Search Articles & Publications

Showing 1460 articles found for "Mina"

POLA PEMANFAATAN LAHAN AGROFORESTRI SEBAGAI MITIGASI EROSI TANAH DI DESA SAMBAK KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

Monica Desy Deria, Eppy Yuliani
Abstract: Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang merupakan wilayah perbukitan dengan kondisi lereng curam yang rentan mengalami erosi tanah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah,… , serta pola pemanfaatan lahan yang kurang memperhatikan konservasi tanah. Salah satu upaya mitigasi yang diterapkan masyarakat adalah melalui sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan lahan agroforestri dan non-agroforestri, menganalisis kontribusi pola tanam agroforestri terhadap mitigasi erosi tanah, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi erosi tanah di Desa Sambak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis difokuskan pada kondisi vegetasi, penggunaan lahan, dan karakteristik fisik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola agroforestri di Desa Sambak didominasi oleh sistem agrisilvikultur pola multistrata dengan vegetasi utama berupa pinus, mahoni, kopi, dan tanaman bawah berupa rumput-rumputan. Kawasan agroforestri memiliki penutupan lahan yang lebih rapat dibandingkan lahan non-agroforestri sehingga mampu mengurangi limpasan permukaan, memperkuat struktur tanah, dan menekan erosi tanah. Faktor-faktor yang memengaruhi erosi tanah meliputi kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, vegetasi, dan penggunaan lahan. Dengan demikian, agroforestri berperan penting dalam mitigasi erosi tanah dan mendukung pengelolaan lahan berkelanjutan di Desa Sambak.

ORGANIZATIONAL COMMUNICATION CLIMATE IN IMPROVING THE PERFORMANCE OF EMPLOYEES OF THE REGIONAL DISASTER MANAGEMENT AGENCY (BPBD) OF KARO DISTRICT

Irgi
Abstract: Poor communication is caused by a lack of communication , unclear task formulation, unclear responsibilities in units, which causes complicated procedures and work implementation, and employees are unaware of each other's&#8230; s cooperation. This condition will certainly lead to poor coordination and influence employee performance that is less than optimal. The purpose of this study was to determine the effect of organizational communication climate on employee performance at the Karo Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD) . This research used the methods of validity testing of research instruments, reliability testing of research instruments, classical assumption testing, descriptive statistical analysis, multiple linear regression analysis, and research hypothesis testing. Linear regression equation Y = 7, 429 + 7 74 X. The results of the t-test of Organizational Communication Climate (X) with the calculated t-value of the Organizational Climate variable is 1 8.378 and the t- table value is 1.70814 , so the calculated t-value > t -table (1 8.378 > 1.70814 ) and the sig value < 0.05 (0.000 <0.05) . The results of the R- square coefficient of determination are 932. This shows the understanding that the increase in the Performance of Karo Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD) Employees is influenced by 93.2% by the Organizational Communication Climate while the remaining 6.8% is influenced by other factors outside this study such as personal factors, situational factors, leadership style and compensation.

LEADERSHIP COMMUNICATION STRATEGY IN IMPROVING WORK MOTIVATION OF MEDAN CITY CULTURE DEPARTMENT EMPLOYEES

Carlos
Abstract: An appropriate leadership communication strategy should be able to increase employee work motivation. With a leadership communication strategy, a leader can motivate his subordinates to be enthusiastic, disciplined, caring,&#8230; ng, and responsible in carrying out their duties and functions. Where resources are not merely objects in achieving organizational goals, but also become subjects/agents of development. Leadership Communication that makes HR as planners, implementers and controllers who always play an active role in achieving organizational goals, and have thoughts, feelings and desires that can influence their attitudes in work. Conversely, the organization where they are sheltered is expected to provide rewards and awards fairly or objectively so that through these rewards ASN can be motivated to improve the quality and quantity of their work. This study aims to describe the form of leadership communication strategies, employee work motivation, and at the same time determine the effect of leadership communication strategies in increasing employee work motivation at the Medan City Cultural Office. The study used a descriptive qualitative approach and type of research through interviews and observations of informants to obtain research data. The results of the study indicate that the leadership communication strategy of the Cultural Office still needs to be improved in the area of clarity and even distribution of organizational messages that should be adjusted to its main duties and functions. Furthermore, it was found that intrinsic motivational factors, such as recognition, were the dominant factor in driving work motivation. Finally, it was found that the leadership communication strategy implemented influenced the increase or decrease in employee work motivation at the Medan City Cultural Service.

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI DESA JAMBAI MAKMUR KECAMATAN KANDIS KABUPATEN SIAK

Dandi Dio Ramdani Pradimas, M. Anggi Syahputra, Elly Nielwaty
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan&#8230; ngan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi kepala desa, sekretaris desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, dan warga biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) partisipasi dalam pengambilan keputusan belum berjalan secara substantif, karena kehadiran fisik warga dalam Musrenbangdes tidak diikuti oleh pengintegrasian aspirasi mereka ke dalam dokumen RKPDes secara bermakna; (2) partisipasi dalam pelaksanaan berjalan relatif baik, ditandai dengan kuatnya semangat gotong royong dalam kegiatan pembangunan infrastruktur; (3) pemanfaatan hasil pembangunan belum terdistribusi secara merata, khususnya bagi kelompok perempuan dan buruh tani yang memperoleh porsi manfaat lebih kecil; serta (4) partisipasi dalam evaluasi merupakan dimensi yang paling lemah, akibat minimnya transparansi anggaran dan terbatasnya saluran aspirasi warga di luar siklus tahunan Musrenbangdes. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi dominasi elite desa dalam forum deliberasi, rendahnya literasi kebijakan warga, dan distribusi informasi yang tidak memadai. Penguatan mekanisme Musrenbangdes berbasis inklusi dan transparansi anggaran menjadi rekomendasi utama penelitian ini.

KETIMPANGAN GENDER DALAM IMPLEMENTASI PARTISIPASI PRIA PADA PROGRAM FAMILY PLANNING DI PROVINSI BANTEN

Rafa Thahirah, Amanda Putri Handriyanti, Ika Arinia Indriyany
Abstract: Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Indonesia memerlukan pengendalian melalui program Keluarga Berencana (KB). Namun, partisipasi pria dalam program KB masih sangat rendah, khususnya di Provinsi Banten, sehingga&#8230; beban reproduksi tetap dominan pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran partisipasi pria dalam program KB, menilai responsivitas gender dalam implementasi kebijakan, serta mengidentifikasi kesenjangan antara desain dan praktik di tingkat daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis dokumen sebagai sumber data utama, meliputi laporan BKKBN, BPS, dan dokumen kebijakan daerah terkait KB. Analisis dilakukan dengan mengorganisir, mengkoding, dan mengidentifikasi tema utama sesuai kerangka Gender Responsiveness Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kebijakan KB nasional dan daerah sudah peka gender, tetapi implementasinya masih bersifat women-centric, dengan layanan dan sosialisasi lebih fokus pada perempuan. Faktor budaya patriarki, keterbatasan akses layanan untuk pria, dan kurangnya target khusus menyebabkan partisipasi laki-laki tetap rendah. Studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan dan program berbasis gender-responsive, peningkatan akses layanan KB pria, serta kampanye edukasi yang menargetkan pria untuk mendorong kesetaraan peran reproduksi dan efektivitas program KB di Provinsi Banten.  

THE EFFECT OF WATER CONSTRAINT AND FOLIAR FERTILIZER APPLICATION ON THE GROWTH

Krislopina
Abstract: This research aims to determine the impact of water stress and the use of leaf compost on increasing yields and ideal plant development. This inspection was completed at the Medan City Food Security Center, jl . Selambo&#8230; Ujung and Kramat are beautiful. between May and June 2023. The factorial randomized block design (RAK) used in this study consisted of two treatment factors symbolized by the symbol A at three levels, namely: A1) half KL (A2) 75% KL and (A3) 100 percent KL. The next factorial is with image P which consists of 3 levels, namely; (P1) is 1 g per liter of water, P2 is 2 g per liter, and P3 is 3 g per liter of water. With the aim of obtaining 9 drugs. Each treatment is repeated several times. The perception information is then investigated using the F test for changes at the 5% level. If the problem is large then proceed with the Duncan test. From the results of the examination and discussions carried out, results were obtained, including: 1). The influence of water pressure has a significant effect on plant height, number of leaves, leaf width, wet weight, and influences leaf length, leaf area and stem size of mustard greens (Brassica juncea L.). 2). Giving Gandasil D at a dose of 3 g/l of water basically increases the number of plants, number of leaves, leaf length, leaf width, stem size, new weight per plant, and selling weight. 3). The relationship between water stress treatment and use of leaf compost fundamentally affects plant height, number of leaves, leaf width, and wet load in mustard greens (Brassica juncea L.) while leaf length, leaf area and cross stem distance do not make a big difference.

THE EFFECT OF COW MANURE AND UREA FERTILIZER APPLICATION ON THE GROWTH

Pirhot
Abstract: This study expects to determine the impact of cow compost and urea manure to increase yields and ideal plant development. This exploration was completed at the Medan City Food Security Administration, Jl. Delightful Kramat/Selambo&#8230; at/Selambo Ujung. From May to August 2023. This study utilized a factorial randomized bunch plan (RBD) which comprised of 2 treatment factors with the image S which comprised of 3 levels, in particular; ( S1) 1 kg/plot (S2) 2 kg/plot and (S3) 3 kg/plot. The subsequent factorial is the U image which consists of 3 levels to be specific; (U1) 30 g/plot (U2) 40 g/plot and (P3) 50 g/plot. With the goal that 9 medicines were obtained. Every treatment was rehashed multiple times. The perception information was then examined with the F trial of change at the 5% level, in the event that the thing that matters was huge, the test was gone on with the Duncan test. From the aftereffects of the examination and conversation completed, the accompanying ends were obtained: 1). The impact of cow fertilizer application affected plant level, number of leaves, number of blossoms, number of cases and unit weight of bean plants (Phaseolus vulgaris L.) 2). The impact of applying urea manure meaningfully affected plant level, significantly affected the quantity of leaves, fundamentally affected the quantity of blossoms and affected the quantity of cases and unit weight of bean plants (Phaseolus vulgaris L.) 3). The communication between the treatment of cow excrement and urea manure essentially affected plant level, number of blossoms, number of cases and unit weight, but not altogether unique on the quantity of leaves of bean plants (Phaseolus vulgaris L.)

Hubungan Citra Diri Terhadap Kesehatan Mental Pada Remaja Kelas VIII SMP Negeri 12 Padang

Rinda Putri Wahyuni, Diana Arianti, Edo Gusdiansyah
Abstract: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat permasalahan dengan penampilan fisik, potensi diri, dan penerimaan diri hal ini berkaitan dengan citra diri. Citra diri negatif dapat berdampak&#8230; pak buruk pada kesejahteraan psikologis remaja.  34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental berdasarkan data I-NAMHS (2022). 12% remaja di Sumatera Barat menunjukan gejala kecemasan dan depresi berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMPN 12 Padang. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi penelitian sebanyak 280 peserta didik. Pengumpulan data telah dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 21-24 April 2025 menggunakan metode proporsional random sampling sebanyak 74 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.  Berdasarkan hasil penelitian  diketahui kurang dari separuh (43,2%) responden termasuk dalam kategori kesehatan mental sedang dan lebih dari separuh  (52,7%) responden termasuk dalam kategori citra diri negatif. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value=0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pengembangan citra diri positif, seperti konseling, kegiatan ekstrakurikuler berupa pengembangan bakat dan minat siswa dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.

Faktor Determinan Kejadian Overweight Dan Obesitas Anak Usia 24 -59 Bulan Di Provinsi Bangka Belitung

Afifa Naura Harahap, Sumardiyono, Nur Hafidha Hikmayani
Abstract: Overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan merupakan masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai salah satu daerah&#8230; daerah dengan prevalensi overweight dan obesitas balita tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 584 anak usia 24–59 bulan. Variabel independen meliputi jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik sederhana untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 11,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki berhubungan signifikan dengan kejadian overweight dan obesitas (OR=1,78; IK 95%=1,06–2,98; p<0,05). Sementara itu, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan faktor determinan utama kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan intervensi gizi preventif sejak dini yang terintegrasi dengan pemantauan pertumbuhan balita.

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2025

Anisa Nabila Putri, Rika Syafitri, Setiadi Syarli
Abstract: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol gula darah secara&#8230; cara rutin menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan komplikasi. Salah satu determinan kepatuhan pasien adalah dukungan keluarga, baik berupa dukungan emosional, informasional, instrumental, maupun penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Belimbing berjumlah 275 orang. Sampel penelitian sebanyak 71 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan kontrol gula darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (52,1%) dan tidak patuh dalam melakukan kontrol gula darah (52,1%). Uji Chi-square menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol gula darah. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien DM terhadap kontrol gula darah rutin. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan optimal, baik secara emosional, informasional, maupun praktis, sehingga kepatuhan pasien dapat meningkat dan risiko komplikasi diabetes dapat diminimalisir.