Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kadar hemoglobin sebagai salah satu parameter dalam menentukan kelayakan calon pendonor darah. Kadar hemoglobin diketahui dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya…
ya status gizi, asupan protein, dan aktivitas fisik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, asupan protein, dan aktivitas fisik dengan kadar hemoglobin pada calon pendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya. Penelitian menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 170 calon pendonor yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui pengukuran antropometri, asupan protein dinilai menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), sedangkan kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas PMI Surabaya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar hemoglobin (p=0,207) maupun antara asupan protein dengan kadar hemoglobin (p=0,196). Sebaliknya, aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin (p=0,011) dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r=0,195). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan kadar hemoglobin pada calon pendonor di UTD PMI Surabaya, sedangkan status gizi dan asupan protein tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar hemoglobin.
Kata Kunci : aktivitas fisik, asupan protein, donor darah, hemoglobin, status gizi
Abstract:Mahasiswa kepaniteraan klinik menghadapi tuntutan akademik dan klinis yang tinggi sehingga rentan mengalami stres yang berpotensi memengaruhi kemampuan refleksi diri sebagai keterampilan metakognitif penting dalam pendidikan…
ikan kedokteran. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 82 mahasiswa kepaniteraan klinik yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan kemampuan refleksi diri diukur menggunakan Reflection-in-Learning Scale (RLS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p=0,302 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik. Faktor lain seperti mekanisme koping, dukungan sosial, dan pengalaman klinis perlu dipertimbangkan pada penelitian selanjutnya.
Abstract:Pendahuluan: PHBS merupakan salah satu upaya kesehatan yang bertujuan untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui kesadaran pribadi, salah satu bentuk PHBS adalah cuci tangan 6 langkah. Cuci tangan merupakan…
salah satu langkah penting untuk mengurangi penularan penyakit dan mencegah infeksi selama lebih dari 150 tahun (Fidorova, et al, 2023). Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Edukasi PHBS Tentang Cuci Tangan Terhadap Kemampuan Cuci Tangan 6 Langkah Pada Anak Sekolah Dasar di Madrasah Raudatul Ulum. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimental menggunakan metode one group pre-test dan post-test. Teknik Sample: Teknik pengambilan sample penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 81 orang. Analisis Data: Analisis data menggunakan Uji wilcoxon signed rank test. Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki kemampuan cuci tangan setelah diberikan edukasi sebesar 63 anak (65,4%). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000<0,05, maka dinyatakan Ho di tolak, dapat diartikan adanya pengaruh edukasi PHBS tentang cuci tangan terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah pada anak sekolah dasar di Madrasah Raudatul ulum.
Abstract:Pendahuluan: Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga mengganggu kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Prevalensi anemia masih tinggi secara global…
al maupun nasional, terutama pada remaja yang rentan akibat peningkatan kebutuhan zat besi dan kehilangan darah selama menstruasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Sampel: Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non-probabilitas dengan pendekatan purposive sampling. Sampel berjumlah 116 responden. Analisa Data: Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki kepatuhan mengonsumsi zat besi dan anemia normal sebesar 41 responden (53,2%). Hasil Uji Chi Square didapatkan nilai signifikan sebesar 0,004<0,05, maka dinyatakan Ho ditolak, dapat diartikan adanya hubungan kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja di sekolah SMAS bina bhakti kronjo.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep hak dan kewajiban serta minimnya media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.…
casila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penggunaan media Mono Hakwa (Monopoli Hak dan Kewajiban), tingkat pemahaman siswa terhadap materi hak dan kewajiban, selrta seljauh mana meldia telrselbut belrkontribusi dalam melmbelntuk karaktelr siswa kellas III selkolah dasar. Pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kuantitatif delngan meltodel delskriptif. Sampell pelnellitian belrjumlah dua belas siswa kelas III UPT SD Negeri Doromukti yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert 4 pilihan yang mencakup tiga aspek, yaitu proses penggunaan media, pemahaman hak dan kewajiban, serta pembentukan karakter, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnggunaan meldia Mono Hakwa belrada pada katelgori tinggi hingga sangat tinggi, delngan nilai belrkisar antara 75% hingga 97,9% pada lima bellas itelm angkelt. Aspelk pelmbelntukan karaktelr yang melliputi tanggung jawab, keldisiplinan, keljujuran, kelrja sama, dan kelpeldulian juga belrada pada katelgori sangat tinggi, delngan 83,3% siswa belrada pada katelgori sangat tinggi dan 16,7% pada katelgori tinggi. Simpulan pelnellitian ini melnelgaskan bahwa meldia Mono Hakwa elfelktif digunakan untuk melndukung pelmahaman matelri hak dan kelwajiban selrta melmbelntuk karaktelr siswa selkolah dasar. Implikasi pelnellitian ini selcara teloreltis melmpelrkaya kajian melngelnai meldia pelmbellajaran belrbasis pelrmainan untuk pelndidikan karaktelr, seldangkan selcara praktis melmbelrikan relkomelndasi bagi guru untuk melmanfaatkan pelrmainan monopoli eldukatif guna melmbangun karaktelr siswa.
Abstract:Artikel ini menganalisis nilai-nilai karakter dalam bahan bacaan PPKN (Pendidikan Kewarganegaraan) kelas IV, dengan tujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi kontribusinya terhadap pengembangan karakter siswa. Nilai-nilai…
utama meliputi keagamaan, kejujuran, kedisiplinan, demokrasi, kerja keras, kreativitas, kemandirian, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, penghargaan terhadap prestasi, keramahan, cinta damai, kebiasaan membaca, kepedulian terhadap lingkungan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Temuan menekankan kejujuran dan ketaatan dalam nilai-nilai keagamaan dan kejujuran, toleransi dan kedisiplinan melalui sikap sosial, serta kerja keras dan kreativitas melalui etos kerja yang kuat. Kemandirian dan demokrasi terwujud dalam kemandirian diri dan penghormatan terhadap hak-hak. Rasa ingin tahu dan semangat kebangsaan terlihat melalui prioritas terhadap kepentingan nasional. Cinta tanah air dan penghargaan terhadap prestasi ditanamkan melalui loyalitas dan apresiasi. Keramahan dan cinta perdamaian tercermin dalam hubungan yang positif. Semangat membaca dan tanggung jawab terlihat dalam antusiasme membaca serta akuntabilitas. Kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial terlihat dalam menjaga kebersihan dan membantu masyarakat. Analisis ini menyimpulkan bahwa materi PPKN secara efektif menanamkan nilai-nilai karakter, sekaligus menunjukkan adanya ruang untuk penyempurnaan lebih lanjut guna meningkatkan dampaknya dalam program pendidikan karakter di sekolah yang sedang berlangsung.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disusun sebagai model Klinik Inovasi Desa Cipaeh yang mengintegrasikan pendampingan digitalisasi UMKM, penguatan rumah literasi anak, dan inisiasi bank sampah berbasis Saintek Berdampak.…
rdampak. Program dilaksanakan dalam kerangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Tahun 2026 Kelompok 99 di Desa Cipaeh, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Latar belakang program bertumpu pada kebutuhan pemberdayaan masyarakat yang meliputi peningkatan kapasitas ekonomi lokal, kualitas pendidikan dan literasi, pengelolaan lingkungan, serta penguatan kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, pendampingan, demonstrasi, monitoring, dan evaluasi. Rancangan kegiatan diarahkan pada tiga klaster utama, yaitu Klinik Digital UMKM, Rumah Literasi Anak, dan Gerakan Pembuatan Bak Sampah Permanen Berbasis RT/RW. Luaran yang ditargetkan mencakup laporan akhir, artikel pengabdian, publikasi media, video kegiatan, dokumen kemitraan, policy brief, model pemberdayaan, dan produk UMKM. Artikel ini menjelaskan rancangan naskah pengabdian yang dapat dilengkapi dengan data aktual setelah kegiatan berlangsung, sehingga dapat menjadi dokumen akademik yang relevan, berdampak, inklusif, dan berkelanjutan bagi pembangunan Desa Cipaeh, Gunung Kaler, Tangerang.
Abstract:Pemanfaatan energi terbarukan merupakan salah satu strategi penting dalam memenuhi kebutuhan energi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan…
eningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang, dalam memanfaatkan energi surya melalui pelatihan dan pendampingan pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi observasi awal, koordinasi dengan pemerintah kelurahan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik perakitan PLTS, diskusi, serta pendampingan teknis. Peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip kerja PLTS, fungsi setiap komponen, teknik instalasi, pengoperasian, pemeliharaan, dan aspek keselamatan penggunaan sistem. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam merancang, merakit, serta mengoperasikan sistem PLTS sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik alternatif untuk kebutuhan rumah tangga. Selain memberikan transfer pengetahuan dan teknologi, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan energi bersih, mendukung program Energi Baru Terbarukan (EBT), serta mendorong terbentuknya kemandirian energi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kepala sekolah…
olah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta data sekunder yang berasal dari dokumen sekolah, laporan kegiatan, buku, jurnal ilmiah, artikel, dan data dari instansi terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan konfirmasi kepada informan, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran manajerial kepala sekolah di SMA Negeri 14 Luwu Timur telah berjalan secara sistematis dan terintegrasi. Peran tersebut diwujudkan melalui fungsi kepala sekolah sebagai edukator dalam mengembangkan kompetensi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sebagai manajer dalam melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program sekolah, sebagai supervisor dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap proses pembelajaran, serta sebagai pemimpin yang menerapkan kepemimpinan demokratis dalam mengarahkan, memotivasi, dan melibatkan seluruh warga sekolah. Faktor pendukung peningkatan kualitas pendidikan meliputi kerja sama warga sekolah, komitmen dan kedisiplinan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, kepemimpinan kepala sekolah, serta budaya kerja yang positif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi guru yang belum merata, keterbatasan sumber daya pendidikan, serta perbedaan kesiapan guru dalam menghadapi perubahan.
Abstract:Latar Belakang: Penggunaan media sosial yang berlebihan pada remaja berpotensi menimbulkan kecanduan yang dapat memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku, sehingga dikhawatirkan berdampak pada prestasi akademik siswa. Tujuan:…
uan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik siswa di SMA Negeri 1 Kota Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross-sectional ini dilakukan pada Januari–Februari 2026 terhadap 95 siswa aktif kelas X, XI, dan XII yang dipilih melalui purposive sampling. Kecanduan media sosial diukur menggunakan kuesioner Social Media Disorder Scale (SMDS) versi Bahasa Indonesia, sedangkan prestasi akademik dinilai dari rata-rata nilai rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 yang dikategorikan menjadi A, B, C, dan D. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Dari 95 responden, 53,7% tergolong mengalami kecanduan media sosial. Prestasi akademik didominasi kategori B (64,2%), diikuti kategori A (35,8%), tanpa ada siswa pada kategori C maupun D. Uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik (r = -0,045; p = 0,667). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi, yang menunjukkan bahwa prestasi akademik dipengaruhi oleh faktor lain yang lebih komprehensif.