Abstract:Peningkatan sumber daya manusia, salah satunya melalui pendidikan. Terselenggaranya TKA sejak 2025 menjadi catatan penting bagi pihak-pihak terkait, untuk mengoptimalkan serta mendukung siswa dalam pemecahan masalah soal.…
. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu, simulasi (try-out). Penyelenggaraan simulasi secara akbar di Merauke, cukup minim. Pengabdian ini mengimplementasikan hal tersebut dalam tahapan edukasi dan simulasi. Sasarannya yaitu siswa asli papua, dan siswa umum di tingkat SMA-SMK kota Merauke. Tujuan utama kegiatan ini, siswa mengetahui potret kondisi ujian, dan memahami ukuran kesiapan masing-masing. Kegiatan di selenggarakan di SMA Negeri 1 Merauke, 25 Oktober 2025, jumlah kehadiran siswa lebih dari 400 siswa asli papua.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital siswa sekolah dasar dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, sehingga diperlukan upaya pembelajaran yang inovatif melalui kegiatan workshop…
op digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi workshop digitalisasi melalui pemanfaatan aplikasi Canva dan Microsoft Word pada siswa kelas V dan VI di SDN Pangarangan III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dan VI yang mengikuti kegiatan workshop. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop digitalisasi berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan digital siswa. Siswa mampu membuat desain sederhana menggunakan Canva serta menyusun dokumen secara rapi dan sistematis menggunakan Microsoft Word. Kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas, keaktifan, dan minat belajar siswa. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa workshop digitalisasi efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa serta mendukung pembelajaran yang inovatif dan interaktif.
Abstract:There is no probationary period in PKWT. Law Number 13 concerning Manpower of 2003 states: The employment contract imposed does not require a probationary period. If a probationary period is required in the employment contract,…
ntract, the probationary period does not apply. Certain provisions of the Temporary Employment Contract (PKWT) and the reasons for the probationary period change to a Permanent Employment Contract (PKWTT), so that when they carry out Termination of Employment (PHK) they are entitled to a fixed salary.
Abstract:Riset terdahulu atau riset yang relevan memiliki peranan penting dalam memperkuat hubungan antar variabel dalam suatu penelitian ilmiah. Artikel ini mereview berbagai faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen pada marketplace,…
ketplace, khususnya kemudahan penggunaan aplikasi dan kenyamanan berbelanja. Tujuan dari penulisan literature review ini adalah untuk menganalisis hubungan antar variabel berdasarkan penelitian terdahulu serta membangun hipotesis yang dapat digunakan pada penelitian selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan jurnal ilmiah yang relevan dari Google Scholar. Hasil literature review menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan aplikasi memiliki pengaruh positif terhadap minat beli konsumen karena memberikan kemudahan navigasi, efisiensi transaksi, dan pengalaman penggunaan yang lebih baik. Selain itu, kenyamanan berbelanja juga berpengaruh terhadap minat beli melalui rasa aman, kemudahan akses, serta fleksibilitas dalam proses pembelian. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor lain seperti promosi, harga, dan kepercayaan konsumen juga turut mempengaruhi keputusan pembelian pada marketplace. Oleh karena itu, kemudahan penggunaan aplikasi dan kenyamanan berbelanja menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat beli konsumen di era digital.
Abstract:This research intends to try the influence of motivation, work discipline and work environment on employee performance at PT. Asei Indonesia Insurance Medan Branch. In this research, there is a conclusion that the problem…
m is whether motivation, work discipline and work environment have a significant effect on the ability of employees at PT. Ace? Therefore this research was attempted to identify and analyze the effects. Encouragement, Activity Discipline and Activity Areas to the Ability of Employees at PT. Asei Indonesia Insurance Medan Branch. In this research using quantitative research procedures. The population in this research is all employees of the Asei Indonesia insurance industry, agents in the research illustration area, totaling 71 people. The information analysis method used is descriptive analysis of respondents, descriptive analysis of variables, classical assumption experiments, multiple linear regression analysis and assumption experiments (t experiments, F experiments and determinant coefficient experiments). The results of the research processed with the SPSS type 23 program, based on the t experiment proved that motivation, activity discipline and the activity environment have a positive and jointly important effect on employee abilities, the adjusted R square number is 0.735 or 73.5%, which means Employee ability is influenced by motivation, activity discipline and activity area and more than 26.5% can be explained by other factors that were not examined in this research. compared to the results of the previous research of the Great God Kresna Valiant. 2017 the effect of communication, encouragement, sports environment on the happiness of employees' activities in the Denpasar city area proves that there is a positive and important effect on employee activity satisfaction. It can be concluded that the results of this research are in line with the results of previous research by AA Besar Oka Pramadita 2015
Abstract:In general, the goal of every company, both private and public, is to improve the quality of its human resources to produce good performance. This research was conducted to determine the influence of Leadership, Motivation…
on and Work Environment on the Performance of Civil Servants at the Medan Petisah Sub-district Office. The sample used amounted to 32 respondents. This study used a quantitative method with data collection techniques through distributing questionnaires. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis using the SPSS Version 22 program. The results showed that the regression equation Y=12.801+0.426X1+0.607X2+0.030X3. The results of this research show that leadership partially has a significant effect on employee performance with a t-count > t-table (3.027 > 2.048) and a sig value (0.005 <0.05). Motivation partially has a significant effect on employee performance with t-count > t-table (5.891 > 2.048) and sig value (0.000 < 0.05). The work environment has partially no significant effect on employee performance with a t-count < t-table (0.214 < 2.048) and a sig value (0.832 > 0.05). Leadership, Motivation and Work Environment simultaneously have a positive and significant effect on Employee Performance with Fcount > Ftable (116.027 > 2.95) with a sig value (0.000 <0.05). The coefficient of determination of Adjuted R Square is 0.918 which means 91.8% of employee performance at the Medan Petisah Sub-District Office is influenced by the variables of Leadership, Motivation and Work Environment.
Abstract:his study aims to determine "The Influence of Providing Rewards and Punishments on Employee Performance at the Investment Service and One-Stop Services in Medan City." with a total sample of 57 people. This study uses primary…
imary data obtained by distributing questionnaires to employees who work at the Medan City Investment and One-Stop Services Office. Data analysis techniques used in this study were validity, reliability, classical assumption tests, multiple linear regression and hypothesis testing operated by SPSS ver 23 software. Partial testing of the effect of Rewards on Employee Performance obtained a t-count value of 3,243 > t- table 2,005 and has a significant value of 0.002 <0.04 it can be concluded that it has a positive and significant effect on employee performance. Based on the partial test results of the effect of Punishment on Employee Performance, the t-count value is 5,921 > t-table 2,005 and has a significant value of 0.000 <0.05. It can be concluded that Punishment has a positive and significant effect on Employee Performance. Based on the results of the F test count 56,161 > F table 3.17 and have a significant value of 0.000 <0.05 it can be concluded that simultaneously or together have a positive and significant effect on Reward and Punishment on Employee Performance at the Investment Service and One-Stop City Integrated Services Medan. The result of the coefficient of determination R2 is 0.663 or 66.3%, which means that employee performance is influenced by reward and punishment while the remaining 33.7% can be explained by other variables that were not examined in this study. So it can be concluded that Reward and Punishment have a positive influence or jointly on Employee Performance.
Abstract:Kantor Desa Prapat Janji menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa, seperti pencatatan data yang masih dilakukan secara manual, keterlambatan pelayanan administrasi,…
, kesulitan dalam pencarian arsip, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas administrasi desa melalui penerapan sistem informasi administrasi desa serta penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan tata kelola berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi implementasi sistem. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi mampu meningkatkan kecepatan pengolahan data administrasi sebesar 75%, mempercepat proses pencarian arsip hingga 80%, serta meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam penggunaan teknologi informasi sebesar 85% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat kepuasan perangkat desa terhadap penggunaan sistem mencapai 88%. Implementasi ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Desa Prapat Janji.
The Prapat Janji Village Office faces several challenges in managing administrative processes and village governance, including manual data recording, delays in administrative services, difficulties in document retrieval, and the suboptimal utilization of information technology to support public services. This community service program aims to improve the effectiveness of village administration through the implementation of a village administrative information system and the strengthening of village officials’ capacity in managing digital-based governance. The methods employed include observation, needs assessment, training, mentoring, and system implementation evaluation. Preliminary results indicate that the implementation of the information system has increased the efficiency of administrative data processing by 75%, accelerated document retrieval processes by up to 80%, and enhanced the information technology competencies of village officials by 85%, based on pre-test and post-test evaluations. Furthermore, the satisfaction level of village staff regarding the use of the system reached 88%. The implementation is expected to promote more effective, efficient, transparent, and accountable public services in Prapat Janji Village.
Abstract:Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan ketimpangan aksesibilitas antar wilayah yang serius, di mana 15 dari 19 desa terletak di seberang Sungai Kapuas tanpa infrastruktur jembatan permanen,…
ermanen, sehingga lebih dari 60% mobilitas masyarakat sepenuhnya bergantung pada layanan penyeberangan sampan motor tempel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketersediaan layanan transportasi sungai terhadap tingkat aksesibilitas masyarakat antar wilayah. Landasan teori yang digunakan mencakup teori interaksi wilayah Ullman (1956), teori aksesibilitas Hansen (1959) dan Ingram (1971), serta konsep aksesibilitas sosial-ekonomi Litman (2020). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan paradigma positivistik. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, kuesioner terstruktur berskala Likert, dan studi pustaka terhadap 90 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, metode, waktu, dan teori. Analisis mencakup statistik deskriptif, regresi linear berganda, dan analisis Rasio Volume/Kapasitas (V/C). Hasil penelitian menunjukkan model regresi Y = 4,258 − 0,169X₁ + 0,075X₂ − 0,008X₃ + 1,740X₄ − 0,021X₅ dengan R² = 0,883, yang berarti 88,3% variasi aksesibilitas dijelaskan oleh kelima variabel. Dampak sosial-ekonomi (X₄) merupakan prediktor paling dominan (B = 1,740). Analisis V/C menunjukkan seluruh jalur penyeberangan berada dalam kategori Sangat Longgar (V/C agregat = 0,356), mengindikasikan permasalahan bukan pada defisit kapasitas melainkan kemacetan temporal pada jam puncak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan aksesibilitas masyarakat di wilayah berbasis sungai memerlukan perbaikan tata kelola operasional, standarisasi keselamatan, dan integrasi kebijakan transportasi sungai dalam dokumen perencanaan formal seperti RTRW dan Rencana Induk Transportasi Kabupaten.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi fundamental dalam pola interaksi sosial, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan memahami makna TikTok dalam interaksi sosial mahasiswa Program…
Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Bone angkatan 2022–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur via WhatsApp dengan 15 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dengan teknik triangulasi untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai TikTok secara multifungsi: dominan sebagai sumber hiburan utama, sekaligus berfungsi sebagai sumber informasi singkat, inspirasi kreatif, dan medium observasi praktik komunikasi yang relevan bagi studi mereka. TikTok berperan sebagai fasilitator modal sosial karena konten viral kerap menjadi conversation starter yang memperkuat kedekatan sosial dan mempermudah pertukaran sumber daya akademik (seperti template tugas dan tutorial). Namun, pengaruhnya bersifat ambivalen karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan distraksi, menurunkan kualitas interaksi tatap muka, dan berpotensi mengganggu fokus akademik. Belum ada program literasi media terstruktur di prodi meskipun mahasiswa menyadari perlunya memilah konten, dan variasi intensitas penggunaan antarindividu menuntut strategi komunikasi multi-kanal. Penelitian ini menyarankan prodi menyelenggarakan workshop literasi digital, menyusun pedoman etika penggunaan ponsel, serta memanfaatkan TikTok secara terarah untuk kegiatan edukatif.