Abstract:Artikel ini membahas pentingnya pendidikan kesehatan dalam meningkatkan dukungan keluarga selama proses penyembuhan luka pada pasien di Bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian menunjukkan bahwa banyak…
pasien dan keluarga yang belum memahami peran dukungan keluarga dalam penyembuhan luka. Melalui kegiatan pendidikan kesehatan yang dilaksanakan pada 22 November 2024, terjadi peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana 87,5% peserta menunjukkan pemahaman yang baik setelah edukasi. Dukungan emosional dan instrumental dari keluarga terbukti penting dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penulis merekomendasikan agar kegiatan serupa dilanjutkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada pasien.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengenal dan mengetahui anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu, dan tunagrahita dengan cara-cara terbaik dalam memberikan dukungan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus ini. Masalah…
utama yang dihadapi anak tunarungu, dan tunagrahita adalah keterbatasan dalam aspek komunikasi, perkembangan kognitif, serta mobilitas yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan orang tua dari anak penderita tunarungu, dan tunagrahita. Data dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab kelainan anak tunarungu, dan tunagrahita ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya sebagai berikut: 1) Faktor genetik, 2) Lingkungan, 3) Infeksi, 4) Cedera, 5) Masalah kesehatan selama kehamilan. Treatment yang dilakukan untuk menyembuhkan penderita tunarungu dan tunagrahita adalah dengan cara melakukan terapi. Adapun faktor penghambat terhadap proses penyembuhan adalah tingginya biaya pengobatan, dan biaya berkelanjutan ini memberikan beban finansial bagi orang tua si anak.
Abstract:Penelitian yang dilakukan pada sektor UMKM yang bertujuan untuk mengetahui seberapa kontribusi penerapan Balanced Scorecard (BSC) dengan menggunakan empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran…
lajaran dan pertumbuhan. Manfaat dari penelitian ini adalah bahwa sktor UMKM memiliki strategi bisnis yang tepat dan program kerja yang dapat menghadapi perubahan tersebut, memungkinkan untuk mempertahankan dan memperluas bisnisnya di masa depan sesuai dengan visi dan misi. Dengan penelitian ini, penerapan BSC melalui empat perspektif dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM berorientasi terus menerus untuk mempertahankan kepuasan pelanggan, mendapatkan kepercayaan dari kualitas produk diikuti yang dengan dukungan mereka secara produktif dan berkomitmen, karyawan akan ma mpu memberikan produk / jasa dengan efisien, konsisten dan tepat waktu.
Abstract:Kemajuan teknologi informasi telah memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi berbagai aspek, termasuk evaluasi pembelajaran di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi…
kasi E-Rapor berbasis web guna mendukung pengelolaan nilai siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ibrahimy Secang Kalipuro. Proses evaluasi yang sebelumnya dilakukan secara manual menghadirkan berbagai tantangan, seperti risiko kesalahan data, keterlambatan proses, dan minimnya transparansi. Aplikasi ini dirancang menggunakan metode Waterfall, dengan memanfaatkan teknologi PHP dan MySQL untuk mengelola data secara terpusat dan efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi E-Rapor mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan nilai, mempermudah guru dalam melakukan rekapitulasi data, dan menyediakan akses online yang transparan bagi siswa dan wali murid. Implementasi ini mendukung kebijakan Kurikulum Merdeka dalam mengadopsi teknologi digital di lingkungan pendidikan. Aplikasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses evaluasi pembelajaran yang lebih efektif, serta menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk menerapkan inovasi serupa.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik. Hal ini disebabkan proses pembelajaran berpusat pada pendidik (teacher centered). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan…
hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IV SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitan ini peserta didik kelas V SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini diperoleh dari data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus masing-masing 3 pertemuan. Hasil belajar siswa diperoleh siklus I yaitu 31,25% pertemuan I, 37,5% pertemuan II, dan 50% pertemuan III. Pada siklus II hasil belajar Bahasa Indonesia adalah 62,5% pertemuan I, 68,75% pertemuan II, dan 100% pertemuan III. Penilaian pengamatan pendidik siklus I adalah 56,4% pertemuan I, 76,4%, pertemuan II, dan 82,1% pertemuan III. Untuk siklus II diperoleh hasil 83,5% pertemuan I, 92,8% pertemuan II, dan 99,2% pertemuan III. Sedangkan penilaian pengamatan aktifitas peserta didik siklus I diperoleh hasil 67,1% pertemuan I, , 85,6% pertemuan II, 89,8% pertemuan III. Untuk siklus II diperoleh 91,9%, pertemuan I, 99,2% pertemuan II, dan 100% pertemuan III. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IV meningkat.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia di karenakan kurangnya penggunaan model dan proses pembelajaran belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil…
pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V.
Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model role playing. Subjek penelitian peserta didik kelas V UPT SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik dan data kualitatif berupa hasil lembar observasi guru dan peserta didik.
Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dan terdiri dari empat kali pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. Pada siklus I didapatkan hasil belajar Bahasa Indonesia 33,33%, sedangkan pada siklus II 79,16%, maka terjadi peningkatan 45,83%. Pada hasil pengamatan aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 80,62%, lalu meningkat pada siklus II yaitu 95,31%, maka terjadi peningkatan 14,69%. Sedangkan pada pengamatan aktivitas peserta didik siklus I yaitu 62,49%, lalu meningkat pada siklus II yaitu 89,37%, maka terjadi peningkatan 26,88%. Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas menggunakan model Role Playing dapat meningkat proses dan hasil belajar peserta didik.
Abstract:Penelitian ini dilakukan karena rendahnya hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPAS, dikarenakan pembelajaran masih berpusat pada guru, belum optimalnya penerapan kurikulum merdeka, belum diterapkan…
an model pembelajaran inquiri. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan memperbaiki tindakan pembelajaran di kelas melalui model pembelajaran inquiri. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas IV SD Negeri 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci pada semester II tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif berupa hasil lembar observasi guru dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 diperoleh tingkat ketuntasan 30%, pertemuan 2 meningkat menjadi 40%, karena tingkat keberhasilan siswa belum mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 diperoleh tingkat ketuntasan 60%, sedangkan pelaksanaan pertemuan 2 meningkat menjadi 90%. Hasil pelaksanaan pengamatan aktivitas guru dan siswa siklus I pertemuan 1 aspek guru diperoleh tingkat ketuntasan 59% dan aspek siswa 59%. Begitu juga dengan peningkatan pada siklus II pengamatan aktivitas guru dan siswa pertemuan 1 pada aspek guru yaitu sebesar 70% dan aspek siswa 70%, dan pelaksanaan pertemuan 2 aspek guru diperoleh 90% dan aspek siswa 90%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiri dapat meningkatkan proses dan hasil belajar mata pelajaran IPAS di kelas IV SD Negeri 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh beberapa permasalahan yang peneliti temukan pada pembelajaran IPAS seperti guru tidak menggunakan model pembelajaran ketika mengajar IPAS di kelas, guru masih menerapkan pembelajaran…
n yang terpusat pada guru. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan memperbaiki tindakan pada proses pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.
Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model jigsaw. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 133/III Pondok Siguang pada semester 1 tahun pembelajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif, yaitu berupa data hasil belajar siswa. Data tersebut diperoleh dari hasil tes evaluasi belajar siswa yang dilakukan.
Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, masing-masing siklus dua pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I didapatkan hasil belajar IPAS 42,10%, sedangkan pada siklus II 78,94%, maka terjadi peningkatan sebesar 36,84%. Pada pengamatan aktivitas guru pertemuan 1 50% meningkat pada pertemuan 2 sebesar 58,33%. Sedangkan aspek siswa pertemuan 1 50% meningkat pada pertemuan 2 sebesar 58,33%. Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas menggunakan model Jigsaw dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
Abstract:Peserta didik UPT SD Negeri 24 Lundang kesulitan dalam memahami pembelajaran Pendidikan Pancasila khususnya di kelas II. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, yakni rendahnya hasil belajar. Solusi…
olusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran make a match dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran make a match. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas II UPT SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus yang setiap terdiri dari dua pertemuan. Hasil proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match siklus I pertemuan 1 aktivitas guru presentase 63,88% dan aktivitas peserta didik 50%, pada pertemuan 2 aktivitas guru 69,44% dan aktivitas pesrta didik 58,33%. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus ke II peretemuan 1 aktivitas guru 77,77% dan aktivitas peserta didik 66,66%, pada pertemuan 2 aktivitas guru 91,66%dan aktivitas peserta didik 83,33%. Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada kelas II. Penelitian hasil penelitian siklus I, yaitu 55,55% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 77,77%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran make a match dapat menigkatkan proses serta hasil belajar peserta didik di UPT SD Negeri 24 Lundang.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, solusi pemecahan masalah tersebut menggunakan model problem based learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan…
ningkatkan hasil belajar siswa kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao yang peneliti lakukan dari tanggal 06 Agustus 2024 s/d 14 Agustus 2024 dalam 2 siklus, masing- masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kondisi awal mata pelajaran Matematika memperoleh persentase 40,74% pada siklus I memperoleh persentase sebesar 73,08% dan siklus II 88,46%. Proses pembelajaran siklus I pada aspek guru memperoleh persentase 69,69% dan aspek siswa 66,66%, pada siklus II aspek guru memperoleh 87,87% dan aspek siswa 86,36%. Berdasarkan persentase pembelajaran tersebut, sudah terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 15,38% dan peningkatan proses pembelajaran pada aspek guru dari siklus I ke siklus II sebesar 18,18%, pada aspek siswa meningkat sebesar 19,7%, pembelajaran sudah mencapai indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.