Search Articles & Publications

Showing 296 articles found for "Makna"

Pelestarian Nilai Keramat Kanemoton sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Wambon di Kabupaten Boven Digoel

David Laiyan, Welhelmina Jeujanan, Antonius Nggewaka, Syahrabudin Husein Enala, Nikolaus Aneyap
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan… isan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial

Konstelasi Politik Identitas Dalam Dinamika Pembentukan Papua Selatan

Kontu, Fransin
Abstract: Pembentukan Provinsi Papua Selatan pada tahun 2022 menghadirkan dinamika politik identitas yang kompleks dan berlapis, melibatkan negara, elite lokal, dan masyarakat adat dalam proses pemekaran daerah. Penelitian ini bertujuan… tujuan menganalisis bagaimana politik identitas dikonstruksi, diperebutkan, dan dimobilisasi dalam konteks pembentukan provinsi baru tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus intrinsik, penelitian dilakukan di empat kabupaten, Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel., melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, serta analisis dokumen kebijakan dan literatur ilmiah. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan makna dalam dinamika identitas yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas memainkan peran ganda: sebagai narasi pemersatu untuk melegitimasi pemekaran dan sebagai sumber fragmentasi akibat diferensiasi identitas sub-etnis. Elite lokal memanfaatkan identitas kultural dan historis untuk memperoleh legitimasi politik, sementara masyarakat adat menggunakan identitas sebagai alat negosiasi representasi dan kontrol atas sumber daya. Di sisi lain, negara menempatkan pemekaran sebagai strategi stabilisasi dan percepatan pembangunan. Perbedaan orientasi ini menciptakan ruang negosiasi yang terus berlangsung dalam konsolidasi pemerintahan Papua Selatan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan provinsi baru bergantung pada kemampuan mengelola identitas secara inklusif, memastikan representasi OAP, dan mencegah dominasi elite dalam struktur kekuasaan daerah.

Veteran dan Peningkatan Nasionalisme kepada Generasi Muda (Studi pada Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025)

Barmuddin, Satyadharma, Maudhy, Silondae, Tina Trisarana Andriani, Hado, Mahdar, Ahiula
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran veteran dalam membangun dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, khususnya anggota Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025. Kegiatan sosialisasi… ialisasi dan edukasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memberikan materi kepada anggota Paskibraka sesuai arahan dari Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara serta menindaklanjuti Surat Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI. Penguatan nasionalisme melalui keterlibatan langsung para veteran terbukti efektif dalam membangun kesadaran kebangsaan generasi muda, khususnya dalam konteks pembinaan Paskibraka. Interaksi langsung antara peserta dan veteran menghadirkan pembelajaran historis yang autentik dan bermakna. Hal itu diyakini karena Veteran adalah pelaku sejarah langsung bangsa ini dan menjadi sumber sejarah dan sumber pembelajaran terutama dalam peningkatan nasionalisme, semangat kebangsaan dan nilai-nilai kejuangan.

Genealogi Pendidikan Kristen: Jejak Asal, Makna, dan Tujuannya

Sinambela, Juita Lusiana, Sinaga, Janes
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki genealogi pendidikan Kristen dengan fokus pada asal, makna, dan tujuan yang mendasarinya. Melalui pendekatan interdisipliner yang mencakup sejarah, teologi, dan sosiologi pendidikan,… ikan, penelitian ini merunut kembali akar-akar pendidikan Kristen dari masa lampau hingga perkembangannya dalam konteks modern. Studi ini akan menelusuri sejarah pendidikan Kristen, mengidentifikasi peran gereja dan pemikir-pemikir Kristen dalam membentuk prinsip-prinsip pendidikan. Selain itu, penelitian ini akan membahas makna pendidikan Kristen dalam konteks spiritual, moral, dan sosial, serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam praktik pendidikan sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang esensi pendidikan Kristen, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan perkembangan individu. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu pengembangan kebijakan pendidikan Kristen yang relevan dan efektif dalam memenuhi tuntutan zaman modern sambil tetap setia pada akar-akar tradisionalnya.

Makna Teologis dan Nilai Antropologis Tradisi Natoni dalam Kehidupan Masyarakat Kristen

Veren Veronika Manu, Yohana Angelina Pobas, Yusmin Tapeun, Jello Ottu, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: The Natoni tradition, as an oral cultural heritage of the Timorese community, embodies religious and social dimensions that reflect the relationship between Christian faith and local wisdom. However, the currents of modernization… rnization and shifts in the lifestyle of younger generations have led to a diminishing understanding of its symbols, ritual language, and moral messages, thereby placing its existence at risk of marginalization. This study addresses the question of how the theological meaning and anthropological values of Natoni are understood and actualized within Christian communities, and to what extent this tradition contributes to the formation of faith identity and social cohesion. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing in-depth interviews, participatory observation, and document analysis to obtain a comprehensive understanding of the practice and its meanings. The findings reveal that Natoni functions as a contextual medium of prayer, a means of internalizing faith teachings, a bond of communal solidarity, and a vehicle for transmitting values of respect, responsibility, and intergenerational togetherness. The tradition provides an integrative space between incarnational theology and local cultural realities, thereby enriching contextual expressions of Christian spirituality. The study concludes that the revitalization of Natoni requires synergy among the church, traditional leaders, families, and educational institutions to ensure its continued relevance and responsiveness to contemporary challenges. The novelty of this research lies in its simultaneous integration of theological and anthropological analyses of Natoni as a contextual praxis of faith rather than merely a cultural phenomenon, thus offering a conceptual contribution to the development of Indonesian contextual theology.

Naaman dalam Dua Perjanjian

Sinambela, Juita, Sinaga, Janes
Abstract: Kisah Naaman, seorang perwira Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta dalam 2 Raja-Raja 5, memperoleh makna teologis yang lebih mendalam ketika Yesus menyebutnya dalam Lukas 4:27 sebagai satu-satunya yang disembuhkan pada… ada zaman nabi Elisa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan intertekstual antara kedua perikop tersebut melalui pendekatan teologi naratif dan intertekstualitas biblika. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi makna teologis dari penyebutan tokoh non-Israel oleh Yesus, sekaligus implikasinya terhadap konsep universalitas anugerah Allah yang melampaui batas etnis, nasional, dan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan Naaman bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan simbol keterbukaan keselamatan Allah bagi semua bangsa yang bersedia percaya dan taat kepada-Nya. Dengan mengutip kisah Naaman, Yesus menantang eksklusivisme religius yang sering kali membatasi karya Allah hanya pada kelompok tertentu, serta menyatakan inklusivitas misi Kerajaan Allah yang bersifat lintas batas dan transformatif. Narasi ini juga memperlihatkan bahwa karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama sudah diarahkan pada pemulihan universal, yang mencapai puncaknya dalam pelayanan Yesus Kristus. Dengan demikian, kisah Naaman menegaskan pentingnya gereja masa kini untuk mewujudkan misi yang terbuka, kontekstual, dan inklusif, sebagai respons terhadap kasih karunia Allah yang tidak terbatas oleh kebangsaan, budaya, maupun tradisi keagamaan tertentu.

Makna Frasa “Kududukan Bersama-sama dengan Aku di Atas Takhta-Ku” Berdasarkan Wahyu 3:21: Studi Eksegesis

Moses Sarjono, Exson Pane
Abstract: The use of the phrase “sit with Me on My throne” has long been debated among scholars regarding whether it should be understood literally or symbolically. Textual analysis of Revelation 3:21 shows that the word “sit” (kathízō,… t” (kathízō, καθίζω) carries an important meaning in the Book of Revelation. It not only refers to the physical act of sitting but also contains a symbolic aspect: participation in divine authority and governance. This study applies the historical-grammatical method of exegesis to explore the true meaning of this phrase and its relevance to the spiritual life of Christians today. This method focuses on the historical and grammatical context of Revelation 3:21. The findings show that Christ’s promise to those who overcome is not merely about future heavenly honor but also an invitation to share in His mission, authority, and glory. The phrase signifies the restoration of identity and covenantal fellowship between Christ and the victorious believers. It reflects Christ’s exaltation by the Father and shows that the “throne” is not only a symbol of power but also a theological image of shared rule and divine communion. This study affirms that the concept of “sitting with Christ” offers both eschatological hope and present spiritual empowerment. The theology of victory in Revelation encourages perseverance and faithfulness, placing believers within the narrative of divine triumph. Thus, this study contributes to a deeper understanding of New Testament eschatology, Christian discipleship, and the believer’s role in God’s redemptive plan. Revelation 3:21 is a message of promise, restoration, and identity where participation in Christ’s reign is both a future hope and a present reality.

Nabi Yesaya Teladan Kekuatan Iman dalam Masa Ujian: Menggali Pesan Nabi Yesaya dalam Analisis Makna Puasa dalam Konteks Yesaya 58:6-10

Tamba, Gerbin, Nainggolan, Sarwedy, Siswanto, Daniel, Sinaga, Janes, Sinambela, Juita Lusiana, Beni Chandra Purba
Abstract: This research explores an in-depth understanding of the Prophet Isaiah's message about the strength of faith in facing times of trial, with a focus on analyzing the meaning of fasting in the context described in Isaiah 58:6-10.… 8:6-10. This research aims to understand how the Prophet Isaiah became an example of the strength of faith through the teachings of fasting, in line with his theological and contextual understanding. Text and context analysis methods are used to detail the meaning and implications of fasting in Isaiah's writings, with the aim of identifying teachings that can empower people to strengthen their faith during times of trial. It is hoped that the results of this research can contribute to practical and theological understanding of the power of faith in the context of trials, especially through understanding the message of the Prophet Isaiah about the meaning of fasting.

Mengintegrasikan Nilai-nilai Kristen dalam Kepemimpinan Kontemporer

Sinambela, Juita, Sinaga, Janes, Purba, Beni Chandra, Pelawi, Stepanus
Abstract: Kepemimpinan dalam konteks modern seringkali dihadapkan pada kompleksitas yang menuntut landasan etika yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Dalam pandangan ini, integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan… epemimpinan kontemporer menawarkan pendekatan yang bermakna dan relevan. Nilai-nilai seperti integritas, kredibilitas, komitmen, bertanggungjawab, kerendahan hati, dan pelayanan yang terkandung dalam ajaran Kristen dapat menjadi landasan bagi kepemimpinan yang beretika dan bermakna. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan dan berdampak dalam dunia organisasi yang berubah dengan cepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali potensi dan dampak dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan menganalisis teks-teks Kitab Suci, tulisan-tulisan teologis, serta literatur terkait karakteristik kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pemimpin, organisasi, dan lembaga pendidikan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer secara efektif. Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai ini memberikan fondasi yang stabil dan beretika untuk mengarahkan kepemimpinan menuju tujuan yang lebih bermakna dan berdampak positif.

Bait Suci: Eksplorasi Makna dan Fungsi Mezbah Pembakaran Ukupan Berdasarkan Ibrani 9:4

Udju, Daniel
Abstract: Allah selalu rindu hadir di dekat dengan umat-Nya. Hal ini dapat terlihat melalui adanya Bait Suci di Tengah-tengah umat-Nya. Penelitian ini merupakan eksplorasi mendalam terhadap Mezbah Pembakaran Ukupan dalam Bait Suci,… , sebagaimana yang dijabarkan dalam Ibrani 9:4. Mezbah ini bukan hanya elemen fisik dalam peribadatan, melainkan juga simbol yang sarat makna dalam upaya manusia mendekati Allah. Dalam konteks ritual persembahan dan penyembahan, Mezbah ini memiliki peran kunci yang mencerminkan harapan, pengampunan, dan penyucian. Analisis data arkeologi dan sejarah mendukung keberadaan dan peran Mezbah ini sesuai dengan deskripsi dalam Alkitab. Tujuan penelitian ini menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang praktik peribadatan, serta memberikan wawasan tentang keyakinan dan pengalaman spiritual masyarakat Yahudi kuno, memperkuat relevansi mezbah pembakaran ukupan dalam pemahaman agama.