elliv Hidayatul Lailiyah
Abstract: Persaingan industri fixed broadband di Lampung meningkatkan risiko tunggakan dan perpindahan pelanggan akibat rendahnya pemahaman terhadap sistem tagihan pascabayar. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses kerja Billing,&#8230; ling, Collection, and Retention dalam menjaga retensi pelanggan IndiHome pada PT Telkomsel Branch Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas lapangan, admin, dan supervisor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanganan pelanggan dilakukan secara sistematis berdasarkan tingkat tunggakan pembayaran. Kendala utama yang ditemukan meliputi rendahnya pemahaman pelanggan terhadap sistem pascabayar, alamat pelanggan yang tidak akurat, rumah kosong, dan persaingan promo kompetitor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi personal, edukasi pelanggan, dan koordinasi antar tim memiliki peran penting dalam mempertahankan pelanggan IndiHome.

Strategi Pengembangan Dermaga Desa Labuhan Lalar dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Sumbawa Barat

Melly Aprilia Lestari, Abdul Manan, Muhammad Dzul Fadlli
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan dermaga Desa Labuhan Lalar dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah di Kabupaten Sumbawa Barat. Latar belakang masalah adalah rendahnya kontribusi dermaga&#8230; maga terhadap pendapatan asli daerah yang disebabkan oleh pengelolaan dermaga yang belum optimal dan potensi pengembangannya yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dermaga Desa Labuhan Lalar memiliki berbagai potensi dan kekuatan yang dapat dimaksimalkan seperti sistem QRIS untuk menarik retribusi kapal, 21 UMKM yang aktif, dan pemandangan sunset yang menjadi daya tarik wisatawan. Namun, ada juga kelemahan dan ancaman yang perlu diatasi agar dermaga dapat kembali beroperasi dan menghasilkan pendapatan asli daerah. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan yaitu pemerintah perlu fokus pada satu tujuan yang akan dikembangkan ke depannya antara fokus untuk pengembangan sektor pariwisata atau fokus ke fungsi sebagai pelabuhan. Adapun pra-syarat yang harus dilakukan yaitu harus adanya kemauan politik, agar potensi teknis dan ekonomi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dapat terwujud dan diimplementasikan.

Transformasi Budaya Literasi Digital Generasi Z di Era Media Sosial: Sebuah Systematic Literature Review

Salsabila Dwi Anggraini, Tri Wahjoedi, Adha Pramudya Yudistira
Abstract: Budaya literasi digital telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan media sosial, terutama di kalangan Generasi Z, yang tumbuh di era digital. Studi ini menggunakan teknik Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk meneliti&#8230; liti bagaimana budaya literasi digital Generasi Z telah berubah di era media sosial. Tinjauan Literatur Sistematis digunakan, mengumpulkan publikasi ilmiah dari SINTA dan Google Scholar antara tahun 2020 dan 2025. Kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya digunakan dalam proses pemilihan artikel. Setelah prosedur penyaringan, 20 artikel yang relevan ditemukan untuk dipelajari dari 35 artikel yang dihasilkan oleh pencarian. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak besar pada bagaimana budaya literasi digital Generasi Z berkembang, mulai dari pergeseran kemampuan penilaian informasi dan kebiasaan akses hingga pembuatan konten digital. Namun, masih ada masalah, seperti kurangnya kemampuan berpikir kritis, paparan informasi palsu yang tinggi, dan ketergantungan pada media sosial. Untuk memberdayakan Generasi Z agar dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan etis, sangat penting untuk memperkuat literasi digital mereka.

Pengaruh Kompensasi Stratejik terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z pada Era Digital

Rahelia Nur Saftri, Agung Zulfikri
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak kompensasi strategis terhadap kinerja karyawan Generasi Z di era teknologi saat ini dan untuk menemukan jenis kompensasi yang paling sesuai dengan karakteristik&#8230; generasi tersebut. Untuk melakukan penelitian literatur, artikel ilmiah dari tahun 2021–2026 dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional melalui basis data seperti Google Scholar dan SINTA. Teknik analisis termasuk identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi strategis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Memiliki sistem kompensasi yang adil dan sesuai dengan tujuan perusahaan dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kepuasan kerja. Bagi Generasi Z, efektivitas kompensasi dipengaruhi oleh faktor-faktor non-finansial dan finansial, seperti fleksibilitas dalam bekerja, pengembangan karier, dan menemukan keseimbangan antara hidup pribadi dan kerja. Selain itu, perusahaan harus menerapkan kompensasi strategis yang komprehensif dan adaptif untuk meningkatkan retensi, keterikatan, dan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Ini karena ketidaksesuaian antara sistem kompensasi dan harapan karyawan dapat menyebabkan penurunan kinerja dan peningkatan niat untuk meninggalkan pekerjaan.